Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Ada apa Sandra?


__ADS_3

"Oh ya hampir lupa hilangkan bahasa formal dan jangan panggil istriku dengan sebutan nyonya tapi panggil istriku dengan sebutan kakak sama seperti kamu memanggilku. Begitu pula dengan istrimu memanggil namaku dan memanggil nama istriku dengan sebutan kakak karena mulai sekarang dan seterusnya kita bersaudara." ucap David mengingatkan asisten Rey.


"Baik kak," jawab asisten Rey dengan perasaan terharu.


("Aku sangat bersyukur tuan David menikah dengan nyonya Karen karena nyonya Karen sangat berbeda seperti wanita di luaran sana dan bisa membuat tuan David mengalami banyak perubahan. Dulu tuan David tidak pernah tersenyum apalagi tertawa lepas tapi sejak mengenal nyonya Karen, tuan David banyak berubah sering tersenyum dan tertawa lepas dan semoga tuan David dan nyonya Karen selalu bahagia," ucap asisten Rey dalam hati).


("Aku sangat bersyukur mempunyai istri yang bisa membuat hidupku lebih berwarna dan dulu aku tidak bisa menghilangkan sama sekali jiwa psikopat ku hal itu membuatku setiap hari me nyik sa dan mem bu nuh orang tapi sejak aku mengenal Karen bisa membuatku menghilangkan sedikit demi sedikit jiwa psikopat ku," ucap David dalam hati).


"Kak David, kita ke ruang perawatan," ajak asisten Rey.


"Ok," jawab David.


Ke dua pria tampan berjalan ke arah ruang perawatan tanpa memperdulikan tatapan lapar para gadis dan wanita karena di mata ke dua tampan hanya wajah istrinya yang paling cantik.


Ceklek

__ADS_1


Asisten Rey membuka pintu ruang perawatan dan David berjalan masuk ke dalam ruang perawatan dengan diikuti oleh asisten Rey dengan jantung berdebar - debar.


Bukan karena jatuh cinta melainkan dirinya sangat takut jika istrinya tidak mau di dekati dan memintanya untuk bercerai, asisten Rey tidak sanggup jika harus berpisah dengan wanita yang sangat dicintainya dengan sepenuh hatinya.


"Sayang, apakah ada yang sakit?" tanya David dengan nada kuatir.


"Honey, apakah ada yang yang sakit?" tanya Karen dengan nada kuatir secara bersamaan.


"Sayang/ honey jangan memikirkan aku karena yang terpenting keadaan sayangku/ honey ku baik - baik saja," ucap David dan Karen bersamaan lagi.


Karen dan David tertawa bersama kembali karena perkataannya selalu sama sedangkan asisten Rey dan Sandra yang melihatnya ikut tersenyum.


"Sayang," panggil asisten Rey dengan wajah sendu.


"Pergilah, aku tidak ingin dekat dengan kak Rey," pinta Sandra dengan nada dingin tanpa menatap wajah sedih asisten Rey.

__ADS_1


"Honey, tinggalkan aku bersama Sandra," ucap Karen dengan suara pelan.


"Tapi sayang ..." ucapan David terpotong oleh istrinya.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan sahabatku," ucap Karen dengan suara masih pelan.


"Baiklah," jawab David pasrah.


"Tapi sayang ..." ucapan asisten Rey terpotong oleh Sandra.


"Aku mohon pergilah," ucap Sandra yang masih enggan menatap suaminya.


"Ayo Rey kita keluar dulu, biar istriku yang berbicara dengan istrimu," bisik David.


Asisten Rey menganggukkan kepalanya kemudian menatap wajah istrinya dengan tatapan sendu karena istrinya sama sekali tidak menatap dirinya membuat asisten Rey terluka.

__ADS_1


David menarik tangan asisten Rey kemudian keluar dari ruang perawatan meninggalkan Karen dan Sandra, Karen berusaha bangun kemudian menatap Sandra yang berada di samping ranjang satunya.


"Ada apa Sandra?" tanya Karen penasaran.


__ADS_2