
Bisa Memeluk tubuh sosok pria yang telah membuatnya kepikiran seharian membuat lisa bahagia hingga ia meneteskan air mata...
Lisa sangat takut sesuatu yang buruk akan menimpa ben, tapi saat melihat ben di depan mata nya dalam keadaan sehat dan tak kurang apapun membuat lisa bisa bernafas lega....
Ben bisa merasakan apa yang sedang difikirkan oleh istrinya itu, ia tau jika lisa pasti memikirkan hal yang tidak tidak...tapi ben juga tau itu semua karena kesalahan dirinya yang tak mengabari lisa sama sekali sejak ia pergi ke singapore
(Ben)
Maafin aku ya sayang....
Gara gara aku pasti kamu mikir yang enggak enggak...
(Lisa)
Kamu kenapa sih, gak ada ngasih kabar sama sekali, aku takut tau gak kamu kenapa kenapa.... (sambil menangis)
(Ben)
Maafin aku ya sayang.....aku cuma mau ngasih surprise buat kamu, tapi aku gak tau kalau niatan aku ini malah buat kamu kepikiran, sekali lagi maafin aku ya
( sambil menangkup wajah lisa dengan kedua tangannya dan mengusap air mata lisa)
Lisa mengangguk, dan kembali memeluk tubuh suaminya itu...
(Lisa)
Oh iya....kok kamu udah balik sih?
(Ben)
Iya, semua urusan aku disana ternyata selesai dalam sehari, makanya aku langsung balik dan nyusul kamu kesini, oh ya sayang aku berhasil menangin proyek itu....
(Lisa)
Syukurlah.....
Emh....oh ya sayang kata ayah lawan kamu dalam proyek ini bukan orang biasa, kamu yakin gak akan ada apa apa kan?
(Ben)
Aku usahakan sayang, apa pun akan aku lakuin buat ngejaga dan ngelindungi kamu dan thania, dan aku yakin kali ini aku memang benar benar murni karena usaha dan kerja keras aku....
(Lisa)
Kamu harus tetap waspada dan jaga diri baik baik ya....
(Sambil menyentuh wajah ben)
(Ben)
Iya sayang....
(Lisa)
Yaudah, kamu mandi gih biar aku siapin baju ganti buat kamu ...
(Ben)
Makasih ya sayang....
Rasa lega mulai menjalar di diri lisa, ketika ia bisa melihat ben dalam kondisi baik dan tak kurang satu pun.
-------------------------------------
Tanpa terasa seminggu berlalu, ben dan lisa menghabiskan waktu libur mereka di bandung, kota yang sangat bersejarah bagi keduanya....
Kota yang menjadi saksi dimana mereka mengikat janji setia mereka di depan banyak orang, dan kini mereka sudah tidak berdua lagi, thania menambah kebahagiaan keluarga kecil yang sedang mereka bangun
Melihat mereka berjalan jalan di taman kota bandung membuat banyak orang dibuat iri saat melihatnya, keceriaan tampak begitu jelas di wajah keduanya, suara gelak tawa thania seakan menambah kadar kebahagiaan yang saat ini mereka rasakan.
Tak ingin rasanya mereka menyudahi hari yang sangat membahagiakan itu, tapi.....rasa itu sungguh sangat tidak mungkin !!! Waktu seminggu memang lah bukan waktu yang lama tapi ben tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya terlalu lama, ia sudah harus kembali menyelesailan pekerjaannya.....
Lisa juga sudah sangat merasa cukup bisa menghabiskan banyak waktu bersama ben dan thania, dan ia tak ingin menjadi egois dan menyusahkan ben.
Mereka lalu sepakat untuk kembali ke jakarta bersama, lagipula kesehatan kakek lisa sudah kembali membaik, dan mereka semua sudah harus menjalani aktivitas mereka masing masing.
