Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
David dan Asisten Rey


__ADS_3

Asisten Rey pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi selesai bercerita Sandra melihat wajah Karen sudah membiru membuat Sandra berjalan untuk mendekati Karen kemudian membuka tasnya.


Tangannya membuka kotak kecil kemudian diberikan ke mulut Karen dan diberikan air dengan memijit - mijit tengkuk Karen hingga masuk ke dalam mulutnya. Wajah Karen yang sudah mulai membiru berangsur - angsur mulai memudar efek racunnya sudah mulai berkurang.


Asisten Rey dan Sandra pun keluar kemudian memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Karen, ketika mereka duduk asisten Rey yang penasaran dengan obat yang diberikan untuk Karen membuat asisten Rey bertanya.


" Sandra, kalau boleh tahu obat apa yang tadi kamu berikan ke nona Karen?" tanya asisten Rey.


" Oh, obat segala penawar racun berbahaya." jawab Sandra


" Kenapa tidak dibikin banyak saja?" tanya asisten Rey penasaran.


" Bahan - bahannya sangat sulit didapatkan, punyaku saja tinggal satu butir dan saya tidak tahu punya teman saya tinggal berapa?" jawab Sandra.


" Penawarnya habis, tadi saya cek dan ingin memberikannya tapi tidak ada," jawab asisten Rey.


" Bukannya ada dua? kan pasti masih ada satunya lagi," ucap Sandra.


" Tadi pertama seperti yang tadi kamu lakukan tapi obatnya dimuntahkan lagi kedua melalui dengan mulut karena itulah racunnya berpindah ke nona Karen," jawab asisten Rey.


" Ada kemungkinan temanku selesai memasukkan obatnya ke mulut Tuan David temanku tidak sengaja menghisap sisa - sisa racun di mulut tuan David," ucap Sandra mengira - ngira.


" Bisa jadi San?" jawab asisten Rey.


" Racunnya sangat ganas, apakah orangnya yang berbuat jahat adalah orang yang menyamar dokter dan perawat?" tanya Sandra.


" Mungkin saja nona," jawab asisten Rey.


" Hoam...... Aku sangat ngantuk sekali, aku mau tidur di dalam sofa." ucap Sandra sambil menguap.


" Jangan, di situ ada ranjang khusus buat menunggu pasien kamu tidur di ranjang itu  biar kakak menjaga tuan di sofa." ucap asisten Rey.


" Baiklah, terima kasih kak Rey, aku tinggal tidur," jawab Sandra.


Sandra pun tidur karena lelah dan hanya beberapa menit langsung tertidur dengan pulas sedangkan asisten Rey menunggu di sofa sebelumnya mengunci pintu takut ada kejadian seperti tadi.


Pagi harinya, Sandra dan asisten Rey sudah membersihkan wajahnya kemudian menunggu Karen dan David tersadar. Sandra duduk dekat Karen berbaring sedangkan asisten Rey duduk dekat David berbaring.


" Ren, cepatlah sadar, nanti sore aku pulang karena papaku telp kalau restoran orangtuaku ada masalah maaf aku terpaksa ninggalin kamu. Cepatlah sadar aku ingin mendengar suara dan tawamu hiks... hiks ... hiks..." ucap Sandra sambil terisak.


Asisten Rey bangun dan berjalan ke arah Sandra dan memeluknya dari arah samping Sandra dan menepuk - nepuk bahunya. Sandra pun ikut bangun dan menangis di pundak Rey kemudian Sandra berjalan ke tempat David berbaring.


" Tuan David sadarlah!! lihatlah kekasihmu ikutan koma, kata dokter Karen tidak ada semangat untuk hidup mungkin kalau melihat tuan sadar Karen jadi semangat untuk hidup jadi aku mohon bangunlah tuan, buat sahabatku dan kekasihmu bangun hiks.. hiks.." ucap Sandra sambil terisak.


Sandra memeluk asisten Rey dan menangis sedih memikirkan sahabatnya yang masih betah tidur dan enggan untuk bangun. Tidak berapa lama jari - jarinya tangan David mulai bergerak dan dua bola matanya mulai perlahan membuka dan melihat asistennya sedang berpelukan dengan wanita yang tidak dikenalnya.


" Rey..." panggil David yang belum sadar sepenuhnya kalau di sebelahnya ada Karen.


" Syukurlah tuan David sudah sadar," jawab asisten Rey.


" Tuan David," panggil Sandra.

__ADS_1


Mereka berdua langsung melepaskan pelukannya kemudian berjalan menghampiri David, asisten Rey memanggil dokter. Tidak berapa lama dokter datang dan mereka berdua keluar menunggu David di cek.


Selesai di cek dokter tersebut keluar bersama perawat. Asisten Rey dan Sandra masuk dan melihat David sedang menatap Karen yang berbaring yang tidak jauh dari ranjangnya.


" Karen kenapa Rey, apakah dia terluka? Tolong dekatkan ranjang ku dengannya Rey." pinta David


Asisten Rey dan Sandra mendekatkan ranjang David agar bersebelahan dengan ranjang Karen kemudian menggenggam tangan Karen dan mengecup punggung tangan Karen.


" Sayang bangunlah, kakak senang karena akhirnya kita bisa bertemu kembali." ucap David.


" Rey kenapa dengan Karen?" tanya David.


