Malam yang panjang

Malam yang panjang
128. Will You Merry Me


__ADS_3

Suasana pagi itu cukup terlihat tegang,mereka semua yang sedang menikmati sarapan menjadi sedikit tak nyaman.


Bagaimana tidak dua raut wajah datar yang diperlihatkan endy & rosa sukses membuat yang lain kebingungan, meski mereka duduk bersebelahan tapi tak satu kata pun yang keluar dari mulut keduanya.


Sebenarnya didalam hati endy, ia cukup ketakutan,ia takut jika rosa bener bener salah paham terhadapnya.


Apalagi saat ini rosa yang selalu ceria terlihat tenang tanpa ada ekspresi apa apa.


Yang lain juga tak berani bertanya apa apa kepada keduanya.


Mereka memilih diam dan suasana sarapan pagi itu menjadi sangat hening.


Hanya suara ocehan thania lah yang memenuhi ruangan.


10 menit kemudian rosa selesai dengan sarapannya, ia lalu meminta ijin kepada lisa agar dirinya saja yang menyuapi makan untuk thania.


(Rosa)


Lis, boleh gue aja yang nyuapi thania gak? elo lanjutin aja sarapannya.


(Lisa)


Gak ngerepotin kamu ros?


(Rosa)


Enggak...malah gue seneng..


(Lisa)


Yaudah deh, makasih ya..


(Rosa)


Lo kaya kesiapa aja deh pake makasih segala..


(Sambil mengambil mangkuk bubur,dan mendorong stroller thania menuju ruang tv)


Setelah rosa pergi membawa thania,barulah mereka semua bertanya kepada endy.


(Indi)


Ndy, lo berantem sama rosa?


(Endy)


Enggak...


(Ben)


Ndy, kalau lo memang ada masalah mending lo cerita ke kita,sapa tau kita bisa bantu...


(Reno)


Iya ndy, ekspresi kalian berdua pagi ini tuh canggung banget tau gak..


Endy,terlihat bingung dan ia sendiri juga merasa takut ketika melihat ekspresi rosa sedatar itu kepadanya.


Setelah berfikir lama akhirnya endy menceritakan juga soal rencananya melamar rosa.


(Endy)


Sebenarnya gue cuma bohong doang mau balik ke indo.


Itu semua gue rencanain biar rosa BT sama gue, soalnya gue mau buat kejutan buat dia..


(Lisa)


Kejutan ?


(Ranty)


Rosa gak ultah deh kayanya...?


(Indi)


Jangan bilang lo mau ngelamar rosa ya...


(Endy)


Ssssttt.....jangan nyaring nyaring entar kedengaran rosa...


(Ben)


Jadi ini semua cuma rencana lo doang buat ngelamar rosa..


Endy mengangguk...


Mendengar itu,mereka semua menjadi tenang dan ikut senang karena satu lagi sahabat mereka yang akan melangkah ke jenjang yang lebih serius dalam berhubungan.


(Reno)


Terus rencana lo sekarang apaan ?


Rosa udah keliatan BT banget tuh...


(Endy)


Jujur aja nih ya, gue takut, takut rosa BT beneran sama gue...


(Ardi)


Lagian lo bikin rencana diam diam doang, ya kita mana tau ...


(Nia)


Rosa gak bakal kaya gitu kok kak, rosa itu anak nya baik, setelah dia tau kalau kak endy ngerencanain surprise buat dia, dia pasti bakal senang...


(Lisa)


Iya....buktinya aja semalam dia nutupi semuanya dari kita, bahkan dia bilang kalian baik baik aja..


(Endy)


Ahh...😟 gue jadi merasa bersalah deh buat dia sedih kaya gini...


(Ranty)


Udah terlanjur kak, mending dilanjutin..ya gak...?


(Indi)


Yaudah sekarang rencana lo gimana?


(Endy)


Rencana gue sih, hari ini gue bakal pura pura balik ke indo, semalam rosa udah bilang kalau dia gak mau ikut gue pulang,dia masih mau disini sama kalian semua...


Jadi gini........

__ADS_1


Endy menceritakan rencananya kesemua teman temannya, dan mereka semua akan membantu rencana endy hari ini.


(Endy)


Gimana rencana gue bagus gak?


Mereka semua setuju dengan rencana endy & mulai bersiap melaksanakannya.


