Malam yang panjang

Malam yang panjang
PART 4


__ADS_3

Lisa dan thania dalam perjalanan menuju bandung, mereka pergi ke bandung ditemani sari dan di antar oleh supir.


Di sepanjang perjalanan lisa terus memandangi ponselnya.


Sebelum berangkat tadi ia mencoba menghubungi ben tapi ben masih belum mengaktifkan ponselnya.


Lamunan lisa yang sedang memandangi ponsel tiba tiba tersadar saat tangan kecil thania menarik lengan baju miliknya.....


(Lisa)


Ekh... (kaget)


Apa sayang?


Lisa mengajak ngobrol thania,thania terlihat mulai merasa bosan dan ingin beranjak dari car sheat nya...


Lisa lalu melepaskan safetybelt thania dan mengeluarkan nya dari car sheat.


Lisa memangku thania dan membiarkan thania melihat ke arah jendela.


Dari kursi depan, sari dan supir bisa melihat wajah majikannya itu sama sekali tidak ceria seperti biasanya. Mereka berdua mengerti jika majikannya itu sedang dalam suasana hati yang sedih.


Di tempat lain, ben sedang rapat dengan beberapa klien mereka.


Pembicaraan mereka terlihat cukup serius.


Ben sengaja mematikan ponselnya agar ia bisa lebih fokus dalam pembicaraan ini.


Dalam mengerjakan proyek ini ben sangat berharap perusahaanya bisa memenangkan nya.


Tapi ben tidak menyangka, ia berfikir pertemuan nya hari ini hanya dengan klien tetapi ternyata klien tersebut juga menghadirkan perusahaan lain yang menjadi lawan dari perusahaan ben.


Klien tersebut ingin membandingkan mana perusahaan yang benar benar bagus dan yang akan dipilihnya.


(Ben)


Mr.chen, saya pikir pertemuan kita akan langsung membahas kesepakatan..


(Klien)


I'm sorry Mr.ben, saya tak ingin mengambil kesalahan dalam proyek ini, maka dari itu saya juga mengundang Mr. Zayn. Anda pasti sudah mengenal Mr.Zayn bukan...?


(Ben)


Yes, sure...


Saya sangat tau siapa Mr.Zayn...


(Zayn)


Wah, saya sangat beruntung akhirnya bisa bertemu dengan anda Mr.Ben.


Zayn, adalah CEO perusahan yang begerak dibidang yang sama dengan ben, zayn cukup dikenal di indonesia karena ia juga orang indonesia.


Zayn cukup terkenal sebagai pembisnis yang bisa melakukan segala cara agar apa yang ia iginkan bisa tercapai.


Zayn, sudah sangat lama mendengar tentang ben. Dan ia ingin sekali bisa bertemu dengan ben, dan akhirnya hari ini mereka bertemu.


(Klien)


Apa sebelumnya kalian sudah saling mengenal?


(Ben)


Tidak Mr.chen ini kali pertama kami bertemu, bukan begitu Mr.Zayn ?


(Zayn)


Ya....benar sekali, tapi anda cukup terkenal loh di indonesia Mr.ben


(Ben)


Anda sangat berlebihan....


Ben memang tidak pernah bertemu langsung dengan zayn, tapi ben sangat tau bagaimana sifat dari lawannya tersebut.


Ben sangat berhati hati saat menghadapinya, karena ia tak ingin memiliki masalah dengan orang seperti zayn.


Pembicaraan mereka terlihat cukup alot, Mr.chen sebagai klien juga terlihat bingung ingin memilih perusahaan mana yang akan membantunya.

__ADS_1


Dari keduanya masing masing memiliki proposal dan planning yang sangat bagus.


Ben sangat berharap ia bisa memenangkan proyek nya kali ini. Meski ia harus menghadapi musuh seperti zayn.


Dan setelah berfikir panjang dan hati hati, akhirnya Mr.chen memutuskan untuk memilih perusahaan yang di pimpin oleh ben.


Mendengar itu ben sangat senang, ia merasa kemampuannya semakin terlihat dan mulai dipercayai orang.


Kekesalan mulai merasuki zayn.


Ia merasa tak terima harus dikalahkan oleh seseorang yang baru dalam industri yang telah ia geluti cukup lama.


Tapi zayn sangat pintar untuk menutupi rasa kesalnya tersebut. Tapi tidak ada yang tau apa yang bisa dilakukan oleh zayn.


Zayn memiliki wajah tampan tapi sayang ketampanannya itu berbanding jauh dengan hati yang dimilikinya.


