
Memiliki keluarga yang harmonis adalah impian semua pasangan, sama halnya dengan Ben dan Lisa
Pasangan muda yang baru saja menikah dan telah dikarunia satu orang anak ini sangat berharap mereka bisa membuat kehidupan rumah tangga mereka nyaman dan tentram...
Meski terbilang baru dalam menjalani rumah tangga tapi ben dan lisa terus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memahami satu sama lain. Dan mereka ingin keluarga yang baru mereka bangun itu bisa adem ayem dan selalu bisa merasakan kebahagiaan.
Ben yang mulai kembali disibukkan
dengan urusan pekerjaan, terlihat santai dalam menjalani hari hari nya di kantor.
Rutinitas yang sudah membuat dirinya mulai terbiasa,menjadi seorang kepala keluarga membuat ben memiliki sebuah tanggung jawab besar untuk kedua wanita yang sangat berharga di kehidupnya.
Setiap harinya ia selalu pergi di pagi hari dan pulang pada malam hari.
Sama halnya dengan ben, lisa sudah sangat terbiasa menjalani perannya sebagai seorang istri dan ibu bagi putrinya, disaat pagi bahkan sebelum matahari memunculkan sinarnya, lisa sudah terlihat sibuk menyiapkan semua kebutuhan yang di perlukan sang suami, mulai dari pakaian hingga sarapan semua ia kerjakan sendiri, setelah tugas sebagai seorang istri selesai ia mulai lanjut mengurus sang anak.
Terkadang rasa lelah menghampirinya, tapi dengan cepat rasa itu pergi menjauh ketika ia melihat senyuman cantik dari wajah sang anak.
----------------------------
Jam baru menunjukkan pukul 05.30 pagi, lisa terbangun dari tidurnya sambil menggelung rambutnya lisa bangkit dari ranjangnya dan langsung menuju kamar mandi.
Selesai nya membasuh muka dan sikat gigi lisa keluar dari kamar mandi dan mulai menyiapkan pakaian yang akan di kenakan ben ke kantor.
Lisa begitu teliti saat memadu madankan pakaian yang akan di oakai oleh suaminya, mulai dari kemeja,dasi ,setelan jas hingga sepatu & kaos kakinya lisa siapkan.
Setelah selesai lisa mulai membangunkan ben.
(Lisa)
Sayang....bangun yukk
(Sambil mengelus rambut ben)
(Ben)
Ekh...eh...iya sayang aku bangun...
(Sambil meregangkan semua otot otot tubuhnya)
(Lisa)
Yaudah, kamu langsung mandi ya aku kebawah dulu nyiapin sarapan
(Ben)
Iya...
Lisa lalu keluar dari kamar dan turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk ben.
Rutinitas yang telah dihafal oleh lisa.
Sari ART nya keluar dari kamar Thania, sambil menggendong Thania yang sudah rapi dan cantik.
Lisa dan ben mulai membiasakan thania untuk tidur dikamar sendiri, balita cantik yang sebentar lagi akan berulang tahun yang pertama itu juga sudah mulai terbiasa tidur dikamar nya sendiri.
(Lisa)
Pagi anak mama yang cantik, tumben udah mandi cantik banget sih...mau sarapan ya...
(Thania)
Mamam....mamam....
(Lisa)
Mamam ya...oke bentar ya mama siapkan mamam nya thania...
Mba sari, kok tumben thania udah di mandiin?
(Sari)
Iya bu, non thania tadi pup, jadi sekalian aja saya mandiin...
(Lisa)
Oh gitu...
Oh ya mba sari kasih biskuitnya ke thania, biar dia gak keki, nungguin buburnya..
(Sari)
Iya bu....
Dengan sigapnya lisa menyiapkan sarapan untuk ben dan bubur untuk thania, meski masih menggunakan piyama dan rambut yang digelung ke atas tidak sama sekali membuat lisa tanpak kucel, justru penampilannya setiap pagi semakin membuatnya cantik natural.
10 menit kemudian, di meja makan telah tersedia sarapan yang di masak oleh lisa, nasi goreng dan telor setengah mateng kesukaan ben juga sudah tersedia, thania yang mulai rewel karena laper akhirnya di suapin oleh sari.
