
Asisten Rey hanya bisa diam tanpa komentar karena dirinya tahu kalau Karen seperti makan buah simalakama hingga tiba - tiba ponsel milik Karen berbunyi ketika dilihat siapa yang telephon ternyata Bagas.
( " Hallo kak Bagas," sapa Karen ).
( " Hallo sayang kapan pulang? Kakak kangen," ucap Bagas ).
( " Kemungkinan seminggu lagi kami pulang, kakak siapkanlah diri untuk menjalani operasinya. Oh ya kak nanti temanku juga ikut membantu operasi kakak," jawab Karen ).
( " Kakak tidak sabar untuk menunggu nanti setelah selesai operasi wajah kakak berhasil kita langsung menikah," ucap Bagas ).
( " Kita menikahnya nanti saja kalau kakak sudah bisa berjalan," jawab Karen berusaha mengulur waktu ).
( " Tapi sayang.." ucapan Bagas terpotong oleh Karen ).
( " Tidak ada tapi - tapian," jawab Karen )
( " Aku harap ketika kakak sembuh kakak bisa menemukan wanita lain," ucap Karen dalam hati )
( " Hmm... Baiklah," jawab Bagas pasrah )
( " Maaf kak sudah dulu ya, aku mau tidur sudah malam," ucap Karen berbohong )
( " Ok sayang muach muach😘😘😘😘 semoga mimpi in kakak ya,'' ucap Bagas )
( " Iya kak," jawab Karen yang malas berdebat ).
( " Oh ya ciumannya mana sayang?" tanya Bagas ).
( " Malu kak ada teman, sudah dulu ya," ucap Karen )
tut tut tut tut
__ADS_1
Karen langsung mematikan sambungan komunikasi secara sepihak sedangkan asisten Rey yang sejak tadi mendengar percakapan Karen dengan Bagas hanya diam saja. Tanpa sepengetahuan Karen kalau asisten Rey mempunyai pendengaran tajam dapat mendengar percakapan mereka berdua.
" Maaf nona, apakah anda benar - benar akan menikah?" tanya asisten Rey.
" Iya kak Rey, aku tidak ada pilihan lain, aku hanya berharap semoga kakakku ketika sudah sembuh dan bisa berjalan lagi kakakku menemukan gadis lain sehingga tidak jadi menikah denganku," ucap Karen.
" Mudah - mudahan saja nona, saya tidak tega melihat tuan terluka," ucap asisten Rey.
" Amin kak Rey. Oh iya kak Rey, aku akan menjaga kak David dan kak Rey istirahatlah," ucap Karen
" Nona tidak apa - apa saya tinggal?' tanya asisten Rey yang ingin menginap di hotel yang sama dengan Sandra.
" Tidak apa - apa aku akan menjaga kak David, jika ada sesuatu aku akan hubungi kak Rey," ucap Karen
" Baik nona, oh ya apakah nona sudah mempunyai nomer teleponku?" tanya asisten Rey.
" Hehehe... Belum" jawab Karen terkekeh - kekeh.
ceklek
Perawat membuka pintu untuk me lap tubuh David tapi Karen memintanya karena ingin melakukannya untuk menebus rasa bersalahnya, setelah suster menaruh di meja baskom, lap, handuk dan baju ganti Karen perlahan membuka kancing David membuat David menahan ke dua tangan Karen.
" Sayang mau ngapain?" tanya David.
" Mau me lap tubuh honey," jawab Karen.
" Boleh aku minta ciuman pipi dan bibir?" tanya David penuh harap
" Boleh," jawab Karen kemudian Karen mencium ke dua pipi kanan dan kiri kemudian bibir David
cup
__ADS_1
cup
cup
" Honey, I Love You," ucap Karen sambil mengangkat tubuh David kemudian melepaskan pakaian David.
" I Love You Too," jawab David sambil memeluk Karen ketika Karen sudah membuka pakaiannya.
" Honey, badan honey jadi kurus kalau sadar banyak makan ya?" pinta Karen dengan wajah sendu sambil mendorong perlahan tubuh David kemudian mulai me lap tubuh David.
" Kalau kamu ada di sisiku kakak akan makan yang banyak," jawab David
Karen hanya tersenyum, setelah selesai me lap tubuh David kemudian Karen langsung menggantikan pakaian David agar David tidak kedinginan dengan memakai pakaian pasien.
" Honey sekarang sudah rapih dan tampan," ucap Karen.
" Sayang, cium lagi ya?" pinta David.
cup
" Honey, aku mau mandi dulu, aku tinggal sebentar ya. I Love You," ucap Karen kemudian Karen mencium bibir David.
" I Love You Too," jawab David sambil menguap karena efek obat tidur.
Karen tersenyum kemudian membawa baskom untuk membuang air di baskom di kamar mandi kemudian menaruhnya di meja. Setelah selesai, Karen mengecek kondisi David dan selang infusnya kemudian Karen pergi ke kamar mandi.
ceklek
Pintu terbuka ada dua orang masuk seorang dokter dan seorang perawat dengan menggunakan masker berjalan dengan perlahan sambil membawa suntikan.
( " Tuan ajal mu sudah dekat bersiap - siaplah hahaha... " ucap dokter tersebut dalam hati ).
__ADS_1