Malam yang panjang

Malam yang panjang
116. " Welcome My Baby"


__ADS_3

3 months later


*


*


*


*


*


Ben sedang meeting dengan para staf nya,ia tengah sibuk membahas tentang kerja samanya dengan beberapa perusahaan terkenal.


Meski terlihat tenang saat meeting, sebenarnya ben sedang dalam keadaan gelisah,sebenarnya ia tak ingin pergi kekantor,karena saat pagi tadi lisa sedang mengalami kontraksi,tapi lisa meyakinkan ben jika ia belum waktunya untuk melahirkan,lisa hanya merasakan kontraksi kontraksi palsu beberpa hari ini.


Namun ben tetap dibuat tak tenang,sesekali ia melihat kearah ponselnya,takut takut jika lisa menghubunginya.


Di tempat lain.


Lisa tengah berdiri di halaman belakang sambil menikmati pemandangan tanaman mawar nya,ia bisa sedikit lebih rileks saat memandangi bunga bunganya yang mekar nan cantik itu.


Sambil ditemani terus oleh sari ART nya lisa berusaha mengatur nafasnya.


Sudah dari kemarin lisa mengalami kontraksi palsu,usia kehamilannya yang sudah memasuki minggu ke 37 memang sudah sangat dekat untuk persalinannya.


Lisa berusaha tetap tenang agar ben tidak ikut panik melihat kondisinya,ia tau jika ben panik itu akan sangat menyusahkan,ben akan terlihat seperti.orang gila yang bingung ingin berbuat apa. Dan kepanikan ben membuat lisa tak nyaman saat melihatnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 siang.


Ben yang sudah tak tahan menunggu lagi dan masih terus kepikiran langsung meminta andri untuk menggantikkannya,saat ini ia mau berada disisi lisa dan menemaninya. Andri pun menerima perintah bos nya itu.


Secepat kilat ben keluar dari ruang meeting,dan berlari menuju mobil yang telah menunggunya,para karyawannya sampai dibuat bingung karena baru ini mereka melihat bos mereka dalam keadaan panik seperti itu.


Supir lalu diminta oleh ben secepat mungkin untuk menuju kerumah.


30 menit kemudian ben sampai dirumah,ia langsung bergegas masuk,saat didalam rumah ia melihat lisa tengah berdiri sambil dipegangi oleh sari.


Istrinya itu tengah berdiri di taman belakang,ben bisa melihat raut wajah lisa yang menahan sakit.


Ben lantas menghampirinya.


(Ben)


Sayang...


(Lisa)


Ben,,kok udah pulang? Bukannya kamu ada meeting ya..


(Ben)


Aku gak bisa tenang sayang ngelihat kamu kaya gini,soal meeting andri sudah menghandle nya...


Lisa lalu memeluk ben ia mulai merasakan sakit yang cukup hebat.


Ben lalu menyuruh sari untuk menyiapkan keperluan lisa dan baby nya.


Dengan cepat sari langsung naik menuju kamar lisa dan ben untuk menyiapkan yang disuruh oleh ben.

__ADS_1


Lisa tak bisa lagi berkata apa apa...ia hanya bisa meringis kesakitan,ben tak kuat melihat kondisi lisa seperti itu.


10 menit kemudian sari telah turun sambil membawa 1 koper kecil dan 1 tas jinjing,ben yang melihat langsung menggendong tubuh lisa menuju mobil.


Setelah semua masuk mobil ben lalu menyuruh supir untuk menuju Rs.


Di perjalanan lisa menggenggam erat tangan ben,bulir bulir keringat terlihat membasahi kening lisa.


(Ben)


Sabar ya sayang,bentar lagi kita sampai di Rs.


Ben menyempatkan untuk menelpon rosa dan memberitaukan kalau ia dan lisa sedang menuju Rs.


📲 ben : hallo ros..


📲 rosa : hallo kak ben,ada apa?


📲 ben : ros, gue sama lisa lagi otw Rs lisa kontraksi parah,kayanya udah mau lahiran


📲 rosa : ok kak,aku tunggu di Rs sekarang


30 menit kemudian mobil ben stop di depan UGD di depan UGD sudah berdiri rosa dan perawat yang menunggu mereka.


Ben langsung turun dari mobil dan menggendong tubuh lisa ke atas brankar.


Rosa dan perawat langsung membawa lisa ke ruang bersalin untuk mengecek keadaan lisa.


Ben yang selalu menemani lisa disisinya,sampai meneteskan air matanya melihat perjuangan istrinya itu.



(Rosa)


Lisa memang akan melahirkan,tapi saat ini dia masih di pembukaan 2 kita harus menunggu sampai pembukaan selanjutnya..


(Ben)


Terus gimana ros...


