Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Cemburu


__ADS_3

("Hallo ... Hallo... Hallo kak Bagas," panggil Karen pura - pura tidak dengar).


Tut tut tut


Karen sengaja memutuskan sambungan telepon secara sepihak kemudian ponselnya langsung di off kan agar Bagas tidak menghubungi dirinya bertepatan dengan David keluar dari kamar mandi.


("Maaf kak Bagas, saat ini aku belum bisa jujur kalau aku sudah menikah nanti jika operasi wajah berhasil dan kak Bagas bisa berjalan kembali aku akan mengatakan dengan jujur," ucap Karen dalam hati).


"Sudah bangun sayang, kebetulan aku sudah siapkan air hangat dan aroma lavender untuk kamu mandi biar badanmu menjadi segar," ucap David.


"Terima kasih honey," ucap Karen sambil turun dari ranjang.


Karen memeluk tubuh David untuk menghirup aroma David yang membuat dirinya merasa nyaman membuat David membalas pelukan Karen.


"Ada apa hemm...?" tanya David sambil mengusap punggung istrinya.


"Tidak ada apa - apa honey, aku hanya ingin memeluk honey karena aku merasa nyaman banget," ucap Karen.


David hanya tersenyum hingga beberapa menit kemudian Karen melepaskan pelukannya begitu pula dengan David lalu Karen berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Lima belas menit kemudian Karen sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Karen memakai bedak tipis serta lipstick warna bibir kemudian mereka turun dan makan bersama.


Singkat cerita kini mereka sudah selesai makan dan minum kemudian berjalan ke ruang keluarga. Karen dan David saling mengobrol dan kadang tertawa bersama hingga satu jam kemudian mereka kembali ke kamarnya.


Kini Karen duduk di bangku panjang balkon sedangkan David berbaring dengan menggunakan ke dua paha Karen sebagai bantalannya.


"Besok aku pulang ya?' ucap Karen sambil membelai rambut suaminya dengan lembut.


"Minggu depan," jawab David dengan tegas sambil memejamkan matanya menikmati usapan istrinya.


"Lusa ada jadwal operasi kak Bagas, aku tidak enak kalau tidak datang," ucap Karen beralasan.


"Bilang saja kamu habis terluka dan di rawat di rumah sakit jadi tidak bisa datang dan digantikan dengan temanmu," usul David.


"Tetap saja aku tidak enak dengan kak Bagas terlebih dengan ke dua orang tua angkat ku yang telah merawat ku," ucap Karen beralasan lagi.


"Aku mengerti tapi dengan kamu mendatangkan dua orang yang bisa mengobati ke dua kakinya agar bisa jalan dan yang bisa mengoperasi wajahnya itu sudah lebih dari cukup untuk balas budi mu jadi kamu tidak perlu datang ke sana kecuali kamu datang memperkenalkan aku sebagai suamimu baru aku mengijinkan mu pergi," ucap David dengan nada tegas.

__ADS_1


"Tapi..." ucapan Karen terpotong oleh David.


"JIka seandainya aku dekat dengan wanita lain dan menemani dirinya ketika wanita itu sedang sakit di rumah sakit dalam jangka waktu lama, apakah kamu cemburu?" tanya David sambil membuka matanya dan menatap wajah cantik istrinya.


"Tentu saja aku cemburu," jawab Karen dengan nada kesal sekaligus cemburu sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Tapi kan aku tidak ada perasaan suka sama wanita itu walau wanita itu memang menyukaiku," ucap David sambil menahan senyum karena dirinya sangat senang istrinya mempunyai rasa cemburu.


"Awalnya memang tidak suka tapi kalau wanita itu terus menggoda suamiku bisa - bisa suamiku luluh dan berpaling dariku," ucap Karen dengan wajah di tekuk.


David bangun dan duduk bersebelahan dengan istrinya kemudian memegang dagu istrinya dengan lembut agar menatap dirinya.


"Kalau aku suka sama wanita itu apa yang kamu lakukan?" tanya David.


"Aku akan pergi dari kehidupan honey" ucap Karen dengan mata berkaca - kaca.


"Kenapa kamu pergi dari kehidupanku?" tanya David.


