
Ben tidak menyangka ia bisa memenangkan proyek tersebut. Dan ia ingin sekali cepat kembali ke indonesia dan menyusul lisa dan thania ke bandung.
Setelah kesepakatan dengan klien selesai ben menyuruh andri untuk menyiapkan tiket pulang ke indonesia.
Ben tak ingin mengingkari janji yang sudah ia buat kepada lisa.
Apa lagi ben masih ingat dengan jelas bagaimana sedihnya lisa karena ia tak jadi menemaninya pulang kebandung.
----------------------------
Di indonesia
Sehabis makan siang tadi lisa sedang beberes koper yang ia bawa, lisa merapikan pakain nya dan baju baju milik thania.
Sambil merapikan baju, mata lisa sesekali melihat kearah ponselnya, ia sangat berharap ben akan menelpon dirinya.
Bukan lisa tidak ingin menghubungi ben duluan, ia hanya takut mengganggu ben bersama kliennya.
Jadi lisa hanya bisa menunggu ben menghubunginya duluan.
Di halaman belakang Si kecil thania terlihat gembira bermain bersama eyang dan eyang uyut nya. Kelucuan thania membuat orang disekitarnya menjadi gemas apa lagi saat bayi mungil itu tertawa.
(Ibu lisa)
Thania mirip banget seperti lisa waktu kecil...
(Bude vena)
Benar banget apa lagi mata dan senyumnya, jiplakannya lisa banget
(Kakek lisa)
Lisa mana ?
(Ibu lisa )
Lisa lagi ngerapiin kopernya pah...
(Kakek lisa)
Papa ngerasa lisa berbeda sekali hari ini, biasanya anak itu selalu ceria
(Bude vena)
Mungkin lisa lagi sedih aja pah...karena ben gak bisa ikut kesini...
(Kakek lisa)
Apa ben selalu sibuk seperti ini...
(Ibu lisa)
Papa kan tau sendiri gimana suksesnya perusahaan yang di bangun oleh alm papa nya ben, apa lagi waktu mba intan yang memimpin, mungkin ben hanya tidak ingin usaha yang sudah mati matian yang dibangun orang tua nya sia sia dan merosot saat ben yang memimpinnya.
(Kakek lisa)
Iya papa tau...
(Ibu lisa)
Soal lisa, papa tenang aja, lisa cuma BT aja, entar juga baikan lagi kok
...
__ADS_1
Iya kan cucu eyang, apa lagi kalau liat senyumnya thania yang lucu ini ya kan sayang....
(Bicara dengan thania)
Dari lantai atas lisa bisa melihat bagaimana gembiranya thania bersama eyang eyang nya.
Lisa menarik nafas panjang dan berusaha untuk tidak terlihat murung lagi di hadapan kakek dan ibu nya.
Lisa lalu keluar dari kamar dan turun bergabung bersama thania serta kakek, ibu dan budenya.
----------------------------
Ben sedang menunggu andri di loby hotel.
Ia sedang menunggu andri melakukan check out kamar. Ben sengaja tidak menghubungi lisa, ia ingin memberinya kejutan.
Saat ben sedang menunggu tampa ben sadari ternyata ia berada satu hotel dengan zayn.
Zayn yang telah berganti pakaian santai melihat ben yang sedang duduk di loby sambil menatapi ponselnya. Zayn lalu menghampiri ben.
(Zayn)
Mr.ben....
(Ben)
Owh....Mr.zayn, anda menginap disini juga ternyata
(Zayn)
Ya, saya menginap disini, apa anda sedang menunggu seseorang
(Ben)
(Zayn)
Bagaimana kalau kita ngoffe bareng mr.ben?
(Ben)
Ah...saya minta maaf mr.zayn saya tidak bisa, karena saya akan pulang ke indonesia
(Zayn)
Oh ya...kenapa terburu buru sekali?
(Ben)
Saya harus menyusul istri saya ke bandung, sekali lagi maaf mr.zayn mungkin next time kita bisa bertemu di indonesia...
Dan disaat yang bersamaan andri datang menghampiri mereka berdua.
(Ben)
Asisten saya sudah selesai,kalau gitu saya permisi duluan mr.zayn
(Zayn)
Oke...oke...silahkan...
Ben dan andri serta dua karyawan ben pergi meninggalkan hotel dan menuju bandara.
Saat ben pergi meninggalkan zayn, zayn terus menatap kearah ben yang pergi meninggalkan hotel.
__ADS_1
Zayn baru tau kalau ben telah menikah.
(Zayn)
Sudah menikah ternyata 😏 tenang saja beantley hermawan kita akan segera bertemu kembali.
Tatapan zayn yang melihat kearah ben sungguh tatapan yang memiliki sebuah arti, tapi entah apa yang akan di rencanakan oleh zayn.
Ben,andri dan dua karyawan lainnya langsung menuju bandara dan segera kembali ke indonesia.
Ditengah perjalanan mereka andri bertanya kepada ben.
(Andri)
Pak apa anda tidak curiga dengan Mr.zayn itu, dia orang yang licik dan semua juga tau dia tidak pernah kalah dalam sebuah tender tapi kali ini pak ben berhasil mengalahkan dia, saya takut dia punya rencana
(Ben)
Saya memang tidak terlalu mengenal siapa sebenarnya zayn, tapi saya memenangkan tender ini secara jujur, saya juga akan berhati hati lagi menghadapi orang seperti zayn...
(Andri)
Dan tadi saya perhatikan dia kaget mendengar pak ben sudah menikah
(Ben)
Saya pikir cuma saya saja yang melihat ekspresi terkejutnya zayn mendengar saya sudah menikah
(Andri)
Saya yakin dia pasti merasa dikalahkan lagi, dia pengusaha muda yang sukses dan memiliki kekayaan yang cukup banyak tapi sayang masih jomblo 😅
(Ben)
Bisa saja kamu ndri....bahkan dia juga kalah dari kamu kan....???
(Andri)
Ah pak ben bisa saja....
Karena bagi saya itu harta bukanlah segalanya, buat apa kita menumpuk kekayaan tapi kita kesepian, untuk siapa semua harta itu kalau kita sendirian, benar kan pak???
Mendengar ucapan andri ben berfikir, semua yang dikatakan oleh andri ada benarnya,ben merasa ia sudah menjadi orang yang sangat beruntung karena tuhan telah memberinya dua orang yang sangat berharga dan tak ternilai oleh apapun, ben akan merasa sangat berdosa jika sampai melalaikannya
Tiba tiba lamunan ben dibuyarkan oleh andri...
(Andri)
Pak....pak....pak ben....
(Ben)
Ekh...iya ndri...
(Andri)
Pak ben kenapa?
(Ben)
Enggak...saya gak papa....
Dan mereka kembali fokus keperjalanan menuju bandara, dan ben sudah sangat tidak sabar ingin bertemu dengan kedua bidadari nya.
__ADS_1