Melihat anaknya begitu lahap saat makan membuat lisa senang melihatnya.
5 menit kemudian ben turun, sambil menenteng jasnya, dasi dilehernya belum terikat.
(Ben)
Pagi sayang
(Sambil mencium kening lisa)
(Lisa)
Pagi juga sayang, kok belum rapi sih?
Sini aku pasangin dasinya...
(Ben)
Makasih ya sayang...
Wah, anak papa lagi sarapan ya, mamam apa itu sayang...
(Thania)
Mamam....pappah...
(Ben)
Sayang dengar gak thania manggil papa...
(Lisa)
Iya, dari kemaren dia udah bisa nyebut papa...
(Ben)
Oh ya...wah anak papa pintar banget deh...
Oh iya sayang, besok aku ada meeting sama klien di singapore, mungkin aku disana sekitar dua harian, maaf ya aku gak bisa nemani kamu jenguk kakek ke bandung...
(Lisa)
Meetingnya sampe dua hari emangnya?
(Ben)
Iya, klien kali ini cukup sulit buat dibujuk, jadi aku harus ekstra banget ngehadapinnya....
(Lisa)
Hufftt.....yaudah lah...
(Ben)
Maafin aku ya, aku janji dari singapore aku langsung susulin kamu ke bandung yaa...
(Lisa)
Iya...
Yaudah kamu sarapan deh...
Lisa terlihat sedikit kecewa, tapi ia juga tidak bisa egois apalagi yang dilakukan ben menyangkut soal pekerjaan..
Lisa dan ben memang telah berencana untuk pulang ke bandung menengok kakek lisa yang sedang sakit. Tapi karena pekerjaan rencana itu akhirnya berubah, dan lisa hanya pergi berdua dengan thania.
__ADS_1
5 menit kemudian, ben selesai dengan sarapannya.
(Ben)
Sayang, aku ke kantor dulu ya...
(Lisa)
Kok gak di habisi, kopi nya juga belum kamu minum tuh...
(Ben)
Maaf ya sayang, aku ada meeting jam setengah 8 nanti, jadi aku harus cepat, yaudah aku jalan ya...bye sayang
(Sambil mencium kening lisa)
(Lisa)
Iya kamu hati hati ya...
(Ben)
Iya...
Sayang, papa kerja dulu ya, thania makan yang banyak ya biar cepat gede oke...
(Mencium pucuk kepala thania)
Bye sayang nya papa...
(Thania)
Pappah...pah...bbyai.... (sambil melambaikan tanganya)
Ben pergi dengan terburu buru nya, dan lisa hanya memandangi punggung ben yang pergi menjauh...
Lisa tau ben memiliki tanggung jawab yang besar pada perusahaan yang sekarang di pimpinnya, dan lisa tau hal yang dilakukan ben juga semua demi dirinya dan thania. Tapi lisa merasakan sedikit kesepian, ben lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor, sangat sedikit waktu yang bisa ben luangkan untuk dirinya dan thania.
Baru bulan kemaren, lisa sangat merasa senang bisa banyak menghabiskan waktu bersama ben, tapi sekarang semuanya telah berubah kembali. Lisa terus menatapi wajah thania yang sedang makan.
(Lisa)
Mba sari,kasih ke saya mangkuk nya, biar saya aja yang suapi thania...
(Sari)
Ibu gak sarapan?
(Lisa)
Nanti aja mba, saya belum laper...
Sari lalu memberikan mangkuk buburnya ke lisa. Sari ART nya saja bisa dengan jelas melihat raut sedih dari wajah majikannya itu. Tapi ia tak berani untuk menanyakannya dan memilih pergi untuk melanjutkan pekerjaannya...
(Lisa)
Thania, hari ini kita jalan yuk,sekalian cari hadiah buat eyang uyut gimana mau kan sayang?
(Thania)
Mama....mmmhh...pappah...
(Lisa)
Anak mama makin pintar ya, makan lagi ya sayang...
Lisa merasa kehadiran thania sungguh membuatnya terhibur,tingkah lucu thania mampu membuat lisa yang tadinya sedih kini tertawa kembali...
Lisa tak ingin merasa bersedih karena kesibukkan ben yang cukup padat dan tak ada waktu untuk dirinya dan thania, ia berusaha menghibur dirinya dengan pergi jalan jalan bersama sang anak.
