
Lima belas kemudian Karen sudah selesai mandi dan sudah memakai pakaian santai kemudian Karen membuka pintu kamar mandi. Karen melihat David sedang duduk bersandar di ranjang sambil menatap Karen dengan tatapan berbeda.
"Honey mandi ya biar tambah segar," pinta Karen.
David hanya menganggukkan kepalanya dan menuruti permintaan Karen, David berjalan ke arah kamar mandi setelah sepuluh menit kemudian David sudah selesai mandi, David keluar menggunakan handuk yang menutupi tombak saktinya membuat Karen berusaha menahan salivanya sedangkan David berjalan dan mendekati Karen yang sedang duduk di ranjang.
"Honey, pakai baju ya nanti masuk angin," pinta Karen.
David hanya diam dan menarik tangan Karen membuat Karen berdiri sambil menahan rasa sakit karena tubuhnya di buat babak belur oleh para bodyguard dan para pelayan.
David tidak tahu kalau Karen menahan rasa sakit pada tubuhnya karena dipikirnya sama seperti dirinya tidak pernah merasakan sakit ketika tubuhnya di lukai. David menatap wajah Karen kemudian mengecup bibirnya.
"Sayang aku mohon aku sangat lelah dan aku ingin istirahat," mohon Karen.
"Sekali ini saja sayang besok kan kamu sudah pergi dan kita bisa melakukan ini lagi jika kita bertemu kembali," mohon David.
Karen hanya menganggukkan kepalanya dan pasrah sedangkan David pun tidak menyia - nyiakan kesempatan. David mencium bibir Karen yang sudah menjadi candunya, ciuman yang awalnya perlahan berubah menjadi lu ma tan. David pun mendorong tubuh Karen secara perlahan ke ranjangnya kemudian menaiki tubuhnya.
"Sstttttt .... Honey, badanku sakit aku tidak kuat menahan rasa sakit," desis Karen dengan wajah menahan rasa sakit.
Deg
Jantung David berdetak kencang karena dirinya baru ingat kalau Karen masih terluka kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping sambil menatap Karen dengan wajah kuatir.
"Masih sakit?" tanya David dengan wajah kuatir.
Karen menganggukkan kepalanya membuat David mengambil ponselnya untuk menghubungi asisten Rey setelah selesai David meletakkan kembali ponselnya di meja dekat ranjang kemudian turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian. Lima menit kemudian David sudah selesai memakai pakaian bersamaan terdengar suara ketukan pintu.
"Masuk," jawab David
Ceklek
Pintu kamar David terbuka lebar oleh asisten Rey dan tampak dokter masuk ke dalam kamar tersebut dan berjalan ke arah ranjang kemudian asisten Rey menutup pintu kamar tersebut.
"Maaf tuan, bisa tinggalkan kami berdua?" tanya dokter tersebut.
"Wanita ini istriku jadi kenapa aku harus keluar?" tanya David tidak suka.
"Maaf tuan karena sudah menjadi prosedurnya seperti itu," jawab dokter tersebut dengan wajah takut.
"Honey..." ucapan Karen terpotong oleh David.
__ADS_1
"Ini bukan rumah sakit jadi cepat cek istriku agar istriku tidak kesakitan lagi," ucap David dengan nada dingin dan wajah datar.
"Baik tuan," jawab dokter tersebut dengan pasrah.
Dokter itupun mulai memeriksa Karen hingga lima menit kemudian dokter tersebut sudah selesai mengecek kondisi Karen .
"Nyonya, saya kasih resep obat yang harus di minum dan yang diolesi di tubuh nyonya," ucap dokter tersebut sambil menulis resep obat namun langsung di ambil oleh David karena dirinya tidak ingin istrinya menggerakkan tubuhnya mengingat istrinya masih terluka.
"Terima kasih dok." ucap Karen.
"Sama - sama nyonya," jawab dokter tersebut.
Dokter tersebut pergi meninggalkan kamar tersebut sedangkan David menghubungi asisten Rey untuk masuk ke dalam kamarnya setelah selesai David meletakkan kembali ponselnya di meja dekat ranjang.
"Kalau badanmu masih sakit kenapa sayangku mandi?" tanya David tidak suka.
"Maaf honey, tubuhku terasa lengket karena itulah aku mandi," jawab Karen sambil menggenggam tangan suaminya.
"Akukan bisa men lap tubuhmu," ucap David.
"Memang tapi aku tidak tega melihat suamiku tersiksa karena ingin melakukan hubungan suami istri," ucap Karen.
"Tapi..." ucapan Karen terpotong oleh David.
"Minggu depan kamu boleh pulang dan tidak ada penolakan," ucap David dengan tegas.
