Malam yang panjang

Malam yang panjang
88. Excessive Jealousy


__ADS_3

1 bulan kemudian.


Mama ben baru saja turun dari pesawat,ia berjalan menuju keluar bandara bersama asisten pribadinya Lia.


Dari jauh mama ben sudah melihat sosok laki laki tampan berdiri menggunakan setelan jas berwarna biru navy sedang melihat ke arahnya.


Dan di sebelahnya ada seorang gadis cantik dengan dress putih polos yang di padupadankan dengan jaket jeans dan tersenyum manis juga ke arahnya..


Mama ben merasa bahagia banget bisa bertemu kembali setelah hampir 5 bln lebih berpisah dengan anak laki lakinya yang tampan serta calon menantunya yang cantik.


Saat mereka bertemu orang pertama yang di peluk mama ben adalah lisa. Ia langsung memeluk hangat calon menantunya yang sudah di anggapnya seperti anak sendiri itu...


Ben yang sudah menebak kejadian ini hanya terdiam. Ia tau setelah ada lisa dirinya kini menjadi yang kedua.


(Lisa)


Mama apa kabar,lisa kangen banget (sambil memeluk)


(Mama ben)


Mama baik sayang,kamu gimana?


(Mengelus lembut punggung lisa)


(Lisa)


Lisa juga baik ma,(melepaskan pelukannya)


(Mama ben)


Kamu makin tambah cantik aja sih...


(Lisa)


Mama bisa aja,mama juga tambah cantik aja? Mama gak nemu gebetan eropa atau asia gitu di singapore.. (menggoda mama ben)


(Mama ben)


Ada sih tapi mama malu nanti mama cerita deh (sambil berbisik ke lisa)


Ben menggeleng kan pelan kepalanya,melihat dua wanita yang dicintai ini kalau sudah bertemu lupa pada sekelilingnya.


(Ben)


Ehemm....ehemm....


Ben bukan nyamuk loh ya di anggurin...


Lisa dan mama ben baru sadar kalau ben sedang bersama mereka.


(Mama ben)


Maaf sayang....sini mama kangen juga sama kamu.. (menghampiri ben dan memeluknya)


Anak mama makin tambah ganteng aja deh...


(Ben)


Ben udah ganteng dari lahir ma jadi gak akan berkurang kadar kegantengan nya tapi bakal nambah terus 😎


Lisa,andri dan lia tersenyum mendengar ucapan ben. Terutama andri ia tidak menyangka kalau bos nya ini memiliki tingkat PD yang sangat tinggi....


Lisa yang berdiri menatap ke arah ibu dan anak yang sedang melepas kangen ini terlihat menjadi pemandangan yang sangat indah.


Dan tanpa lisa sadari dari belakang seorang pria asing membawa koper begitu banyaknya hingga tak melihat jalan dan menabrak lisa hingga lisa terjatuh.


(Lisa)


Aawwwww........ (tersungkur ke lantai)


Ben yang melihat langsung mengahmpiri lisa,


(Ben)


Sayang kamu gak papa... (sambil mengamati apa ada yang terluka)


Sayang lutut kamu luka


Lisa yang terjatuh hingga lututnya luka dan berdarah membuat ben dan mama nya panik.


(Mama ben)


Sayang kamu gak papa?


(Lisa)


Gak papa kok ma,luka biasa aja?


(Orang asing)


I'm sorry, i dont see


(Saya minta maaf, saya tidak melihat)


(Lisa)


No problem sir...


(Tidak masalah tuan)


Ben langsung menggendong tubuh lisa untuk masuk kedalam mobil


(Lisa)


Ben aku gak papa...cuma luka kecil aja


Ben tidak menghiraukan lisa yang berbicara padanya,sesampainya di dalam mobil , mama ben langsung duduk di sebelah lisa dan ben duduk di kursi depan bersama andri yang menyetir, sedangkan lia asisten mama ben mengikuti dengan mobil kantor dari belakang.


(Lisa)


Ma, ben dengerin aku ya aku gak papa, cuma luka kecil aja dikasih obat merah dan plester beres...


