
Setelah mendengar ucapan lisa, akhirnya ben bisa berfikir lebih jernih,ia merasakan dirinya yang sangat egois terhadap mamanya.
Ia mau merasakan kebahagiaan dengan orang yang di cintai nya, tapi ia melarang mama nya untuk bahagia. Ben merasa perbuatannya terhadap mamanya sudah kelewatan.
Ia terus meratapi kesalahannya yang telah membentak mamanya,dan mengeluarkan kata kata kasar yang pasti menyakiti hati mamanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.30 malam, lisa telah tertidur. Sedangkan ben masih terjaga, ia bersandar pada headboard dan masih menyesali perkataan yang telah ia lontarkan untuk mamanya.
Ben berencana besok akan menemui mamanya dan meminta maaf kepada mamanya.
Ben lalu merebahkan dirinya disebelah lisa, ia mencium kening dan tangan lisa sebelum ia memejamkan matanya.
Jam terus berputar, suara dentinganya mengisi suasana sepi malam itu.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi. Lisa yang merasa haus lalu terbangun dari tidurnya.
Ia menuju meja dimana seceret air dan gelas selalu ia sediakan dikamar.
Lisa meneguk segelas air sebelum ia kembali tidur lagi.
Ia melihat ben tidur telentang, dan bulir bulir keringat memenuhi dahinya.
Lisa melihat suhu AC kamarnya, dan suhunya cukup dingin, lisa lalu mengelap keringat ben dan saat tangannya menyentuh kulit ben, lisa terkejut suhu tubuh ben sangat panas, lisa sangat yakin jika ben sekarang sedang demam.
Lisa lalu menyalakan lampu dan mengambil termometer di kotak obat.
Setelah mengecek suhu tubuh ben lisa melihat angka yang muncul di monitor
" 40°" suhu badan ben sangat tinggi
Lisa mencoba membangunkan ben, tapi tak ada reaksi dari tubuh ben. Lisa terlihat panik. Lisa lalu mengambil ponsel ben dan mencoba menelpon reno.
Dan saat panggilan terhubung.
📲 reno : lo ngapain jam segini nelpon gue ben, tau aja lo gue lagi tugas..
📲 lisa : kak, ini aku....
📲 reno : lisa...kenapa lis?
📲 lisa : kak, ben demam panasnya sampe 40°
📲 reno : yaudah lo jangan panik, gue kirim ambulance kerumah lo ya sekarang.
📲 lisa : iya kak...
Lisa lalu berganti baju, dan keluar kamar untuk membangunkan sari dikamarnya.
Lisa lalu mengetuk kamar sari. Dan tak lama pintu terbuka.
(Sari)
Bu...ada apa?
(Lisa)
Mba sari, saya minta tolong bantu saya,sebentar lagi ambulance datang kamu jaga di depan ya dan kalau sudah datang langsung suruh kekamar saya.
(Sari)
I....iya bu...
Sari lalu membangunkan tuti dan mereka menyalakan sebagian lampu dan menunggu di depan rumah.
30 menit kemudian ambulance datang, bersama reno.
Reno langsung disuruh sari untuk naik menuju kamar ben dan lisa.
Sesampainya di kamar ben dan lisa, reno langsung menghampiri ben.
Reno mulai memeriksa keadaan ben. Dan saat ia mengecek ulang suhu badan ben benar saja apa yang di katakan lisa.
Reno langsung menyuruh petugas ambulance untuk memindahkan tubuh ben ketandu dan membawanya ke ambulance.
(Reno)
Lo tenang ya lis...ben gak bakal kenapa kenapa?
Lisa mengangguk dan mengikuti ben ke ambulance.
Di perjalanan menuju Rs. Lisa terus menggenggam tangan suaminya itu.
20 menit kemudian mereka sampai dan ben langsung ditangani di UGD.
Lisa terus mendampingi ben,setelah pengecekan ulang dan dipasang infus ben dipindahkan ke kamar rawat inap.
Lisa selalu berada di sisi ben.
(Reno)
Udah lo istirahat aja, ben udah gak papa kok bentar lagi juga dia sadar..
