Malam yang panjang

Malam yang panjang
108. " Firasat"


__ADS_3

Tak ada kehidupan di dunia ini berjalan dengan baik baik saja, selalu ada tawa dan air mata yang mengirinya.


Itulah yang sedang difikirkan lisa sewaktu perjalanan pulang menuju rumah,sehabis ia makan malam bersama mama mertuanya dan calon ayah mertuanya.


Senyum selalu terpancar dari wajah cantik lisa, mana kala orang yang disayanginya bisa berbaikan kembali dan menemukan solusi untuk permasalahan mereka.


Sesekali ben melirik ke arah lisa yang tengah menatap suasana malam kota jakarta, ia bisa melihat senyuman indah terpancar dari wajah istrinya itu.


Ben sengaja tak ingin menanyakannya,karena ia sendiri sudah tau apa sebab istrinya itu bisa sangat terlihat bahagia.


30 menit kemudian mereka sampai dirumah, ben turun dari mobil dengan cepat dan membuka kan pintu mobil untuk lisa.


Keduanya lalu masuk bersamaan.


Rasa lelah sudah sangat dirasakan oleh lisa, semenjak dirinya hamil ia mudah sekali merasakan lelah.


Setelah bersih bersih diri dan mengganti pakaian, rutinitas malam mereka dimulai dan itu menjadi kebiasaan yang tak terlewatkan sebelum mereka tidur.


Sebelum tidur ben selalu memijit kaki lisa, pijatan dari ben mampu mengurangi rasa pegal pada kakinya,terkadang saking nyamannya lisa bisa sampai tertidur saat di pijit oleh ben. Sama hal nya seperti malam ini,ia tertidur saat dipijit oleh ben.


Ben yang melihat istrinya itu telah tertidur langsung menutupinya dengan selimut,ia juga mencium kening lisa dan mengucapkan "mimpi indah sayangku"


Ben lalu ikut berbaring disebelah lisa dan mulai menyusul istrinya itu ke alam mimpi.


----------------------------------


Di tempat lain, sepasang kekasih tengah bertengkar.


Mereka adalah indi dan reno.


Akhir akhir ini pasangan dokter & arsitek ini sering sekali bertengkar, karna kesibukkan keduanya menjadi salah satu faktor pertengkaran mereka.


Setiap hari mereka hanya bertemu 1 sampai 2 jam saja.


Indi juga sering bertanya kepada reno soal kelanjutan hubungan mereka, tapi entah kenapa setiap kali indi bertanya reno selalu mengalihkan pembicaraan mereka,dan berakhir dengan pertengkaran.


Seperti malam ini, indi baru saja pulang dari kantornya,saat ia memasuki appartemennya,kondisi appartemen gelap menandakan reno belum pulang juga.


Indi merebahkan dirinya di sofa dan menengadahkan kepalanya ke arah langit langit, banyangan tirai yang tergambar di langit membuat indi berfikir,


"sesulit inikah hubungan yang harus kujalani?"


Dan tak lama kemudian reno pulang, indi melihat ke arah ponselnya dan jam sudah menunjukkan pukul 00.30 malam.


Reno yang masuk dan melihat kondisi appartemen dalam keadaan gelap berfikir jika indi tidak pulang,emosi dihatinya segera memuncak.


Ia memilih menelpon indi dari pada mengeceknya terlebih dahulu.


Dan suara nada dering ponsel indi berbunyi nyaring,reno langsung mengetek saklar lampu dan mendapati indi tengah menatapnya.


(Reno)


Aku kira kamu belum pulang beb...


(Indi)


Bukannya hari ini kamu tugas pagi? Kok baru pulang jam segini...


(Reno)


Tadi....lagi ngumpul sama endy dan ardi...


Indi jengah,alasan sama yang selalu reno lontarkan kepadanya.


Ia lebih memilih meninggalkan reno dan masuk kedalam kamar.


Reno hanya terdiam dan duduk di sofa yang tadi di duduki indi.


Indi melepas semua bajunya dan masuk kedalam kamar mandi,ia memilih duduk di pancuran shower dan menangis sejadi jadinya.


Entah apa yang membuat hatinya sangat sesak dan ingin menangis sejadi jadinya.


Pikiran nya berkecamuk,apa yang akan terjadi pada hubungan nya dengan reno nantinya,10 tahun mereka berpacaran tapi reno belum juga ingin mengarahkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.


Reno pernah berjanji akan menikahinya setelah mereka selesai kuliah,tapi janji itu sampai sekarang tak terlaksana juga.


Hampir 1 jam indi mengeluarkan uneg unegnya dengan menangis.


Ia keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian.


Saat ia keluar kamar ia melihat reno lebih memilih tidur di sofa ketimbang dikamar mereka.


Indi membuang nafas panjang dan tidak menghiraukannya.


