
Telah menjadi kebiasaan untuk lisa menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan oleh ben.
Lisa bisa membiarkan pekerjaan rumah lainnya dikerjakan oleh ART nya. Tapi jika menyangkut soal keperluan dan kebutuhan ben, lisa akan mengerjakannya sendiri. Ia tak ingin tanggung jawabnya sebagai istri dikerjakan oleh orang lain.
Seperti pagi ini,
Jam menunjukkan pukul 06.30,lisa telah bangun dari tidurnya, dengan masih menggunakan gaun tidur, ia telah sibuk menyiapkan pakaian yang akan dikenakan ben kekantor.
Setelah siap lisa lalu membangunkan ben yang masih tertidur.
(Lisa)
Sayang....bangun yukk (muach...mencium pipi ben)
Udah setengah 7 loh entar kamu telat kekantornya.
(Ben)
Emm...hh eh....pagi sayang ku...
(Lisa)
Pagi juga sayang ku...
Bangun gih,baju kamu udah aku siapin..
(Ben)
Makasih ya sayang...
Ben lalu bangkit dari tidurnya dan menuju kekamar mandi.
Sambil menunggu ben selesai mandi lisa keluar dari kamar dan segera menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Saat turun dari tangga lisa melihat sari yang lewat ingin menuju ke ruang cuci.
(Lisa)
Mba sari...
(Sari)
Eh ibu...pagi bu
Ada apa bu?
(Lisa)
Emm....bi tuti mana ya?
(Sari)
Bi tuti lagi nyuci dibelakang bu, mau saya panggilkan?
(Lisa)
Nggak usah mba, mba sari tolong sampein ke bi tuti aja, sprei dikamar saya sudah harus di ganti
(Sari)
Iya bu...
(Lisa)
Makasih ya mba...
(Sari)
Iya bu sama sama...
Lisa lantas menuju dapur untuk membuat sarapan untuk ben. Meski hanya sarapan yang sederhana, tapi lisa tetap mengerjakannya. Sendiri
Ia sedang memanggang roti dan menyeduh kopi untuk ben , 5 menit kemudian semuanya telah siap dan ben keluar dari kamar dan turun sambil menenteng jasnya dan dasi yang masih belum terikat
(Ben)
Hai sayang...
(Lisa)
Hai....
Eh...kok dasi nya gak dipakai sih?
(Ben)
Ini juga lagi mau dipakai...
Lisa lalu mendekat ke arah ben dan berdiri dihadapan suaminya itu, terampilnya jari jari lisa mengikatkan dasi dileher ben. Seakan refleks tangan ben pun melingkar dipinggang ramping istrinya itu dan terus memandangi wajah cantik istrinya.
(Lisa)
Sayang, aku kangen deh sama ayah dan ibu...(sambil mengikat dasi)
(Ben)
Bukannya ayah sama ibu masih perjalanan bisnis ya?
(Lisa)
Iya...kemaren waktu aku telpon kata ibu mereka masih di singapore, mama juga sekarang banyak disingapore, emang mereka gak kangen apa sama kita?
(Ben)
Istriku tersayang, dengarin ya
Ayah,ibu sama mama pasti juga kangen sama kita,tapi mereka juga gak bisa meninggalkan kewajiban mereka,kamu kan tau usaha yang mereka bangun dari nol sampai bisa sukses seperti sekarang ini, itu berkat kerja keras mereka, dan setelah sukses seperti sekarang gak mungkin mereka bisa santai santai !! Dunia bisnis ini keras sayang banyak diluar sana yang menjadi pesaing,jadi kita harus bisa ngerttiin posisi mereka OK....
Aku janji kalau kerjaan aku selesai kita nemuin mereka gimana?
Lisa mengangguk menjawab ucapan ben. Meski masih dengan raut sendu.
(Lisa)
Yaudah sarapan gih,keburu dingin entar
Ben lalu duduk dan menyeruput kopi dicangkirnya,sedangkan lisa mengoles roti yang tadi dipanggangya dengan selai dan memberikannya kepada ben.
(Ben)
Kamu gak ikut makan sayang?(sambil menggigit rotinya)
(Lisa)
Enggak...kamu aja aku belum laper
Tadi aku udah minum susu ko....
(Ben)
Sayang...muka kamu kok pucat? Kamu lagi sakit? (Mengelus wajah lisa)
(Lisa)
Masa sih?
Tapi aku gak ngerasa kenapa kenapa tuh? Mungkin karna belum mandi aja kalee..
(Ben)
Ingat ya kamu jangan kecapek an oke...
(Lisa)
Iya bawelll....
Setelah sarapannya selesai, ben sudah harus berangkat kekantor.
Lisa lalu mengantar ben sampai kedepan rumah.
(Ben)
Aku ke kantor dulu ya...
Kalau ada apa apa langsung telpon aku (sambil mencium kening lisa)
(Lisa)
Iya...kamu juga hati hati dijalan !!! (Mencium tangan ben)
Pak imam bawa mobilnya hati hati ya..
(Pak imam)
Baik bu...
Ben masuk kedalam mobil dan pergi melaju menuju kantor. Setelah mobil ben menjauh lisa kembali masuk kedalam rumah. Ia ingin membereskan piring dan gelas sisa sarapan,dan tiba tiba ia merasa pusing dan hampir terjatuh.
Sari yang melihat majikannya hampir terjatuh langsung dengan sigap menahan tubuh lisa.
(Sari)
Bu....
Ibu kenapa?
(Lisa)
Gak papa kok mba,cuma sedikit pusing aja
(Sari)
Ibu istirahat aja atuh...saya anter kekamar ya
(Lisa)
Gak usah mba...
Saya sendiri aja,gak papa kok
Mba sari beresin ini aja
Dengan langkah pelan lisa menuju kekamarnya,sesampainya di kamar lisa langsung duduk di bibir kasur sambil memijat keningnya.
Ia lalu berfikir untuk mandi,mungkin setelah mandi rasa pusingnya akan hilang. 5 menit kemudian lisa keluar dari kamar mandi,rasa pusing yang tadi di fikirnya akan hilang setelah mandi, ternyata masih dirasakannya.
Ia lalu memilih untuk tidur sebentar dan berharap setelah bangun pusing yang dirasakannya akan segera hilang.
*
*
*
Di kantor
Ben baru saja sampai dikantor, saat ia masuk sapaan terdengar dari beberpa karyawan yang berpapasan dengannya.
Sesampainya di ruanganya ben langsung disapa oleh andri dengan beberapa berkas yang harus ben tandatangani.
(Andri)
Selamat pagi pak...
(Ben)
Pagi ndri...
(Andri)
Ini beberapa berkas yang harus ditandatangani (sambil menyerahkannya ke ben)
Ben langsung melihat dan mempelajarin berkas berkas tersebut.
Raut kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah ben.
(Andri)
Semakin hari pak ben semakin terlihat bahagia.
(Ben)
Pasti lah ndri, makanya buruan lamar pacar kamu,jangan lama lama yang ada entar kamu cuma jagain jodoh orang lagi...biar kamu ngerasain gimana enaknya berumah tangga dan punya istri. (Sambil menandatangani berkas berkas)
(Andri)
Amit....amit...jangan sampai lah pak...
(Ben)
Hehehehe....bercanda ndri
Oh iya jadwal saya hari ini apa?
(Andri)
__ADS_1
Hari ini bapak ada meeting dengan perusahaan Lexis jam 11.00
Dan selebihnya free....
(Ben)
Oke...
Kamu siapkan berkas berkas yang nanti akan dibawa.
(Andri)
Baik pak, kalau gitu saya permisi dulu..
(Ben)
Iya silahkan
Makasih ya ndri...
****
Jam telah menunjukkan pukul 10.30. Lisa mulai terbangun dari tidurnya,ia melihat kearah jam dan ia mulai bangkit dari tidurnya.
Rasa pusing yang dirasakannya tadi masih terus terasa,namun lisa memaksakan diri untuk keluar dari kamar.
Ia harus menyiapkan makan siang untuk ben.
Saat menuruni tangga,lisa terlihat sempoyongan,dengan erat ia berpegangan di pegangan tangga,saat dipijakan terakhir lisa akhirnya kehilangan kesadarannya dan pingsan. Seketika tubuhnya terjatuh ke lantai.
Sari yang tak sengaja mau kedepan untuk menyapu,melihat majikannya terbaring dilantai tak sadarkan diri, dirinya pun panik dan langsung mengahampiri lisa.
(Sari)
Astagfirullah....bu...bu lisa kenapa..
Bi tuti....bi tolong bi...
