
Thania yang terbangun dari tidurnya langsung di gendong oleh reno...
(Reno)
Hallo sayang, udah bangun ya...sama uncle ya...
Reno begitu hati hati saat menggendong thania, meski thania sudah cukup besar tetap saja reno masih terlihat kaku saat menggendongnya....
Thania, masih terdiam balita cantik itu masih terlihat bingung, tetapi ia megenali reno.
Lisa dan indi selesai memilih barang barang yang mereka beli, dan setelah membayar keduanya kembali mendatangi reno dan thania, lisa yang melihat thania sudah bangun langsung menghampiri putrinya itu...
(Lisa)
Anak cantik nya mama sudah bangun,maaf ya kak udah ngerepotin
(Reno)
Enggak lah lis, justru aku senang kok bisa nemanin thania...
(Indi)
Iya lis, ya itung itung biar reno latihan kan..
(Lisa)
Makasih ya, untung ada kalian berdua, kalau gak aku cuma berdua thania aja...
(Reno)
Emh....oh ya lis, lo gak bilang ya ke ben kalau mau pergi sama thania?
(Lisa)
Aku sih emang gak bilang secara langsung kak, tapi tadi aku udah coba telpon ke ben, tapi gak di angkat , terus aku WA aja ke ben, emang kenapa kak?
(Indi)
Iya beb, emang kenapa sama ben?
(Reno)
Enggak sih, cuma pas tadi gue lagi selfi sama thania terus gue post ke grup, ben kaya kaget gitu pas gue bilang lo sama thania cuma berdua ke mall..
(Indi)
Coba deh lis, lo hubungin ben lagi
(Lisa)
Yaudah, aku telpon ben dulu...
Lisa sedikit menjauh dari reno dan indi, ia lalu mencoba menelpon ben...
📲 lisa : hallo sayang
📲 ben : hallo...
📲 lisa : lagi sibuk ya?
📲 ben : iya...
📲 lisa : kamu kenapa sih? Jawabnya gitu banget?
📲 ben : kamu yang kenapa? Pergi ke mall cuma berdua sama thania, kalau ada apa apa gimana?
📲 lisa : kamu kenapa sih? Lagian aku sama thania baik baik aja kok !!! Kamu terlalu berlebihan tau gak?
📲 ben : berlebihan .....??? Kamu bilang aku berlebihan, terserah kamu deh, aku udah pusing sama pekerjaan, aku gak mau berdebat sama kamu...
Ben langsung menutup telepon dari lisa...
Lisa merasa bingung dengan sikap ben???
(Lisa)
Ben kenapa sih?
Dari jauh indi dan reno memperhatikan lisa brbicara dengan ben di telepon, dari ekspresi lisa mereka berdua bisa menyimpulkan kalau lisa dan ben tengah berselisih...
Lisa kembali menghampiri indi dan reno.
(Indi)
Ada apa?
(Lisa)
Gak ada apa apa kok...
Oh iya, kalian masih ada yang mau dicarikan?
(Indi)
Iya sih, tapi nanti aja deh, gue sama reno temanin lo sama thania aja dulu, ya kan beb?
(Reno)
Iya...
(Lisa)
Gak...gak usah, kalian lanjutin aja belanjanya, aku sama thania udah harus balik, ben katanya mau pulang cepat hari ini...
(Reno)
Kita antar ya?
(Lisa)
Gak usah kak, aku bawa mobil kok
Reno lalu meletakan kembali thania kedalam stroller.
(Lisa)
Makasih ya kak udah ngejagain thania..
(Reno)
Iya lis, lo gak usah makasih, gue senang kok jagain thania
__ADS_1
(Indi)
Lo hati hati di jalan ya!!
(Lisa)
Iya, kamu juga ya
(Sambil mengelus perut indi)
(Indi)
Bye thania sayang, nanti jalan lagi ya sama aunty, oke cantik...
Setelah berpamitan dengan indi dan reno, lisa lalu pergi meninggalkan reno dan indi.
Lisa masih dibuat bingung dengan sikap ben barusan di telpon, lisa merasa ada yang aneh dari ben.
Dan Lisa tak ingin hanya menebak nebak dan ia ingin langsung menanyakannya ke ben. Ia tak mau ada kesalah pahaman di antara mereka berdua.
Setelah sampai diparkiran, lisa langsung membuka pintu mobil dan mendudukkan thania di car sheat nya, dan memasukan barang belanjaan yang tadi dibelinya. Sebelum pergi lisa memberikan thania susu yang sudah ia siapkan, dan si kecil thania pun dengan pintar nya memegang botol dot nya dengan kedua tangan mungilnya.
Sepanjang perjalanan lisa tersenyum mendengar suara ocehan thania yang telah menghabiskan susunya, lisa sangat bersyukur memiliki anak yang sangat pintar. Dan thania mampu menghilangkan kegundahan yang dirasakan oleh lisa.
Sebelum menuju kantor ben, lisa menyempatkan untuk mampir di sebuah cafe yang tak jauh dari kantor ben.
Ia membeli coffe dan cake untuk ben.
15 menit kemudian, lisa sampai di kantor ben. Lisa kembali menurunkan stroller thania, sambil mendorong stroller lisa menenteng paper bag coklat yang berisikan coffe dan cake kesukaan ben.
Sesampainya di lobi, lisa menanyakan ke reception.
(Lisa)
Siang mba
(Reception)
Selamat siang ibu lisa...
(Lisa)
Pak ben ada di ruangannya gak ya?
(Reception)
Ada kok ibu, pak ben baru saja selesai dari rapat.
(Lisa)
Oke deh, makasih ya
(Reception)
Sama sama bu...
Lisa lalu berjalan menuju ruangan ben.
