Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Asisten Rey dan Sandra


__ADS_3

Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum, Sandra yang hendak membereskan meja makan di larang oleh asisten Rey karena dirinya yang akan melakukannya sekaligus akan mencuci piring - piring dan dua gelas yang tadi mereka gunakan untuk makan dan minum.


"Bagaimana kalau kak Rey yang membersihkan meja dan aku yang mencuci piring dan gelas?" usul Sandra.


"Kamu sudah masak jadi biarkan kakak yang membersihkan dan mencuci piring serta gelas," ucap asisten Rey.


"Biar cepat kak Rey," ucap Sandra sambil tersenyum dan berdiri ke arah wastafel.


"Baiklah," jawab asisten Rey singkat.


Asisten Rey membersihkan meja makan sedangkan Sandra mencuci piring hingga satu menit kemudian asisten Rey sudah selesai sedangkan Sandra masih membilas piring - piring dan dua gelas bersamaan asisten Rey memeluk Sandra dari arah belakang.


"Kak Rey, aku ingin cuci piring dulu dan sebentar lagi selesai cuci piring," ucap Sandra.


"Aku tahu karena itulah kakak akan membantumu," jawab asisten Rey sambil ikut memegang piring dan meletakkan di tempat rak piring.


("Aduh kak Rey, jantungku berdetak kencang jika dekat seperti ini," ucap Sandra dalam hati sambil menggerakkan tubuhnya dan tanpa sadar mengenai tombak sakti milik asisten Rey).


("Aduh kenapa adik kecilku jadi bereaksi ketika Sandra menggerakkan tubuhnya?" tanya asisten Rey dalam hati).


Setelah dua menit kemudian Sandra sudah selesai mencuci piring dan gelas, Sandra yang iseng mengambil air dari kran dengan menggunakan ke dua tangannya kemudian di ciprat kan ke arah wajah asisten Rey membuat asisten Rey mengusap wajahnya dengan menggunakan ke dua tangannya dan kesempatan itu tidak disia - siakan oleh Sandra untuk melepaskan diri dari pelukan asisten Rey.


"Pfftttt... hahahaha..." tawa Sandra sambil berlari menaiki anak tangga.


"Awas ya," ucap asisten Rey sambil membalikkan badannya dan mengejar Sandra.


("Biasanya aku selalu waspada jika ada musuh datang tapi kenapa dengan Sandra aku tidak waspada dan percaya padanya?" tanya asisten Rey dalam hati dengan wajah bingung).

__ADS_1


Ceklek


Sandra membuka pintu kamar asisten Rey dan masuk ke dalam dengan diikuti oleh asisten Rey. Sandra memutari ranjang tidur asisten Rey karena dirinya di kejar hingga asisten Rey berhasil menangkap tubuh Sandra dan mendorongnya di ranjang.


Bruk


"Kamu sudah dua kali usil pertama kamu bilang tidak bisa masak dan yang ke dua kamu men ciprat kan air ke wajahku," ucap asisten Rey sambil menaiki tubuh Sandra.


"Jadi bersiaplah menerima hukuman dariku," ucap asisten Rey sambil duduk di ke dua paha Sandra dan menggelitik tubuh Sandra.


"Kak Rey geli .... Hahahaha.... Geli .... hahahaha.." ucap Sandra sambil menggoyangkan tubuhnya ke arah samping kanan, kiri dan ke atas.


Tanpa sadar bagian privasinya menyentuh tombak sakti milik asisten Rey membuat tombak saktinya semakin mengeras sedangkan asisten Rey tanpa sadar menatap bibir Sandra kemudian merebahkan tubuhnya ke tubuh Sandra dengan menahan ke dua tangannya dari sisi kanan dan kiri sehingga kepala Sandra berada di tengah.


Cup


Asisten Rey memainkan salah satu pucuk gunung himalaya milik Sandra membuat Sandra tanpa sadar mengeluarkan suara merdunya hal itu membuat asisten Rey tersenyum bahagia.


Asisten Rey menarik jubah handuknya kemudian membuangnya secara asal membuat Sandra sangat terkejut melihat asisten Rey hanya menggunakan celana boxer nya.


"Apa yang kak Rey lakukan?" tanya Sandra.


"Hanya ingin menciummu, bolehkah?" tanya asisten Rey.


"Hanya cium saja kan?" tanya Sandra.


"Tergantung," bisik asisten Rey.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Sandra.


"Kalau kekasihku memintanya tentunya dengan senang hati aku akan melakukannya," jawab asisten Rey kemudian membuka jubah handuk milik Sandra yang sudah menarik tali jubah handuk.


"Aku tidak akan mungkin memintanya," ucap Sandra dengan nada yakin yang mengerti arti ucapan asisten Rey.


"Kita lihat nanti karena yang pasti aku tidak akan memasukkannya jika kamu tidak memintanya," jawab asisten Rey.


"Aku percaya dengan kak Rey kalau kak Rey tidak akan memasukkannya," ucap Sandra.


Asisten Rey hanya tersenyum kemudian menatap ke dua gunung Himalaya yang terpampang dengan jelas di matanya membuat Sandra menutupnya dengan ke dua tangannya namun di tahan oleh tangan asisten Rey sedangkan di bagian privasi masih ditutup dengan segi tiga bermuda.


Kemudian asisten Rey memasukkan mulutnya ke salah satu gunung himalaya milik Sandra sedangkan tangan kanannya memainkan pucuk gunung himalaya satunya membuat Sandra menekan kepala asisten Rey sambil mengeluarkan suara merdunya hingga tidak berapa lama Sandra mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


"Honey .... ahhhhhhhhhhh...." teriak Sandra sambil mengangkat pinggulnya ke atas.


"Ulangi lagi sayang?" pinta asisten Rey yang juga mulai merubah panggilannya.


"Honey," ucap Sandra dengan wajah memerah.


"Mulai sekarang dan seterusnya panggil aku honey dan aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang," ucap asisten Rey.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian asisten Rey melakukan kembali pemanasan hingga asisten Rey mengarahkan tangannya ke segi tiga bermuda.


"Apa yang kak Rey lakukan?" tanya Sandra mulai panik sambil tangan kirinya menutupi dua gunung kembarnya sedangkan tangan kanannya menahan tangan asisten Rey agar tidak melepaskan segitiga bermuda.


"Sayangku percaya padaku kan? kalau kakak tidak akan memasukkannya jika kamu tidak memintanya," jawab asisten Rey mengulangi perkataannya.

__ADS_1


"Percaya tapi kenapa ingin membuka bagian bawah juga?" tanya Sandra.


__ADS_2