-------------------------------------
Minggu.... 21.30 malam
Hari ini ben dan lisa sudah berada di rumah mereka sendiri, sepulangnya dari bandung kemaren mereka berdua masih terlihat sibuk merapikan koper koper bawaan mereka, si kecil thania terlihat tertidur di kasur ben dan lisa, ia sama sekali tak merasa terusik dengan aktivitas kedua orang tuanya....
(Lisa)
Sayang....kamu istirahat aja biar aku yang beresin
(Ben)
Gak papa sayang, kalau berdua kan biar cepat selesai, jadi kita bisa istirahat bareng bareng....
(Lisa)
Oh ya.....bulan depan indi bakal lahiran loh, dan bulan berikutnya rosa sama kak endy nikah...bakal padat banget jadwalnya..hehehe....
(Ben)
Semoga semuanya lancar tanpa ada kendala...
Emmhh....oh ya sayang kita gak ada rencana nih buat kasih thania adik...
(Lisa)
Apaan sih..... (sambil mengeluarkan baju dari kopernya)
(Ben)
Kan thania udah mulai gede sayang, kasian kan kalau gak ada temannya....
__ADS_1
(Lisa)
Bukannya aku gak mau sayang, tapi thania baru 1 thn, aku masih mau fokus ke thania dulu, kasian kan kalau dia punya adik diumurnya yang masih kecil ini, aku takut kurang perhatian nantinya ke dia...sabar ya, kita tunggu sampai thania besar sedikit lagi .....
(Ben)
Yaudah kalau gitu sayang, itu semua terserah kamu aja, aku yakin apa yang kamu putuskan itu pasti jadi yang terbaik buat keluarga kita
(Lisa)
Makasih ya sayang
(Ben)
Sama sama sayang.....
Keduanya kembali merapikan koper koper mereka dan setelah selesai, keduanya mulai beristirahat dan berbaring di kiri dan kanan thania.
-------------------------------------
Kring.....kring.....kring.....
Suara alarm membangunkan lisa dari tidurnya....
Ia masih merasakan kelelahan di seluruh tubuhnya, tapi ia tetap bangun dari tidurnya. Dan Jam baru menunjukkan pukul 06.30 pagi.
Lisa lalu menuju kamar mandi dan membasuh wajahnya agar terlihat segar, selesai dari kamar mandi lisa mulai menyiapakan pakaian kerja untuk ben.
Sambil memilih pakaian ben dari dalam lemari sesekali lisa melihat kearah tempat tidur, ia tersenyum melihat ayah dan anak dalam posisi tidur yang sama.
Setelah selesai menyiapakan keperluan ben lisa pergi keluar kamar dan menuju dapur, didapur dua art nya sudah sibuk menyiapakan sarapan untuk majikannya...
(Lisa)
Pagi mba sari....
Pagi bik tuti...
(Sari & Tuti)
Pagi bu.....
(Lisa)
Oh ya mba sari, tolong buatin burjo ya untuk thania
(Sari)
Iya bu....
(Lisa)
Bi tuti, nanti gak usah buat kopi ya, ben katanya minta di buatin teh jahe aja...
(Tuti)
Tuan ben lagi sakit bu...??
(Lisa)
(Sari)
Iya bu....saya saja ampe pake dua selimut saking dinginnya....
(Lisa)
Oh ya mba.....ya begitulah bandung mba
Yaudah kalau gitu saya keatas dulu ya
(Sari & tutik)
Iya bu.....
Lisa lalu kembali menuju kamarnya untuk membangunkan ben.
Saat lisa membuka pintu kamarnya ia tak mendapati ben dan thania di tempat tidur, dan lisa malah mendengar suara ocehan thania dari dalam kamar mandi.
Saat pintu kamar mandi terbuka, lisa dibuat terkejut melihat ben tengah memandikan thania....
(Lisa)
Astaga......sayang kok kamu malah mandiin thania sih??
(Ben)
Habis tadi pas aku bangun thania udah bangun, yaudah sekalian aja aku mandiin
(Thania)
Papa.....mama....ndi...ndi...
