
Sambil menyetir mobilnya ben terus mencoba menghubungi lisa,tapi tak di angkat oleh lisa.
Ben kembali melihat foto dirinya yang tersebar di grup ia mulai memperhatikan foto wanita yang pernah ia cium itu. Setelah mengingat ngingat akhirnya ben sadar dan ia mengenali sosok wanita tersebut.
Dia adalah Vina,Vina adalah mantan gebetan dari ben,ia bertemu pertama kali dengan ben di suatu club malam hal itu terjadi saat ben belum mengenal lisa ia masih seorang playboy yang suka ganti ganti pasangan dan Vina adalah salah satunya. Waktu bertemu kembali saat di rumah sakit Vina berharap ben mengenalinya tapi ternyata tidak,Vina pun berfikir untuk mulai mendekati ben lagi,dan saat bertemu kembali dengan ben diparkiran ben malah mengenalkan lisa sebagai tunangannya. Hal itu lah yang membuat Vina marah terhadap ben ia merasa di permainkan oleh ben.
Sesampai nya di appartemen ben langsung menuju kamar lisa,dan ketika pintu di buka lisa tidak berada dikamarnya dan ben melihat pintu lemari lisa terbuka,ben lantas masuk dan melihat barang barang lisa sudah tidak ada di lemari lagi.
Ben semakin di buat frustasi,ia tak mau melihat lisa pergi dari hidupnya.
Lisa berada di dalam taksi dan terus menangis ia terus teringat foto foto ben yang berciuman dengan seorang wanita. ia tidak tau mau kemana yang pasti saat ini ia tak ingin bertemu dengan ben.
(Supir taksi)
Mba,tujuannya kemana ?
(Lisa)
Antar saya ke stasiun pak..
(Supir taksi)
Iya mba..
Lisa berencana kembali ke bandung tapi ia tak ingin pulang ke rumah orang tuanya,ia berencana menginap di villa orang tuanya yang ada di puncak.
Ben seperti orang gila yang kebingungan ia pergi ke rumah lama lisa tapi lisa tidak ada juga.ia tak tau harus mencari lisa kemana lagi.
Ia benar benar merasa bersalah telah melukai hati lisa dengan perbuatannya yang lalu. Ben terduduk lemas di depan pagar rumah lisa,tanpa sadar ia menangis, ia berharap lisa kembali kepadanya.
Hari semakin gelap ben masih terus duduk menunggu berharap lisa pulang kerumahnya. Suara gemuruh petir menyambar disertai kilatan,tapi ben tetap tidak berpaling dari posisinya ia masih terus duduk tertunduk,dan tidak lama kemudian hujan turun sangat deras seoalah menggambarkan perasaan nya saat ini.
Reno dan yang lain ikut kebingungan mencari ben yang menghilang begitu saja dari kampus . mereka mencari ben ke appartemen tapi ben atau lisa tidak ada , mereka pun mencoba mendatangi rumah lama ben yang bersebelahan dengan rumah lisa , mereka berfikir mungkin saja keduanya ada disana.
Setelah beberapa menit kemudian reno dan yang lain sampai,betapa terkejutnya mereka melihat ben terduduk menyender di pagar dibawah derasnya hujan..
(Endy)
Itu ben kan...
(Ardi)
Iya itu ben
Buruan cepat turun...
Reno dan yang lain langsung turun dari mobil dan menghampiri ben yang duduk membeku di bawah derasnya hujan
__ADS_1
(Reno)
Ben,lo kenapa kaya gini
(Endy)
Ben,ayo bangun lo gak bisa kaya gini terus lo bakal sakit nanti
Ben menangis yang ada dipikirannya saat ini dimana lisa sekarang
Reno dan endy pun membantu ben berdiri dan masuk kedalam mobil.
(Reno)
Di...lo bawa mobil gue ya,kita antar ben pulang
(Ardi)
Iya ren..
Setelah ben masuk kedalam mobil ia masih terus menangis,dan reno melajukan mobil menuju appartemen milik ben.
Lisa terdiam duduk sendiri di dalam kereta,matanya sembab karna ia tak hentinya menangis,para penumpang lain pun memperhatikan dirinya, ia lantas menutupkan topi hodinya dan mengambil kaca mata hitam dari tasnya lalu memakainya.ia masih merasa kan sakit di dadanya jika mengingat foto foto itu lagi. Ponselnya terus berbunyi dan entah berapa banyak pesan yang sudah masuk , ia lalu mengambil ponselnya dan menonaktifkan ponselnya. Saat ini ia benar benar ingin sendiri dan tak ingin diganggu oleh siapa pun.
*
*
*
Villa ini adalah tempat persembunyian lisa jika dia ada masalah ia selalu datang dan bersembunyi disini.
Setelah perjalanan hampir 1 jam lisa akhirnya sampai di villa.setelah supir taksi menurunkan kopernya ia masuk kedalam villa tersebut. Saat ia membuka pagar tiba tiba seseorang menyapanya ia adalah mang ujang orang yang di tugaskan untuk merawat dan membersihkan villa.
(Mang ujang)
Neng lisa , ya ampun neng lisa ngapain malam malam kesini
(Lisa)
Mang ujang...apa kabar nya
(Mang ujang)
Baik atuh neng ,neng lisa pasti mau nginap kan ya ,sini neng biar mamang aja atuh yang bawain kopernya
(Lisa)
Makasih ya mang
__ADS_1
(Mag ujang)
Sama sama atuh neng
Lisa di antar masuk oleh mang ujang.
(Mang ujang)
Neng lisa pasti ada masalahkan
(Lisa)
[Tersenyum]
Mang ujang tau aja
(Mang ujang)
Pasti mamang tau atuh neng,neng lisa kesini pasti ada masalah ya kan? Yaudah mamang bikinin wedang ya neng , neng lisa pasti kedinginan
(Lisa)
Makasih ya mang...
Lisa duduk di sofa sambil terus meneteskan air matanya.dan ketika mang ujang datang membawakan wedang dengan cepat ia mengusap air mata nya.
(Mang ujang)
Neng di minum dulu
(Lisa)
Makasih ya mang,oh ya mang lisa minta tolong kalau ayah atau ibu ada nanya soal lisa kesini atau gak jawab gak ya mang..
(Mang ujang)
Tapi neng
(Lisa)
Lisa mohon mang,lisa cuma pengen sendiri sekarang
(Mang ujang)
Yaudah atuh kalau gitu neng,neng lisa istirahat aja kalau neng lisa perlu apa apa panggil mamang aja ya neng
(Lisa)
Iya mang, makasih ya mang
(Mang ujang)
Sama sama atuh neng.
__ADS_1
Lisa menuju kekamar ia langsung berbaring dan meringkuk di atas kasur dan ia menangis sejadi jadinya.