
"Kenapa tidak pantas? Ayolah Rey kita sudah kenal sejak lama dan kita sama - sama tidak mempunyai saudara jadi aku ingin kita bersaudara," ucap David.
"Baik tuan eh David," ucap asisten Rey yang belum terbiasa.
"Ingat ya, biasakan memanggilku dengan sebutan David," pinta David.
"Baik David," jawab asisten Rey.
"Terima kasih karena kamu sangat setia dan tidak mengkhianati ku," ucap David.
"Sama - sama tuan, saya yang seharusnya berterima kasih karena David yang selalu menolongku," jawab asisten Rey.
"Kamu juga selalu menolongku dan biasakan jangan memakai bahasa formal," jawab David.
"Baik David dan maaf aku harus ke kantor dulu karena banyak pekerjaan yang mesti aku kerjakan," ucap asisten Rey.
"Ok, pergilah," jawab David.
"Baik," jawab asisten Rey singkat.
Rey pun berjalan ke arah pintu utama untuk pergi meninggalkan kediaman David menuju ke perusahaan sedangkan David mengambil piring dan menaruh makanan yang tadi di pesan oleh asisten Rey, David membawa makanan dan naik ke lantai dua menuju kamarnya.
__ADS_1
Ceklek
David membuka kamarnya dan melihat Karen masih setia memejamkan matanya, David berjalan berjalan ke arah ranjang dan meletakkan makanannya di atas meja dekat ranjang kemudian David duduk di sisi ranjang kemudian merapikan anak - anak rambut Karen lalu berlanjut membelai pipi, mata, hidung dan bibir milik Karen.
cup
David mencium kening Karen dengan rasa sayang dan penuh cinta kemudian mengusap pipi Karen dengan lembut.
"Sayang bangun yuk? sudah siang waktunya makan?" ucap David dengan nada lembut.
"Hmmm.... masih ngantuk honey? badanku sakit semua dan lemas tidak bertenaga," jawab Karen yang masih setia memejamkan matanya dan memakai selimut.
"Mau aku tambahin biar tambah lemas atau mau makan?" tanya David mengancam Karen.
"Sayang bangun tidak? Nanti kakak serang lagi lho! Tuh lihat adiknya bangun lagi kan," ucap David yang merasakan tombak saktinya mulai tegang.
Karen yang sedang ngantuk berat terpaksa membuka matanya dengan wajah cemberut sambil menatap wajah tampan suaminya.
"Honey, memang honey tidak capek apa melakukan hubungan suami istri terus - terusan?" tanya Karen dengan nada protes.
"Maaf sayang, kalau membuatmu capek tapi buat kakak tidak merasa capek malah ternyata enak banget setelah pertama kali kita melakukannya membuat kakak ketagihan ingin terus dan terus, kakak jadi ketagihan dengan tubuhmu," jawab David sambil menggulingkan tubuhnya ke arah samping kemudian memeluk Karen.
__ADS_1
"Dasar mesum?" ucap Karen dengan wajah masih di tekuk dan membalas pelukan suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada bidangnya.
"Mesum khusus untukmu, ayo bangun,' ucap David.
Tanpa menunggu jawaban dari Karen, David turun dari ranjang kemudian menggendong Karen dan mendudukkannya di kursi rias dengan tubuh polosnya.
David mengambil dress dan pakaian dalam kemudian memakaikan ke tubuh Karen yang masih polos tanpa sehelai benang pun sambil menahan gairahnya.
Sebenarnya David ingin bercinta lagi tapi David tidak ingin egois karena waktu sarapan makan siang sudah lewat karena itulah David tidak ingin kalau kekasihnya sakit.
"Nah kalau begini kan kakak bisa menahan diri, kakak ambil sisir ya setelah itu kita makan bersama," ucap David sambil mengambil sisir yang berada di meja riasnya.
Karen hanya mengangguk kepalanya sambil tersenyum bahagia karena perlakuan manis suaminya, David menyisir rambut Karen dengan perlahan kemudian mengikat rambut Karen namun beberapa kali gagal tapi David tidak menyerah hingga beberapa kali akhirnya dirinya bisa menguncir rambut Karen.
cup
David mengecup pucuk kepala Karen dan tersenyum bahagia karena bisa memiliki Karen seutuhnya.
"Nah sekarang sudah cantik, kaka suapi ya? Dan tidak ada penolakan?" ucap David.
David berjalan ke arah meja yang dekat dengan ranjang untuk mengambil piring yang sudah berisi makanan kemudian David mulai menyuapi Karen sedangkan Karen hanya pasrah dan mau menerima suapan dari David namun suapan kedua Karen menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya membuat David menatap ke arah Karen.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya David