Malam yang panjang

Malam yang panjang
99 " Happiness With You"


__ADS_3

Setelah mengecek kandungan lisa serta baby nya,Rosa menyarankan untuk lisa lebih banyak beristirahat,karna pada masa kehamilan pertamanya ini dimana usia kandungannya masih sangat mudah,sangat besar resiko yang akan dialami jika mereka tak berhati hati.


(Rosa)


Lo ingat ya banyak makan buah,sayur dan cukup protein,dan vitamin harus terus lo minum,gue gak mau baby gue kurang asupan oke...


(Lisa)


Iya bawelll....


(Rosa)


Dan satu lagi....lo gak boleh banyak aktivitas yang berat berat,selama lo hamil lo cuma boleh makan dan istirahat ok...kak ben ingat ya tetap siaga dan jangan biarin lisa kesana kemari lagi...


(Ben)


Siap dokter Rosa...


(Lisa)


Sayang....dia udah kaya ibu tiri...😟


(mengarah ke rosa)


Kabar kehamilan lisa pun akhirnya terdengar kesahabatnya yang lain.


Setelah menebus beberapa obat dan vitamin ben langsung mengantar pulang istrinya.


Sepanjang perjalanan ben merangkul tubuh lisa,perasaannya saat ini berbunga bunga,ia tak menyangka akan secepat ini akan menjadi seorang ayah.


Lisa yang masih sedikit lemas,hanya memejamkan matanya sambil bersandar didada ben.


Raut bahagia dari ben itu pun terlihat jelas oleh andri yang sedang menyupiri mereka.


Andri merasa bos nya ini sangat beruntung,memiliki wajah tampan,istri yang cantik dan sebentar lagi mereka akan memiliki anak. Betapa bahagianya mereka.


Ben terus mengelus rambut lisa dan sesekali mencium pucuk kepalanya.


Dalam hati ben " terimakasih sayang, dengan kehadiran mu saja aku sudah cukup bahagia,dan sekarang kamu memberikan ku satu kebahagiaan lagi terimakasih, Happiness with you"


Setelah 45 menit kemudian mereka sampai di rumah,lisa yang masih tertidur sengaja tak dibangunkan oleh ben,ia memilih menggendong istrinya itu untuk masuk kedalam rumah.


Saat mereka sampai didepan pintu sari dan tuti yang masih khawatir ingin bertanya bagaimana keadaan lisa, tapi dengan cepat ben berisyarat agar tak bersuara dan membangunkan lisa.


Sari dan tuti langsung terdiam dan mengikuti ben menuju kamar.


Dikamar ben langsung menurunkan lisa di atas kasur, dan menyelimuti tubuh lisa.


Ben lalu menyuruh dua ART nya itu untuk keluar,saat di luar ben langsung memberitaukan keadaan lisa.


(Sari)


Pak gimana ibu lisa?


(Tuti)


Bu lisa gak papa kan pak?


(Ben)


Enggak papa....lisa sekarang sedang hamil,jadi saya minta tolong kekalian jangan pernah biarkan lisa mengerjakan sesuatu...apa pun itu


(Sari & tuti)


Baik pak....


(Sari)


Allhamdulilah....bu lisa hamil...


(Tuti)


Iya allhamdulilah,jadi gak sabar pengen liat kalau sudah lahir...


(Ben)


Oh iya tolong siapin makanan dan buah untuk lisa ya...


(Sari & tuti)


Baik pak...


Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh ben dan lisa tapi orang disekeliling mereka pun ikut berbahagia.


Ben lantas turun kebawah untuk menemui andri yang masih menunggunya.


(Ben)


Ndri....


(Andri)


Iya pak...


(Ben)


Saya gak balik ke kantor ya...


Dan saya minta tolong ke kamu, untuk beberapa hari ini kamu gantikan saya dulu dikantor,saya ingin menemani lisa dulu...


Kalau ada apa apa kamu bisa langsung telpon saya.


(Andri)


Baik pak...


(Ben)

__ADS_1


Mama juga dalam dua hari akan datang,nanti saya akan bicarakan ke mama biar sementara mama yang menghandle proyek.