Saat indi ingin mengambil air minum ia melewati reno yang tengah tertidur,matanya tidak sengaja melihat sebuah pesan masuk dan indi meraih ponsel reno dan membuka pesannya.


Indi melihat seorang perawat mengirimkan foto saat mereka tengah asyik berkumpul bersama.


Indi melihat tidak ada endy dan ardi disitu.


Indi akhirnya tau kalau reno membohonginya. Indi langsung membangunkan reno yang tertidur itu.


(Indi)


Ren....bangun..


Seketika reno teebangun dan duduk,ia melihat indi tengah berdiri menatapnya.


(Reno)


Kenapa beb...?


(Indi)


Tadi kamu bilang bareng endy dan ardi kan? Mana mereka disini? (Sambil menunjukkan foto dari ponsel)


Reno tak bisa menjawabnya,ia hanya bisa terdiam.


(Indi)


Kamu bohongin aku ren,apa sebegitu pentingnya teman teman kamu ketimbang aku...


Semenjak kamu di Rs kamu lebih punya waktu dengan teman teman kamu,kamu udah gak perduli lagi dengan aku..


(Reno)


Beb...ini udah malam kita bahas besok ya..

__ADS_1


(Indi)


Enggak,aku udah gak mau ngebahas masalah ini lagi sama kamu..


Aku makin yakin dengan perasaan ku,kalau hubungan kita ini gak akan bisa bertahan lagi.


(Reno)


Maksud kamu apa beb...


Aku gak mau kita putus...kamu dengar itu..


Saat reno ingin memeluk indi untuk menenangkan indi,indi menepis tangan reno dan pergi masuk kedalam kamar dan menguncinya.


Reno tak tau harus seperti apa? Ia akui dirinya salah dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman temannya ketimbang indi kekasihnya.


*


*


*


Ke esokkan paginya


Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi,indi bersiap siap untuk berangkat kerja,dan saat ia ingin keluar kamar ia melihat reno telah menunggunya.


Indi mengacuhkan reno yang berdiri dihadapannya.


Ia bertingkah seolah tak melihat keberadaan reno.


Reno sedikit kesal dengan perlakuan indi, indi yang ingin pergi tiba tiba tangannya ditahan oleh genggaman reno


(Reno)


Beb...kamu mau kemana sepagi ini?


(Indi)


Kamu pikir aku mau kemana lagi?


Aku gak ada waktu buat nongkrong bareng teman teman ku...


(Reno)


Beb, aku minta maaf ,aku tau aku salah,


(Indi)


Oke...aku maafin,sekarang lepasin aku mau kekantor...


Indi melepas genggaman reno dan pergi meninggalkan reno begitu saja.


Rasa sakit dihatinya masih terasa akibat pengabaian yang dilakukan reno kepadanya.


----------------------------------


Di tempat lain


Ben dan lisa tengah asyik sarapan sambil bercengkerama, ben sering menceritakan hal hal konyol kepada lisa dan membuat lisa sampai tertawa terbahak bahak.


Lisa langsung meraih ponselnya dan melihat layar ponsel " Indi calling"


📲 lisa : hai ndi..


📲 indi : hai lis...lo lagi dirumah?


📲 lisa : iya aku dirumah ,Kenapa?


📲 indi : gue kesana ya?


📲 lisa : oh yaudah...aku tunggu ya


(Ben)


Indi...?


(Lisa)


Iya...katanya mau kesini?


(Ben)


Sepagi ini? Indi gak kerja?


(Lisa)


Oh iya...


Emmm...mungkin indi libur kali sayang..


Ben mengangguk pelan kepalanya.


45 menit kemudian, suara mobil indi terdengar, lisa lalu keluar dan menyambut kedatangan sahabatnya itu.


Saat indi keluar dari mobil ekspresi sedih sangat terlihat dari wajah indi, dan lisa bisa melihatnya dengan jelas.


Mereka langsung berpelukan. Lisa bisa melihat jika indi sedang dalam masalah.


(Lisa)


Ndi....kamu gak papa kan?


Indi hanya diam dipelukan lisa dan ia menteskan air matanya.


Lisa tau indi sedang menangis, dan ia mencoba menenangkan indi dengan memusut lembut punggung sahabatnya itu.


Lisa lalu mengajak indi untuk masuk dan ia bisa bercerita semuanya kepada lisa.


(Lisa)


Kamu kenapa ndi? Cerita sama aku...


(Indi)


Gak...tau lis, rasanya sesak banget yang gue rasain di dada


(Lisa)

__ADS_1


Kamu ribut sama kak reno?


(Indi)


Gue semakin ngerasa kalau gue sama reno memang gak berjodoh lis.


(Lisa)


Kamu kok ngomong gitu sih ndi...


(Indi)


Ini buka pertama kalinya gue ribut sama dia,setiap minggu kami selalu bertengkar,dan sekarang reno lebih asyik diluar ketimbang sama gue.


Walaupun kami satu atap kami seperti orang yang gak saling mengenal.