Di ruangan terpisah, rosa sedang menyuapi makan thania, ia sama sekali tak terlihat sedang sedih.


Ia malah asyik mengajak thania bermain sampai thania tertawa..


Lisa menghampiri rosa dan thania.


(Lisa)


Emm....anak mama gak ngerepotin aunty rosa kan...?


(Rosa)


Enggak dong, iya kan sayang (sambil mencium tangan thania)


(Lisa)


Ros, tadi kak endy udah cerita ke kita semua, kalau dia hari ini mutusin buat balik ke indonesia, kamu beneran gak papa ros?


(Rosa)


Oh...jadi kak endy udah cerita, bagus deh...


Ya mau gimana lagi lis, itu udah jadi keputusannya dia, gue sih masih pengen disini sama kalian.


(Lisa)


Lo yakin gak mau nemenin kak endy aja pulang ke indonesia..


(Rosa)


Enggak lis, semalem gue juga udah bilang kok ke kak endy, kalau gue gak bisa ikut pulang sama dia, dan dia meng iyakan...


Lagian ini liburan pertama kita kan ke luar negri bareng, gue gak mau ngelewatkan itu..


Meski rosa berbicara dengan santai tapi dari matanya jelas banget kalau dirinya saat ini sedang sedih, tapi sebisa mungkin rosa menutupinya.


(Lisa)


Yaudah deh, kalau memang itu udah keputusan kalian berdua...


Oh iya entar sore indi ngajakin shopping kamu mau ikut gak?


(Rosa)


Ikut dong...


(Lisa)


Yaudah....


Rosa tak tau jika sesutu yang indah sedang menunggunya.


*


*


*


*


*


Endy sudah bersiap dengan kopernya, ia akan berpura pura menuju bandara, dan untungnya rosa mengatakan ia tak bisa mengantar endy ke bandara karena dirinya sudah janji dengan lisa & indy .


(Rosa)


Kak, maaf ya aku gak bisa ikut ngantar kebandara...


(Endy)


Iya gak papa, maaf juga ya, aku gak bisa nemenin liburan kamu disini..


(Rosa)


Iya gak papa


(Reno)


Oh iya gue sama ardi bakal ngantar endy kebandara...


(Endy)


Semuanya sorry ya, gue harus balik duluan, happy ya sama liburan kalian...


(Ben)


Lo juga hati hati, kabarin kita kalau lo udah sampai di indo..


(Endy)


Iyaa...


Setelah berpura pura berpamitan endy, reno & ardi pergi seolah olah mereka akan menuju bandara.


Ben dan yang lain berharap jika rencana mereka ini bisa sukses dan mereka juga sudah tidak sabar menyaksikan momen bersejarah untuk kedua sahabat mereka itu.


----------------------------


Rosa sudah bersiap, ia akan ikut lisa dan indi berbelanja...


(Rosa)


Ranty, nia kalian gak ikut ?


(Ranty)


Gak ros, gue males keluar lagi mager nih?


(Nia)


Iyaa....gue juga masih capek habis pemotretan kemaren..


(Rosa)


Yaudah kalau gitu...


Rosa lalu menghampiri lisa & ben yang sudah menunggu di ruang tamu.


(Lisa)


Kamu udah siap ros?

__ADS_1


(Rosa)


Udah...masih nunggu indy ya ?


(Lisa)


Iya...


Dan tak lama kemudian indy datang, dan mereka semua bersiap menuju tempat mereka akan berbelanja...


Saat di perjalanan rosa yang duduk di belakang sambil memangku thania sama sekali tak merasa curiga,lisa & ben yang duduk di kursi depan sesekali mencuri pandang ke arah rosa.


30 menit kemudian ben menyetopkan mobil di depan sebuah boutiq yang akan mereka kunjungi.


Dari boutiq itu tak jauh ada sebuah taman.


Mereka semua masuk kedalam boutiq dan memilih milih beberapa baju yang akan mereka beli.


Sedangkan ben duduk di sofa bersama thania, ben memilih bermain bersama putrinya itu.


Hari pun semakin gelap, lampu lampu taman dan pertokoan mulai menyala


Hamparan putihnya salju,menambah kesan indahnya malam itu.


Setelah berbelanja, indi mengajak untuk beristirahat sejenak di sebuah cafe yang tak jauh dari taman.


Rosa hanya mengikuti para sahabatnya itu. Ia tak mau bersedih atau memikirkan hal hal yang tidak tidak.


