
Semenjak habis bertemu indi, lisa terlihat diam, ia masih memikirkan indi, doanya tak pernah putus untuk sahabatnya itu.
Ben yang melihat lisa dan penasaran kenapa lisa jadi murung seperti itu.
Ben lalu memnghampiri lisa untuk bertanya, namun lisa langsung pergi menuju kamarnya.
Ben mengurungkan niatnya untuk bertanya ke lisa.
Ben juga kembali mengingat ucapan indi tadi, ia tak menyangka kalau reno bisa lebih memetingkan teman temannya ketimbang indi kekasihnya.
---------------------------------- di Rs reno terlihat murung, entah kenapa setelah melihat indi tadi ia merasakan aneh pikirannya berkecamuk, hatinya tak tenang.
Ia berfikir kenapa dengan dirinya saat ini.
Ia melihat ponselnya dan melihat wajah indi menghiasi layar ponselnya.
Ia ingin sekali menelpon indi, tapi ia ragu jika respon indi akan marah
Saat ia menelponnya dan membicarakan keputusan yang reno pilih.
Di tempat berbeda
Indi sedang membicarakan proyeknya dengan klien barunya, pembicaraan mereka sangat lancar, ada kesepakatan terjalin di antara mereka.
Indi merasa senang, baru kali ini ia mendapat klien yang sangat simple dan tak banyak maunya...
Setelah pembicaraan mereka selesai klien dari indi pun pamit dan pergi meninggalkan indi sendiri, saat indi melihat ponselnya tiba tiba pesan masuk dan itu dari reno.
Indi semangat saat meraih ponselnya itu dan ketika ia membuka pesan dari reno, seketika mata nya membulat rasa tak percaya dengan apa yang dibacanya saat ini.
📩 Reno : beb, aku minta maaf aku salah sama kamu, maafkan aku yang menyakiti hati mu, aku mau kita intropeksi diri masing masing dulu dan kita break untuk sementara sampai kita bisa kembali seperti dulu lagi, maaf kan aku, aku hanya perlu waktu untuk sendiri bukan karena aku gak sayang sama kamu, tapi ini yang terbaik buat kita berdua. Untuk sementara aku akan menginap dirumah endy. Aku sayang kamu beby.....
Buyar semua rasa senang indi, tangannya gemetar memegang ponsel itu, bulir bulir bening, menumpuk di mata indahnya, seketika sekali kedipan akan meluncur bebas membasahi pipinya.
Sekuat tenaga indi menahannya, ia tak ingin orang lain melihat kekecewaannya.
Dengan langkah kaki yang lemas dan pikiran kosong indi melangkah keluar dari cafe tersebut menuju mobilnya, tubuhnya serasa tak bertulang.
Sesampainya di dalam mobil tangis yang di tahannya akhirnya pecah, sambil menunduk di setir mobil indi menangis sejadi jadinya rasa sakit dan sesak yang tadi didadanya mulai hilang kini kembali ia rasakan.
Seakan dunianya runtuh, ia tak tau harus berkata apa lagi, hanya tangisan yang terdengar dari bibir manisnya.
Sesegukan dari suara tangis indi dapat didengar oleh orang lain, suara yang sangat menyesakkan dada bagi orang yang mendengarnya.
Dengan sisa pertahanannya yang masih tersisa indi membalas pesan dari reno tersebut.
📩 indi : aku mau ketemu kamu sekarang
Reno yang mendapat balasan pesan dari indi kaget, ia tau indi tak pernah mau membalas pesan darinya, biasanya jika ia mengirim pesan indi akan langsung menelponnya kali ini berbeda.
Reno langsung membalas pesan indi.
📲 reno : kita bicarakan ini di appartemen sebentar lagi aku pulang.
Mendapat balasan pesan dari reno, indi melajukan mobilnya menuju appartemen.