(Andri)


Baik pak...


Kalau begitu saya permisi dulu..


(Ben)


Iya...hati hati ya sekali lagi terimakasih. (Sambil menepuk lengan andri)


(Andri)


Sama sama pak.


Andri langsung pergi kembali menuju kantor.


Setelah menutup pintu ben kembali menghampiri lisa dikamar.saat pintu terbuka ia masih melihat lisa tertidur, ben lalu melepas jasnya serta dasinya.


Ia lalu menghampiri lisa dan berjongkok disamping tempat tidur,ben mencium lembut kening lisa,mengelus lembut rambut panjangnya...


Tak ada kata kata lain yang ingin dia ucapkan selain aku bahagia....


Selam 30 menit ben terus memandangi wajah lisa tanpa henti, dan lisa akhirnya terbangun dari tidurnya,saat ia membuka mata wajah ben yang dilihatnya.


Wajah yang penuh kebahagiaan itu tengah memandanginya.


(Lisa)


Kamu ngapain sayang?


(Ben)


Aku lagi ngejagain kamu...


Gimana? Masih pusing gak?(sambil mengusap kepala lisa)


(Lisa)


Udah agak berkurang kok...


(Ben)


Makan ya...kamu belum ada makan kan?


Tunggu bentar aku ambilin kamu disini aja jangan kemana mana...


Lisa mengangguk.


Ben langsung keluar menuju dapur untuk mengambilkan makan untuk lisa.


Satu buah nampan makanan yang telah disediakan untuk lisa, ben lantas membawanya kembali kedalam kamar.


Lisa sedang duduk bersandar pada headboard ia melihat kembali foto hasil USG nya...ia tersenyum menatap malaikat kecil yang ada di dalam rahimnya saat ini.


Ben mengahmpiri lisa dan duduk dihadapannya.


Dengan sabar dan penuh kasih sayang,ben menyuapi lisa,jika biasanya ben yang selalu di suapin oleh lisa kini semuanya akan berbalik,ben yang akan melayani semua keperluan lisa.


(Ben)


Makan yang banyak,biar baby kita sehat dan cepat gede...


(Lisa)


😊 iyaaa...


(Ben)


Sayang, tadi kok rosa gak ngasih tau sih jenis kelamin baby kita...


(Lisa)


Belum terlihat sayang, dua minggu lagi rosa nyuruh periksa kembali untuk melihat bagaimana perkembangannya.dan baru bisa ngeliat jenis kelaminnya.


(Ben)


Aku berharap, dia perempuan dan secantik kamu...


Lisa tersenyum,dan ben kembali menyuapi lisa.


Setelah makanan habis,ben langsung memberikan obat dan vitamin untuk lisa minum.


(Ben)


Kamu istirahat ya...kalau perlu apa apa bilang ke aku.. (mencium kening lisa)


(Lisa)


Iya....


Ben sama sekali tak membiarkan lisa mengerjakan sesuatu,bahkan untuk mengambil minum pun ben yang melakukanya.


Lisa dibuat tak habis pikir kepada sikap protektif ben, saat ben belum mengetahui lisa hamil dirinya sudah sangat protektif,apa lagi saat ini ia tau lisa tengah hamil protektif ben akan bertambah berkali kali lipat.


Mulai dari makanan,vitamin dan semua keperluan lisa ben sangat hati hati saat memilihnya.


*


*


*


*


Kabar kehamilan lisa sudah diberitaukan ben kepada orang tua mereka,saat kabar itu diterima,tak menunggu lama ayah,ibu lisa serta mama ben langsung memesan tiket pulang ke jakarta untuk menemui anak mereka.

__ADS_1


Doa dan harapan mereka telah terkabul.mereka akan segera menimang cucu.


Pagi ini lisa bangun dengan kondisi tubuh nya yang sudah fit,ia bangun dari tidurnya dan saat melihat kesebelah ben sudah tidak ada.


Setelah mencuci muka lisa lalu keluar dari kamar,saat ia menuruni tangga dan mendapati ben tengah sibuk menyiapkan sarapan di dapur.