(Lisa)
Makasih ya kak...
(Reno)
__ADS_1
Bentar gue ambilin extra bed biar lo istirahat...
Lisa mengangguk, mata nya cukup terasa berat, karna jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Tak lama kemudian reno masuk dengan membawa extrabed dan selimut untuk lisa.
Reno menyiapkan extra bed dan menyuruh lisa untuk istirahat.
Cahaya matahari pagi masuk kedalam kamar dan membangunkan ben, ia kaget melihat dirinya berada di Rs dengan tangan di infus.
Ben lalu bangkit dan duduk. Ia lalu melihat kesebelah kirinya lisa tertidur dengan lelap dengan di tutupi selimut sampai ke leher.
Ben merasa bersalah, lisa pasti dibuat kewalahan saat membawanya kesini.
Ben turun dari ranjang sambil mendorong tiang infusnya, ia menghampiri lisa yang tengah tertidur. Ben mengelus lembut rambut lisa dan mencium keningnya.
Ben menuju kamar mandi dan membilas wajahnya.
15 menit kemudian endy dan beberapa perawat masuk, ia tak mengetahui pasien yang akan ia periksa adalah ben.
Endy tak sempat bertanya kepada perawat nama pasiennya.
Saat endy melihat ben duduk di kursi dengan tangan di infus, serta lisa yang masih tertidur.
(Endy)
Pasiennya lo.. (dengan nada suara yang sedikit nyaring)
(Ben)
Sssttttt.....berisik lo...
Para perawat heran melihat pasien nya berani terhadap dokter mereka.
(Endy)
Lo bisa sakit juga ternyata... (dengan ekspresi meledek)
Ben hanya memutar bola matanya mendengar ucapan sahabatnya itu.
Endy lalu menyuruh perawat untuk mengecek tekanan darah serta suhu badan ben.
(Perawat)
Tekanan darah 90/100 dok
Suhu badan 38°c
(Endy)
Haiiisshhhh.....
Kebanyakan kerja lo ampe kaya gini, lo gak kasian tuh liat lisa lagi hamil harus nemenin lo dirawat kaya gini...
Mereka seperti sedang reuni.
(Ben)
Ngapain lo semua kesini sih.. (dengan suara yang pelan)
(Ardi)
Kita ngejengukin lo lah...
(Reno)
Sssttt....jangan berisik kasian lisa
(Endy)
Gue tinggal dulu entar gue balik lagi, masih ada beberapa pasien yang harus di cek.
Endy dan 2 perawat lainnya pergi meninggalkan ruangan ben.
(Ben)
Ren....gue minta tolong dong lo pindahin lisa keranjang,gak nyaman pasti dia tidur di extrabed gitu..
Reno menggangguk dan menggendong lisa keatas ranjang.
Ben menyelimuti tubuh lisa dan membiarkannya tidur.
Ben, reno dan ardi duduk di sofa dan mereka mngobrol.
(Reno)
Ben lo jaga kesehatan deh, jangan sampai lo sakit, apa lagi lisa lagi hamil, gue kasian liat dia tadi subuh panik banget
(Ben)
Iya ren, (sambil melihat ke arah lisa)
Cukup lama mereka mengobrol, dan tak lama kemudian mama ben masuk tergesa gesa menuju kamar rawat ben.
Mama ben sempat menelpon ponsel lisa tapi tak ada jawaban, ia khawatir jika ben dan lisa bertengkar karna dirinya, mama ben lalu memutuskan untuk menelpon kerumah dan sari memberitaukan jika ben sakit dan dilarikan ke Rs.
Sambil ditemani oleh jimmy mama ben pergi ke Rs, awalnya ia menolak jimmy ikut tapi jimmy juga menghawatirkan keadaan ben.
Perasaan nya campur aduk, ia sangat bersalah kepada ben. Ia berfikir pasti ben sakit karena dirinya.
__ADS_1
Saat pintu kamar rawat ben terbuka mama ben langsung masuk, ia kaget dan sedikit lega melihat ben sudah dalam kondisi baik.
