
ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah David dengan menggunakan handuk yang dililitkan menutupi tombak saktinya dan terlihat jelas bentuk perutnya kotak - kotak dan tubuhnya yang kekar menambah ketampanan David.
Tidak berapa lama Karen membuka matanya dan langsung duduk dengan menyandarkan ke kepala ranjang sambil melihat David dengan mata tidak berkedip membuat David menghampiri Karen yang sedang bengong.
"Belum puas memandangi wajah tampan dan tubuhku? atau mau lihat bagian bawah?" tanya David dengan vulgar.
"Aish honey tambah mesum aja, aku mau mandi dulu ya," ucap Karen dengan wajah memerah.
Tanpa menunggu jawaban Karen langsung turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah kamar mandi membuat David tersenyum melihat Karen.
Karen masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya karena dirinya sangat takut jika David menerkamnya lagi karena tubuhnya benar - benar lelah.
Hingga lima belas menit kemudian Karen sudah selesai mandi dengan menggunakan jubah handuk kemudian berjalan ke arah lemari dan membuka lemari tersebut untuk mengambil satu stell pakaian kemudian berjalan kembali untuk masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya lagi.
ceklek
Lima menit kemudian Karen keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian santai.
"Honey kenapa memandangku seperti itu? apakah ada yang lucu?" tanya Karen sambil memperhatikan pakaiannya.
"Ada yang lucu, aku melihat setrikaan hidup jalan mondar mandir," ucap DavidĀ sambil menahan tawa.
"Maklum setrikaannya takut ditangkap dan diterka****m," jawab Karen
"Hahahaha..." tawa David lepas ketika mendengar jawaban Karen.
"Sayang pinter aja jawabnya," jawab David sambil mencubit hidung Karen.
"Sakit," ucap Karen manja.
"Hehehe..."
"Kita makan yuk," ajak David.
"Ok," jawab Karen Singkat.
Makanan yang sudah tersedia di meja dekat sofa dan mereka pun makan bersama hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum, mereka berdua mengobrol bersama dan terkadang tertawa bersama.
"Honey, jika seandainya terjadi dengan diriku, berjanjilah padaku hiduplah dengan normal?" pinta Karen tiba - tiba.
"Maksudmu apa sayang?" tanya David yang tidak suka ucapan Karen.
"Maksudku jika seandainya kita berpisah dan tidak bisa bertemu kembali aku ingin honey berjanji untuk menghilangkan jiwa psychophat honey, bisakah honey berjanji padaku?" tanya Karen penuh harap.
"Apakah kamu tidak ingin bertemu denganku lagi?" tanya David dengan wajah kecewa.
__ADS_1
"Kita tidak tahu kapan kematian akan datang? jadi bisa saja besok aku ma..mmmmmbbdppsnnm..." ucapan Karen terpotong karena David langsung mencium dan ******* bibir Karen.
"Sayang jangan ngomong seperti itu karena aku tidak suka dan aku tidak sanggup kehilanganmu," ucap David setelah setelah melepaskan ciumannya.
" Main lagi yuk?" ajak David ketika Karen ingin mengatakan sesuatu.
Tanpa menunggu jawaban David menggendong Karen dan dibaringkan di ranjang kemudian David menaiki tubuh Karen lalu David ******* bibir Karen sambil tangannya melepas satu persatu kancing milik Karen hingga ciuman pindah ke dada dan mengigit leher Karen hingga meninggalkan jejak kemerahan.
David membuka kaitan kaca mata milik Karen dan membuangnya secara asal dan berlanjut membuka segitiga bermuda sekaligus celana pendeknya. David mencium dan menghisap bagian bawah perutnya sambil membuka pakaian dan celana milik David hingga terdengar ******* demi ******* keluar dari mulut mereka.
Tidak berapa lama terjadilah penyatuan hingga mencapai puncaknya membuat Karen sangat lelah dan tertidur dengan pulas dan membiarkan David melakukan itu pada tubuhnya secara berulang - ulang hingga tumbang dan tidak berapa lama David menarik adik kecilnya dan tidur di samping Karen dan memeluknya.
******
"Tuan saya dapat kabar dari anak buah kita yang menjaga mansion bahwa besok siang Mr. David akan berangkat ke perusahaan dan di mansion hanya ditinggali 4 bodyguard dan 4 pelayan mereka semua anak buah kita tuan jadi kita bisa langsung menyerangnya dan membunuh istrinya," ucap anak buahnya.
"Bagus, siapkan besi untuk mengikatnya kemudian dibuang ke kolam renang," perintah pemuda tampan tersebut.
"Baik tuan," jawab anak buahnya patuh.
"Hahahaha.... Mr. David dulu kamu telah membunuh orang tua ku dan juga menghancurkan markas naga merah milik orangtuaku di samping itu juga kamu telah membunuh kekasihku jadi bersiaplah Mr, David kau akan menangis darah karena kehilangan wanita yang kamu cintai, biar kamu bisa merasakan apa yang kurasakan selama ini," ucap pemuda tampan tersebut.