ART lisa yang bernama tuti langsung menghampiri saat namanya dipanggil.
(Tuti)
Astagfirullahalajim....
Bu lisa kenapa sar?
(Sari)
Saya juga gak tau bi? Pas lewat bu lisa udah kegeletak disini...
(Tuti)
Ayokkk...ayokk kita bopong ke sofa...
Sari dan tuti langsung membopong tubuh lisa menuju sofa.
(Tuti)
Bu....bu lisa bangun bu...
Sar...ambilin minyak angin buruan...
(Sari)
Iya...iya...
Dengan tergesa gesa sari mengambil minyak angin dan memberikannya kepada tuti.
(Tuti)
Ya ampuun bu...bu lisa kenapa?
Bangunn bu...(sambil menggosok minyak angin di tengkuk lisa dan dada lisa)
Sar, kamu telpon pak ben
(Sari)
Iya iya...
Saat sari ingin menuju telepon,di saat bersamaan terdengar suara bel rumah. Sari langsung mengurungkan niatnya untuk menelpon dan membukakakan pintu,saat pintu terbuka ternyata yang datang adalah Ranti dan nia.
(Sari)
Allhamdulilah ada non ranti dan non nia (dengan ekspresi kebingungan)
(Ranti)
Mba sari kenapa sih?
(Nia)
Iya nih...lisa dirumahkan mba...
(Sari)
Itu non...ah...bu lisa pingsan
(Ranti & Nia)
Apaaa.....
Ranti dan nia langsung masuk kedalam rumah dan melihat kondisi lisa yang terbaring di sofa.
(Ranti)
Lisa kenapa?
(Sari)
Gak tau non? Pas saya mau nyapu halaman pas lewat bu lisa udah kegeletak dilantai
(Ranti)
Aduuuhhh.....kita kan pernah jadi mahasiswi kedokteran, tapi kenapa sekarang gue panik banget yaa...
(Nia)
Yaelah....ran lo malah mikir masa lalu, lagian kita juga udah lupa kalee pelajarannya...
Ya...di antara keempat sahabat ini.
Lisa,ranti,nia dan rosa yang melanjutkan profesi mereka sesuai keahlian mereka hanya rosa. Rosa bekerja di salah satu Rs di jakarta. Sedangkan ranti ia memilih bekerja di perusahaan orang tuanya, dan nia memilih melanjutkan bisnis boutiq mamanya. Kalau lisa bukan ia tak ingin mengikuti karir nya tapi CV yang ia kirim di salah satu Rs belum mendapat tanggapan, dan akhirnya ia menjadi istri pengusaha hebat 😅.
(Ranti)
(Nia)
Oke...oke...
Nia langsung menghubungi rosa,dan saat panggilan terhubung.
📲 nia : hallo ros...ros lo dimana?
📲 rosa : heran deh gue, lo kaya gak tau gue dimana? Emang kapan gue ada dirumah? Ya gue di Rs lah.
📲 nia : yaelah...lo lagi PMS marah marah mulu...
(Ranti)
Ampunnnn dan ni lo kok malah ngobrol sih...
(Nia)
Sory...sory...rosa nih..
📲 nia : ros lo bisa gak kerumah lisa sekarang? Lisa pingsan
📲 rosa : apaaa.....pingsan? Kok bisa?
📲 nia : gue juga gak tau, intinya lo bisa gak kesini?
📲 rosa : aduuh nia, gue gak bisa bentar lagi gue ada jadwal operasi,mending sekarang lo bawa lisa ke Rs sekarang buruaannn
📲 nia : yaudah....yaudah...
(Nia)
Rosa gak bisa kesini ran, dia ada jadwal operasi, daripada lama mending kita bawa langsung ke Rs aja ..
(Ranti)
Yaudah kalau gitu...
Dibantu dengan sari dan tuti ranti dan nia memasukan lisa kedalam mobil dan ingin membawanya ke Rs.
(Ranti)
Sudah telpon kak ben belum...
(Sari)
Oh iya sari lupa (sambil menepuk jidadnya)
(Ranti)
Yaudah sekarang telpon kak ben, bilang lisa kita bawa ke Rs.xxxx
(Sari)
Iya non
(Tuti)
Hati hati non..
Ranti dan nia langsung menuju Rs.
******
Ben sedang meeting bersama kliennya.