Karen menghembuskan nafasnya perlahan kemudian memejamkan matanya tanpa mau melihat wajah tampan suaminya membuat suaminya menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Maaf aku melakukan ini karena hatiku sangat sakit melihatmu terluka terlebih kamu terluka gara - gara aku," ucap David sambil mengusap rambut Karen dengan lembut.
Grep
"Ketika melihat istriku di keroyok lewat rekaman cctv aku meminta Rey untuk kembali ke mansion dan sampai di mansion aku menanyakan di mana istriku berada ke mereka tapi tidak ada satupun yang menjawab membuatku gelap mata menyiksa dan mem bu nuh mereka satu persatu dan akhirnya ada yang mengatakannya. Aku berlari menuju ke arah kolam renang sambil melepaskan ke dua sepatuku dan ke dua kaos kakiku dan langsung masuk ke dalam kolam renang. Di dalam kolam renang aku melihatmu perlahan menutup mata membuatku berenang ke arahmu. Ketika aku berhasil keluar dari kolam renang aku berusaha menekan dada mu dan memberikan nafas buatan agar kamu selamat lalu melepaskan ikatan ke dua tangan dan ke dua kakimu dari lilitan besi dengan menggunakan pisau lipat yang selalu aku bawa dan membawamu ke kamar. Lebih baik aku terluka dari pada istriku terluka, aku akan menyiksa dan mem bu nuh semua orang yang menyakitimu karena aku tidak bisa hidup tanpamu," ucap David sambil menggenggam tangan Karen.
Karen membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya yang sedang menatapnya dengan sendu membuat Karen merasa bersalah dengan David.
"Maafkan aku dan aku turuti permintaan suamiku," ucap Karen.
"Terima kasih sayang," jawab David.
Tidak berapa lama pintu kamarnya di ketuk dan David langsung menjawab kemudian pintu kamarnya terbuka dan tampak asisten Rey berjalan ke arah mereka sedangkan David menyerahkan resep obat tersebut dan asisten Rey langsung menerimanya.
__ADS_1
Asisten Rey langsung pergi meninggalkan kamar mereka untuk memerintahkan anak buahnya untuk membeli obat. Sepeninggal asisten Rey, Karen berusaha bangun namun di tahan oleh David membuat Karen menatap suaminya.
"Mau kemana?" tanya David sambil memegang tangan Karen.
"Aku lapar honey dan ingin memasak," jawab Karen.
"Biar aku saja yang masak, kamu istirahatlah," ucap David.
Karen yang ingin menjawab mendapatkan tatapan tajam suaminya membuat Karen langsung mengunci mulutnya sedangkan David berjalan keluar kamarnya menuju ke dapur. Karen yang masih mengantuk kembali memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama Karen tidur dengan pulas nya.
Setengah jam kemudian David membuka pintu kamarnya dan melihat istrinya sedang tidur, David meletakkan nampan yang berisi makanan, gelas yang berisi air mineral, obat salep dan obat tablet.
"Sayang, bangun," ucap David sambil membelai rambut istrinya.
Karen perlahan menggeliatkan tubuhnya sambil menahan nyeri pada tubuhnya kemudian membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya sedang duduk di sampingnya sambil tersenyum.
"Aku sudah masak dan sekarang kamu makan setelah itu minum obat baru tidur lagi," ucap David.
Karen menganggukkan kepalanya kemudian David dengan telaten menyuapi istrinya namun di suapan ke dua Karen menutup mulutnya dengan menggunakan tangan kanannya membuat David menatap wajah cantik istrinya walau wajahnya masih lebam.
"Ada apa sayang?" tanya David.
"Honey juga makan," ucap Karen.
David tersenyum kemudian memasukkan sendok yang sudah ada makanannya ke dalam mulutnya, David kembali menyendok kan sendok nya ke dalam makanan untuk menyuapi Karen secara bergantian hingga tidak terasa makanan yang berada di dalam piring habis tanpa sisa kemudian David memberikan minuman ke arah Karen sambil memberikan obat.
"Aku tidak suka minum obat," ucap Karen.
"Aku tahu caranya," jawab David sambil meminum air mineral karena dirinya habis makan.
"Apa itu?" tanya Karen penasaran.
"Nanti istriku akan tahu," jawab David.
David meminum air kembali namun sekarang minuman itu di tahan di dalam mulut David kemudian David mengambil beberapa butir obat dan dimasukkan ke dalam mulutnya.
David mendekatkan wajahnya ke arah Karen dan Karen langsung mengerti membuat Karen membuka mulutnya dan David memasukkan obatnya ke dalam mulut Karen. Karen langsung menelan obat tersebut kemudian David memberikan gelas agar Karen meminumnya.
"Cara yang sama seperti waktu di rumah sakit," jawab Karen sambil tersenyum malu tanpa menyadari perubahan wajah suaminya.
"Sama siapa?" tanya David dengan wajah mendadak berubah menjadi gelap gulita sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.
__ADS_1