
Malam menjelang pagi perlahan Sandra membuka matanya dan melihat wajah tampan asisten Rey yang masih tertidur dengan pulas.
Sandra memberanikan diri menyentuh wajah asisten Rey dan membelainya dengan lembut membuat asisten Rey tidurnya terusik dan memaksakan membuka matanya sambil tersenyum menatap wajah cantik Sandra.
Cup
"Pagi sayang," ucap asisten Rey kemudian mengecup kening Sandra dan memeluknya.
"Pagi honey," jawab Sandra sambil membalas pelukan asisten Rey.
"Oh ya hari ini kita akan mengurus pernikahan kita setelah itu besok atau lusa kita pulang ke Indonesia untuk mengatakan kalau kita sudah menikah dan merayakan resepsi pernikahan kita," ucap asisten Rey.
"Secepat itukah?" tanya Sandra.
"Tentu saja lebih cepat lebih baik terlebih jika kita melakukan itu lagi tidak merasa bersalah," ucap asisten Rey sambil melepaskan pelukannya dan menarik selimutnya yang menutupi tubuh polos mereka kemudian menaiki tubuh polos Sandra.
"Apa yang honey lakukan?" tanya Sandra.
"Melakukan yang seperti kemarin," bisik asisten Rey.
"Punyaku masih perih honey," ucap Sandra.
"Aku akan mainnya pelan - pelan," ucap asisten Rey yang sudah kecanduan dengan tubuh Sandra.
Asisten Rey memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup tombak saktinya masuk ke dalam gua yang paling terdalam hingga terdengar suara merdu dari mulut mereka berdua hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak saktinya.
Setelah beberapa saat asisten Rey menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping dan memeluk tubuh polos Sandra.
"Honey, aku mau mandi tubuhku lengket," ucap Sandra.
Asisten Rey melepaskan pelukannya kemudian Sandra perlahan bangun sambil membawa selimut untuk menutupi tubuh polosnya namun ketika ke dua kakinya ingin turun Sandra kembali menaikkan ke dua kakinya membuat asisten Rey menatap bingung.
"Kok tidak jadi?" tanya asisten Rey.
"Ketika aku turun bagian privasi ku sangat perih dan merasakan punyamu seperti menempel di punyaku padahal tidak," ucap Sandra sambil memegangi privasinya.
Tanpa menjawab ucapan Sandra, asisten Rey turun dari ranjang kemudian menggendong tubuh polos Sandra membuat Sandra mengalungkan ke dua tangannya sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang asisten Rey dengan wajah memerah menahan malu.
"Kenapa?" tanya asisten Rey sambil melangkahkan ke dua kakinya ke arah kamar mandi.
__ADS_1
"Malu," jawab Sandra.
"Kenapa malu? Bukankah aku sudah melihat tubuh polos mu begitu pula kamu juga sudah melihat tubuh polos ku," ucap asisten Rey.
"Honey kok sekarang mesum sih," ucap Sandra.
"Mesum sama kamu doang," jawab asisten Rey sambil tersenyum.
"Sayang, tolong bukakan pintunya," pinta asisten Rey.
Sandra melepaskan pelukannya kemudian membuka pintu kamar mandi lalu mereka berdua masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka berdua hingga satu jam lebih mereka baru keluar tentunya melakukan kembali hubungan suami istri.
Asisten Rey tidak mengerti kenapa dirinya kecanduan dengan tubuh Sandra membuat tubuh Sandra terasa tidak bertulang karena asisten Rey melakukan kembali.
"Honey aku sangat mengantuk mau tidur," ucap Sandra ketika asisten Rey menggendong Sandra.
"Ok, aku akan memasak nanti aku bangunin kalau masakannya sudah matang," jawab asisten Rey sambil membaringkan Sandra ke ranjang dengan menggunakan jubah handuk begitu pula dengan asisten Rey.
"Maaf seharusnya aku yang masak," ucap Sandra merasa tidak enak hati.
"Santai saja, istirahatlah," ucap asisten Rey sambil tersenyum dan membelai pipi mulus Sandra dengan lembut.
