
Tidak berapa lama brangkar di mana Karen dan David berbaring didorong oleh tiga perawat menuju ke kamar VIP sedangkan Sandra yang melihat Karen berbaring sangat terkejut melihat Karen memejamkan matanya di samping David.
" Suster, sahabatku Karen kenapa?" tanya Sandra dengan nada kuatir.
" Nona Karen tidak sadarkan diri kemungkinan banyaknya darah yang didonorkan," jawab perawat tersebut.
" Maaf nona," ucap perawat tersebut.
" Silahkan sus," jawab Sandra
Perawat itu pun mendorong brangkar tersebut sedangkan Sandra sangat sedih memikirkan nasib sahabatnya hingga air matanya keluar. Asisten Rey menghampiri Sandra kemudian menepuk punggung Sandra untuk memberikan kekuatan dan tanpa sadar Sandra memeluk asisten Rey dan menangis di dada bidangnya.
Asisten Rey sangat terkejut mendapat pelukan Sandra karena baru kali ini merasakan nyaman dipeluk oleh seorang gadis dan asisten Rey pun membalas pelukan Sandra namun setelah agak lama Sandra baru tersadar dan langsung melepaskan pelukannya.
" Maaf," ucap Sandra
" Tidak apa - apa," jawab asisten Rey.
" Aku ingin melihat sahabatku," ucap Sandra
" Aku juga akan melihat bos ku," ucap asisten Rey
Sandra tersenyum kemudian berjalan ke arah ruang perawatan bersama asisten Rey, singkat cerita kini mereka sudah sampai di ruang perawatan VIP di mana David masih memeluk Karen yang masih setia memejamkan matanya dalam satu ranjang. Tidak berapa lama Karen membuka matanya dan melihat kekasihnya sedang menatapnya dengan wajah kuatir.
" Aku di mana?" tanya Karen
" Kamu di rumah sakit, apa ada yang sakit?" tanya David
" Masih terasa pusing tapi agak lumayan daripada tadi." jawab Karen
" Pejamkan matamu biar pusingnya hilang," ucap David
" Ok," jawab Karen singkat sambil memeluk David kemudian Karen pun memejamkan matanya kembali dan tidak membutuh waktu lama Karen tertidur dengan pulas.
David memberikan kode ke arah asisten Rey untuk pergi karena dirinya juga ingin istirahat. asisten Rey yang mengerti arti tatapan David pun mengerti, mereka pun pergi meninggalkan ruang perawatan sedangkan David menatap ke arah Karen yang sedang memeluk dirinya.
Cup
( " I Love You..." ucap David dalam hati kemudian mengecup kening Karen ).
David yang melihat Karen tidur dengan pulas ikut tertidur dengan pulas sambil berpelukan dan tidak membutuhkan waktu lama David sudah tertidur dengan pulas sambil membalas pelukan Karen.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Sandra dan asisten Rey duduk di luar karena tidak ingin mengganggu istirahat David dan Karen.
" Hoam..." Sandra menguap
" Mau aku antar pulang?" tanya asisten Rey
" Setelah mengantarku pulang kak Rey mau ke rumah sakit lagi?" tanya Sandra menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
__ADS_1
" Iya, memang kenapa?" tanya asisten Rey dengan bingung.
" Lebih baik aku pulang sendiri," jawab Sandra
" Memang kenapa? Apakah kekasihmu marah?" tanya asisten Rey dengan nada cemburu.
" Aku belum mempunyai kekasih dan mengenai kenapa aku mau pulang sendiri karena aku tidak tega dengan kak Rey," jawab Sandra.
" Kenapa tidak tega?" tanya asisten Rey sambil mengerutkan keningnya.
" Perjalanan ke rumahku sangat jauh kalau kak Rey bolak balik dan aku tidak tega," ucap Sandra dengan jujur.
" Berarti aku boleh menginap dan tidur bersama? Jadi berapa banyak pria yang tidur bersamamu?" tanya asisten Rey sambil menahan amarahnya dengan menggenggam ke dua tangannya tanpa menyadari kalau itu menyakiti perasaan Sandra.
( " Aku senang ketika Sandra tidak mempunyai kekasih tapi ketika memintaku menginap, apakah Sandra terbiasa meminta pria asing yang baru dikenalnya di suruh menginap dan tidur bersama?" tanya asisten Rey dalam hati ).
" Apa di mata kak Rey, aku wanita seperti itu?" tanya Sandra kecewa dengan mata berkaca - kaca.
" Aku..." ucap asisten Rey menggantungkan kalimatnya.
Grep
Sandra membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan asisten Rey membuat asisten Rey memeluk Sandra dari belakang dengan perasaan bersalah karena menyakiti perasaan Sandra sedangkan Sandra berusaha melepaskan pelukan asisten Rey tapi asisten Rey memeluknya dengan erat.
" Aku tidak bisa nafas," ucap Sandra
" Maaf, maafkan apa yang tadi aku katakan jujur aku tidak suka jika ada wanita yang baru mengenal pria dan di suruh menginap," ucap asisten Rey menjelaskan sambil mengurangi pelukannya.
" Tidak tapi kamu kan tadi bilang : Perjalanan ke rumahku sangat jauh kalau kak Rey bolak balik dan aku tidak tega," ucap asisten Rey mengulangi perkataan Sandra.
