Malam yang panjang

Malam yang panjang
102 " Morning Sickness"


__ADS_3

Setelah mengetahui dirinya positif hamil, lisa banyak merasakan perubahan yang terjadi pada dirinya, ia berfikir apa ini bawaan hamil atau sifat alamiahnya.


Semenjak hamil lisa lebih terlihat sensitif,ia gampang sekali marah dan gampang sekali menangis. Untungnya ben sangat sabar menghadapi lisa yang seperti itu. Ia sering mencari tau di internet soal kehamilan.


Ben bersyukur perubahan lisa masih di ambang wajar, ia pernah mendengar cerita dari salah satu karyawannya,saat istrinya hamil,sang istri sangat tidak ingin melihat wajah suaminya. Ketika melihat wajah suaminya istrinya akan mual begitu hebat dan bisa muntah sampai lemas...dan itu berlangsung sampai usia kandungan istrinya memasuki usia 7 bln.


Ben berharap lisa tidak seperti itu, kalau sampai terjadi bagaiman ia bisa tak melihat wajah istrinya dalam waktu yang lama? Sehari tak melihat saja sudah membuat ben kangen setengah mati.


----------------------------------


Jam masih menunjukkan pukul 06.30 hari ini hari minggu, ben dan lisa masih terlelap dalam tidur mereka.


Saat ben mulai membuka mata ia melihat lisa maaih terpejam, ben mengelus lembut pipi istrinya itu.


Ben kembali memejamkan matanya sambil memeluk lisa.


30 menit kemudian lisa terbangun dari tidurnya. Ketika mata nya terbuka ia melihat ben masih tertidur disebelahnya sambil memeluk dirinya.


Lisa lalu menyingkirkan pelan tangan ben agar tak membangunkkannya,lisa keluar dari selimut dan duduk di bibir ranjang, saat ia meraih jepit rambutnya tiba tiba ia merasakan mual yang begitu hebat.


Dengan menutup mulutnya ia berlari dengan cepat menuju kamar mandi,lisa lalu muntah begitu hebat.


Hanya air yang lisa keluarkan, dan itu sampai membuatnya duduk tersungkur lemas di lantai.


Ben yang mendengar suara lisa dengan cepat menghampiri lisa dikamar mandi.


Begitu terkejutnya ben melihat lisa terduduk lemas dan menyenderkan dahinya di ujun closet.


(Ben)


Sayang....kamu kenapa?


Lisa tak sanggup menjawab pertanyaan ben, tubuhnya sangat terasa lemas.


Saat ben ingin membantunya berdiri, lisa kembali ingin muntah dan mengarahkan wajahnya ke closet.


Ben sangat tak tega melihat lisa seperti itu. Dengan lembut ben mengusap punggung lisa.


Lisa kembali jatuh lemas ia merasa seluruh cairan tubuhnya keluar.


Ben mengambil handuk kecil yang tergantung dan membasahinya dengan air hangat, ben membersihkan wajah lisa yang terlihat pucat.


Setelah selesai ben menggendong tubuh lisa kekamar dan merebahkannya di ranjang.


Rasa lemas yang ia rasakan sampai tak mampu untuk membuka matanya. Ben meraih minyak angin di nakas samping ranjang, ia lalu menggosok lembut dada dan tengkuk lisa dengan minyak angin.


(Ben)


Sayang bentar ya aku ambilin air hangat buat kamu


Lisa mengangguk dan ben keluar kamar menuju dapur untuk mengambilkan air hangat.


Sari yang tengah cuci piring bingung melihat majikannya turun dengan tergesa gesa dan mengambil gelas dan menuju dispenser.


Dengan langkah cepat sambil memegang gelas berisi air hangat ben kembali menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar ben langsung membantu membangunkan lisa dan menopang tubuhnya agar bisa meminum airnya.


Lisa meminum airnya cukup banyak hingga tersisa seperempat gelas. Ia sudah mulai membuka matanya walau masih dengan rasa lemasnya.


Ben mengusap lembut rambut lisa, ia sama sekali tak tega melihat lisa seperti ini. Andai rasa itu bisa dipindah kedirinya ben akan megambil rasa itu semua agar lisa tidak seperti ini.


(Ben)


Kamu mau makan sayang?


Lisa menggeleng pelan, ia berbalik posisi miring dan memeluk pinggang ben yang duduk di sampingnya.


(Ben)


Aku buatin bubur ya....


Perut kamu kosong sayang, kalau gak makan kamu makin lemas, kasian juga baby nya?


(Lisa)


Perut aku masih gak nyaman sayang, biarin tenang dulu entar baru makan.


Ben mencium kening lisa dan memeluknya.


Meski hal yang di alami lisa ini wajar, tapi ben dibuat khawatir. Apa lagi melihat lisa sampai lemas tak berdaya membuatnya semakin khawatir.


Ben terus menemani lisa di atas ranjang, dan jam sudah menunjukkan pukul 09.30. Disaat bersamaan mama ben datang untuk menengok menantu kesayangannya yang tegah hamil itu.

__ADS_1


Dengan bahagianya mama ben turun dari mobil dan menenteng rantang makanan yang dibawanya.


Ia sengaja menyempatkan waktu untuk menengok menantu kesanganya itu, apa lagi saat ia mendengar kabar dari ben kalau lisa sangat kesulitan untuk makan.


Mama ben membuatkan bubur kacang ijo untuk lisa. Ia memasaknya sendiri,


Saat sari membuka kan pintu dan menyapa mama ben.


(Sari)


Nyonyah....silahkan masuk


(Mama ben)


Makasih ya sar...


Kok sepi banget ben sama lisa dirumahkan?


