Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Racun


__ADS_3

Dokter gadungan itu memasukkan suntikan ke selang infus dan tidak membutuhkan waktu lama David pun mulai kejang - kejang.


ceklek


Karen membuka pintu kamar mandi dan melihat David kejang - kejang dan di sebelahnya ada dokter dan perawat membuat Karen sangat kaget melihat kejadian tersebut.


" Siapa kalian, penjaga?" teriak Karen


Penjaga yang berada di luar mendengar teriakan Karen dan merekapun masuk ke dalam hingga terjadilah perkelahian dengan dibantu Karen dan akhirnya mereka berdua tertangkap dan salah satu penjaga menghubungi Rey asisten David.


Karen yang melihat David kejang - kejang dengan terburu - buru membuat Karen membuka tasnya untuk mengambil sebuah kotak dan membukanya kemudian mengambil sebutir obat dan air minum untuk diberikan obat ke David. Obat itu dimasukkan ke mulut David beserta air tapi gagal obat tersebut langsung keluar berserta busa dari mulut David.


Karen langsung membersihkan mulut David yang berbusa dengan menggunakan sapu tangan miliknya kemudian Karen memasukkan air minum ke dalam mulutnya setelah itu Karen memasukkan obatnya ke dalam mulutnya untuk dimasukkan ke dalam mulut David.


David yang tadi kejang - kejang mulai berangsur - angsur tenang dan tidur kembali membuat Karen merasa tenang namun tiba - tiba kepalanya sangat pusing namun Karen berusaha untuk menahan dirinya untuk tidak pingsan sambil memegang ranjang David.


bruk


Karen tidak bisa menahan lagi rasa sakit yang teramat sangat pada kepalanya seperti di tusuk - tusuk ribuan jarum membuat tubuh Karen lemah seperti tidak bertulang dan akhirnya tidak sadarkan diri.


ceklek


Pintu ruang perawatan terbuka masuklah asisten Rey, asisten Rey sangat terkejut melihat Karen pingsan kemudian membawa Karen ke ranjang sebelah David dan memanggil dokter lewat tombol yang menempel di ranjang.


Tidak membutuhkan waktu lama dokter datang dan meriksa keadaan Karen sedangkan  asisten Rey keluar menunggu dokter.


Asisten Rey mengambil ponselnya yang di simpan di dalam sakunya kemudian membuka handphonenya untuk mengecek cctv dikamar David.

__ADS_1


Asisten Rey sangat terkejut dan meminta anak buahnya untuk menyiksa dua orang yang berusaha membunuh David untuk mengetahui motif penyerangan tersebut.


ceklek


" Bagaimana dok keadaan nona Karen?" tanya asisten Rey.


" Nona Karen terkena efek racun dan saya tidak tahu racun itu darimana?" jawab dokter tersebut.


" Apakah racun itu sangat berbahaya dok?" tanya asisten Rey dengan nada sangat kuatir karena jika terjadi sesuatu dengan Karen maka nyawa asisten Rey menjadi taruhannya.


" Sangat berbahaya," jawab dokter tersebut.


" Tolong cek juga tuan saya dok," pinta asisten Rey.


" Baik tuan," jawab dokter tersebut.


ceklek


Tidak berapa lama pintu ruang perawatan David terbuka tampak dokter dengan wajah lelahnya berjalan ke arah asisten Rey membuat asisten Rey berjalan ke arah dokter tersebut.


" Maaf tuan Rey, tuan David racunnya tidak ada dan sebentar lagi akan sadar," ucap dokter tersebut.


Asisten Rey pun mengingat rekaman kamera cctv membuat asisten Rey masuk ke dalam ruang perawatan kemudian mengambil tas Karen dan membuka tas tersebut ternyata kotak obat penawar racun sudah habis membuat tubuh asisten Rey terasa lemah sedangkan dokter tersebut mengikuti asisten Rey masuk ke dalam ruang perawatan.


" Adakah penawar obat racun itu dok?" tanya asisten Rey


" Maaf kami tidak ada penawarnya, jadi sekali lagi maaf kami tidak bisa menyelamatkannya karena wajah nona Karen sudah mulai membiru," ucap dokter tersebut menjelaskan.

__ADS_1


" Maksud dokter?" tanya asisten Rey sambil menatap wajah Karen yang memang mulai membiru.


'' Racun itu sangat berbahaya kurang dari sepuluh menit setelah terkena racun orang tersebut bisa meninggal," jawab dokter tersebut.


Deg


Deg


Jantung asisten Rey berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan alamat dirinya akan menyerahkan nyawanya ketika David sudah sadar.


" Tolong usahakan dok? Bagaimana pun caranya, mohon tuan Richard.


" Sekali lagi maaf kami tidak bisa menyembuhkannya, permisi," pamit dokter tersebut sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu perawatan meninggalkan mereka bertiga David, Karen dan asisten Rey.


" Nona kenapa nona memberanikan mempertaruhkan nyawa nona? Bagaimana kalau Nona meninggal? pasti tuan David sangat sedih dan tidak akan memaafkan dirinya. " ucap asisten Rey.


" Tuhan sembuhkan lah Nona dan tuan," mohon asisten Rey pertama kalinya dirinya berdoa karena selama ini dirinya tidak pernah berdoa begitu pula dengan David.


Ceklek


Pintu ruang perawatan terbuka dan asisten Rey tahu siapa yang datang kalau bukan Sandra, gadis yang mulai mengisi hatinya yang selama ini membeku.


'' Kak Rey, bagaimana keadaan sahabatku?" tanya Sandra sambil berjalan ke arah mereka.


" Buruk San?" jawab asisten Rey.


" Maksudnya?" tanya Sandra.

__ADS_1


__ADS_2