
"Daddy," panggil mommy Karen sambil duduk di ruang tunggu apotik.
"Ada apa Mom?" tanya daddy David.
"Apakah daddy sedih karena mommy hamil?" tanya mommy Karen.
"Kenapa daddy sedih?" tanya daddy David sambil menatap wajah istrinya.
"Karena daddy tidak bisa melakukan hubungan suami istri," jawab mommy Karen dengan suara pelan agar orang lain tidak mendengarnya.
Ctak !!
"Aduh!!" ucap mommy Karen sambil mengelus kening nya yang di sentil David..
"Maaf, habis mommy bicara seperti itu," ucap daddy David sambil mengelus kening mommy Karen.
Grep
"Daddy sangat bahagia bisa menikah dengan mommy dan kebahagiaan daddy bertambah ketika mommy hamil," jawab daddy David sambil memeluk istrinya dari arah samping.
"Terima kasih," jawab mommy Karen sambil membalas pelukan suaminya.
"Terima kasih untuk apa?" tanya daddy David.
"Untuk semuanya," jawab mommy Karen.
Tidak berapa lama nama mommy Karen di panggil dan daddy David berjalan ke arah apotek dan membayar sekaligus menerima obat penguat kandungan dan vitamin untuk istrinya.
Tidak berapa lama datang asisten Rey dengan Sandra mereka langsung menunggu di apotek dengan ditemani mommy Karen dan daddy David.
Setelah lama menunggu asisten Rey mengantar pulang daddy David dan mommy Karen ke mansion David barulah ke apartemen Rey.
__ADS_1
****
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, David, Karen, asisten Rey dan Sandra datang ke acara pernikahan kakak angkat nya Karen yang bernama Bagas.
Karen sangat senang ke dua orang tua angkatnya dan kakak angkatnya tidak membenci dirinya dan bersikap tidak terjadi sesuatu.
Acara pernikahan Bagas berlangsung meriah dan mewah, tamu undangan datang silih berganti dan tanpa sepengetahuan mereka tiga pasang mata menatap mommy Karen dan daddy David dengan penuh kebencian.
"Daddy, perut mommy tidak enak," ucap mommy Karen.
"Kalau begitu kita menginap di hotel ini," ucap daddy David.
"Baik dad," jawab mommy Karen.
Daddy David dan mommy Karen berjalan sambil berpelukan menuju ke arah orang tua angkat Karen namun di panggil oleh asisten Rey dan Sandra.
"Mau kemana?" tanya Sandra.
"Aku juga, mencium bau aroma makanan membuat perutku menjadi mual," ucap Sandra.
"Sama aku juga," jawab mommy Karen.
"Kita menginap di sini saja," ajak asisten Rey pada istrinya.
"Tapi kita kan tidak membawa pakaian," ucap Sandra.
"Itu gampang, nanti aku akan meminta anak buahku untuk mengambil pakaian kita," ucap asisten Rey.
"Baiklah," jawab Sandra yang merasakan tubuhnya mulai terasa tidak enak.
"Kita pamit dulu sama orang tua angkat ku," ucap mommy Karen.
__ADS_1
"Ok," jawab Sandra dan asisten Rey.
Dua pasang suami istri tersebut berjalan ke arah resepsionis untuk memesan dua kamar setelah selesai mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk istirahat.
*****
Dua Bulan Kemudian
Waktu berlalu dengan cepatnya hubungan mommy Karen dengan David sangat harmonis walau tidak bisa melakukan kegiatan suami istri mommy Karen selalu bisa memuaskan suami tanpa melakukan hubungan suami istri begitu pula dengan rumah tangga asisten Rey dengan Sandra juga harmonis dan tidak ada orang yang berani mengusik kehidupan rumah tangga mereka.
Hingga suatu ketika mommy Karen pergi bersama Sandra ke kantor suaminya yang kantornya saling bersebrangan.
Mommy Karen berjalan ke lobby perusahaan dan masuk ke dalam lift khusus CEO. Semua anak buah suaminya mengenal mommy Karen karena waktu itu daddy David memperkenalkannya sebagai istrinya.
("Aku ingin mengatakan ke suamiku kalau hari ini boleh melakukan hubungan suami istri tapi tidak boleh sering dan dilakukan dengan pelan sesuai apa yang dikatakan oleh mbah google. Apa yang dikatakan dokter itu bohong besar kalau tidak boleh melakukan hubungan suami istri ketika istrinya hamil, maksudnya itu apa?" tanya mommy Karen dalam hati sambil menahan kesal terhadap dokter tersebut sambil menekan tombol lift)"
Ting
Pintu lift terbuka mommy Karen keluar dari ruangan persegi tiga kemudian berjalan ke arah pintu CEO namun di larang oleh resepsionis.
"Maaf nyonya, nyonya di larang masuk oleh tuan David" ucap sekretaris tersebut.
''Aku istrinya," jawab mommy Karen yang tidak suka dengan sekretaris tersebut.
"Tapi nyonya ..." ucapan sekretaris tersebut terhenti ketika mommy Karen membuka pintu ruangan CEO.
Ceklek
Mata mommy Karen membulat sempurna apa yang dilihatnya membuat mommy Karen meneteskan air matanya.
"Daddy," panggil mommy Karen dengan nada lirih.
__ADS_1