(Sari)


Pak ben sama bu lisa masih dikamar nyah, kayanya bu lisa muntah muntah lagi tadi saya dengar


Mama ben merasa kasian mendengar lisa seperti itu.


(Mama ben)


Yaudah ini tolong kamu pindahin ke mangkuk ya trus anterkan ke kamar lisa, saya ke atas dulu.(sambil memberikan rantang ke sari)


(Sari)


Baik nyah...


Mama ben lanngsung menuju ke atas dimana kamar ben dan lisa berada.


Mama ben lalu mengetuk pintu.


Tokk....tokk..


(Ben)


Masuk....


Saat pintu terbuka ben melihat mamanya yang masuk.


(Ben)


Mama....


(Mama ben)


Lisa muntah muntah lagi...?


(Ben)


Iya mah...


Lisa yang mendengar samar samar suara mamanya langsung membuka matanya, dan benar saja ia melihat mama mertuanya itu datang dan melihatnya.


(Lisa)


Mama....


Lisa melepaskan pelukannya dari ben, ben langsung menjauh dan membiarkan mamanya duduk disebelah lisa.


(Mama ben)


Sabar ya sayang... (sambil mengusap lembut rambut lisa)


Kamu ada dapat resep obat mual gak dari dokter?


(Lisa)


Ada ma, tapi gak ada perubahan...


Lisa tetap merasa mual.


(Mama ben)


Sabar ya...mama juga dulu waktu hamil ben sama persis kaya kamu ini, bahkan mama sampai harus dirawat di Rs


Yang pasti kamu harus tetap kuat biar baby kamu tetap sehat.


(Lisa)

__ADS_1


Iya ma...


(Mama ben)


Oh iya mama buatin kamu bubur kacang ijo bentar lagi sari bawain kamu makan ya...


Sebenarnya lisa masih tak ingin memakan apa pun, tapi ia tak ingin mengecewakan mamanya yang sudah susah susah membuatkannya untuk dirinya. Dan tak lama sari masuk sambil membawa semangkuk bubur kacang ijo.


(Sari)


Ini nyah... (memberikannya ke mama ben)


(Mama ben)


Makasih ya sar...


Ben lalu membantu lisa untuk duduk bersandar.


Dengan perhatiannya mama ben menyuapi lisa, lisa mencoba menikmati bubur kacang buatan mamanya itu. Ia sangat berharap tak akan muntah lagi.


Ben yang melihat mama nya menyuapi lisa dengan senang dan ia tersenyum, ben lalu menunduk dan mencium keperut buncit lisa. Dan ia membisikkan sesuatu.


(Ben)


Anak papa yang cantik, pintar, jangan biarin mama muntah lagi yah?kamu juga harus rasain bubur buatan nenek enak loh.... (sambil mengusap perut lisa)


Lisa dan mama nya tertawa mendengar perkataan ben. Mungkin rayuan ben didengar oleh anaknya, lisa tidak merasakan mual saat makan dan ia menghambiskan buburnya.


Ben lalu turun dari ranjang dan mengambil vitamin serta obat untuk lisa minum.


(Ben)


Vitamin sama obatnya sayang (sambil memberikan nya ke lisa)


Lisa mengambil obat dari tangan ben dan meminumnya.


Lisa terlihat sedikit bertenaga setelah menghabiskan semangkuk bubur kacang ijo.


(Mama ben)


Oh iya....mama punya kabar baik buat kalian? Mama akan menetap beberpa bulan di indo sampai lisa melahirkan, mama ingin menghabiskan waktu bersama kalian dan melihat cucu mama.


(Ben)


Terus urusan di singapore gimana ma?


(Mama ben)


Mama akan menghandle semuanya dari sini.


Lisa terlihat senang mendengar ucapan mamanya, ia akan sering bertemu dengan mama mertunya itu nanti.


Ayah dan ibu lisa pun sudah mulai menyelesaikan pekerjaan mereka dan akan menetap sementara dijakarta untuk menemani putrinya itu.


(Lisa)


Mama sama ayah dan ibu janjian ya? Kok rencana kalian sama?


(Mama ben)


Iya sayang, mama sama orang tua kamu sepakat akan menemani kamu, kita tau kesibukkan kami sampai membuat kami tak ada waktu untuk kalian, apa lagi saat ini kamu hamil muda dan untuk pertama kalinya, mama dan ibu ingin mendapingi kamu.


(Lisa)


Makasih ya ma..... (memeluk mamanya)


(Mama ben)


Sama sama sayang...


----------------------------------


Di usia kehamilan lisa yang sudah memasuki bulan ke empat ini, semakin memperlihat kan perubahan pada perut lisa.


Badanya tetap langsing, hanya perutnya saja yang membuncit.


Ujian yang dirasakan lisa masih tetap sama, ia masih sangat susah untuk makan, setiap kali ia makan pasti akan berakhir dengan muntah, tapi lisa tetap memaksakannya, ia tak mau kalah dan membiarkan babynya tak mendapat asupan makanan yang lengkap.


Setiap minggunya mama ben dan ibu lisa datang untuk membawakan makanan untuk lisa, meski pada akhirnya lisa tetap akan memuntahkannya.


Tetapi mereka tak putus asa, mereka akan selalu berusaha agar lisa tetap mengisi perutnya.


Para sahabatnya pun tak tinggal diam mereka selalu menayakan ke lisa ingin sesuatu apa? Dan mereka akan dengan cepat membelikanya.

__ADS_1


Lisa sangat beruntung memiliki suami dan orang tua yang sangat peduli terhadapnya,serta sahabat yang selalu ada untuk dirinya.


Ia merasa sangat beruntung memiliki mereka semua.


__ADS_2