Dari cafe tersebut, mereka bisa melihat jelas taman yang di tutupi putihnya salju, dan beberapa boneka salju yang di buat oleh pengujung.


Rosa yang menatap ke luar kaca melihat sebuah pohon yang terbuat dari bunga mawar dan di bentuk sebuah hati, ia tersenyum melihat rangkaian bunga, dan disaat bersamaan.


Dari luar kaca ada seorang anak kecil perempuan yang memakai mantel bulu tebal sambil memegang setangkai bunga dan kertas yang bertuliskan


" Rosa Come Here"


(Rosa)


Lisa, indy...


Yang dimaksud anak ini gue (sambil menunjuk kearah anak perempuan itu)


(Indy)


Iya ros, itu nama lo yang ada di kertas...


(Ben)


Coba lo datangin terus tanya deh maksudnya apa?


(Lisa)


Iya...buruan gih, kasian dingin loh..


Dengan kebingungan rosa berdiri dan memakai mantelnya dan keluar dari cafe, ia lalu menghampiri anak perempuan itu.


(Rosa)


Hai...who are you....


Anak perempuan itu hanya tersenyum dan memberikan setangkai bunga dan menunjuk ke arah pohon yang terbuat dari bunga mawar...


Dan anak perempuan itu memberikan sebuah amplop kepada rosa...


(Rosa)


For me....


Anak perrmpuan itu mengangguk, dan rosa megambil amplop tersebut.


Lalu anak perempuan itu pergi meninggalkan rosa begitu saja...


Rosa semakin penasaran, ia lalu membuka isi amplop tersebut


"Hai cantik, aku sudah menunggu mu lama disini, bisa kah kamu menghampiri ku sekarang ? Aku ada di dekat pohon mawar, aku tunggu ya..."


Dengan rasa kebingungan rosa berjalan pelan mendekati pohon mawar yang ada di taman, sesekali ia melirik kesegala arah untuk mencari orang yang mengiriminya surat barusan.


Dan tak lama rosa sampai di depan pohon mawar itu, iya dibuat takjub dengan rangkaian mawar yang begitu banyak dan indah itu, tapi rosa tak menemukan siapa pun didekat pohon mawar . Dan saat ia berbalik badan seorang laki laki telah duduk bersujud dihadapannya sambil memegang bucket bunga.


Betapa terkejutnya rosa melihat laki laki di depannya saat ini adalah endy.


(Endy)


Maafin aku ya sayang, aku udah buat kamu sedih...


(Rosa)


Bu..bukanya kamu balik ke indo...


(Endy)


Aku gak mungkin ninggalin kamu disini sendirian, lagian buat apa aku balik kalau gak sama kamu...


Rosa semakin tak mengerti apa maksud dari ucapan endy.


Endy lalu memberikan bunga ditanganya kepada rosa.


(Rosa)


Ini...buat apa?


(Sambil melihat ke arah bunga ditangannya)


Terus kamu ngapain sampe sujud gitu sih ?


Endy lalu mengeluarkan kotak cincin dari dalam saku mantelnya.ia membuka kotak cincin itu di hadapan rosa, jelas hal itu membuat rosa semakin terkejut.


(Endy)


Aku tau, hubungan kita belum terlalu lama, dan kita masih harus saling mengenal satu sama lain lagi, tapi aku sudah sangat yakin kalau kamu adalah yang terbaik untuk aku, untuk menemani hidupku, menjadi ibu dari anak anak ku.


Rosa....Will you merry me...


Rosa sama sekali tak menyangka dia akan mendengar kata kata itu secepat ini, air mata bahagianya tak terbendung, yang saat ini ia rasakan adalah kebahagiaan yang tak ternilai dalam hidupnya,


Sambil menangis bahagia, rosa mengangguk dan menyetujui permintaan endy...


(Endy)


Serius....serius kamu mau jadi istri aku sayang....??


(Rosa)


Iya....aku mau...


Endy langsung berdiri dan memeluk erat tubuh rosa, keduanya larut dalam kebahagiaan, endy melepaskan pelukannya dan memasangkan cincin di jari manis rosa.


Para sahabat mereka ikut senang dan rencana mereka berjalan sukses, mereka menyaksikannya dari jauh dan membiarkan keduanya bermesraan dan menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


__ADS_2