*******
Hari telah pagi David perlahan membuka matanya kemudian mengangkat kepala Karen yang berada di dada bidangnya dan diletakkan di bantal kemudian turun dari ranjang menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Hingga lima menit kemudian David sudah selesai memakai pakaian kerja kemudian David mendekati Karen yang masih tertidur dengan pulas.
"Sayang maafkan aku ya? Gara - gara aku, kamu jadi capek dan lelah. Kakak juga tidak tahu sejak pertama kali kita melakukannya waktu kemarin ternyata sangat enak. Sungguh sayang aku menikmatinya dan membuatku jadi ketagihan sayang dan tubuhmu benar - benar menjadi candu buatku," ucap David dengan nada lirih agar Karen tidak terganggu. Entah kenapa David mengusap wajah Karen dan mencium kening Karen seakan takut berpisah hingga yang empunya terganggu.
"Honey, nanti lagi yaaa.... aku masih ngantuk," ucap Karen berbicara sambil memejamkan matanya.
David hanya tersenyum mendengar ucapan Karen dan dengan sengaja David mengganggu tidur Karen dan dengan terpaksa Karen membuka matanya dan menatap David dengan wajah kesal.
"Mukamu kenapa ditekuk?" tanya David tanpa dosa.
"Sebel, honey gangguin aku tidur," ucap Karen dengan wajah di tekuk.
"Liat sayang sudah 9 pagi?" ucap David.
"Satu jam lagi honey aku masih ngantuk banget," jawab Karen sambil kembali memejamkan matanya.
"Main lagi yuk satu ronde ya?" ajak David.
"Honey apa tidak capek? badanku aja masih lemas," ucap Karen sambil masih memejamkan matanya.
"Main gituan malah enak, bikin semangat kerja tahu," ucap David sambil membuka kembali pakaian kerjanya hingga polos tanpa sehelai benang pun.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun melakukan hubungan suami istri lebih tepatnya David memaksa Karen sedangkan Karen terpaksa menerimanya karena badannya benar - benar sangat lelah tanpa mengetahui kalau itu boomerang buat istrinya..
Selesai melakukan hubungan suami istri David turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi dan seperti biasa Karen bangun tanpa sehelai benangpun dan berjalan mengambil pakaian kerja milik David kemudian merebahkan tubuhnya karena Karen benar - benar sangat lelah.
Ceklek
David membuka pintu kamar mandi dan melihat satu stell pakaian kerja yang masih baru diletakkan di sofa membuat David senang karena baru kali ini dirinya diperhatikan terlebih istri yang sangat dicintainya.
David pun memakai pakaian kerja setelah selesai David berjalan ke arah ranjang dan mengecup kening Karen kemudian David turun ke bawah dan bertemu dengan asisten Rey dan mereka pun bersiap untuk berangkat ke perusahaan.
Karen perlahan membuka matanya dan memaksakan untuk mandi kemudian memakai bedak dan lipstik agar tidak terlihat pucat untuk melihat David berangkat ke kantor. Karen dengan terburu - buru menuruni anak tangga dan melihat David sedang berjalan ke arah pintu utama.
"Honey," panggil Karen.
David langsung menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya sedangkan asisten Rey tetap melanjutkan langkahnya keluar dari pintu utama.
"Ada apa sayang?" tanya David.
Cup
Karen menunjuk ke arah bibir dan David langsung paham tanpa banyak komentar David mengecup bibir Karen singkat kemudian mengusap rambut Karen dengan lembut.
"Perasaanku kok tidak enak honey," ucap Karen.
"Mungkin hanya perasaanmu nanti siang kalau pekerjaan beres aku langsung pulang," ucap David.
"Mungkin saja honey, yang penting honey jaga diri baik - baik dan percayalah aku sangat mencintai honey," ucap Karen sambil memeluk David.
"Aku juga sangat mencintaimu," jawab David.
"Jika ada wanita yang lebih baik aku rela honey menikah dengan wanita itu," ucap Karen.
"Jangan bicara seperti itu karena aku tidak suka dan bagi ku tidak ada wanita yang lebih baik dari mu karena bagi ku kamu adalah wanita sempurna," jawab David sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Karen.
David berjalan keluar dengan diikuti oleh Karen hingga sampai di garasi mobil, David dan Rey pun berangkat ke kantor dengan diikuti bodyguardnya yang setia.
Entah kenapa David merasa sangat sedih dan berat meninggalkan Karen sendirian di mansion walau di mansion ada beberapa pelayan dan beberapa bodyguard tapi karena ada proyek penting David harus pergi.
Karena perasaannya tidak enak membuat David membuka kamera cctv lewat ponselnya untuk melihat apa yang dilakukan oleh Karen saat ini namun David langsung membulatkan matanya dengan sempurna karena dirinya sangat kaget sambil menahan amarahnya.
"Rey kita balik ke mansion," perintah David.
" Memang ada apa tuan?" tanya asisten Rey terkejut karena belum ada setengah jalan.
" Mereka semua pengkhianat Rey, para bodyguard dan para pelayan menyerang Karen sedangkan Karen berkelahi sendirian dan tidak ada yang membantunya,
'' Cepat Rey!!!" perintah David sambil menggenggam erat ponselnya hingga ponselnya retak.
__ADS_1
"Baik tuan," jawab asisten Rey patuh.