
"Sama suamiku," jawab Karen.
"Aku, kok aku tidak ingat?" tanya David dengan wajah masih mendung tanpa disadari oleh Karen.
"Honey masih ingat waktu aku dan ke tiga temanku membantumu ketika honey di keroyok oleh beberapa pria yang bisa bela diri?" tanya Karen.
"Aku ingat," jawab David dengan nada datar dan dingin.
"Aku membawa honey ke rumah sakit dan ketika honey dalam kondisi koma aku ke kamar mandi namun ketika aku keluar dari kamar mandi aku melihat seorang pria berpakaian seragam dokter menyuntikan sesuatu di botol infus dan membuat honey kejang - kejang hingga aku berteriak memanggil anak buah honey. Saat itu aku memberikan obat langsung ke mulut honey tapi obat tersebut dimuntahkan oleh honey, jadi aku melakukan apa yang tadi honey lakukan walau resiko nyawaku menjadi taruhannya karena racun itu sangat bahaya," ucap Karen menjelaskan secara singkat.
Wajah David yang awalnya gelap gulita seperti awan mendung kini mendadak berubah menjadi terang benderang seterang matahari, David yang mendengarkan cerita Karen sangat terharu karena Karen merelakan nyawanya ketika dirinya di ambang maut.
"JIka seandainya itu terjadi lagi aku tidak ingin kamu melakukan itu lagi," ucap David sambil membelai wajah Karen.
"Tapi honey, aku tidak bisa melihatmu terluka karena hatiku sangat sakit jika orang yang aku cintai terluka," jawab Karen sambil membelai wajah tampan suaminya.
"Begitu pula dengan diriku, hatiku sangat sakit ketika melihatmu terluka," ucap David.
"Yang terpenting kita harus saling menjaga, honey tolong olesi krimnya karena tubuhku masih nyeri," pinta Karen.
"Aku buka pakaianmu ya," ucap David.
"Memangnya kenapa?" tanya Karen curiga.
Ctak
"Aduh," ucap Karen sambil mengusap keningnya yang di sentil oleh suaminya.
"Istri sedang sakit bukannya di obati malah di siksa," ucap Karen dengan wajah di tekuk.
"Maaf, habis aku mau mengolesi obat kamu curigai," ucap David sambil mengusap keningnya.
__ADS_1
"Bagaimana tidak curiga? Suamiku kan kalau lihat tubuh polos ku pasti ujung - ujungnya ke arah itu," jawab Karen.
"Tapi kan saat ini istriku lagi sakit jadi tidak mungkin aku terkam," jawab David.
Karen hanya tersenyum kemudian David mulai membuka pakaian Karen satu demi satu hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian mulai mengolesi lebam - lebam di tubuh Karen.
Karen kadang - kadang meringis menahan rasa sakit sedangkan David yang melihat Karen meringis menahan rasa sakit kadang meniupnya untuk menghilangkan rasa perihnya hingga setengah jam kemudian David sudah selesai mengolesi obat di tubuh Karen.
"Memakai pakaian atau pakai selimut?" tanya David.
"Selimut saja honey, soalnya tadi aku pakai pakaian dan honey melepas pakaianku aku harus menahan rasa nyeri," jawab Karen sambil menguap.
"Ok," jawab David sambil menyelimuti tubuh polos Karen.
"Honey, temani aku tidur," pinta Karen.
"Ok," jawab Davi sambil turun dari ranjang.
"Maaf honey saat ini aku tidak bisa memeluk honey," ucap Karen sambil memejamkan matanya.
"Tidak apa - apa sayang," jawab David sambil membelai rambut Karen dengan lembut.
David yang membelai rambut Karen membuat Karen cepat tertidur dengan pulas terlebih dengan efek obat tidur yang baru diminumnya.
David yang mendengar dengkuran halus istrinya menghentikan mengusap rambut Karen lalu David mengecup pucuk kepala Karen kemudian David ikut memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama David tertidur dengan pulas.
Tanpa sadar Karen memeluk David seperti memeluk guling begitu pula dengan David.
****
Tidak terasa malam berganti pagi, David dan Karen masih tertidur dengan pulas hingga tiba - tiba ponsel milik Karen bergetar tanda ada orang yang menghubungi Karen sedangkan Karen masih tidur dengan pulas.
__ADS_1
David yang juga masih tidur dengan pulas merasa terganggu tidurnya dengan suara getar ponsel milik Karen membuat David langsung mengambil ponselnya milik Karen kemudian menekan tombol hijau.
("Hallo," jawab David dengan suara serak ciri khas bangun tidur).
tut tut tut..
('*Sia*l sudah ganggu orang tidur ponsel dimatiin lagi,' ucap David dalam hati*).
David melihat Karen memeluk dirinya sambil tersenyum dan tidak berapa lama ponsel milik Karen berdering kembali, David pun menggeser tombol hijau sambil hidungnya berada di tengah - tengah dua gunung kembar milik Karen kemudian kepalanya digoyang ke kanan dan ke kiri.
"Honey, aku masih ngantuk jangan usil deh,'' ucap Karen namun matanya masih di pejamkan.
tut tut tut tut
David yang ingin mengatakan hallo tiba - tiba sambungan komunikasi langsung terputus karena penasaran David melihat histori telephon masuk dan ternyata nama kontaknya Kak Bagas membuat David menghapus panggilan dari Bagas.
David yang tidak bisa tidur karena memikirkan Bagas membuat David turun dari ranjang kemudian berjalan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Karen yang ingin memeluk tubuh suaminya namun ternyata tidak ada membuat Karen meraba ke arah sampingnya namun tetap tidak ada membuat Karen memaksakan membuka matanya dan melihat ke arah sampingnya.
"Hoam.... Suamiku kemana?" tanya Karen sambil menguap.
Karen mendengar suara gemercik air tanda suaminya sedang mandi membuat Karen tersenyum.
"Jam berapa sekarang?" tanya Karen sambil mengambil ponselnya di atas meja dekat ranjangnya.
Karen melihat jam di ponselnya dan waktu sudah menunjukkan jam 9 pagi kemudian Karen menaruh ponselnya kembali namun baru saja menaruh ponselnya di atas meja tiba - tiba ponselnya bergetar membuat Karen mengambil kembali ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya ternyata Kakak angkatnya yang bernama Bagas dan Karen pun menggeser tombol hijau.
('Hallo Kak," jawab Karen).
('Hallo Dek, tadi kakak telepon dua kali kok yang angkat cowok terus telepon kedua Kakak mendengar suaramu yang mengatakan : Sayang aku masih ngantuk jangan usil deh," ucap Bagas mengulangi ucapan Karen).
__ADS_1