
"Selama ini aku mengenal kak Rey dengan pribadi yang baik dan tidak pernah berkata kasar ataupun menyakiti orang lain namun tadi aku melihat kak Rey mem bu nuh seseorang tanpa mempunyai perasaan sedikitpun membuatku sangat takut," jawab Sandra dengan tubuh gemetar.
"Maaf," ucap Karen singkat.
"Kenapa kamu minta maaf?" tanya Sandra.
"Sebenarnya suamiku David dan Rey adalah seorang psikopat," ucap Karen.
"Apa? Sejak kapan kamu tahu kalau kak David dan kak Rey seorang psikopat?" tanya Sandra dengan wajah terkejut terlebih Karen tidak ada rasa takut terhadap suaminya.
"Sebelum aku menikah dengan kak David aku sudah tahu," jawab Karen.
"Kenapa kamu mau menikah dengannya? Apakah kamu pernah di siksa?" tanya Sandra penasaran.
"Pernah sekali dan nyaris nyawaku melayang dan mengenai kenapa aku mau menikah dengan kak David karena aku ingin menghilangkan jiwa psikopat suamiku," jawab Karen.
"Setahuku jiwa psikopat itu susah untuk dihilangkan, apakah setelah itu kak David menyiksa lagi?" tanya Sandra.
__ADS_1
"Memang benar, tapi jiwa psikopat itu akan terbangun ketika orang yang disayanginya terluka dan mengenai kak David menyiksaku lagi jujur sejak kejadian itu kak David selalu berusaha menahan amarahnya," ucap Karen.
"Tapi aku sangat takut jika jiwa psikopat kak Rey bangun bisa dipastikan aku akan dilukainya," ucap Sandra.
"Apakah kamu menyukai kak Rey?" tanya Karen tanpa memperdulikan ucapan Sandra yang ketakutan.
"Jujur iya tapi rasa takutku lebih besar yaitu aku tidak mau ma ti di tangan suamiku," ucap Sandra.
"Aku mengerti dan aku tidak bisa memaksamu jika ingin berpisah dengan kak Rey hanya saja aku melihat dengan jelas wajah kesedihan kak Rey ketika kamu tidak mau menatap wajahnya membuatku tidak tega melihatnya." ucap Karen.
"Pikirkan secara baik - baik jangan sampai setelah mengambil keputusan kamu menyesalinya," ucap Karen.
"Apakah kamu tidak takut jika kak David akan menyiksamu bahkan ingin mem bu nuh mu?" tanya Sandra setelah beberapa saat berpikir.
"Tidak," jawab Karen singkat.
"Apa yang membuatmu tidak takut?" tanya Sandra.
__ADS_1
"Kita tidak pernah tahu sampai berapa lama kita hidup karena itulah aku hanya bisa pasrah jika seandainya takdirku ma ti di tangan suamiku," ucap Karen.
Sandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil berpikir apakah mempertahankan pernikahannya atau berpisah dengan suami yang sangat dicintainya.
"Kalau boleh tahu kak Rey memperlakukan dirimu bagaimana? Apakah baik atau sering menyakiti perasaanmu?" tanya Karen.
"Selama ini kak Rey selalu memperlakukan aku sangat baik dan tidak pernah melukai perasaanku dan jika ada orang yang menyakitiku maka kak Rey selalu melindungi ku," jawab Sandra.
"Begitu pula dengan suamiku karena itulah sampai sekarang aku selalu mempertahankan pernikahan kami dan ingin menghilangkan jiwa psikopat suamiku walau sulit tapi aku sangat yakin suamiku pasti bisa," ucap Karen dengan nada sangat yakin.
Sandra kembali menghembuskan nafasnya dengan perlahan hingga akhirnya dirinya mengambil keputusan untuk mempertahankan pernikahannya terlebih asisten Rey selalu memperlakukannya dengan baik.
"Apakah selama ini kak David jiwa psikopatnya sering bangun?" tanya Sandra penasaran.
"Jujur tidak, tapi dulu sebelum mengenalku jiwa psikopatnya sering bangun dan sering melukai orang lain hingga orang itu mengalami ke ma ti an tra gis," jawab Karen.
"Kalau boleh tahu kenapa tidak bangun jiwa psikopatnya?" tanya Sandra.
__ADS_1