(Rosa)


Sementara lisa biar stay di Rs, biar kita bisa pantau jalan pembukaannya,kak ben tunggu disini aja biar aku yang mengurus ruangan untuk lisa.


(Ben)


Makasih ya ros...


Rosa keluar dan mengurus administrasi lisa dan ruangannya.


15 menit kemudian lisa dibawa menuju kamar rawatnya sambil ia menunggu jalan lahirnya terbuka penuh.


Ben juga telah menghubungi orang tua mereka dan mereka sedang dalam perjalanan menuju Rs.


Di dalam kamar rawat, lisa yang diminta untuk terus bergerak agar mempercepat proses pembukaanya ia terlihat tengah berdiri sambil mengalungkan tanganya pada leher ben.


Rasa sakit yang ia rasakan sudah tak mampu membuatnya berkata kata lagi.


Lisa hanya mengikuti gerakan yang di ajarkan perawat kepadanya.

__ADS_1



Waktu terus berjalan, 7 jam sudah lisa merasakan sakitnya,namun pembukaannya yang lambat masih terus menuntutnya agar lebih bersabar lagi,karena lisa ingin melahirkan secara normal.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam,rasa sakit yang dirasakan lisa semakin memuncak,air matanya tak dapat ditahan lagi,ia menangis dipelukan ibunya,dengan lembut ibu lisa menyemangati putrinya itu,dengan lembut ben mengelus pinggang lisa.


Sudah 15 jam lisa bergulat menahan rasa sakitnya,air mata nya tak henti mengalir, ia mendekap erat tubuh ben.


Ben semakin tidak kuasa melihat lisa kesakitan seperti itu,tapi ia berusaha kuat agar lisa bisa tetap semangat melewatinya.



Pembukaan lisa akhirnya penuh,ia langsung dibawa keruang persalinan,doa dari orang orang terkasih mengantar lisa menuju ruang persalinan,tanganya tak lepas menggenggam erat tangan ben.


Di dalam ruang persalinan sudah ada rosa dan beberapa perawat yang akan membantu proses persalinan.


Setelah dicek ulang oleh rosa lisa sudah siap untuk melahirkan dan kepala babynya juga sudah hampir terlihat,dengan aba aba yang diperintah kan rosa lisa mengikutinya, nafas nya ngos ngos an,keringat membasahi keningnya,


Rasa tak sabar ingin bertemu babynya membuat lisa semangat,


Ben menggenggam erat tangan lisa,suara erangan kesakitan lisa membuatnya meneteskan air matanya lagi,ia sadar jika ada yang bilang perjuangan seorang wanita melahirkan sangat berat ia membenarkannya.


Melihat wanita yang dicintainya kini sedang berjuang antara hidup dan mati agar bisa mengantar buah hati mereka melihat dunia, membuat ben sangat bangga terhadap istrinya itu.



Ia semakin menyakinkan dirinya untuk terus membahagiakan wanitanya ini,karena perjuanganya sangat besar melahirkan darah daging mereka.


Dan............suara tangisan dari malaikat kecil yang mereka nanti nanti akhirnya terdengar juga, seorang malaikat kecil cantik kini telah terlahir kedunia, rasa sakit yang tadi dirasakan lisa menghilang saat ia melihat mahluk kecil putih dengan sedikit darah dibadanya ada di hadapanya.



Rosa lalu memberikannya keperawat agar dibersihkan.


Ben mencium kening lisa mereka larut dalam haru dan bahagia yang memuncak.


Saat perawat mengantarkan sosok malaikat kecil itu ke pelukan lisa untuk IMD (inisiasi menyusui dini)


Lisa dan ben tak bisa menyembunyikan rasa bahagia mereka, bayi mungil itu membuat mereka sangat bahagia, dengan bibir mungilnya ia mencoba mencari sumber makanannya.


Lisa mencium kepala babynya dengan bahagia.



Pemandangan itu mungkin sudah sering rosa saksikan,tapi baru kali ini ia menyaksikan sahabatnya sendiri yang mengalaminya dan ia yang membantunnya.


Setelah selesai IMD perawat memberikanya ke ben untuk digendong oleh ben dan diadzankan oleh ben.


Untuk pertama kalinya ben menggenggam jari jari mungil putri cantiknya itu.



Rasa bahagia ben tak bisa lagi ia ungkapkan dengan kata kata,selain rasa syukur yang ia panjatkan.


Ben : " terimakasih tuhan,kau telah mempercayakan kami untuk menjaga malaikat kecil ini,terimakasih tuhan".


note : gambar hanya sebagai pemanis ya readers...


hai para readers,pantengin terus ya novel "Malam Yang Panjang" dan terimakasih ya buat dukungan kalian dan bakal ada cerita cerita lain yang akan membuat kalian happy saat membacanya. terimakasih Saranghae Readers ❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2