
"Selamat tuan, istri tuan juga hamil," jawab dokter satunya.
"Istriku hamil?" tanya asisten Rey tidak percaya.
"Benar tuan," jawab dokter tersebut.
"Untuk lebih memastikan istri tuan bisa mengeceknya di dokter kandungan," sambung dokter tersebut.
"Baik, terima kasih," jawab asisten Rey.
Grep
Grep
David dan asisten Rey yang sangat bahagia mendengar kalau istri mereka hamil membuat ke dua pria psikopat bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah hal itu membuat David dan asisten Rey memeluk sambil mengucapkan selamat karena istrinya hamil.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian menatap ke arah ke dua dokter tersebut yang ikut tersenyum karena ikut merasakan kebahagian mereka.
"Boleh kami menengoknya?" tanya David dan asisten Rey serempak.
"Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan," jawab dokter tersebut yang juga serempak.
"Dijadikan satu ruangannya," ucap David.
__ADS_1
"Baik tuan, kalau begitu kami mau mengecek pasien lainnya," pamit dokter tersebut.
David dan asisten Rey hanya menganggukkan kepalanya kemudian ke dua dokter tersebut pergi meninggalkan David dan asisten Rey.
"Tuan kenapa dijadikan satu?" tanya asisten Rey ketika ke dua dokter tersebut sudah pergi.
"Memangnya kenapa?" tanya David sambil menaikkan salah satu alis matanya.
"Saya tidak pantas jika ruangannya dijadikan satu," jawab asisten Rey.
"Kenapa tidak pantas? istrimu dan istriku adalah sahabat jadi mulai sekarang kamu bukan asistenku lagi," ucap David.
"Maksud tuan? Saya di pecat? Apa salah saya tuan?" tanya asisten Rey dengan wajah terkejut.
"Tuan kenapa tertawa?" tanya asisten Rey dengan wajah masih pucat pasi karena dirinya mendadak di pecat.
"Pfftttttt ... Hahahaha ...." tawa lepas David melihat wajah pucat asisten Rey sambil memegangi perutnya.
"Kalau begitu istriku di ruangan berbeda saja tuan dari pada saya di pecat karena saya masih ingin mengabdi tuan," ucap asisten Rey yang tidak memperdulikan tawa David karena dirinya juga bingung kenapa David tertawa.
"Rey, mulai sekarang dan seterusnya jangan panggil aku tuan karena mulai sekarang kamu tidak berkerja lagi di perusahaan ku karena aku akan memberikan perusahaan cabang kota S atas namamu selain itu mansion dan mobil yang berada di cabang S akan menjadi milikmu sepenuhnya," ucap David setelah dirinya selesai tertawa lepas dan wajahnya berubah menjadi serius.
"Tuan jangan bercanda," ucap asisten Rey tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
__ADS_1
"Aku serius, sejak kapan aku suka bercanda?" tanya David.
"Kenapa tuan ingin memberikan semuanya itu untukku? Aku merasa tidak pantas mendapatkannya," ucap asisten Rey.
"Sebenarnya ini usul istriku dan aku pun langsung menyetujuinya karena kamu sudah sangat lama berkerja denganku dan juga setia karena itulah aku memberikannya padamu. Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan kakak karena mulai sekarang dan seterusnya kita adalah saudara walau kita tidak ada hubungan darah sekalipun," ucap David.
Grep
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Tuan eh kak David terima kasih dan bilang terima kasih sama nyonya Karen," ucap asisten Rey sambil terisak dan memeluk David karena dirinya sangat terharu.
"Sttttt... Malu orang memperhatikan kita," ucap David sambil mendorong tubuh asisten Rey.
"Aku tidak perduli kak karena saya sangat terharu," ucap asisten Rey yang masih menggunakan bahasa formal sambil menahan tubuh David agar bisa memeluknya.
"Sstttt... sudah ... Kalau tidak kamu lepas akan aku hukum," ancam David.
Asisten Rey langsung melepaskan pelukannya sedangkan David hanya tersenyum melihatnya dan tidak berapa lama pintu ruangan ugd terbuka tampak dua perawat mendorong brangkar di mana Karen sedang berbaring dan di susul oleh Sandra membuat ke dua pria tampan tersebut menatap istrinya masing - masing sambil tersenyum bahagia.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1