Tanpa menunggu jawaban asisten Rey mengambil handuk kecil kemudian menarik perlahan tubuh Sandra agar duduk lalu mulai mengeringkan rambut Sandra membuat Sandra tersenyum bahagia karena baru kali ini dirinya diperhatikan oleh seorang pria terlebih pria tersebut pria yang sangat dicintainya.
"Nah sekarang kan sudah agak kering jadi calon istriku tidak sakit jika tidur,'' ucap asisten Rey sambil membaringkan kembali tubuh Sandra.
"Terima kasih honey," ucap Sandra terharu.
"Terima kasih kenapa?" tanya asisten Rey.
"Karena honey sangat baik padaku," ucap Sandra.
Cup
"Kamu kan calon istriku jadi sudah sepantasnya aku baik padamu, kamu juga baik padaku," jawab asisten Rey kemudian mengecup kening Sandra.
Sandra tersenyum kemudian memejamkan matanya karena tubuhnya sangat lelah sedangkan asisten Rey berjalan ke arah pintu kamarnya namun sebelumnya meletakkan handuk yang tadi dipakai oleh Sandra di bawa keluar sekalian menjemur pakaian yang belum sempat di jemur karena asisten Rey dan Sandra melakukan hubungan suami istri setelah itu asisten Rey berencana akan memasak.
Di negara yang berbeda setelah sambungan komunikasi diputus secara sepihak oleh Karen membuat Bagas menghubungi Karen kembali namun ponselnya tidak aktif hingga panggilan ke lima Bagas marah - marah pasalnya ponsel milik Karen tetap tidak aktif membuat Bagas membanting apa saja yang dilihatnya membuat ke dua orang tuanya datang ke kamar putra kesayangannya.
__ADS_1
"Ada apa Bagas?" tanya mommynya dengan tatapan bingung.
"Karen ponselnya tidak aktif padahal kami baru saja saling menghubungi," jawab Bagas.
"Mungkin Karen sibuk," ucap ibu nya Bagas.
"Iya sibuk sama kekasihnya," jawab Bagas dengan nada kesal.
"Apa maksudmu?" tanya ibu nya Bagas dengan nada terkejut.
"Karen sengaja mematikan ponselnya karena bersama pria lain sepertinya mereka habis melakukan hubungan suami istri karena yang mengangkat pria lain dan aku mendengar dengan jelas ditelepon suara Karen yang bangun dari tidur," jawab Bagas sambil menahan amarahnya begitu pula dengan ke dua orang tuanya.
"Apa??? Kurang aj*r," ucap Ibu nya dengan nada kesal.
"Seandainya tahu seperti ini kita akan melarangnya pergi ke luar negeri," sambung ayah nya Bagas.
"Bagas rasa Karen hanya alasan pergi keluar negri sebenarnya pergi menemui kekasihnya," ucap Bagas.
"Mommy sangat menyesal mengadopsi Karen," ucap Ibu nya Bagas.
"Daddy juga," jawab Ayah nya Bagas.
"Mommy dan daddy lalu bagaimana dengan Bagas?" tanya Bagas dengan wajah sendu.
"Kamu sabar ya sayang, mommy dan daddy akan mencari dokter terbaik untuk mengobati ke dua kakimu dan wajahmu akan kembali dengan normal," ucap Ibu nya Bagas.
"Tapi Bagas tidak ada semangat untuk hidup mom, dad," ucap Bagas dengan wajah depresi.
Grep
"Kamu harus semangat demi mommy dan daddy, mommy akan mencari wanita yang lebih baik dari Karen," ucap Ibu nya Bagas sambil menggenggam ke dua tangan Bagas.
"Tapi mom. Bagas sangat mencintai Karen," ucap Bagas.
"Kamu harus bisa melupakannya dia bukan wanita baik - baik jadi kamu harus melupakannya," ucap Ibu nya Bagas.
"Benar kata mommy, kalau dia memang wanita baik - baik mana mungkin Karen tidur dengan pria lain sedangkan mereka belum resmi menikah," ucap Ayah nya Bagas yang tidak tahu kalau Karen sudah menikah dengan David begitu pula dengan mereka berdua.
"Kalau kamu sedih mommy dan daddy dua kalinya lebih sedih jadi mommy dan daddy minta lupakanlah Karen," pinta Ibu nya Bagas.
__ADS_1