Sepanjang jalan lisa disapa ramah oleh para karyawan, dan tidak sedikit dari mereka yang merasa gemas pada anak dari bos mereka itu.
Sesampainya lisa di lantai ruangan ben, lisa lalu berjalan menuju ruangan kerja milik suaminya itu.
Dan pada saat lisa ingin masuk, ia melihat dari kaca ben terlihat marah dengan salah dua karyawannya.
Lisa lalu mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam, ia tau pasti ada masalah yang membuat ben menjadi marah seperti itu. Lisa lalu menarik stroller thania dan berjalan ke arah sofa yang ada di seberang ruangan ben.
(Lisa)
Sayang, kayanya papa lagi ada masalah deh? Kita ngeganggu papa gak ya ?
(Berbicara ke thania)
(Thania)
Ppapahh...
(Lisa)
Thania pengen ketemu sama papa ya? Sabar ya kita tunggu sampai papa selesai oke...
Cukup lama lisa menunggu sampai ben selesai berbicara pada karyawannya. Sampai andri yang membawa beberapa berkas laporan untuk diberikan ke ben melihat lisa dan thania duduk di sofa.
Andri langsung menghampiri lisa.
(Andri)
Bu lisa...kok nunggu disini?
(Lisa)
Eh, andri
Iya gak papa kok, kayanya ben lagi sibuk gak pengen ngeganggu aja..
(Andri)
Yaudah ibu lisa tunggu sebentar ya, saya beritaukan ke pak ben dulu...
(Lisa)
Iya makasih, tapi sampein ke ben saya gak papa kok nunggu...
(Andri)
Iya bu...
Andri lalu pergi menuju ruangan ben, sesampainya di dalam ruangan, andri bisa melihat wajah atasannya itu lain dari biasanya.
Dua orang karyawan yang tadi dilihat lisa sedang dimarahi oleh ben hanya bisa tertunduk.
(Andri)
Permisi pak ben...
(Ben)
Iya , ndri ada apa?
(Andri)
Ini laporan yang akan dibahas besok saat rapat di singapore besok pak...
__ADS_1
(Ben)
Kamu sudah cek semuanya kan, dan gak ada kesalahan lagi.
(Andri)
Sudah pak, semuanya sudah saya perbaiki, bapak bisa cek
Ben lalu membuka map yang dibawa oleh andri dan membacanya dengan teliti.
(Ben)
Oke...makasih ndri, oh ya persiapan buat besok sudah siap semua kan?
(Andri)
Sudah pak...
(Ben)
Oke...
Kalian berdua boleh keluar, tapi saya tidak mau lagi ada kesalahan seperti tadi terulang, dan saya tidak akan toleransi lagi kalau hal seperti tadi terulang kembali..
(Karyawan 1 & 2)
Baik pak...
Dua karyawan itu pun pergi meninggalkan ruangan kerja bosnya.
(Andri)
Oh iya pak, di luar ada ibu lisa
(Ben)
Lisa disini ?
(Andri)
Iya pak, bu lisa lagi nunggu di sofa di luar...
Ben langsung berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari ruangan.
Saat ben membuka pintu, ben melihat lisa tengah duduk di sofa sambil memangku thania.
Ben menghampiri lisa dan thania.
(Ben)
Sayang....kamu ngapain disini?
(Lisa)
Kenapa? Emang aku gak boleh kesini ?
(Ben)
Ya bukannya gitu...
(Lisa)
Ada yang mau aku omongin ke kamu...
(Ben)
Yaudah, kita ke dalam aja ya...
Ben lalu menggendong thania...
(Ben)
Hallo cantiknya papa...
Yaudah yukk kita ngomong di dalam aja...
Lisa mengangguk dan bangkit dari duduknya, ia berjalan di belakang ben sambil mendorong stroller thania.
Ben langsung menanyakan apa yang sebenaranya ingin dibicarakan oleh lisa.
(Ben)
Kamu mau ngomong soal apa sih?
(Lisa)
Soal percakapan kita tadi di telpon...
(Ben)
Udahlah, gak usah dibahas lagi...
(Lisa)
Kamu kenapa sih? Gak seperti biasanya, apa katena aku ngajak thania keluar rumah berduaan aja itu yang buat kamu marah?
(Ben)
Aku cuma khawatir sama kamu dan thania...
(Lisa)
Apa sih yang kamu khawatirkan, aku sama thania gak kenapa kenapa?
(Ben)
Iya aku minta maaf, aku tau aku terlalu berlebihan, aku cuma kebawa emosi aja tadi...maafin aku ya
(Lisa)
Iya, aku juga minta maaf ya, aku udah buat kamu khawatir...
Akhirnya rasa penasaran lisa terjawab sudah, ia tau hal yang membuat ben menjadi aneh saat di telepon tadi, karena pekerjaan lah yang membuat ben tidak bisa mengontrol emosinya.
Kesalahan yang dilakukan oleh karyawannya sungguh sangat berakibat fatal jika tidak diketahui lebih awal oleh ben.
Dan di saat bersamaan ia tidak membaca pesan dari lisa dan malah membaca chat grup. Itulah kenapa ben langsung menjadi kesal.
Namun sebelum lisa datang ke kantor ben baru melihat pesan yang dikirim oleh lisa. Disitulah ben sadar bahwa ia salah sudah melampiaskan kekesalannya terhadap lisa.
Dan ben sangat bersyukur, lisa tidak menanggapinya dengan serius, dan akhirnya mereka tidak berselilisih hanya karena masalah miss komunikasi.
__ADS_1
Note : komunikasi diantara pasangan sangat betperan penting. Jadi buat kalian jangan sampai miss kominikasi karena bisa berdampak jelek di hubungan yang kalian jalani.