Sari yang hanya diperbolehkan melihat dari jauh dan ia tak ingin sama sekali di bantu.


Dengan masih menggunakan celana tidur dan kaos serta apron yang dipakainya membuat lisa tersenyum melihat penampilan suaminya itu.


Sangat jauh dari kesehariannya sebagai CEO.


Sari yang melihat kedatangan lisa langsung ingin menyapa,tapi dengan cepat lisa menutup mulutnya dengan telunjuk,tanda agar sari tak bersuara.


Sari lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Ben yang tengah asik menggoreng telor tiba tiba terkejut saat tubuhnya dipeluk dari belakang.


Sapaan lembut dari lisa membuatnya tersenyum.


(Lisa)


Pagi suami ku sayang... (memeluk ben dari belakang)


(Ben)


Pagi juga istriku yang cantik...


Ben lalu berbalik dan menatap kearah lisa yang tersenyum indah kepadanya.


Ben lalu mencium kilas bibir lisa...


(Lisa)


Lagi buat apa sih?


(Ben)


Udah sekarang kamu duduk disini sambil nunggu aku selesai ok (mengarahkan lisa untuk duduk dimeja makan)


Ben kembali didepan kompor dan menyiapkan sarapan untuk lisa.


Lisa menopang wajahnya dengan kedua tangan sambil memperhatikan bagaimana suaminya itu memasak.


5 menit kemudian sarapan sehat ala ben telah siap. Ben membuatkan sandwich dan salad buah kesukaan lisa.


Lisa sangat senang,melihat masakan yang dibuat oleh ben,meski hanya sandwich dan salad tapi orang yang membuatnya lah yang sangat istimewa.


Lisa lalu mencicipi sandwich buatan ben, dan rasanya pun enak.lisa terlihat lahap saat menikmatinya.


Ben yang melihat itu pun merasa senang sambil menopang dagunya dengan satu tangan ben memperhatikan betapa lahapnya lisa menyantap masakan yang di buatnya.


Saat sedang memperhatikan lisa makan,ben melihat mayonise menempel di bibir atas lisa, dengan cepat ben meraup bibir lisa.


(Lisa)


Ben....gak enak ah kalau ada yang liat...


(Ben)


Biarin, habis kamu ngegemesin tau gak...


(Lisa)


Kamu gak makan?


Iya aku makan...


Mereka berdua menikmati sarapan bersama sama.


*


*


*


Jam menunjukkan pukul 09.00 pagi. Lisa baru saja selesai mandi,dan saat ia berdiri di depan cermin ia melihat kearah perutnya yang tanpa dia sadari mulai terlihat membuncit.


Ia berfikir dalam hati,bagaimana bisa ia tak menyadari perubahan pada tubuhnya sendiri.


Lisa mengelus lembut perutnya.


(Lisa)


Sehat sehat ya sayang...mama gak sabar pengen ketemu kamu... (sambil mengusap perutnya)


Ben yang masuk kedalam kamar mandi melihat apa yang tengah dilakukan oleh istrinya itu. Ben langsung memeluk lisa dari belakang dan ikut mengelus perut lisa.


(Ben)


Makasih sayang...aku bahagiaaaaaa banget...kamu dan malaikat kecil kita akan kujaga sampai kapan pun dan aku gak akan ngebiarkan kalian sedih atau kesusahan.


(Lisa)


Makasih juga sayang...aku tau kamu orang yang bertanggung jawab dan akan menjaga kami.


Ben mambalik tubuh lisa dan mencium lembut bibir lisa, setelah itu ben berjongkok didepan lisa dan mencium perut nya.


(Ben)


(Muach...)


Sayang...kamu sehat sehat ya didalam,papa dan mama udah gak sabar pengen ketemu kamu....


Lisa tersenyum melihat tingkah ben dan mengelus lembut rambut ben.


Mungkin saat ini kebahagiaan yang tak terkira sedang mereka rasakan, rasa syukur terus mereka panjatkan. Hadiah dari tuhan ini akan selalu mereka jaga sampai batas hidup mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2