(Ben)
Mandi ya sayang, biar cantik, anak papa harus cantik dan wangi......
Lisa tertawa melihat tingkah anak dan suaminya itu....
(Ben)
Sayang....kamu mau sekalian aku mandiin juga gak? 😁
(Lisa)
Enggak deh makasih, udah kalian aja yang mandi
Aku siapin baju thania dulu....(sambil berlalu pergi)
__ADS_1
(Ben)
Sayang....beneran siniiii aku mandiin (sambil berteriak)
(Lisa)
Gakkkk.....entar aku bisa mandi sendiri sayang
(Ben)
Hmmmm.....gitu tuh mama kamu sok jaim....padahal dulu mama itu sering minta mandiin sama papa, malu aja tuh sama thania
(Thania)
Mama....mama.....
15 menit kemudian, ben telah rapi dengan kemeja dan dasinya, sama halnya dengan thania, gadis mungil itu sudah terlihat rapi dan cantik.
Lisa lalu menggendong thania menuju ruang makan, disusul oleh ben.
Saat mereka tengah menikmati sarapannya tiba tiba terdengar suara bel berbunyi, dengan langkah cepat sari berlalari menuju pintu untuk membukanya. Saat pintu terbuka sari tidak menemukan siapa siapa di depan pintu, ia hanya menemukan kotak berwarna putih dengan pita merah ditengahnya.
Sari mengambil kotak tersebut dan membawanya masuk kedalam rumah....
(Lisa)
Siapa mba sari?
(Sari)
Gak tau bu, gak ada siapa siapa cuma ada kotak ini aja?
(Ben)
Kamu ada kiriman paket sayang?
(Lisa)
Gak ada?
Siniin mba kotaknya
Sari lalu memberikan kotak tersebut kepada lisa.
Lisa lalu membuaka kotak putih tersebut tanpa rasa curiga sama sekali, dan saat ia membuka kotak, betapa terkejutnya lisa hingga ia berteriak ketakutan
(Lisa)
Arggh.....
Ben langsung berdiri dan menghampiri lisa dan memeluknya....
(Ben)
Lis... kamu kenapa sayang??
(Lisa)
Buang ben....buang kotak nya ( dengan suara gemetar dan ketakuttan)
Sari dan tutik juga terlihat ketakutan, sari langsung menggendong thania dari kursi makannya....
Ben mencoba menenangkan lisa yang terlihat gemetar dan pucat.
(Ben)
Mba sari bawa thania ke atas ya...
(Sari)
Iya pak...
Sari membawa thania naik ke lantai atas, ben memeluk tubuh lisa yang masih gemetar dak ketakutan itu....
(Ben)
Kita kekamar ya sayang....udah gak papa ada aku kamu tenang ya....
Ben membawa lisa menuju kamarnya dan di susul oleh tuti
Tuti membawakan segelas air untuk menenangkan majikannya itu...
(Tuti)
Bu...minum dulu biar tenang
(Lisa)
Makasih ya bi....
(Ben)
Yaudah sekarang kamu disini dulu biar aku buang kotaknya ....
Lisa mengangguk sambil memminum air...
Ben keluar dari kamar menuju meja makan, ia penasaran apa isi kotak tersebut sampai membuat lisa ketakutan seperti tadi.
Saat ben sampai di meja makan, ia melihat kotak itu dan saat ben membukanya ia pun dibuat terkejut dengan isi kotak tersebut.
Isi kotak tersebut adalah foto pernikahan ben dan lisa yang di penuhi dengan lumuran darah.....
Ben sama sekali tidak menyangka hal seperti itu akan ia lihat....dengan cepat ben membawa kotak itu keluar dari rumahnya dan membuangnya ke tong sampah....
(Ben)
Apa maksudnya semua ini....???
__ADS_1
Ben bertanya tanya siapa yang sudah iseng membuat lelucon seperti itu.
Ben lalu kembali masuk kedalam rumah, untuk melihat keadaan lisa.