Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Aku


__ADS_3

"Tidak ada sayang," jawab Karen sambil tersenyum.


"Oh iya sayang, kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?" tanya David mengalihkan pembicaraan.


"Ponselku jatuh di danau ketika bermain di danau," jawab Karen.


"Lain kali berhati - hatilah sayang, kakak tidak perduli dengan ponselmu tapi yang kakak perduli adalah kamu sayang, karena kamu lebih berharga dari apapun. Sekarang mana ponselmu kakak simpan nomer barumu jadi kalau berjauhan kita bisa saling menghubungi," ucap David.


Begitulah David tidak pernah bertanya terlalu mendetail karena David percaya dengan Karen sepenuhnya tanpa curiga sedikitpun. Karen memberikan ponselnya ke David dan David memasukkan nomornya dan menelepon ponsel milik David agar David tahu nomer ponselnya Karen kemudian menyimpan namanya.


Setelah selesai David mengutak atik ponsel Karen setelah selesai David memberikan ponselnya ke Karen. Karen bersyukur chatting dengan kakak angkatnya sudah dihapus oleh Karen selain itu Karen juga mengatakan jangan menghubungi dulu agar Karen bisa cepat pulang, sejak saat itu Bagas sudah tidak menghubungi Karen.


Tidak terasa hari sudah sore mereka pun pulang ke mansion milik David sedangkan asisten Rey sepulang dari bandara langsung ke kantor melanjutkan pekerjaan yang menumpuk.


Asisten Rey sengaja meninggalkan mereka berdua karena sangat berharap hubungan mereka berlanjut. Jika memang tidak ditakdirkan untuk bersama setidaknya - tidaknya Karen bisa mengatasi emosi David jika mengetahui mereka takdirnya tidak bersama.


David dan Karen masuk ke dalam mansion milik David kemudian mereka berdua Karen dan David masuk ke kamar masing - masing yang berada bersebelahan.


Karen merasa badannya terasa lengket membuat Karen membuka bajunya dan masuk ke dalam bathub untuk merendamkan tubuhnya. Setelah selesai Karen memakai dress dan memakai bedak tipis serta memakai lipstik.


Karen berfikir saatnya untuk mengatakan ke David walau sakit sekarang tidak apa - apa daripada nanti. Terlebih Karen tidak ingin melukai kekasihnya lebih dalam lagi walau baginya keputusan ini sangat sulit baginya. Mansion milik David yang sangat sepi karena tidak ada pelayan satupun membuat Karen menghembuskan nafasnya perlahan.

__ADS_1


"Mansion sebesar ini hanya ada aku dan kak David," ucap Karen sambil menuruni anak tangga menuju ke arah dapur untuk memasak.


Sampai di lantai satu Karen berjalan ke arah dapur kemudian Karen membuka kulkas dan mencari bahan untuk di masak setelah mendapatkan Karen mengeluarkan semua bahan yang berada di kulkas kemudian diletakkan di atas meja dapur. Karen mulai meracik dan memasak karena perutnya sudah mulai lapar.


tap


tap


tap


tap


David mencium leher mulus Karen dan memberikan tanda stempel dilehernya hingga turun ke bawah sambil ke dua tangannya memainkan dua gunung kembar Karen.


"Ho...ney...ahhhh... ma...sa...kan..ku ahhh...nan...ti... go....song..." ucap Karen sambil mengeluarkan suara merdunya.


"Jajan di luar saja sayang, aku ingin kita melakukan hubungan suami istri," jawab David.


Karen menaruh spatula dan mengecilkan apinya kemudian berusaha melepaskan ke dua tangan David yang memainkan dua gunung kembarnya, setelah berhasil melepaskan Karen membalikan badannya sambil tersenyum.


cup

__ADS_1


"Sabar ya aku lagi masak karena perutku sangat lapar, kan aku baru sembuh dari sakit memang honey ingin aku pingsan?" tanya Karen kemudian mengecup bibir David.


"Jangan, kakak tidak ingin sayangku pingsan... ya sudahlah kakak tunggu di meja," jawab David.


cup


David mengecup bibir Karen kemudian duduk dimeja tamu, Walau David ingin sekali melakukan hubungan suami istri tapi David tidak mau egois karena Karen baru saja sembuh dari sakit hingga setengah jam kemudian masakan Karen sudah selesai David dan Karen makan bersama tidak ada suara. Hingga lima belas


menit kemudian Karen dan David sudah selesai makan. Karen mencuci piring sedangkan David membersihkan meja untuk pertama kalinya.


Sebenarnya di mansion David ada banyak pelayan namun karena dirinya tidak ingin di ganggu membuat David meliburkan semua pelayan, bodyguard, petugas taman dan juga sopir. Selesai makan mereka duduk di ruang tamu sambil menonton televisi. David menyadarkan kepalanya di pangkuan Karen sedangkan Karen membelai rambut David dengan lembut membuat David memejamkan matanya sambil menikmati sentuhan lembut tangan Karen.


" Honey..." panggil Karen.


"Hmm..." jawab David berupa deheman.


"Jika aku berkata jujur apakah kamu marah padaku?" tanya Karen dengan ragu,


"Tergantung," jawab David yang masih memejamkan matanya.


"Aku..." ucap Karen menggantungkan kalimatnya.

__ADS_1


__ADS_2