Air mata seakan tak ingin berhenti mengalir di pipi mulus indi, suara isakannya makin terdengar, dipacunya mobil dengan kecepatan tinggi agar ia bisa sampai segera dan bertemu dengan reno dan hal yang tak terduga pun terjadi...
BRAAAKKKKK......
Mobil indi menabrak truck yang stop mendadak di depannya
,dan mobil indi menabrak keras truck didepannya itu
Kaca depan mobil pecah seketika, bagian depan mobil indi hancur tak terbentuk.
Terlihat darah bercipratan di kaca mobil
Wajah putih mulus indi kini berubah menjadi merah karna darah yang mengalir,diakhir kesadarannya indi melihat fotonya bersama reno yang tergantung dimobil, dan terkena cipratan darahnya...
Dan kata terakhir yang terucap dari bibir indi..
"Re..no a..ku...s..ay...ang ka...m..u..."
Semua orang yang melihat langsung membantu mengevakuasi indi dari dalam mobil, dan dengan cepat ambulance datang untuk menyelamatkan nyawa indi.
Suara sirine membelah jalanan kota siang itu, indi yang bersimbah darah dan oksigen menutupi wajahnya terlihat tak berdaya...
Reno yang pamit keperawat untuk keluar sebentar, tiba tiba mengurungkan niatnya saat mendengar suara sirine yang stop didepan UGD
Kebetulan hari itu ialah yang bertugas.
Reno dan 3 perawat langsung berlari menuju pintu UGD,saat petugas ambulance menurunkan brankar dan diatasnya sudah terbaring seorang gadis yang sangat di cintainya, membuat kaki reno seakan lemas tak bertulang,tubuhnya jatuh terduduk melihat kekasihnya bersimbah darah.
Salah satu Perawat dengan cepat menyadarkan reno dan perawat lainnya segera membawa indi masuk.
Dengan masih rasa tak percaya reno berlari masuk menghampiri indi. Ia ingin memastikan jika ia salah lihat dan itu bukanlah indi namun orang yang dilihatnya saat ini memang indi.
Bersamaan dengan itu endy,ardi serta rosa baru saja kembali dari makan siang, dan mereka bingung melihat reno yang terpaku tanpa bergerak, endy yang penasaran langsung menyibak tirai yang menutupi, betapa terkejutnya endy melihat indilah yang terbaring dengan penuh luka di wajahnya...
(Endy)
INDI......
Ardi dan rosa langsung menghampiri endy dan keduanya ikut terkejut melihat kondisi indi yang menggenaskan.
Dengan cepat endy dan ardi memberi pertolongan kepada indi.
(Perawat)
Dok pasien kehilangan banyak darah
(Endy)
__ADS_1
Segera transfusi darah secepatnya...
Endy dan ardi dengan cepat menolong indi..
(Ardi)
Ndy, luka dikepala indi cukup parah indi harus cepat di operasi.
(Endy)
Buruan di, siapkan semuanya...
Ardi langsung berlari dan untuk menyiapkan ruang operasi segera.
Setelah beberapa alat dipasang ditubuh indi nyawanya sementara tertolong.
Endy yang melihat reno masih terdiam terpaku melihat keadaan indi, lantas menyadarkan reno.
(Endy)
Lo mau sampai kapan berdiri mematung kaya gini, lo mau liat cewek lo kehilangan nyawanya.
(Reno)
Ini salah gue...ini salah gue...
(Endy)
Maksud lo apaan?
Dan bersamaan dengan itu pihak polisi datang membawa beberapa barang indi yang ada di lokasi kejadian.
(Polisi)
Selamat siang..
Apa keluarga korban sudah ada yang datang?
(Endy)
Belum pak, kebetulan saya sahabatnya keluarga korban tidak ada diindonesia saya akan segera menghubungi pihak keluarganya.
(Polisi)
Baiklah...