(Ben)
Lokasi yang anda pilih menurut saya sangat strategis, dan saya yakin kedepannya akan berjalan sesuai rencana
(Klien)
Benar pak ben, saya pun berfikir sependapat dengan pak ben. Dan saya harap kedepannya akan berjalan dengan lancar.
Disaat ben sedang membahas pekerjaannya,tiba tiba ponselnya berdering,demi menjaga rasa hormat terhadap kliennya ben lantas memberikan ponselnya kepada andri.
Andri yang paham atas maksud bosnya itu, langsung mengambil ponselnya dan sedikit menjauh untuk menjawab panggilan tersebut.
📲 andri : hallo
📲 sari : hallo pak ben, ini saya sari
📲 andri : maaf mba sari ini saya andri, pak ben sedang meeting bersama klien,ada perlu apa biar nanti saya sampaikan ke pak ben jika telah selesai.
📲 sari : pak andri, tolong sampein ke pak ben, bu lisa pingsan dan sekarang sudah dibawa non ranti dan non nia ke Rs.xxxx
📲 andri : iya iya...akan segera saya sampaikan
Andri langsung menutup panggilan tersebut dan menghampiri ben kembali. Dan untungnya pembicaraan mereka telah usai.
(Andri)
Pak...
(Ben)
Ada apa?
Maaf (menuju kepada kliennya)
Andri lalu berbisik kepada ben.
(Andri)
Pak tadi yang menelpon itu sari ART di rumah bapak, katanya bu lisa pingsan
Ben mendengar itu langsung panik.dan ia langsung meminta maaf tidak bisa melanjutkan pembicaraaan mereka.
(Ben)
Maaf kan saya pak bram,saya harus pergi,istri saya sedang di Rs.
(Klien)
I'ts ok pak ben..
(Ben)
Terimakasih, secepatnya saya akan menghubungi bapak (sambil berjabat tangan).
__ADS_1
Ben dan andri langsung bergegas menuju Rs.
Ranti dan nia baru saja sampai di Rs.xxxx mereka langsung memanggil perawat di UGD.
Siang itu seperti menjadi suatu kebetulan,karna hari itu dokter jaga yang bertugas adalah endy.
Saat lisa dibawa masuk kedalam UGD endy pun terkejut.
Ia langsung memeriksa keadaan lisa dan bertanya detailnya kepada ranti dan nia.
(Endy)
Lisa kenapa sampai pingsan (sambil memeriksa dengan stetoskop)
(Ranti)
Gak tau kak...pas kita nyampe lisa udah pingsan...
Endy lalu meminta perawat untuk mengecek tekanan darah dan melihat mata lisa
(Perawat)
70/80 dok
(Endy)
Ben gimana sih? Tekanan darah lisa bisa sampai serendah ini.
Dan tak lama kemudian saat perawat ingin memasang infus lisa tersadar. Dengan mata sayup sayup ia mencoba membuka matanya,tapi saat hidungnya mencium aroma yang familiar baginya ia tau jika dirinya saat ini sedang di Rs.
Ketika ia benar benar tersadar lisa melihat ranti,nia dan endy.
(Lisa)
Kalian ngapain disini?
(Ranti)
Ya ampuuun lis...lo bikin kita panik tau gak?
(Nia)
Syukur deh lo udah sadar...
(Endy)
Heran deh....lo sama ben itu dokter,ya walau gak kerja di Rs, setidaknya kalian harus peka dong sama kesehatan.
Bisa bisa nya tekanan darah sampai serendah ini. Lo gak dikasih makan sama ben.
(Nia)
Kak endy apaan sih?
(Endy)
Lo dari kapan ngerasa pusing kaya gini lis?
(Lisa)
Baru hari ini....
Emang kenapa?
(Endy)
Emm...kalau gak meleset Prediksi gue lo sekarang lagi hamil
Mendengar ucapan endy lisa yang tadi terbaring langsung bangun dan terduduk.
(Lisa)
Kak endy serius...
(Endy)
Ini sih masih tebakan gue...
Kita pastiin dengan cek lab atau usg biar tau hasilnya..
(Nia)
Datang bulan terakhir lo kapan?
Lisa mulai mengingat ngingat kapan terakhir dia datang bulan.
(Lisa)
Se......ingat a..ku sih sepulang dari honeymoon...
(Ranti)
Itu berarti 3 bln yang lalu
Kok lo bisa gak sadar sih lis...
(Nia)
Fix....gue yakin lo sekarang lagi hamil..
Yeee....kita punya baby...kita punya baby..
(Ranti)
Gue gak sabar pengen lihat gimana baby kita...
Endy dibuat bingung dengan tingkah dua juniornya tersebut.
(Endy)
Tunggu sebentar,gak papa kan? Dr sp.OG nya alias sahabat lo lagi ada operasi bentar lagi dia yang bakal nangani lo..
(Lisa)
Maksih ya kak...
Tak lama kemudian rosa datang ke UGD sambil ngos ngos an, masih menggunakan baju operasi ia menghampiri ketiga sahabatnya itu.
(Rosa)
Huft...hah...gue kira lo belun sadar lis...
(Ranti)
Lo kenapa kaya dikejar hantu gitu...
(Nia)
Iya ...masih pake baju operasi lagi...
(Rosa)
Bawel lo berdua...
Gimana lo udah baikan lis?
(Ranti)
Bentar lagi kita bakal punya baby ros...
(Rosa)
Serius....lisa hamil...yeee....akhirnya kita punya baby...
(Lisa)
Ssst.....kalian berisik banget deh...kasian pasien yang lain tau...
Belum tau ros...tadi kata kak endy harus periksa detail dulu...
Rosa lalu mengambil kursi roda.
(Rosa)
Lo bisa bangun kan? Kita keruang praktek gue...
Sus..pasien atas nama lisa keruangan saya ya...
(Perawat)
Baik dok...
Lisa yang duduk di kursi roda langsung didorong oleh rosa menuju ruang prakteknya, dan di ikuti oleh ranti dan nia.
Sesampainya diruang praktek, rosa langsung menyuruh lisa untuk berbaring,sambil dibantu seorang perawat rosa melakukan USG terhadap lisa.
Rasa deg deg an dirasakan oleh keempat orang sahabat itu ,mereka sangat berharap lisa benar benar hamil. Daaaannnn ........benar saja malaikat kecil telah hadir dirahim lisa.
(Rosa)
Lis....lo hamil....
(Lisa)
Serius ros...aku hamil...
(Perawat)
Selamat ya bu...
Ranti dan nia pun ikut bahagia mendengar ucapan rosa. Rosa lalu memberitaukan kalau sekarang lisa telah hamil dan usia kehamilan nya 11 weeks
Dari layar monitor terlihat jelas malaikat kecil itu tumbuh.
**
Ben yang telah sampai di Rs.langsung mencari keberadaan lisa. Dan saat ia berada di UGD ben melihat andri sedang mengobrol dengan perawat. Ben langsung mengahampirinya.
(Ben)
Ndy....ndy...lisa mana...lisa mana?
(Endy)
Ben...lo baru nyampe...
(Ben)
Iya tadi gue kena macet...sekarang lisa mana?dia gak kenapa kenapa kan?
Endy menghembuskan nafas melihat ketidaksabaran sahabatnya itu.
(Endy)
Lo tenang dulu...kenapa?
Lisa gak kenapa kenapa
(Ben)
Terus sekarang dia dimana?
(Endy)
Lo ikut gue...
Endy lantas membawa ben menuju ruang praktek rosa. Dan saat di depan pintu ben melihat papan nama rosa
"Rosalita putri mecca sp.OG"
Ben yang tau rosa spesialis kandungan ia langsung masuk kedalam.
Saat masuk ben melihat lisa tengah berbaring dan sedang di USG
Mata ben langsung tertuju pada layar yang menampilkan seorang mahluk kecil.
(Ben)
Sayang.....kamu hamil...
Lisa mengangguk,air mata bahagia mengalir dipipinya.
(Rosa)
Selamat ya kak ben....bentar lagi bakal jadi ayah.....
Setelah perawat membersihkan perut lisa dan lisa bangun dari posisinya,ben langsung memeluk lisa.
Kebahagiaan yang bertubi tubi dirasakannya saat ini.
Hadiah dari tuhan yang tak ternilai kini mereka dapatkan.
Ben memeluk erat lisa dan tanpa sadar air matanya mengalir,saking bahagianya ia sampai tak mampu berkata apa apa selain rasa syukur yang dipanjatkannya.
Ben : "Thanks god gift from you i will guard until the end of my life"
__ADS_1