Gue sayang banget sama dia lis, tapi sekarang rasa sayang gue seperti bertepuk sebelah tangan.


Dari jauh ben mendengar percakapan lisa dan indi.


Ben sangat mengenal bagaimana perjalanan hubungan cinta kedua sahabatnya itu.


(Lisa)


Ndi....mungkin sekarang kamu sama kak reno hanya kurang waktu untuk bersama karena kesibukkan kalian.


(Indi)


Entahlah lis, yang pasti gue ngerasa rasa yang dimiliki reno buat gue udah gak seperti dulu...


Gue berusaha untuk gak selalu memikirkannya tapi lama kelamaan rasa itu semakin kuat.


Gue makin ngerasa gue sama reno makin menjauh, jarak di antara kami semakin jauh,reno seperti udah gak bisa aku gapai lagi.


Gue gak mau hubungan ini hanya akan menyakiti kami masing masing..


(Lisa)


Kamu jangan mengambil keputusan di saat emosi ndi, itu akan buruk jadinya...


(Indi)


Huft.....tapi walaupun hubungan yang sudah 10 thn ini harus berakhir, tapi gue tetap senang, ada kalian yang selalu ada buat gue...lo, ranti, nia ,rosa kalian sahabat sahabat terbaik gue...


Senyuman yang diberikan indi seperti seakan senyuman terakhir yang ia perlihatkan, rasa tak tenang lisa melihat sahabatnya itu terpuruk membuatnya ikut merasakan apa yang tengah indi rasakan.


(Indi)


Gue senang bisa mencurahkannya semua lis, makasih lo udah mau dengerin curhatan lebay gue ini...


(Lisa)


Ndi, kamu gak akan kemana mana kan? Aku ngerasa kamu bakal pergi jauh..


(Indi)


Ya enggaklah...


Gue tetap ada disini, gue kan mau ngeliat ponakan gue lahir


(sambil mengusap perut lisa)


Lisa lalu memeluk sahabatnya itu.ia berharap masalah indi dan reno bisa segera terselesaikan.


(Indi)


Oh iya...saking galaunya gue ampe lupa ada janji ketemu klien, sory yah pagi pagi udah buat lo dengerin curhatan gue...


(Lisa)


Kapan pun, kamu mau cerita aku selalu siap mendengarkannya...


(Indi)


Makasih ya bumil cantik ku...


Indi lalu pamit pulang karena ia memang ada temu janji dengan kliennya.


Saat ingin menuju tempat bertemu klien indi melupakan buku designnya yang tertinggal di appartemen.


Mau tidak mau ia harus kembali lagi ke appartemen untuk mengambilnya.


Setelah masuk area appartemen mobil indi berpapasan dengan mobil reno.reno yang melihat memilih mengabaikannya dan pergi menuju Rs.


Indi masuk kedalam appartemen dan mengambil buku design miliknya.


Dan saat ia mengambil buku design itu, ia melihat foto dirinya dan reno.


Indi hanya menatap senyum foto tersebut.


Dan saat ia ingin melangkah keluar appartemen entah kenapa ia ingin menulis sesutu untuk reno. Ia lalu mengambil secarik kertas dan menuliskannya.


"Awal pertemuan kita terjadi karena tak sengaja,sosok mu yang tegas,baik dan ramah sudah membuat ku jatuh hati,aku masih ingat beb,gimana kamu menyatakan cinta mu ke aku, hari itu aku sangat bahagiaaa....


Meski diejek oleh ben dan yang lain kamu tetap menyatakan cinta mu dengan gaya mu sendiri. Aku pernah berbuat kesalahan fatal terhadapmu, tapi kamu mau memaafkan ku, aku sayang banget sama kamu, aku cintaaaaa banget sama kamu, aku selalu berusaha menjadi yang terbaik buat kamu, aku pun berharap kamu merasakan hal yang sama seperti aku.maaf kalau aku mencurigai mu, tapi itu karena rasa sayang ku terhadap mu, aku takut kehilanganmu.


Aku sengaja menulis ini dikertas, kamu tau sendiri kan beb, aku paling anti mengirim pesan kekamu...


Aku harap kita bisa kembali seperti dulu lagi,dan maaf kan aku yang telah mengabaikan mu tadi pagi. Aku sayang kamu beb...


Indi.💋


Indi merasa ia harus mulai memperbaiki hubungannya dengan reno,ia tak ingin kehilangan reno.


Setelah selesai menulis indi lalu menaruhnya di meja ruang tamu agar reno melihatnya.


Indi lalu bergegas pergi dan karna waktunya sangat mepet.


*


*


*


Setelah indi pulang perasaan lisa menjadi tak tenang, ia merasa semua perkataan indi menjadi firasat buruk yang dirasakannnya.


Lisa berharap semoga dirinya salah dan tak terjadi apa apa dengan indi.

__ADS_1


__ADS_2