Ini barang barang yang ada di lokasi kejadian, apa ini barang milik korban
Polisi memberikan sebuah tas dan ponsel yang banyak terkena cipratan darah indi, endy mengambil ponsel dan tasnya. saat endy memastikan ponsel indi ia membuka ponsel itu dan ia tak sengaja melihat sisa percakapan antara indi dan reno.
Betapa terkejutnya endy setelah membaca pesan yang dikirim oleh reno untuk indi.
Endy menahan emosinya saat di depan polisi, dan ia membenarkan itu adalah milik indi, polisi pun pergi dan meminta untuk segera diberi kabar jika korban sadar.
(Ardi)
Ndy, semua sudah siap, dokter wijaya yang akan menangani indi..
Endy lalu meminta perawat untuk segera mempersiapkan indi masuk keruang operasi.
4 perawat dengan cepat mendorong brankar indi dan alat alat yang terpasang ditubuh indi menuju ruang operasi.
Setelah indi masuk kedalam ruang operasi endy langsung menarik kerah baju reno dan membawa reno keluar dari UGD, ardi dan rosa yang melihat ikut panik dan mengejar reno dan endy.
Endy menyeret tubuh reno sampai keparkiran, emosi nya sudah tak tertahan lagi dan ...
BUGH.....
Kepalan tangan endy terjun bebas mengenai wajah reno.
Dengan emosi yang menyelimutinya endy memukul reno tanpa ampun.
Darah mengalir dari sudut bibir reno...ia sama sekali tak membalas pukulan endy, ia merasa pantas menerimanya.
Ardi dan rosa yang sampai dan melihat endy memukul reno seperti kesetanan dengan cepat melerainya...dengan sekuat tenaga ardi menahan tubuh endy agar stop untuk memukuli reno...
(Ardi)
Ndy, lo gila ya...apa apaan sih lo..
(Endy)
Bajingan ini....bajingan ini yang sudah buat indi seperti itu...lo pantas mati ren....
(Rosa)
Maksud kak endy apa sih...?
Endy langsung memberikan ponsel indi ke rosa dan rosa membaca pesan itu dan rosa mengerti apa yang membuat endy sampai marah seperti ini.
Air mata menetes dari mata rosa saat membaca pesan itu, ia tau bagaimana hancurnya indi saat membaca pesan itu.
(Rosa)
Kak reno jahat, kak reno tega sama indi, sampai indi kenapa kenapa? Kak reno harus tanggung jawab.
Ardi mengambil ponsel tersebut dari tangan rosa dan rosa pergi masuk untuk menunggu berjalanya operasi indi.
Sama halnya dengan endy dan rosa, ardi pun terkejut saat membacanya.
(Ardi)
Lo apa apaan sih ren...
__ADS_1
Kok lo bisa setega itu sama indi? Kalau gue tau ini alasan lo dipukul endy, gue bakal biarin endy ngehajar lo, lo pantas dapat itu.
(Endy)
Kalau sampai indi kenapa kenapa? Lo berurusan sama gue ren.
Endy dan ardi lantas pergi meninggalkan reno yang duduk tertunduk ditanah.
*
*
*
Rosa yang menunggu di depan ruang operasi sangat ketakutan, doa tak henti hentinya keluar dari mulutnya.
Sama dengan endy dan ardi, mereka hanya bisa tertunduk menunggu operasi selesai.
Endy lantas mengambil ponselnya dari dalam saku, ia langsung menelpon ben untuk memberitaukan keadaan indi saat ini Dan saat panggilan terhubung.
📲 ben : hallo ndy, kenapa lo telpon tumben banget...
📲 endy : ben, indi kecelakaan
📲 ben : apaa...indi kecelakaan...
Lisa yang berada di dapur mendengar ben mengatakan indi kecelakaan membuatnya kaget dan gelas ditangannya terjatuh dan pecah....seketika itu juga lisa langsung berlari menghampiri ben.
(Lisa)
Indi kenapa sayang?...
