
Karen berjalan sambil memegangi tembok agar tidak terjatuh membuat sahabatnya langsung turun dari kursi dan membantu sahabatnya agar tidak ambruk ke lantai sedangkan asisten Rey pergi ke kantin untuk membelikan makanan.
" Ren, siapakah laki - laki itu? aku lihat kamu begitu kuatir?" tanya Sandra
Karen terdiam dan tidak berapa lama Karen menangis membuat Sandra memeluk sahabatnya setelah mulai tenang Karen menceritakan semuanya dari awal pertemuan dengan Daren, Siska, David dan Bagas tidak ada satupun yang lewat sedangkan Sandra hanya bisa diam mendengarkan dan memeluk agar Karen tenang.
Selesai bercerita Karen kembali menangis cinta untuk David terlalu besar dan sangat berat untuk melupakannya, setelah agak tenang Karen dan Sandra melepaskan pelukannya menunggu kabar dari ruangan ugd.
ceklek
Tiga jam kemudian pintu ugd terbuka keluarlah dokter, Karen dan Sandra yang melihat pintu ruangan ugd terbuka membuat mereka berdua berjalan ke arah dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan kekasihku dok?" tanya Karen
" Keadaannya makin kritis dan tuan David menyebut nama Karen, apakah nona yang bernama nona Karen?" tanya dokter tersebut.
" Ya benar, aku Karen," jawab Karen.
" Silahkan ikut saya nona," ucap dokter tersebut.
" Baik dok," jawab Karen
Dokter itu pun kembali masuk ke dalam ruangan ugd dengan diikuti oleh Karen, Karen melihat tubuh David di penuhi selang infus dan dengan mata terpejam David memanggil - manggil nama Karen dengan suara lirih.
Grep
" Honey, aku di sini bangunlah," bisik Karen sambil menggenggam tangan David.
__ADS_1
Cup
" Bangunlah, aku sangat mencintaimu," bisik Karen kembali kemudian mencium bibir David singkat
Perlahan David membuka matanya dan melihat wajah cantik Karen walau terlihat wajahnya agak pucat.
" Sayang," panggil David lirih sambil tersenyum.
" Ya honey," jawab Karen.
Karen merebahkan kepalanya di dada bidang David dan entah kenapa Karen kembali merasakan pusing tapi berusaha untuk ditahannya dengan cara memejamkan matanya.
" Aku sangat merindukanmu," ucap David sambil berusaha membalas pelukan Karen.
Karen hanya tersenyum karena kepalanya semakin bertambah pusing dan ketika Karen membuka matanya semua yang dilihatnya berputar - putar dan lama - lama matanya mulai berkunang - kunang dan tidak kuat untuk berdiri.
bruk
" Sayang, kamu kenapa?" tanya David sambil tetap memeluk tubuh Karen agar tidak terjatuh
Hening
" Maaf tuan saya akan cek keadaan nona Karen," ucap dokter tersebut sambil berjalan ke arah Karen dan David.
" Maaf tuan, nona Karen tidak sadarkan diri," ucap dokter tersebut sambil memberikan kode ke dua perawat
" Biar aku yang menggendong kekasihku," ucap David
__ADS_1
" Maaf tuan belum sembuh benar," ucap dokter tersebut.
" Kalau begitu letakkan di sampingku," perintah David
" Tapi tuan..." ucapan dokter terpotong oleh David
" Tidak ada penolakan," jawab David dengan tatapan mematikan.
Walau David baru saja mengalami masa kritis tapi tubuhnya langsung cepat berangsur membaik terlebih di tambah kehadiran seorang gadis yang selama ini dirindukannya.
Dokter mulai memeriksa keadaan Karen setelah Karen diletakkan di samping David hingga lima menit kemudian dokter tersebut sudah selesai memeriksa Karen sedangkan dua perawat dengan di bantu dokter melepaskan semua selang yang menempel di tubuh David kecuali selang infus.
" Kenapa kekasihku pingsan dan bagaimana keadaannya?" tanya David sambil memeluk tubuh Karen.
" Nona Karen menyumbangkan darahnya hampir dua kantong karena itulah nona Karen pingsan," jawab dokter tersebut
" Menyumbangkan darahnya hampir dua kantong untuk siapa?" tanya David yang belum tahu kalau darahnya untuk dirinya.
" Untuk tuan David," jawab dokter tersebut.
" Kenapa tidak satu kantong saja?" tanya David dengan tatapan membunuh.
" Maaf tuan, tuan banyak kehilangan darah dan nona Karen memaksa untuk diambil semuanya tanpa memperdulikan dirinya asalkan tuan selamat itu yang lebih penting," jawab dokter tersebut.
David sangat terkejut dengan penjelasan dokter tersebut, dirinya sangat terharu mendengarnya karena Karen sangat perduli padanya membuat David mengecup kening Karen dengan lembut.
" Sebentar lagi tuan akan dipindahkan ke ruang perawatan," sambung dokter tersebut
__ADS_1
" Satukan ruangannya denganku," pinta David.
" Baik tuan," jawab dokter tersebut.