(Mama ben)


Mama cuma khawatir sama kamu sayang...


(Lisa)


Makasih ma...


(Ben)


Kamu yakin gak papa ?


(Lisa)


Iyaaa aku yakin , mampir apotik bentar beli obat merah dan plester beres...


(Ben)


Yaudah...


Andri cari apotik terdekat ya...


(Andri)


Baik pak....


Lisa dibuat tak enak karna dirinya sudah membuat ben dan mama nya panik.


Tidak lama andri menyetopkan mobil di sebuah apotik. Ben langsung turun dari mobil dan masuk kedalam apotik.


(Lisa)


Ben kebiasaan deh...gak bisa tenang


(Mama ben)


Ben sama persis dengan papanya. Alm papa ben juga orang yang gak bisa lihat mama luka sedikit,pasti heboh banget


(Lisa)


Yang bener ma?


(Mama ben)


Iya...dulu waktu mama hamil ben usia 4 bulan mama lagi masak dan gak sengaja tangan mama keiris pisau,kamu tau gak mama mau sampe mau di bawa ke Rs buat di obatin...


(Lisa)


Hahhaha....ben banget deh ma..

__ADS_1


(Mama ben)


Iya bagi mama ben itu foto copy an nya papanya banget...sangatt mirip


(Lisa)


Mama kangen banget ya sama alm papa..?


(Mama ben)


Pasti....setiap hari mama selalu mengingat wajah alm papa nya ben. Apa lagi kalau mama berhadapan dengan ben mama serasa melihat papa nya ben.


Dan gak lama kemudian ben keluar dari apotik, ia lalu membuka pintu mobil dan menyuruh mamanya untuk duduk di depan.


(Ben)


Ma,mama duduk didepan ya ben ngobatin kaki lisa


(Lisa)


Aku bisa sendiri kok...


(Mama ben)


Yaudah mama duduk di depan. (Keluar dari mobil dan berpindah di kursi depan)


Lisa menggeleng kan kepalanya melihat tingkah ben yang begitu berlebihan.


Ben lalu masuk dan menutup pintu mobil.andri kembali menjalankan mobilnya.


Ben lalu membuka bungkus kapas dan alkohol untuk membersihkan luka lisa.


(Ben)


Sayang, kok gak aduh aduh sih biasanya kan perih


(Lisa)


Ishh....apaan sih lebay (sambil melotot ke arah ben)


Kan aku udah bilang cuma luka kecil kamunya aja yang lebay..


(Ben)


Luka kecil dari mana? Darah nya segini banyaknya kamu bilang kecil


Andri dan mama ben hanya tersenyum mendengar sepasang kekasih yang sedang berdebat soal luka.


Ben lalu sengaja menekan sedikit lukanya hingga akhirnya lisa kesakitan.


(Lisa)


Aww.....sakit...ishh jangan di tekan dong...


(Ben)


Katanya cuma luka kecil... (sambil terus membersihkan dengan alkohol)


(Lisa)


Ya kalau ditekan kaya gitu pasti sakit...


(Mama ben)


Ben....yang bener dong ngobatinnya...


(Ben)


Iya ma....


Setelah selesai membersihkan dengan alkohol ben memberi obat merah di kapas dan menempelkan pada lukanya,lalu ben menutup nya dengan plester...


Mereka langsung menuju sebuah restoran untuk makan siang.


15 menit kemudian mereka sampai di salah satu resto yang diinginkan oleh mama ben.


Andri turun dengan cepat dan membuka kan pintu mobil untuk bu intan sedangkan ben membuka kan pintu mobil untuk lisa.


(Mama ben)


Sayang kamu bisa jalan kan...?


(Lisa)


(Ben)


Kalau mau aku gendong sekarang...


(Lisa)


Enggak.... (berlari kearah mama ben)


Mama ben tertawa melihat tingkah anak dan calon menantunya itu.


Lisa lalu menggandeng tangan mama ben masuk kedalam resto tersebut.


(Ben)


Sayang...kamu gak mau gandeng tangan aku aja,kan aku tunangan kamu...


(Lisa)


Gak....