(Zayn)


Apa saya bilang... anda itu sangat terkenal, buktinya saja anda bisa meyakinkan Mr.chen,padahal anda terbilang baru di industri ini,sekali lagi selamat Mr.ben


(Sambil menyodorkan tangan untuk berjabat)


(Ben)


Terimakasih Mr.zayn, anda benar saya memang masih baru, kalau harus disandingkan dengan anda saya tidak ada apa apa nya, tapi sekali lagi terimaksih, semoga kedepannya kita bisa bertemu lagi


(Menerima jabat tangan dari zayn)


Ben tidak mengerti apa kemenangannya hari ini tidak akan menimbulkan masalah dikemudian hari, karena ia harus berhadapan dengan seseorang seperti zayn. Ben berharap semuanya akan baik baik saja.


----------------------------


Di indonesia, tepatnya di kota bandung.


Lisa dan thania hampir tiba di rumah sang kakek.


Perjalanan yang cukup jauh membuat thania kelelahan dan tertidur.


Berada dipelukan sang mama membuat thania tertidur dengan pulasnya, lisa juga cukup terlihat lelah, sesekali ia memejamkan matanya.


15 menit kemudian, mereka sampai di rumah sang kakek, dengan hati hati lisa turun dari mobil, sambil menggendong thania yang tengah tertidur.


Sejak menikah dan memiliki anak lisa sangat jarang bisa pulang ke kota kelahirannya itu.


Andai ia bisa memilih ia ingin sekali kembali ke kota dimana ia dibesarkan.


Memasuki pekarangan rumah sang kakek, ternyata lisa telah di tunggu oleh ibu dan budenya.


Ibu dan bude lisa sementara waktu tinggal menemani kakek lisa.


(Ibu lisa)


Sayang, akhirnya sampai juga ibu udah nunggu dari tadi, aduuh..aduuh cucu eyang tidur...sini biar ibu aja yang gendong


(Mengambil thania dari gendongan lisa)


(Lisa)


Tangan lisa udah pegal banget, thania gak mau tidur di car sheet nya


(Sambil meregangkan otot tangannya)


(Bude vena)


Lengan ibu itu tempat tidur yang nyaman bagi seorang anak...


(Lisa)


Iya bude...


Bude apa kabar?


(Sambil mencium tangan dan cipika cipiki)


(Bude vena)


Allhamdulilah bude baik, kamu sendiri gimana? Kok bude liat makin tambah cantik aja sih?


(Lisa)

__ADS_1


Bude bisa aja...


(Bude vena)


Yaudah masuk yukk...kakek udah nunggu dari tadi di dalam...


Mereka lalu masuk bersama dan menghampiri sang kakek yang sudah sangat kangen dengan cucu dan cicit perempuannya.


Begitu sampai di dalam rumah lisa melihat sang kakek tengah duduk di kursi yang berada di taman belakang.


Lisa langsung menghampiri kakeknya.


(Lisa)


KaKek....


(Kakek lisa)


Lisa...akhirnya sampai juga kamu...


(Lisa)


Maafin lisa ya kek, baru bisa ke sini


(Sambil berjongkok di depan kakeknya)


(Kakek lisa)


Tidak apa, oh iya cicit kakek mana?


(Lisa)


Lagi di gendong sama ibu kek, thania masih tidur jadi dibawa ibu kekamar deh


(Kakek lisa)


Oh begitu, ben mana?


(Lisa)


Emm...ben gak bisa ikut kesini kek, hari ini ben ke singapore ada proyek yang harus dia selesaikan...


(Kakek lisa)


Kamu dan ben baik baik saja kan?


(Lisa)


Kok kakek nanya nya gitu? Lisa sama ben baik baik aja kok kek...


(Kakek lisa)


Syukurlah, kakek berharap kalian selalu bersama sama sampai maut yang memisahkan...


(Lisa)


Amin.....


(Kakek lisa)


Kamu pasti belum makan kan? Bude sama ibu kamu udah masak makanan kesukaan kamu


(Lisa)


Kita makan bareng ya kek...


(Kakek lisa)


Kakek gak bisa menolak kalau kamu yang mengajak...


(Lisa)


Ahh...kakek bisa aja...


Lisa lalu membantu kakeknga berdiri dan menggandeng lengan kakeknya menuju ruang makan.


Siang itu lisa merasa senang bisa makan bersama lagi dengan kakek, ibu serta budenya.


Berkumpul bersama keluarga yang sudah lama lisa rindukan.

__ADS_1


Bahkan tak lama kemudian ayah serta suami bude nya menyempatkan untuk pulang dan makan siang bersama mereka.


__ADS_2