Ben merangkul lisa untuk menenangkannya dan melanjutkan pembicaraan pada endy.
📲 ben : lo gak lagi bercanda kan ndy?
📲 endy : buat apa ben, gue serius indi sekarang lagi di ruang operasi.
📲 ben : oke gue sama lisa kesana sekarang...
Ben lalu meminta lisa untuk bersiap dan pergi kerumah sakit segera.
----------------------------------
Rosa, endy dan ardi masih duduk dikursi tunggu didepan ruang operasi. Sedangkan reno berdiri bersandar disebelah pintu ruang operasi.ingin sekali ia masuk dan melihat keadaan indi.
Lampu operasi masih terus menyala. Sudah hampir 1 jam operasi berjalan.
Ben dan lisa sampai di Rs bersamaan dengan Ranti dan Nia...
Mereka ingin cepat cepat mengetahui keadaan indi.
Sesampainya mereka di depan ruang operasi mereka melihat sahabat sahabat mereka dalam kondisi ketakutan.
(Lisa)
Indi gimana?
Indi gimana?
Tak ada yang memberi jawaban dari pertanyaan lisa, mereka hanya bisa tertunduk lemas.
(Ben)
Kenapa bisa sampai kaya gini sih?
(Endy)
Lo tanya langsung aja sama sahabat lo tuh (mengarah ke reno)
Ben melihat kearah reno dan ben melihat wajah reno memar bekas pukulan dan darah terlihat masih disudut bibirnya.
30 menit kemudian operasi selesai, dokter yang menangani indi sekalian senior endy dan yang lain itu memberitaukan kondisi indi saat ini.
(Reno)
Dok...dok gimana keadaan pacar saya dok..
(Dokter)
Jadi pasien didalam itu kekasih dr.reno..?
Operasinya berjalan lancar, tapi kondisinya sangat kritis, benturan di kepalanya cukup keras sehingga luka pada kepalanya cukup serius, untuk saat ini saya belum bisa memastikan kondisi pasien, kita banyak berdoa saja agar pasien bisa melewati masa kritisnya karna, Di pertengahan operasi tadi pasien seolah tak ingin bertahan dan kami sempat kehilangannya untungnya kami bisa menolongnya.
Ucapan dokter itu seakan menjadi tamparan keras untuk reno, tidak hanya reno sahabat indi yang lain ikut kaget mendengar ucapan dokter tentang indi.
(Dokter)
Pasien akan segera dipindahkan keruang ICU...sabar banyak berdoa agar ia cepat pulih (menepuk bahu reno)
10 menit kemudian indi sudah dipindahkan keruang ICU, kondisinya sangat menyayat hati, selang berada di dalam mulutnya,alat alat terpasang di tubuhnya, bekas bekas luka yang masih memerah menghiasai wajah dan tubuh indi. Sekarang ia hanya bisa bertahan dibantu oleh alat alat medis yang terpasang ditubuhnya.
Semua mata yang melihat kondisi indi saat ini tak mampu tak meneteskan air mata, sahabat mereka yang sangat ceria,baik, dan dewasa ini tengah terbaring tak berdaya diatas ranjang.
Lisa tak mampu melihat keadaan indi saat ini, pagi tadi ia masih melihat senyum indi dan sekarang ia melihat indi tak berdaya...
Tangisnya pecah didalam pelukan ben.
Ben berusaha menenangkan lisa dengan membawa lisa menjauh dari ruang ICU indi.
Penyesalan dan air mata yang saat ini menemani reno, penyesalan yang mungkin tiada arti lagi untuk sekarang.
Air matanya meluncur bebas membasahi pipi saat melihat wanita yang sudah 10 thn ini menemaninya tengah berbaring tak berdaya.
__ADS_1
Tak ada yang bisa mereka lakukan saat ini,hanya doa yang bisa mereka panjatkan dan mukjizat datang untuk menyelamatkan indi.