
David menghembuskan nafasnya dengan berat sambil memejamkan matanya setelah beberapa saat David menganggukkan kepalanya tanda setuju walau baginya terasa berat bagi dirinya memaafkan kesalahan mereka.
"Terima kasih honey," jawab Karen sambil tersenyum.
"Kenapa terima kasih?" tanya David sambil mengerutkan keningnya.
"Terima kasih karena telah mengabulkan permintaanku," jawab Karen.
"Seharusnya mereka yang berterima kasih padamu karena nyawanya selamat," jawab David dengan nada setengah tidak rela musuh dilepaskan begitu saja.
"Honey, aku kedinginan tolong ambilkan pakaianku," pinta Karen mengalihkan pembicaraan.
"Ok," jawab David patuh sambil meletakkan baskom ke atas meja.
David turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah lemari dan mengambil satu steel pakaian milik istrinya dan memakaikannya sambil menahan ha sratnya yang mulai naik karena melihat tubuh polos istrinya namun dirinya tidak tega untuk menerkamnya. Setelah lima belas menit melawan hawa naf*unya akhirnya David sudah selesai memakaikan pakaian istrinya.
"Honey aku sangat mengantuk tidur di sebelahku ya," pinta Karen yang tidak tahu kalau ranjang sebelahnya basah.
"Sayang ranjangnya yang di sebelah basah lebih baik kita pindah kamar sebelah," ucap David.
Tanpa menunggu jawaban dari Karen, David menggendong Karen ala bridal style membuat Karen mengalungkan ke dua tangannya di leher David kemudian David berjalan ke arah pintu kamar mereka.
"Sayang, bukakan pintunya," pinta David.
Karen membuka pintu kamar tersebut kemudian berjalan ke arah kamar sebelahnya dan membaringkan perlahan tubuh Karen ke arah ranjang. David duduk di samping ranjang kemudian membelai rambut Karen dan tidak berapa lama Karen pun tertidur dengan pulas hingga terdengar suara dengkuran halus dari mulut Karen .
__ADS_1
Setelah Karen sudah tidur dengan pulas David turun dari ranjang kemudian melepaskan jas, dasi dan terakhir sepatunya kemudian berbaring di samping Karen dan mengangkat kepala Karen dan diletakkan di lengan David sebagai bantalannya kemudian memeluknya, mengecup kening Karen, mata dan bibir setelah puas menciumnya David ikut memejamkan mata karena David pun juga lelah karena habis bertarung melawan para musuh.
tok
tok
tok
Ceklek
Asisten Rey mengetuk pintu kamar sebelah karena tidak ada jawaban asisten Rey membuka pintu kamar David namun tidak ada membuat asisten Rey berjalan ke arah kamar yang berada di sebelahnya.
Asisten Rey kembali mengetuk pintu sama seperti sebelumnya akhirnya asisten Rey membuka pintu kamar David dan melihat mereka sedang berpelukan membuat asisten Rey menutup pintu secara perlahan.
"Dok, mereka berdua sudah tidur," ucap asisten Rey.
"Dokter istirahat di ruang tamu nanti kalau mereka bangun nanti dokter aku panggil lagi," jawab asisten Rey.
Asisten Rey terpaksa mengambil keputusan tersebut karena jarak mansion ke rumah dokter lumayan jauh karena itulah asisten Rey memintanya untuk tinggal di mansion.
"Baiklah kalau begitu," jawab dokter tersebut.
("Semoga tuan selalu bahagia dengan nyonya David dan semoga saja aku juga bisa sama seperti tuan menikah dengan Sandra," ucap asisten Rey dalam hati sambil mengingat kekasihnya yang sangat jauh karena beda negara).
Rey dan dokter tersebut berjalan ke arah anak tangga dan menuruni anak tangga satu demi satu dan berjalan ke arah kamar mereka masing - masing untuk istirahat karena rasa lelahnya membuat asisten Rey cepat tidur dengan pulas nya.
__ADS_1
Hingga tidak terasa hari sudah sore, perlahan Karen membuka matanya dan melihat wajah tampan David yang masih tidur dengan pulas nya disampingnya sambil memeluk dirinya Karen perlahan mengulurkan tangannya kemudian memegang wajah David dari kening, pipi, hidung dan bibir.
"Sudah puas memandangi dan memegang wajahku?" tanya David tiba - tiba membuka matanya dan tersenyum menatap wajah cantik istrinya.
Karen merasa malu dan menarik tangannya tapi ditahan oleh David kemudian David mengecup bibir Karen.
"Honey, besok pagi aku pulang ke Indonesia ya?" pinta Karen.
"Apakah tidak terlalu cepat sayang? Apalagi kamu kan masih terluka," jawab David
"Maaf honey, aku sudah terlalu lama tinggal di sini, honey kan sudah menyimpan nomer ponselku jadi kita bisa saling kontak," jawab Karen
"Hmmmm... baiklah tapi kamu janji ya jangan memblokir nomer handphoneku," pinta David.
"Janji sayang," jawab Karen sambil tersenyum.
"Aku mandi dulu ya badanku tidak enak terada lengket," ucap Karen sambil perlahan turun dari ranjang.
"Mandi bareng yuk?" ajak David.
"Badanku masih lemas honey," jawab Karen sambil menahan rasa sakit pada sekujur tubuhnya.
"Hmm.... Baiklah," jawab David dengan wajah cemberut.
Karen tersenyum melihat wajah cemberut David membuat Karen mengecup bibir suaminya dengan singkat.
__ADS_1
"Jangan cemberut nanti jelek," ucap Karen bercanda.
David tersenyum dan mencubit hidung Karen dengan pelan, Karen membawa pakaian ganti dan masuk ke dalam ke kamar mandi.