Mama ben langsung memeluk putranya itu.
Ben membalas pelukan mamanya, dan saat bersamaan ben melihat sosok laki laki yang dikenalinya.
Awalnya ben merasa tak senang melihat sosok tersebut. Tetapi ia mengingat ucapan lisa.
"Kita tidak bisa menilai orang dari luarnya, tanpa kita tau bagaimana dalamnya"
Reno dan ardi yang tak ingin mengganggu mereka, langsung pamit kepada ben dan mamanya.
Mama ben tau ini bukan waktu yang tepat untuk mereka berkenalan.tapi keadaan lah yang memaksa mereka bertemu.
Dengan datar ben menyuruh mamanya serta jimmy untuk duduk.
Pertemuan mereka sedikit terasa canggung, ben berharap lisa ada disebelahnya untuk membuatnya tenang, tapi apa daya lisa masih terlelap dalam tidurnya.
Ruangan terasa sunyi, tak ada dari mereka yang berani memulai percakapan.
Mereka hanya diam seribu bahasa, entah harus memulai nya dari mana?
Diam diam ben mengamati jimmy dari atas sampai bawah. Ben melihat apa yang spesial dari orang ini, hingga bisa membuat mama menyukainya.
Dan saat mereka diam tanpa suara, tiba tiba suara teriakan lisa membuat tiga orang yang terdiam itu kaget.
Ben langsung menghampiri lisa dengan cepat, dan disusul mamanya.
(Ben)
Sayang....sayang kamu kenapa? (Terlihat panik)
(Lisa)
Perut aku....perut aku keram ben...aww.....
Ben dibuat panik, ia takut terjadi apa apa kepada lisa dan baby nya.
Mama ben langsung mengelus lembut perut lisa.
(Mama ben)
Gak papa.....ini wajar kok keram saat hamil itu biasa...kamu rilex ya sayang...
Elusan tangan mama ben menenangkan lisa, rasa keramnya mulai menghilang ben lega melihat lisa tak kesakitan lagi.
Lisa melihat mereka akhirnya bertemu.
Lisa lalu bangkit dari tidurnya.
(Lisa)
Makasih ya ma...
(Mama ben)
Sama sama sayang...
Beneran udah enakn perutnya
(Lisa)
Iya ma...
Lisa lalu turun dari ranjang, ia memberi kode untuk ben, ben tidak mengerti apa yang dimaksud istrinya itu.
Dan setelah memahaminya, akhirnya ben mengerti, lisa ingin dirinya mulai bicara ke mamanya dan jimmy.
Lisa lalu masuk kedalam kamar mandi dan membilas wajahnya.
Ia berencana akan membiarkan mereka bertiga mengobrol.
Lisa lalu pamit kepada ben dan mamanya ia ingin ke minimarket rumah sakit.
Setelah mendapat ijin dari ben, lisa keluar dari kamar rawat ben.
Kini tersisa mereka bertiga, mereka masih merasa cangung satu sama lain. Sampai pada akhirnya jimmy lah yang memulai percakapan.
(Jimmy)
Hai ben....
Sebenarnya saya ingin memperkenalkan diri ke kamu, tapi saya yakin kamu sudah mengetahui siapa saya.
Ben tak menjawabnya, ia bingung harus menjawab seperti apa?
(Jimmy)
Harusnya dari awal saya sudah membicarakan ini langsung ke kamu, tapi maaf waktu yang belum mengijinkannya
(Mama ben)
Ben,,,maafin mama, mama emang salah,mama sudah ingkar ke kamu.kamu mau kan maafin mama?
(Ben)
Ben yang harusnya minta maaf ke mama, ben sudah menyakiti hati mama, gak seharusnya ben berkata seperti itu.maafin ben ma
__ADS_1
Mama ben langsung menghampiri ben dan memeluknya.
Jimmy merasa senang melihat anak dan ibu yang tadi bertengkar akhirnya telah berbaikan.dan ia berfikir mungkin sekarang adalah gilirannya ia harus mengambil hati ben. Dan bisa mendapat restu dari ben.