Jam baru menunjukkan pukul 11.00 lisa sudah bersiap dan berpakaian rapi.
Menggunakan celana jeans model cut bray, dan di padu padankan dengan kaos putih dengan label merk GC membuat lisa terlihat sangat fresh, apalagi rambutnya yang panjang itu dikuncir kuda yang semakin membuatnya tanpak cantik.
Hari ini lisa mendandani putri kecilnya sama seperti dirinya, si kecil thania makin terlihat menggemaskan balita cantik itu terlihat menggunakan kaos yang berwarna senada dengan sang mama, ditambah rok berbahan jeans ,rambutnya yang mulai panjang di ikat kanan kiri dengan pita berwarna putih, hari ini anak & mama ini sangat sangat metching dan bisa dibilang seperti kembar.
(Lisa)
Nah anak mama sudah cantik banget udah gak sabar ya mau jalan...
(Lisa)
Yaudah kita jalan yukk...
Lisa lalu menggendong thania keluar dari kamar sesampainya di lantai satu lisa menanyakan kepada sari tentang kebutuhan thania.
(Lisa)
Mba sari tas perlengkapan thania udah masuk mobil semua kan?
(Sari)
Udah bu...
(Lisa)
Car sheat nya juga udah dipasang kan?
(Sari)
Iya udah bu, ibu yakin nih cuma mau pergi berdua aja sama non thania?
(Lisa)
Iya mba,saya sekalian mau cari oleh oleh buat kakek...
(Sari)
Hati hati ya bu...
(Lisa)
Iya mba, yaudah saya jalan dulu ya mba...
Dadah mba sari (sambil memegang tangan thania dan melambaikannya)
Lisa mendudukkan thania di car sheat nya, thania terlihat tenang dan begitu tidak sabar ingin jalan jalan berdua dengan sang mama...
Setelah selesai memastikan thania aman, lisa masuk kedalam mobil dan mulai menjalankan mobilnya menuju salah satu mall yang ada di jakarta.
Mobil sedan berwarna putih yang dikendarai lisa terlihat berhenti karena lampu merah, sambil menunggu lisa menyempatkan menelpon ben untuk memberitaukan kalau ia dan thania keluar rumah untuk jalan jalan.
Saat telepon tersambung, ben tidak mengangkat ponselnya.
(Lisa)
Kok gak di angkat sih? Masa iya meeting nya belum selesai..
Yaudah lah aku kirim WA aja...
π© lisa : sayang, aku sama thania keluar rumah,aku ngajak thania jalan jalan sambil cari hadiah buat kakek,Kamu jangan lupa makan siang ya...love you...
Selesai lisa mengirim pesan ke ben lampu hijau telah menyala dan ia mulai menjalankan mobilnya kembali.
30 menit kemudian lisa sampai di salah satu mall yang cukup besar, setelah memarkirkan mobilnya lisa turun untuk mengeluarkan stroller thania dari bagasi.
Tas diapers dan susu untuk thania juga sudah lisa taruh di cabin stroller thania. Dengan pelan dan hati hati lisa memindahkan thania yang tertidur dari car sheat ke stroller.
Ketika semua dirasa telah dibawa lisa mengunci mobilnya dan mulai mendorong stroller thania menuju dalam mall.
Seasampainya di dalam mall, lisa terlihat menengok kanan kiri memperhatikan beberapa toko yang ia lewati.
Lisa lalu menuju salah satu toko yang menjual pakaian pria.
Lisa melihat kemeja batik yang sangat bagus, ia tau kakeknya sangat menyukai batik.
(Pegawai toko)
Selamat siang ibu ada yang bisa kami bantu..
(Lisa)
Siang, emh..mba batik yang ini ada ukuran medium nya gak?
__ADS_1
(Pegawai toko)
Ada ibu, sebentar saya ambilkan
(Lisa)
Oh, iya makasih ya...
(Pegawai toko)
Ini ibu ukuran medium nya
(Lisa)
Iya makasih ya mba...
Saya mau yang ini deh mba..
(Pegawai toko)
Baik ibu, saya siapkan dulu..
(Lisa)
Oke ...