Ben menggeleng heran lisa dan mama nya bisa secocok itu dan lisa bisa begitu manja terhadap mama nya.


Setelah pegawai resto menunjukan meja kosong ,mereka lalu duduk bersama,andri,lia bahkan supir kantor pun di ajak makan oleh mama ben.


(Mama ben)


Kalian pesan aja ya...


(Andri,lia & supir)


Baik bu,terima kasih.


(Mama ben)


Sayang disini itu menu yang paling best seller itu sapi lada hitam dan balado cuminya , kamu mau coba gak?(bicara kepada lisa)


(Lisa)


Boleh ma,kalau mama yang bilang pasti recomend banget deh...


(Mama ben)


Udah gorengnya juga enak loh sayang...mama bisa nambah pokoknya kalau makan disini...


(Lisa)


Ma,kapan kapan kita kulineran yukk


(Mama ben)


Ayukk mama suka banget tuh kulineran kemaren aja pas mama di singapore mama hampir setiap pulang dari kantor kulineran bareng lia, iya kan lia?


(Lia)


Iya bu....ibu sampai lupa sama berat badan?


(Lisa)


Pantesan mama sedikit cubby....


(Mama ben)


Tapi mama masih cantik kan?


(Lisa)


Pasti dong ma...


Ben kesel karna dirinya sama sekali tak dianggap oleh mama nya dan lisa.


Ben lebih memilih diam dan sibuk dengan ponselnya.


Tidak lama kemudian semua makanan yang di pesan oleh mama ben datang.


Meja pun penuh dengan berbagai macam makanan. Lisa lalu mengambilkan nasi untuk mama ben.


(Lisa)

__ADS_1


Biar lisa aja ma yang ngambilakn nasinya... (sambil menyendokkan nasi ke piring mama ben)


(Mama ben)


Makasih ya sayang....


(Lisa)


Sama sama ma....


Sayang siniin piring kamu (bicara kepada ben)


Masih dengan perasaan kesalnya ben menyodorkan piringnya ke arah lisa.


(Lisa)


Lagi gak...


(Ben)


Udah (dengan ekspresi cemberut)


Mereka lalu mulai makan dan mencicipi semua makanan yang jadi recomend dari mama ben.


1 jam kemudian mereka semua selesai makan.


Mama ben memutuskan untuk kembali ke kantor karna ada beberapa hal yang harus mama ben lakukan.


(Mama ben)


Kalian langsung pulang aja habis ini


(Ben)


Mama gak pulang dulu aja


(Mama ben)


Mama ke kantor sebentar habis itu baru mama pulang.


(Ben)


Yaudah kalau gitu ben pulang ya ma...


(Lisa)


Mama hati hati ya...nanti lisa telpon mama deh...


(Mama ben)


Iya sayang...kamu juga hati hati ya... (sambil cipika cipiki dengan lisa)


Ben dan lisa lalu berjalan keluar resto meninggalkan mama nya.


*


*


*


Sepanjang perjalanan ben hanya diam dan masih dengan ekspresi ngambeknya terhadap lisa.


Lisa masih tidak menyadari kalau ben sedang kesal terhadapanya.


Lisa malah sibuk dengan tab ditangannya. Dan ben makin menjadi kesal karna lisa tidak peka terhadap dirinya yang sedang ngambek.


(Lisa)


Sayang...kok kamu diam aja sih dari tadi? (Masih fokus ke arah tab nya)


(Ben)


Gak papa.....


(Lisa)


Owh....kirain kamu lagi ngambek...habis dari tadi diam aja.


Ben menghela nafas panjang 😧 ia berfikir sejak kapan lisa menjadi tidak peka seperti ini.


45 menit kemudian keduanya sampai di appartemen, ben dan lisa turun dari mobil dan mereka masuk kedalam appartemen.


Sambil menunggu lift turun, lisa masih mengerjakan sesuatu dari tabnya. Sedangkan ben masih setia dengan wajah ngambeknya ia berharap lisa memeperhatikannya tapi lisa malah sibuk dengan tugas tugasnya di tab.


