
Dennis menggendong tubuh Dennisa bersamaan pintu kamar mandi terbuka oleh salah satu bodyguard. Dennis berjalan ke arah ruang UGD tanpa memperdulikan pakaiannya terkena noda darah.
Dua perawat mendorong brangkar kemudian Dennis meletakkan Dennisa di brangkar dengan perasaan takut terjadi sesuatu dengan Dennisa.
"Lakukan yang terbaik untuk orang yang aku sayangi," ucap Dennis dengan wajah datar dan dingin serta menakutkan.
"Baik tuan," jawab perawat tersebut dengan wajah takut.
Dennis berjalan ke arah ruang cctv dengan diikuti oleh bodyguardnya untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.
("Aku akan menyiksanya dan mem bu nuh nya yang tidak pernah dibayangkan karena telah berani menyakiti orang yang aku sayangi." ucap Dennis dalam hati sambil menahan amarahnya).
"Aku mau lihat apa yang terjadi di toilet wanita lima menit sebelum kejadian," perintah Dennis.
"Maaf tuan, toilet rumah sakit tidak ada cctv kecuali di depan pintu masuk toilet," ucap salah satu petugas cctv yang mengenal Dennis sebagai pemilik rumah sakit.
"Kalau begitu aku ingin melihat siapa yang masuk ke dalam toilet," perintah Dennis.
"Baik tuan," jawab petugas tersebut.
Petugas itupun melakukan apa yang diperintahkan oleh Dennis. Dennis dan dua orang petugas cctv melihat siapa yang masuk ke dalam toilet.
__ADS_1
Tampak di cctv Dennisa masuk ke dalam toilet dengan diikuti oleh wanita yang menutupi rambutnya dengan penutup kepala jaket dan mulutnya di tutup dengan masker.
Setelah beberapa menit kemudian wanita tersebut keluar sedangkan Dennisa tidak keluar dari toilet.
"Cek ke mana wanita itu pergi!!" perintah Dennis.
"Baik tuan," jawab petugas tersebut.
Petugas tersebut mulai menguak atik komputernya setelah beberapa saat petugas tersebut berhasil dan melihat wanita itu masuk ke dalam ruangan dokter kandungan.
Wanita itu membuka maskernya kemudian melepaskan jaketnya sambil mengobrol dengan dokter yang baru saja Dennisa mengecek kandungan.
"Baik tuan," jawab petugas tersebut.
Petugas itupun kembali mengutak-atik komputernya setelah beberapa saat dirinya berhasil.
"Bagaimana kak, berhasil?" tanya dokter tersebut.
"Berhasil dong," jawab wanita tersebut.
"Aku harap wanita mu ra han itu ma ti bersama ke dua bayinya dan aku bisa mendekati tuan Dennis," ucap wanita itu sambil tersenyum bahagia karena rencana jahatnya berhasil.
__ADS_1
"Kurang aj*r, di kasih kesempatan malah semakin berani menyentuh orangnya," ucap Dennis sambil menahan amarahnya.
Dennis membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut menuju ke ruangan dokter kandungan sambil menjentikkan jarinya agar para anak buahnya mengikuti dirinya.
"Maaf Nyonya - Nyonya silahkan pindah ke dokter kandungan yang lainnya," ucap salah satu anak buah Dennis dengan ramah.
"Maaf ketidaknyamanan Nyonya - Nyonya dan sebagai bentuk permohonan maaf untuk hari ini semua biaya periksa dokter kandungan dan obat digratiskan," sambung Dennis.
"Terima kasih tuan," jawab para wanita hamil sambil tersenyum bahagia karena bisa menghemat biaya periksa dokter kandungan di tambah obat.
Merekapun pergi dari ruangan tersebut bersamaan sepasang suami istri keluar dari ruangan tersebut. Salah satu bodyguard membuka pintu dengan lebar kemudian Dennis masuk ke dalam ruangan tersebut membuat dokter tersebut sangat terkejut.
"Kenapa terkejut karena aku datang lagi?" tanya Dennis sambil menatap tajam ke arah dokter tersebut.
"Maaf tuan jujur iya, sebenarnya ada apa tuan?" tanya dokter tersebut sambil berusaha menyembunyikan rasa takutnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1