Sesekali lisa mengecek thania yang masih tertidur dengan pulasnya sambil mengenyot empeng di mulutnya.
Selesai membayar dan barang yang dibelinya diterima lisa pergi meninggalkan toko tersebut dan mulai berjalan jalan lagi. Ia juga masuk kesalah satu toko yang menjual pakaian anak anak, lisa banyak sekali membeli baju untuk thania. Saat ia sedang asyik memilih milih baju anak, tiba tiba ia di kagetkan dengan kedatangan indi dan reno.
(Indi)
Lisa....
(Lisa)
Indi...hai
(Indi)
Lo berdua aja sama thania?
(Lisa)
Iya...
(Reno)
Ben pasti sibuk banget ya
(Lisa)
Yaaaa...bisa dibilang gitu sih
Kalian lagi cari perlengkapan buat baby ya...?
(Indi)
Iya, ya ampun thania pules banget tidurnya
(Reno)
Iya, padahal lumayan berisik loh disini
(Lisa)
Selagi empengnya masih dimulut bakal aman pokoknya...
(Indi)
Yaudah kita bareng aja deh,daripada lo berduaan aja sama thania...
(Reno)
Yaudah, kalian cari cari aja deh yang mau dibeli biar thania gue yang jagain
(Lisa)
Gak ngerepotin nih kak?
(Indi)
Udaah...ah lo kaya kesiapa aja deh
(Reno)
Iya, thania kan udah kaya anak gue juga...
Lisa dan indi membiarkan reno dan thania menunggu sambil mereka memilih milih barang yang ingin mereka cari.
Reno duduk di sofa yang disediakan sambil menjaga thania yang tertidur di strollernya, reno bahkan menyempatkan untuk selfi bersama thania yang sedang tertidur.
Foto yang di ambil reno lalu dikirimnya ke chat grup nya
π© Reno : ini bayi siapa sih lucu banget boleh gue culik gak sih? π π
Pesan reno lalu di balas oleh endy dan ardi.
π© endy : kok thania sama lo ren?
π© ardi : kangen banget deh sama thania bawa kesini ren
π© endy : jangan lah, gila aja lo di, ngapain thania main ke UGD
π© reno : berisik aja lo berdua, gak ada pasien apa kalian?
π© endy : sepi bro, habis lo libur sih pasienya ikutan libur juga jadinya π
π© reno : kampret lo...
π©reno : Btw, bapaknya thania kok gak komen sih anaknya gue bawa kabur...
π© ardi : paling dia lagi meeting
π© endy : lo belum jawab ren, thania kok sama lo?
π© reno : gue lagi nemenin indi cari perlengkapan baby, terus gak sengaja ketemu lisa sama thania
π© endy : lisa berdua doang sama thania?
π© reno : iya, makanya gue bilang boleh gue culik gak sih anaknya ben yang cantik ini...
π© ardi : kalau lo udah bosan hidup dan pengen ngerasain bogemnya ben culik aja ren...
Dan di saat percakapan mereka bertiga akhirnya orang yang mereka bicarakan dari tadi muncul juga di chat grup.
π© ben : lo lagi sama thania ren? Dimana?
π© reno : muncul juga lo akhirnya ben
π© reno : iya gue lagi sama thania, di mall
π© ben : kok lisa gak bilang sih mau jalan sama thania?
π© endy : masa sih ben? Lo aja kali yang lupa kalau lisa udah minta ijin habis lo kan sibuk banget..
π© ben : ren, lisa berdua aja sama thania?
π© reno : gue sih liat lisa cuma berdua aja sama thania, emang kenapa sih?
Udah lo tenang aja mereka aman kok ada gue..
Ben langsung menghilang dari grup chat dan tidak membalas chat dari reno...
π© endy : tuh anak main offline aja, muncul cuma nanya ghitu doank...
π© reno : aneh banget tuh anak, gak seperti biasanya?
π© ardi : masa iya ben sama lisa lagi berantem?
π© endy : gak mungkin, paling ben lagi sibuk doang..
π© reno : udah...udah balik kerja deh lo pada...
__ADS_1
Reno lalu offline dari grup dan pada saat yang bersamaan thania terbangun, melihat thania terbangun reno langsung menggendong thania keluar dari stroller nya.