
"Aku menekan titik syaraf karena itulah kak Bagas merasakan kesakitan," jawab dokter Fang Yin sambil masih mencari titik syaraf.
"Apakah tidak berbahaya buat putra kami?" tanya ayah nya Bagas.
"Tuan besar tenang saja tidak berbahaya ini aku lakukan agar ke dua kaki Bagas nantinya bisa digerakkan lagi seperti dulu dalam arti bisa berjalan dengan normal," jawab dokter Fang Yin menjelaskan.
"Apakah cukup sekali mencari titik syaraf atau lebih dari sekali baru bisa jalan?" tanya Ibu nya Bagas.
"Lebih dari sekali Mom dalam mencari titik syaraf," jawab dokter Fang Yin.
"Kenapa memanggilku tuan besar sedangkan istriku kamu memanggilnya dengan sebutan mommy, panggil daddy sama seperti putra kami memanggil kami mommy dan daddy," pinta Ayah nya Bagas yang secara tidak langsung menyetujui hubungan putra semata wayangnya dengan dokter Fang Yin.
"Baik dad," jawab dokter Fang Yin patuh.
"Kalau lebih dari sekali kasihan putra kami karena setiap kali mencari titik syaraf kesakitan." ucap Ibu nya Bagas yang tidak mendengar suara kesakitan Bagas.
"Dua hari akan merasa sakit namun di hari ke tiga dan seterusnya sampai seminggu lebih rasa sakitnya mulai berkurang," jawab dokter Fang Yin sambil meletakkan kaki kanannya Bagas di pijakan kursi roda kemudian mengangkat perlahan kaki kirinya Bagas.
Sama seperti kaki kanannya dokter Fang Yin kembali memijat dan Bagas kembali berteriak sambil menggenggam pegangan kursi roda menahan rasa sakit teramat sangat hingga hampir satu jam dokter Fang Yin sudah selesai.
"Sudah selesai besok kita lanjutkan lagi," ucap dokter Fang Yin sambil meletakkan kaki kirinya Bagas di dudukkan kursi roda.
__ADS_1
"Bagaimana Bagas, masih sakit?" tanya Ibu nya Bagas dengan wajah masih kuatir.
"Masih tapi tidak seperti tadi rasa sakitnya sangat menyiksa," jawab Bagas.
"Apa ada perubahan?" tanya dokter Fang Yin.
"Ada perubahan, ke dua kakiku tidak terlalu berat dan aku bisa merasakan sedikit sentuhan," jawab Bagas sambil tersenyum bahagia.
"Bagus, itu tanda ada kemajuan seminggu kemudian kak Bagas mulai bisa berlatih melangkahkan ke dua kakinya," ucap dokter Fang Yin.
"Terima kasih dok," jawab Bagas dan ke dua orang tuanya Bagas secara serempak.
"Sama - sama panggil saja Fang Yin tanpa perlu menyebut kata dokter," ucap dokter Fang Yin.
"Oh ya kami pamit dan besok kami akan ke sini lagi," ucap dokter Fang Yin
"Waktunya makan siang, kita makan siang bersama," ucap Ibu nya Bagas.
"Tapi ...." ucapan dokter Fang Yin terpotong oleh Ayah nya Bagas.
"Tidak ada penolakan," jawab Ayah nya Bagas.
__ADS_1
"Baikah," jawab dokter Fang Yin pasrah.
"Kalau begitu mari kita makan bersama," ajak Ibu nya Bagas sambil berdiri.
"Oh ya kalian tinggal di mana?" tanya Ayah nya Bagas sambil ikut berdiri dengan diikuti yang lainnya.
"Kami tinggal di hotel dad," jawab dokter Fang Yin sambil mendorong kursi roda Bagas.
"Lebih baik kalian tinggal di sini saja," ucap Ayah nya Bagas sambil berjalan ke ruang makan dengan diikuti oleh istrinya dan yang lainnya.
"Maaf dad, kami tidak ingin merepotkan daddy dan mommy," jawab dokter Fang Yin tidak enak hati.
"Kami tidak merasa direpotkan jika kalian tinggal di sini kan bisa langsung periksa putra kami tanpa perlu bolak balik," ucap Ayah nya Bagas.
"Benar kata suamiku selain itu jika tiba - tiba putra kami kesakitan kami mudah untuk memanggilnya," sambung Ibu nya Bagas.
Dokter Feng Yin dan dokter Fang Yin saling menatap meminta pendapat kemudian dokter Feng Yin menganggukkan kepalanya karena dirinya tidak enak untuk menolaknya.
"Baik mom, dad tapi setelah kami selesai makan kami pulang dulu ke hotel.'' ucap dokter Fang Ying.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul: