Malam yang panjang

Malam yang panjang
107. "Restu"


__ADS_3

Pagi ini Ben sedang di sibukkan dengan membereskan kamar, ia diminta lisa untuk memebereskan kamar setelah aksinya yang membuat kamar mereka seperti kapal pecah, dengan santai ben membereskan bantal dan guling yang berserakan dilantai kamar.


Sedangkan lisa ia tengah mandi, setelah aksi ben yang yang membuat dirinya lupa akan segala hal, jika keduanya tak ingat, kalau lisa sedang hamil, mungkin aksi mereka akan berlanjut sampai pagi.


Lisa yang berdiri didepan cermin dengan handuk yang melilit tubuhnya, ia bisa melihat bekas bekas sisa aksi mereka.


Lisa yang masih berdiri didepan cermin tiba tiba dikagetkan dengan masuknya ben dan langsung memeluk tubuhnya dari belakang.


Ben membenamkan wajahnya di bahu lisa, menciumin bahu lisa.


Sudah menjadi kebiasaan baru buat ben saat ia bangun di pagi hari ia akan selalu menyapa calon baby nya itu.


Ben lantas berjongkok di hadapan perut lisa, ia lalu mengelus lembut perut yang tertutupi handuk itu.


(Ben)


Pagi kesayangan nya papa... (sambil menciumi perut lisa)


Setelah itu ben bangkit dari posisinya dan berdiri, ia mencium kilas bibir lisa sebelum ia menuju shower untuk mandi.


10 menit kemudian ben keluar dari kamar mandi, saat ia keluar kamar lisa sudah tidak ada di kamar.


Di atas ranjang lisa telah menyiapkan baju untuk ben pakai.


Ben masih belum masuk kantor, ia diberi ijin 1 minggu oleh mamanya untuk beristirahat.


Dan kesempatan itu tidak di sia siakan oleh ben. Ia bisa menghabiskan waktu dan menemani lisa sepanjang hari.


Dan setelah memakai pakaiannya, ben keluar dari kamar, ia melihat lisa sudah duduk di meja makan menunggunya.


Ben lantas duduk di sebelah lisa, lisa terlihat jauh lebih mendingan sekarang, ia tidak mual mual lagi saat mereka makan.


Lisa mengambilkan nasi goreng untuk ben.


(Ben)


Sayang....


(Lisa)


Hmmm......


(Ben)


Aku udah putuskan semuanya.


(Lisa)


Untuk??


(Ben)


Untuk hubungan mama dan jimmy sanjaya.


(Lisa)


Oh ya...syukurlah kalau kamu udah ngambil keputusan, terus apa?


(Ben)


Malam ini aku mau bertemu mama dan jimmy sanjaya,buat membicarakan semuanya.


(Lisa)


Aku mau tau keputusan kamu gimana sayang?


(Ben)


Nanti malam ya... (sambil menangkup wajah lisa)


Entar malam aku mau ngajak kamu ,mama sama jimmy sanjaya makan malam, dan nanti aku kasih tau keputusan aku..


(Lisa)


Gak sekarang aja sayang...


(Ben)


No.....sekarang makan yah... (mencium kening lisa)


Lisa dibuat penasaran dengan keputusan yang di ambil oleh ben, ia tak tau ben akan menyetujui hubungan mamanya atau tetap menolaknya.


Tapi lisa berusaha menerima apapun keputusan ben nanti.


Mereka menikmati sarapan mereka dan sesekali mengobrol.


Setelah sarapan tadi ,ben dan lisa duduk dihalaman belakang, ben sedang memperhatikan lisa yang tengah merawat bunga bunga mawar yang ditanamnya.


Sambil memperhatikan lisa ben mengirim pesan ke mamanya soal keputusan yang telah diambilnya.


📩 ben : ma, entar malam ben sama lisa mau ngajak mama dan jimmy sanjaya untuk makan malam, mama ada waktu gak?


📩 mama ben : tentu sayang, tapi biar mama tanyakan ke pak jimmy apa beliau ada waktu.


📩 ben : baiklah kalau kalian bisa ben tunggu mama di resto goldenhits jam 7 malam.

__ADS_1


📩 mama ben : baiklah sayang.


Ben memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana, ia kembali melihat lisa yang masih asyik dengan mawar mawarnya.


Semenjak mereka tinggal dirumah itu, lisa seperti membawa kebiasaannya saat di bandung, ia banyak mengoleksi bunga mawar dan anggrek, taman belakang mereka yang awalnya hanya berisi rumput hijau, kini telah berubah menjadi taman bunga.


Melihat lisa berada di tengah tengah bunga membuat ben bisa melihat kecantikan istrinya itu bertambah. Kesan natural yang selalu lisa tampilkan memberi suatu energi untuk ben.


Ia tak henti henti mengucap syukur, karna telah diberikan sosok wanita yang sangat sangat membuat hidupnya bahagia.


(Ben)


Sayang.....udah yukk...


Mawar mawar kamu gak akan ada yang ngambil, jadi gak perlu dijagain...


(Lisa)


Coba aja ada yang berani ngambil... (sambil mengepalkan tangannya)


Ben kaget melihat ekspresi istrinya itu...


Namun ben hanya tersenyum melihat tingkah lisa.


Ben lantas menarik tangan lisa untuk masuk kedalam rumah, karena matahari siang sudah sangat terik.


Dan jam sudah menunjukkan pukul 11.30 siang.


Setelah mencuci tangan lisa menghampiri ben yang sedang duduk di ruang Tv atas.


Sambil membawa sepiring semangka ditangannya.


Semakin hari lisa semakin berat akan dirinya, langkahnya pun tidak secepat dulu lagi.


Dengan pelan ia menaiki anak tangga, sesampainya di sofa lisa duduk disebelah ben yang tengah asyik menonton tayangan MOTO GP kesukaannya.


Lisa bingung, ia melihat apa yang menarik dari sebuah balapan motor, karena ia tidak begitu paham dengan yang di tonton ben, lisa memilih bermain dengan ponselnya, sambil bersandar di lengan ben yang direntangkan.


Lisa sudah tidak sabar ketika melihat perlengkapan bayi di online shop.


Jika tidak dilarang ibunya mungkin ia sudah banyak membeli perlengkapan bayi yang lucu lucu....


Ya sebagai orang jawa, adat istiadat masih mereka junjung, kata pamali selalu ia dengar kalau ibunya datang.


Lisa hanya bisa bersabar menunggunya.


Ben akhirnya memalingkan wajahnya kelisa saat acara yang di tontonnya sedang jeda iklan.


Ben mencium pucuk kepala lisa dan bertanya apa yang tengah lisa liat.


(Ben)


(mencoba melirik ke arah ponsel lisa)


(Lisa)


Cuma liat liat doang, habis lucu lucu banget...


(Ben)


Mau beli perlengkapan baby?


(Lisa)


Kan belum boleh sayang, kata ibu kalau belum 7 bln itu pamali..


(Ben)


Alasannya..?


(Lisa)


Gak tau...


(Ben)


Yaudah.....sabar aja, bentar lagi kok...


(Lisa)


Iya.....


Ben kembali fokus kelayar tv saat acaranya mulai kembali.


----------------------------------


jam telah menunjukkan pukul 18.00 sore, ben dan lisa tengah bersiap untuk makan malam bersama mamanya serta jimmy sanjaya.


Ben malam ini menggunakan kemeja lengan panjang berwarna hijau army, dipadupadankan dengan celana bahan berwarna hitam, lengan baju yang dilipat menambah kesan cool terhadap ben.


Lisa juga menggunakan dress warna yang senada dengan kemeja milik ben, dress tanpa lengan itu membuat lisa sangat cantik, perutnya yang sedikit membuncit tidak mengurangi aura kecantikan yang dimilikinya.


Rambut panjang bergelombang itu dibiarkan nya terurai.


Setelah siap ben dan lisa langsung menuju tempat mereka janjian dengan mamanya.

__ADS_1


30 menit kemudian, ben dan lisa sampai di Resto yang dipesan ben.


Setelah memberikan kunci mobil ke valey, ben dan lisa masuk dan menuju meja yang telah di reservasi olehnya.


Keduanya lalu duduk dan menunggu kedatangan mamanya serta jimmy sanjaya.


10 menit kemudian mama ben serta jimmy sanjaya akhirnya datang.


Ben dan lisa langsung menyapa kedatangan mamanya serta jimmy.


(Mama ben)


Maaf ya mama telat....


(Lisa)


Gak papa kok ma,lisa sama ben juga baru nyampe.


(Jimmy)


Selamat malam ben, selamat malam lisa


(Ben & lisa)


Malam....


Ben lalu mempersilahkan jimmy untuk duduk.


Ben langsung memanggil pelayan dan meminta untuk mengeluarkan menu yang mereka sajikan.


Para pelayan langsung menyuguhkan appatizer, maincourse dan dissert untuk mereka.


Pelayan memberikan piring dengan menu berisikan Avocado cream chesee snack roll, yang ditata sangat cantik dipiring


Ben, mamanya serta jimmy menikmati menu tersebut, tapi tidak untuk lisa saat melihat cream berwarna putih dipiring itu ia sama sekali tak berminat untuk memakannya.


(Mama ben)


Kenapa sayang, kok gak dimakan?


Lisa hanya menggeleng dan menutup mulutnya dengan tangan.


Mama ben paham dan sangat mengerti.


Mama ben lalu meminta menu yang segar dan sedikit asam agar lisa berselera makan.


Ben merasa kasihan terhadap lisa, ia jadi tak bisa merasakan makanan dengan nyaman.


Setelah makan mereka selesai, ben mulai membicarakan tujuannya untuk bertemu mama nya serta jimmy.


(Ben)


Ma, mungkin mama atau pak jimmy sudah mengetahui tujuan ben mengajak kalian untuk makan malam bersama, ini soal hubungan yang sedang kalian jalani.


Sebenarnya ben cukup berat untuk memutuskan ini, tapi ben harus.


Mama ben serta jimmy dibuat deg deg an akan keputusan yang akan di sampaikan oleh ben.


Lisa yang duduk di sebelah ben pun ikut deg deg an mendengar keputusan suaminya itu.


(Jimmy)


Ben, saya akan menghargai keputusan yang akan kamu berikan


Dan menerimanya dengan senang hati.


Mama ben hanya tertunduk tak berani menatap wajah serius ben saat ini.ia dan jimmy sudah sepakat, apapun keputusan yang diberikan ben untuk mereka, akan mereka terima walau keputusan itu akan sangat menyakitkan.


(Ben)


Ben hanya ingin mama bahagia, ben sadar, ben tidak selalu ada menemani mama saat mama ingin berkeluh kesah, awalnya ini adalah keputusan sulit untuk ben, tapi ben akan menjadi orang yang sangat egois jika tak ingin melihat mama bahagia, selama 27 thn hidup ben, mama selalu ada untuk ben, dan maafkan ben juga yang sempat berkata kasar dan melukai hati mama.


Ben merestui hubungan mama dengan pak jimmy, ben berharap mama selamanya akan bahagia.


Mama ben serta jimmy sanjaya kaget mendengar ucapan ben tersebut, kata restu yang terlontar dari mulut ben membuat rasa sesak didada mereka seakan hilang. Mama ben menatap ben dan menitikkan air matanya.


Jimmy sanjaya langsung menjabat tangan ben dan mereka saling berpelukkan.


(Jimmy)


Terimakasih ben.


(Ben)


Sama sama...saya berharap anda bisa membahagiakan mama selamanya.


(Jimmy)


Pasti...pasti akan saya lakukan ben.


Lisa ikut terharu melihat mereka.


Akhirnya lisa bisa melihat orang di sekelilingnya bisa berbahagia. Lisa juga menatap bangga terhadap suaminya itu, ia bisa menjadi sangat dewasa dalam menentukan sesuatu.


Batin lisa :

__ADS_1


"Tuhan kau kirimkan ku malaikat yang sangat tampan dan baik, terimakasih dan ijinkan aku untuk mendapinginya sampai akhir nafasku"


__ADS_2