Pintu lift terbuka dan mereka masuk,ben lalu memencet tombol 8.


1-2-3-4-5-6-7-8 Ting.....


Saat pintu lift terbuka lisa keluar pertama dan di susul oleh ben.sesampainya didepan pintu kamar appartemen lisa lalu menekan pascode dan pintu terbuka.


Setelah pintu terbuka lisa langsung melepas heelsnya dan menaruhnya di rak sepatu.


Ben yang makin kesal karna lisa tidak juga menyadari tiba tiba saat lisa igin memakai sendal rumah ben langsung menarik dan mendorong tubuh lisa ke dinding.


Dengan perasaan kesalnya ben langsung mencium paksa lisa.


(Lisa)


Ben..ugh...mmhh...ben lepasin...mmmhhmm BEN.....


Ben lalu melepaskan ciumannya itu dan mentap wajah lisa. Lisa akhirnya melihat wajah ben yang terlihat kesal.


Lisa yang tadi ingin marah terhadap ben tiba tiba merasa ada yang salah terhadap ben.


(Lisa)


Kamu kenapa sayang (sambil menangkup wajah ben)


Ben tidak menjawab pertanyaan lisa dan kembali mencium bibir lisa tapi tidak sekasar tadi. Lisa membalas ciuman yang di berikan ben.


(Lisa)


Aku ada salah sama kamu...


Kalau memang aku salah aku minta maaf ya... (mengalungkan tangannya di leher ben)


Ben lalu melepas sepatu nya dan langsung menggendong lisa untuk duduk di sofa.


Ben duduk sambil memangku lisa di atasnya.


(Ben)


Aku cemburu sayang....


Aku cemburu kamu sama mama begitu antusias saat bertemu sampai kalian lupa kalau ada aku...


Lisa tidak menyangka kalau ben bisa cemburu terhadap mamanya sendiri,tapi lisa pun meyadari dirinya memang salah tidak memperhatikan ben tadi, ia sibuk mengobrol bercanda bersama mama nya ben, hingga lupa kalau mereka tidak hanya berdua, tapi ada ben juga disana.


(Lisa)


Aku minta maaf,aku cuma merasa nyaman aja kalau bertemu sama mama,aku ngerasa mama seperti ibu, yang paham banget sama aku..


Aku janji gak akan ngabaikan kamu lagi Oke... (sambil mencium kilas pipi ben)


(Ben)


Janji ya...


(Lisa)


Iya janji.... (sambil membentuk jari huruf V)


Ben lalu memeluk lisa, dan lisa mengelus lembut rambut ben.


Walaupun terkadang keduanya masih seperti anak kecil,tapi saat salah satu bersikap seperti itu pasti salah satunya akan bersikap dewasa agar masalah sepele yang tercipta tidak berubah menjadi masalah yang besar bagi mereka berdua.


Inilah kenapa keduanya sangat cocok satu sama lain, dan saling mengisi kekosongan yang ada pada diri mereka masing masing.


Hari demi hari mereka lewatin dengan senyum yang bahagia.


Walau mama ben sudah kembali ke kantor tapi ben masih tetap datang ke kantor.


Setelah memutuskan ben akan terus bekerja dikantor mama nya sambil menunggu lamaran yang ia kirim di Rs diterima. Meskipun ben masih bekerja di kantor tapi waktunya tidak sesibuk waktu awal pertama ia bekerja,ia masih bisa mengantar lisa kuliah atau mengantar lisa yang sedang praktikum di Rs.


Terkadang ben juga menjemputnya tepat waktu.


Semakin hari hubungan mereka semakin erat,walau terkadang ada selisih paham tapi mereka selalu mampu menyelesaikannya.


Yang udah gak sabar liat lisa dan ben nikah,tunggu ya sebentar lagi mereka akan menikah thor kasih sedikit bocoran mereka akan menikah di episode 92 jadi pantengin terus ya...


Dan jangan lupa ❤ like 👍 dan dukung terus novel "Malam yang panjang" ya ceritanya bakal buat kalian baper sebaper bapernya....terimakasih saranghae readers 😘❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2