"Karena aku tidak ingin merusak hubungan honey dengan wanita itu, aku merelakan honey bahagia walau hatiku sangat sakit dan terluka," jawab Karen.


Tes


Tes


Tidak berapa lama air mata Karen jatuh, Karen tidak bisa menahan kesedihannya hingga air matanya jatuh membasahi tangan David membuat David sangat terkejut dan langsung memeluk Karen.


"Hiks... Hiks... Hiks... Apakah suamiku ingin menikah lagi?" tanya Karen sambil terisak dan membalas pelukan suaminya.


David melepaskan pelukannya dan mendorong perlahan tubuh Karen kemudian menghapus air mata Karen dengan menggunakan ibu jarinya kemudian tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


"Kamu saja sedih dan menangis ketika aku mengatakan itu padahal aku hanya berpura - pura mengatakannya karena aku selalu menjaga hatiku untukmu untuk tidak dekat dengan wanita lain lalu bagaimana denganku?" tanya David.


"Jadi honey pura - pura mengatakan itu? Bagaimana dengan honey, maksudnya?" tanya Karen tidak mengerti perkataan suaminya.


"Sayangku akan bertemu dan menemani Bagas setiap hari, apakah ada kemungkinan sayangku akan jatuh cinta sama Bagas?" tanya David dengan wajah serius.


"Honey tidak percaya padaku?" tanya Karen.

__ADS_1


"Jika pertanyaan itu aku balik apakah honey percaya padaku jika aku dekat dengan wanita lain sedangkan hatiku hanya untukmu?" tanya David


"Kamu saja langsung menangis ketika aku mengatakan itu lalu bagaimana denganku? Aku manusia biasa hatiku sangat sakit jika orang yang aku cintai dekat dengan pria lain terlebih kamu itu istriku," sambung David.


"Maafkan aku honey," ucap Karen sambil memeluk suaminya dengan perasaan bersalah.


"Aku maafkan, jika sayangku ingin bertemu dengan mereka ajak aku dan perkenalkan aku sebagai suamimu," pinta David sambil memeluk istrinya dengan lembut.


"Iya honey, aku akan menghubungi temanku untuk menemani kak Bagas karena aku belum bisa menemaninya," ucap Karen sambil mendorong tubuh suaminya dengan perlahan.


"Apakah masih sakit?" tanya David mengalihkan pembicaraan.


Entah kenapa setiap istrinya menyebut nama Bagas membuat David emosi dan ingin melenyapkan Bagas agar tidak mengganggu istrinya karena David tidak mungkin menyiksa istri yang sangat dicintainya sebab dirinya sudah janji untuk tidak menyiksa istrinya, cukup sekali dirinya melakukan itu.


"Maksudnya?" tanya Karen tidak mengerti.


"Aku ingin kita melakukan itu," jawab David sambil berdiri kemudian menggendong istrinya ala bridal style.


"Honey," ucap Karen yang mengerti maksud perkataan suaminya sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.


David hanya tersenyum sambil berjalan ke arah ranjang kemudian membaringkan perlahan tubuh Karen dan berlanjut melepaskan satu persatu pakaiannya begitu pula dengan Karen hingga ke dua tubuh mereka berdua polos tanpa sehelai benangpun.


Karena masih ada rasa cemburu terhadap Bagas membuat David tanpa sadar ******* bibir Karen dengan kasar setelah David puas, David menancapkan tombak saktinya ke dalam gua milik Karen tanpa pemanasan terlebih dahulu.


"Honey... Sakit," ucap Karen sambil mendorong tubuh kekar suaminya dengan wajah meringis menahan rasa perih pada bagian privasinya.


"Maaf," jawab David tiba - tiba sadar akan kesalahannya karena bermain kasar dengan istrinya.


"Honey, pelan - pelan ya," pinta Karen.


David menganggukkan kepalanya tanda mengerti, David pun memberikan pemanasan terlebih dahulu tanpa melepaskan tombak saktinya yang masih bersarang di gua milik Karen setelah di rasa cukup David mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar milik David dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim istrinya agar istrinya segera hamil.


Setelah beberapa saat David menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping istrinya dan berlanjut memeluk tubuh polos istrinya.


Cup


"Terima kasih sayang," ucap David kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2