
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya David, Karen, Asisten Rey dan Sandra kini sudah sampai di bandara Soekarno Hatta mereka naik mobil berbeda karena tujuannya mereka berbeda. Karen dan David menuju ke mansion orang tua angkatnya Karen sedangkan asisten Rey dan Sandra menuju ke mansion milik Sandra.
Di dalam perjalanan Karen dan David duduk di kursi belakang pengemudi sambil mengobrol dan terkadang tertawa bersama sedangkan bodyguard yang merangkap sebagai sopir duduk di kursi pengemudi fokus mengendarai mobil dan bodyguard satunya duduk samping pengemudi menatap jalan raya hingga dirinya melihat ada mobil hitam mengikuti mobil milik David.
"Maaf tuan David, ada mobil hitam yang mengikuti kita," ucap bodyguard tersebut.
David menatap ke arah spion mobil dan benar saja ada mobil hitam mengikuti dirinya membuat David menahan amarahnya karena ada orang yang berani mengusik dirinya.
"Tambah kecepatan," ucap David dengan wajah datar.
Jika saja tidak ada istrinya David akan menyerangnya tanpa ada rasa takut sedikitpun tapi kini di sisinya ada istrinya yang sangat dicintainya karena itulah dirinya memerintahkan sopirnya untuk mempercepat laju mobilnya. David langsung melepaskan pelukannya begitu pula dengan Karen kemudian David menghubungi asisten Rey untuk membantu dirinya dengan melacak gps.
"Maaf sayang, gara - gara aku istriku selalu dalam bahaya," ucap David sambil memeluk istrinya dari arah samping.
"Tidak apa - apa honey," jawab Karen sambil membalas pelukan suaminya.
"Maaf tuan, mobilnya juga menambah kecepatan," ucap sopir tersebut.
__ADS_1
"Tambah kecepatan lagi," perintah David.
"Jangan honey bahaya kalau menambah kecepatan," ucap Karen.
"Tapi mereka akan menyusul mobil kita," ucap David.
"Kita lawan mereka saja," ucap Karen.
"Kamu serius sayang?" tanya David.
"Serius," jawab Karen singkat.
"Berhenti di jalan sepi," perintah David.
"Baik tuan," jawab bodyguard yang merangkap sopir.
Hingga di jalan sepi mobil itu berhenti begitu pula dengan mobil hitam tersebut, David, Karen dan dua bodyguard turun dari mobil awalnya David melarang Karen untuk keluar tapi Karen tetap memaksa membuat David terpaksa mengijinkannya dengan satu syarat tidak boleh jauh darinya sedangkan dari mobil hitam keluar enam pria berwajah sangar dan tinggi besar sambil membawa senjata tajam.
__ADS_1
David yang melihat mereka membawa senjata tajam mengeluarkan senjata lipatnya yang sudah lama tidak digunakan dari balik sakunya.
Mereka berjalan saling berhadapan kemudian mulai menyerang satu sama lain perkelahian yang tidak seimbang 6 lawan 4 terlebih ke 6 musuhnya bisa bela diri membuat mereka terdesak terlebih David fokus melindungi istrinya membuat perhatiannya terpecah hingga berapa kali David terkena bogeman mentah di tambah David menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya.
Karen yang melihat suaminya beberapa kali terkena bogeman mentah merasa sangat bersalah karena mengambil keputusan untuk melawan para musuh membuat Karen lebih konsentrasi namun tiba - tiba kepala Karen pusing hal itu membuat Karen lengah.
Hingga salah satu musuhnya memberikan kode ke dua temannya untuk membuat perhatian David terpecah setelah berhasil salah satu bodyguard mengarahkan senjata tajamnya ke arah Karen kemudian mengancam David dan ke dua bodyguard David.
"Berhenti jika tidak wanita ini akan ma ti ditangan ku," ancam salah satu pria tersebut.
David dan ke dua bodyguard tersebut langsung diam dan tidak melawan para musuhnya kemudian pria tersebut memukul David dan ke dua bodyguardnya membuat Karen menangis.
"Aku mohon hentikan, jangan siksa suami dan ke dua anak buah suamiku," mohon Karen.
"Aku tidak perduli, pukul mereka bertiga," perintah pria tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :