Malam yang panjang

Malam yang panjang
127.Rencana Endy


__ADS_3

Tanpa terasa sudah 1 minggu mereka di amerika, banyak tempat tempat yang telah di kunjungi Ben's family serta teman temannya.


Mereka terlihat begitu menikmati perjalanan liburan mereka kali ini.


Reno dan indi juga mengajak mereka untuk mencicipi restoran yang memiliki menu menu yang sangat enak.


Ben juga bisa melihat keceriaan di raut wajah lisa dan thania.


Hal itu membuat ben senang, ia bisa menghabiskan waktu dengan anak & istrinya lebih banyak, di tambah dengan kehebohan para sahabat mereka yang menambah suasana menjadi lebih hangat.


----------------------------------


Dan seseorang telah menyiapkan kejutan untuk orang yang spesial, siapa lagi kalau bukan endy, ia telah merencanakan untuk melamar Rosa.


Endy sadar,ia bukanlah orang yang romantis, tapi ia akan berusaha sebisa mungkin untuk membuat kekasihnya itu merasa sangat bahagia.


Ia telah menyusun rencana sebagus mungkin dan tak ada yang mengetahuinya.


Seorang pria yang tak pernah bisa serius kini telah berubah menjadi seorang pria yang lebih dewasa dan pandai dalam menyikapi sebuah hubungan.


Endy, tau kalau wanita yang saat ini menjadi kekasihnya itu adalah wanita yang hebat.


Dibalik keceriaannya, ada sesuatu beban yang ia simpan seorang diri.


Dan endy tak mau jika beban itu harus ditanggungnya sendiri.


Endy memang belum mengenal lebih jauh bagaimana keluarga Rosa.


Tapi dari cerita Rosa,Endy bisa menyimpulkan bagaimana yang sebenarnya.


Bahkan Para sahabat Rosa seperti Lisa dan yang lain tak ada yang mengetahuinya.


Karena Rosa tak ingin melihatkan sisi buruk dari keluarganya.


Dan hal itulah yang membuat endy semakin yakin jika Rosa adalah pilihan yang terbaik untuk menemani hidupnya.


*


*


*


*


Jam menunjukkan pukul 20.00 malam waktu As.


Agenda hari ini mereka memang tidak akan kemana mana, karena cuaca yang tidak memungkinkan untuk mereka keluar rumah.


Dan mereka berencana untuk memasak & makan malam bersama.


Lisa dan yang lain terlihat sibuk menyiapkan semua bahan bahan dan peralatan memasak.


Sedangkan ben dan yang lain menunggu di ruang tamu sambil saling mengobrol.


(Ben)


Ren...kira kira lo balik ke indo setelah usia kandungan indi berapa bulan?


(Reno)


Mungkin sekitar 5 bulan an ben.


(Ben)


Masih lama dong....


(Endy)


Iyalah....dikehamilan indi saat ini resikonya besar buat bepergian jauh,apa lagi kondisi indi setelah kecelakaan gak sebaik waktu sebelum dia kecelakaan..


(Ardi)


Tuh ben dengerin kalau dokter lagi ngomong...


(Ben)


Kampret lo...


(Ardi)


Ssttt.....gak boleh ngomong gitu ada thania....


Ben lupa kalau dirinya kini bukanlah bujangan lagi, tetapi telah menjadi seorang ayah dan tak boleh berbicara sembarangan.


(Reno)


Thania sayang, jangan dengarin papa mu ya sayang....


[Sambil menutup kedua telinga thania]

__ADS_1


Thania yang belum mengerti apa apa hanya sibuk dengan biskuit ditangannya.


(Ben)


Untung thania belum ngerti....


(sambil mengusap lembut kepala thania)


(Endy)


Kalau lisa ampe denger, yakin deh gue habisss lo ben kena ceramah 😂


(Ardi)


Hahahaha...


(Ben)


Gara gara lo tuh ( mengarah ke ardi)


Ke akraban mereka tak pernah berkurang sama sekali, selalu saja ada hal yang bisa membuat mereka bercanda hingga berdebat hanya karena masalah sepele.


Dan tak lama kemudian Rosa memanggil mereka semua untuk menuju meja makan,dimana lisa dan yang lain telah selesai menyiapkan makan malam untuk mereka semua.


Mereka makan bersama dan begitu menikmati kebersamaan mereka saat ini.


Setelah selesai makan, mereka kembali berkumpul diruang tamu sambil mengobrol dan merencanakan kegiatan apa yang akan mereka lakukan esok hari.


Namun di saat yanh lain semangat menyiapkan rencana mereka, endy mulai menjalankan aksinya.


Ia berlagak seakan bosan dan tak berminat melakukan apa apa.


(Endy)


Gue mulai bosen deh disini, pengen cepat balik ke indo. Udah kangen suasana Rs.


Semuanya orang yang mendengarnya menjadi terheran heran, terutama Rosa


Rosa yang tadi sudah sangat gembira dan tak sabar mendatangi tempat tempat yang indah bersama endy, kini terlihat diam dan tak bersemangat lagi setelah mendengar ucapan kekasihnya itu.


(Reno)


Apaan sih lo ndy? Baru juga seminggu


Lagian apa juga yang lo kangenin di Rs?


(Ardi)


(Endy)


Itu kan kemaren, namanya bosen emang itu direncanain?


Kalau lo bilang apa yang di kangenin di Rs? Ya pasti banyak lah...terutama ngobrol bareng perawat dan dokter yang lainnya....


(Ben)


Ndy, lo aneh tau gak?


Dimana mana, orang lagi liburan tuh happy, semangat apa lagi inikan pertama kalinya lo liburan bareng sama rosa...


(Endy)


Yaelah ben, aneh apanya sih ? Gue kan cuma bilang bosen emang salah?


(Indi)


Udah....udah...perdebatan gak penting ini jangan di lanjut oke ...


(Endy)


Udahlah....gue kekamar aja males disini...


Endy beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamarnya..


Ben dan yang lain merasa aneh akan sikap endy yang tiba tiba seperti itu.


Lisa yang memangku Thania yang sedang tertidur,melirik ke arah rosa yang hanya diam dan tertunduk memandangi ponselnya.


Lisa mencoba memberi tau ranty dan nia soal rosa.


Ranty dan nia merasa pasti ada sesuatu yang telah terjadi antara rosa dan endy.


Lisa lalu mengambil ponselnya dan mengirim chat kepada rosa,ranty,nia indi & hana. Ia mengajak mereka untuk membahasnya di dalam kamar lisa.


Setelah membaca pesan dari lisa mereka lalu menuju kamar lisa.


Ben,reno dan yang lain paham dan membiarkan pasangan mereka.


Sesampainya di kamar lisa langsung menaruh thania yang tertidur di ranjang dan mereka mulai membahas masalah rosa.

__ADS_1


(Indi)


Ros, lo lagi berantem sama endy?


(Ranty)


Bukannya lo tadi baik baik aja ya ros


(Rosa)


Gue juga gak tau, kenapa kak endy tiba tiba bersikap seperti tadi?


Gue gak berantem sama sekali...


(Lisa)


Mungkin, kak endy memang lagi bosen aja, coba deh ros lo tanya baik baik ke kak endy...


(Nia)


Iya, jangan sampai lo mikir yang enggak enggak...


(Hana)


Kak rosa, taulah Dr.endy kan emang sering bermasalah dengan moodnya...


(Indi)


Hana bener....endy emang kadang gak jelas, tapi dia cowok yang baik kok...


Mending sekarang lo datangin ngomong baik baik kedia


(Rosa)


Yaudah....gue tanya kedia dulu deh


(Lisa)


Jangan ditekuk lagi mukanya oke....


(Rosa)


Iyaa....thanks ya saran nya


Rosa keluar dari kamar lisa dan menuju ke lantai atas menghampiri endy yang berada di kamar.


Sesampainya di dalam kamar rosa kaget melihat endy yang tengah membereskan kopernya.


(Rosa)


Sayang.....kamu lagi apa sih?


(Endy)


Sory ros, gue gak bisa nemenin lo disini lagi...


Besok gue balik ke indo ya...


(Rosa)


Kenapa?


(Endy)


Ya seperti yang gue bilang tadi, gue bosen disini


(Rosa)


Itu gak masuk akal,bukannya kamu yang semangat banget kemaren ngajakin aku liburan kesini? Tapi sekarang


(Endy)


Kamu sama aja deh kaya yang lain, gak mengerti banget sama yang aku omongkan...


Rosa benar benar tak percaya,jika orang yang ada dihadapannya ini, adalah endy yang biasa ia kenal.


Karena jauh dari sikap endy biasanya.


Rosa tak ingin melanjutkan perdebatannya dengan endy, ia lebih memilih menyikapinya dengan tenang.


(Rosa)


Oke, terserah kamu aja, tapi gak papa kan kalau kamu pulang sendiri?


Soalnya aku masih mau disini.


Sebelum endy menjawab rosa berpaling dan pergi meninggalkan endy dari kamar. Endy yang tak mengira rosa akan bersikap seperti itu menjadi was was sendiri, ia takut rencananya akan gagal.


Rosa keluar dari kamar berusaha sebaik mungkin menutupi kesedihannya,

__ADS_1


Ia tak mau sahabatnya melihat.


Dan bersikap seolah tak ada apa apa,dan bukan rosa namanya jika ia tak bisa membuat sahabatnya mempercayai dirinya. Bahkan ia menjelaskan dengan tenang kepada yang lain jika dirinya dan endy tidak kenapa kenapa.


__ADS_2