" Maksud aku adalah aku tidak tega jika kak Rey mesti bolak balik jadi lebih baik aku pulang sendiri," jawab Sandra.
" Tapi tidak baik jika seorang gadis keluar malam hari," ucap asisten Rey dengan nada kuatir.
" Aku tahu itu tapi mau bagaimana lagi," jawab Sandra.
" Di sebrang rumah sakit ada hotel jadi bagaimana kalau kamu menginap di hotel?" tanya asisten Rey
" Bagus juga usul kak Rey," ucap Sandra
" Kalau begitu aku akan menemanimu sampai kamu dapat kamar setelah itu baru aku kembali," ucap asisten Rey.
" Maaf kak Rey, tidak usah repot biar aku saja pergi ke hotel," ucap Sandra yang tidak enak hati.
" Seorang gadis pergi ke hotel pada malam hari pasti orang berpikir negatif atau kamu di ganggu oleh pria hidung belang jadi jangan menolak ku untuk mengantarmu," ucap asisten Rey.
" Terserah kak Rey saja," ucap Sandra pasrah.
" Ok, kalau begitu ayo aku antar," ajak asisten Rey.
__ADS_1
" Ok," jawab Sandra singkat.
Asisten Rey dan Sandra pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke hotel awalnya asisten Rey mengajaknya naik mobil tapi Sandra memintanya untuk berjalan kaki sambil menikmati suasana jalan raya.
Mereka mengobrol bersama hingga mereka sudah sampai dai hotel, asisten Rey memesan satu kamar setelah selesai memesan asisten Rey menerima kartu untuk membuka pintu hotel.
Setelah Sandra dipastikan sudah masuk ke dalam kamar hotel, asisten Rey keluar dari hotel tersebut menuju ke rumah sakit di mana David dan Karen di rawat.
Singkat cerita kini asisten Rey sudah berada di rumah sakit dan dengan perlahan membuka pintu dan melihat Karen sedang menatap dirinya sedangkan David masih setia memejamkan matanya.
" Kak Rey, kenapa kak David sampai kurus seperti ini?" tanya Karen dengan wajah sendu.
" Bisakah kita bicara di luar?" tanya asisten Rey
" Bisa kak," jawab Karen
Asisten Rey membalikkan badannya dan meninggalkan Karen dan David di ruang perawatan sedangkan Karen perlahan melepaskan pelukannya membuat David membuka matanya dan menatapnya dengan sendu seakan takut kalau Karen pergi dari kehidupannya.
" Mau kemana? Apakah kamu ingin meninggalkan aku?" tanya David
Cup
" Aku ingin menemui sahabatku nanti aku akan kembali," jawab Karen kemudian mengecup pipi David singkat.
" Janji?" tanya David
" Iya aku janji, kak David istirahatlah nanti aku akan kembali," jawab Karen
David menganggukkan kepalanya dan dengan terpaksa David melepaskan pelukan Karen kemudian Karen turun dari ranjang dan kebetulan selang infusnya sudah dilepas sehingga Karen bisa bergerak bebas.
Singkat cerita kini Karen berada di luar ruang perawatan dan melihat asisten Rey berada di ujung koridor membuat Karen berjalan ke arah asisten Rey.
" Kak Rey, tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Karen
" Sejak keberangkatan ke Indonesia nona tidak bisa dihubungi, tuan sering mencoba menghubungi nona tapi ponsel nona tidak aktif sampai anak buah tuan mencari bahkan mengecek GPS dan melacak cctv namun tidak satupun tidak ada keberadaan nona." jawab asisten Rey.
" Tahukah nona sejak saat itu tuan David kembali seperti dulu lagi tapi bertambah parah jarang makan, menyibukkan diri, sering marah - marah dan semua pegawai terkena imbasnya termasuk saya juga ikut kena, memang nona kemana saja?" tanya asisten Rey.
Karen sangat kaget tidak menyangka begitu besarnya cintanya David pada Karen membuat Karen hanya bisa menangis setelah mulai agak tenang Karen mulai bercerita semuanya dan tidak ada satupun yang ditutupi sedangkan asisten Rey terdiam tidak bisa berkomentar apa - apa.
" Aku bingung kak Rey, apakah yang aku lakukan salah menerima perjodohan ini? tapi aku tidak mencintainya karena sejak dulu hingga sekarang dia sudah ku anggap kakakku. Jika aku tolak sama saja aku melukai dan dianggap sebagai orang yang tidak tahu terima kasih karena mereka merawat ku, memberikan semua kasih sayangnya dan memanjakan ku tapi disisi lain aku sangat mencintai kak David dan aku tidak sanggup meninggalkannya." ucap Karen sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up, silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
Laras tahu kalau dirinya sangat beruntung dicintai oleh laki-laki sempurna seperti Guntur. Namun, karena mengira kalau dirinya hanya beruntung. Laras sering kali tidak percaya diri dan selalu overthinking kepada suaminya.
__ADS_1
Dia tahu, Guntur hanya jatuh cinta padanya. Namun, disaat dia melihat potret suaminya bersama wanita yang sangat cantik di majalah model, membuat Laras insecure.
Bisakah, wanita itu bertahan di saat terjangan rasa tidak percaya diri selalu menggerogoti dirinya?