Asisten Rey pun menceritakan semuanya dari awal penyerangan David sampai Karen terkena racun sedangkan David yang mendengar cerita asisten Rey menggenggam erat ke dua tangannya menahan amarahnya.


" Rey, apakah dua orang itu sudah dibawa ke markas?" tanya David.


" Sudah tuan dan tinggal menunggu tuan mengeksekusinya," jawab asisten Rey.


" Maaf apa maksud markas? dan apa itu eksekusi?" tanya Sandra tanpa ada rasa takut sedikitpun ke mereka berdua.


" Mmm..."


Mereka gugup dan mereka baru sadar kalau ada orang lain yang mendengar percakapannya. Tapi mereka dengan cepat mengubah ekspresi yang kaget jadi biasa saja.


" Tidak ada San, mungkin kamu salah dengar." jawab asisten Rey.


" Mungkin aku salah dengar," ucap Sandra sambil berpikir.


" Rey mari kita pergi," ucap David sambil menarik selang infusnya.


" Bukankah tuan David baru sembuh? Mau pergi kemana?" tanya Sandra penasaran.


" Nanti, kakak akan ceritakan," jawab asisten Rey.


" Ok," jawab Sandra walau dirinya masih bingung.


David mencium punggung tangan Karen kemudian melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Karen.


" Kakak pergi sebentar sayang dan kakak akan kembali jadi kakak minta jangan kemana - mana," pinta David yang takut Karen pergi.


cup                            cup                          cup


cup                            cup


David mencium kening, pipi kanan dan kiri terakhir dua kali ciuman bibir setelah itu mereka pergi menuju ke arah markasnya, ketika memasuki lift banyak wanita termasuk dokter dan perawat memandang 2 laki - laki tampan tanpa berkedip.


" Tampan sekali," ucap perawat


" Mau donk jadi kekasihnya," sambung perawat


" Tampannya," sambung dokter wanita.

__ADS_1


" Mau donk salah satu jadi kekasihku," sambung dokter lain.


" Seandainya salah satu melirikku senangnya,' sambung perawat lainnya.


Pujian demi pujian mereka lontarkan tapi dua orang tampan berjalan tanpa memandang ke arah mereka, mereka berjalan lurus menuju ke arah lift


Ting


Pintu lift terbuka dan mereka masuk ke dalam lift menuju lantai dasar kemudian mereka berjalan ke arah parkiran mobil. David duduk di belakang pengemudi sedangkan bodyguard mengendarai mobil disampingnya asisten Rey. Singkat cerita sampailah mereka di markas para bodyguard menunduk hormat, David dan asisten Rey masuk ke ruangan bawah tanah.


" Rey, bawa mereka kemari," perintah David.


Asisten Rey pun menyuruh bodyguard membawa orang - orang yang menyerang David dan 2 orang yang waktu itu di rumah sakit.


" Kalian tetap tidak mengaku siapa yang menyuruh kalian?" tanya David.


" Sampai mati pun kami tidak akan bilang," jawab mereka serempak


" Oh ya, apakah kalian merasa yakin?" tanya David sambil tersenyum devil.


Mereka gemetar melihat senyumnya tapi tetap memaksakan diri untuk tidak mengatakannya.


" Rey, ikat dan gantung kakinya mereka di kolam buaya," perintah David.


Rey pun menyuruh para bodyguard untuk menggantung mereka semua, kaki mereka diikat dengan rantai yang sudah dilengkapi remote jika di tekan ikatan rantai tersebut otomatis terbuka dan langsung terjatuh menjadi rebutan para buaya yang sedang kelaparan.


Mereka menelan salivanya masing - masing ketika melihat buaya - buaya yang membuka mulutnya untuk mencabik - cabik tubuh mereka.


" Apakah kalian tetap tidak mengaku?" tanya David.


" Tidak," jawab mereka singkat dan serempak


" Rey," panggil David.


Asisten Rey pun menggunakan remote nya untuk membuka rantai otomatis yang mengikat kaki salah satu dari mereka setelah terbuka orang tersebut langsung jatuh ke bawah dan langsung diserbu oleh para buaya.


" Akhhhhhh!!!!" jeritan kesakitan menggema diikuti oleh mereka yang masih tergantung.


" Wah Rey, binatang piaraan ku lapar sekali sudah berapa lama tidak makan daging manusia hahahaahah...'' tawa David pecah.


" Dasar iblis," jawab salah satu dari mereka.


" Sayang sekali racun yang kuberikan tidak membuatnya mati tapi kuharap kekasihnya mati kena racun ku hahahaha.." ucap dokter tersebut sambil tertawa jahat.


David marah mendengar ucapan pria tersebut dan langsung mengambil remote dan melepaskan ikatan yang menggantung kakinya dan otomatis langsung menjadi santapan buaya.


" Akhhhhhhhhhhhhhh!!!!" jeritan kesakitan menggema diikuti oleh mereka yang masih tergantung.


Jeritan kesakitan menggema membuat orang yang masih hidup merasa ketakutan.


" Tuan saya ingin mengaku, tapi kami mohon bebaskan kami," mohon mereka.

__ADS_1


" Jangan bodoh jika kamu..." ucapan pria itu terpotong karena David menekan remote nya membuat pria tersebut terjatuh dan langsung di sambut para buaya.


" Akhhhhhh!!!!" jeritan kesakitan menggema diikuti oleh mereka yang masih tergantung.


__ADS_2