
Rangkaian acara pernikahan ben dan lisa telah berakhir, sepasang pengantin pun telah kembali ke hotel yang telah disiapkan untuk mereka.
Ben dan lisa menuju hotel, di antar oleh supir, mereka menuju peraduan mereka malam ini.
Walaupun ini bukan pertama kalinya bagi mereka untuk tidur bersama,tapi ini pertama kalinya bagi mereka setelah sah menjadi sepasang suami istri.
Sesampainya di hotel, ben yang turun duluan dari mobil langsung membantu untuk membukakan pintu untuk istrinya, ben dengan sabar membantu lisa berjalan, ia memegang ujung gaun milik lisa agar lisa mudah untuk melangkah.
Manager hotel telah menunggu kedatangan mereka, dan menyambut pengantin baru ini dengan ramah.
(Manager)
Selamat malam, selamat datang di luxury hotel untuk bapak Hermawan dan ibu hermawan.
Mari saya antarkan untuk menuju kamarnya.
(Ben)
Terimakasih, oh iya tolong beritau saja kamar berapa dan dilantai berapa? Biar saya pergi sendiri.
(Manager)
Ini cardlock kamar no 1208 ada di lantai 12.(sambil memberikan cardlock)
(Ben)
Terimakasih.
Ben dan lisa langsung menuju kamar mereka.sepanjang perjalanan menuju kamar ben menggenggam erat tangan istrinya. Keromantisan yang mereka perlihatkan mampu membuat orang lain merasa iri.
Sesampainya di depan kamar ben langsung membuka pintu kamar dan mempersilahkan lisa untuk masuk duluan, ketika lisa masuk dan masih ingin melepas heelsnya tiba tiba ben sesudah menutup pintu dan langsung menggendong tubuh lisa menuju ketempat tidur.
Di atas tempat tidur terdapat kelopak kelopak mawar merah membentuk hati β€,serta lilin aroma terapi kesukaan lisa telah berada masing masing satu di kanan kiri nakas.
Pencahayaan didalam kamar hanya dari standing lamp dan lilin.
Suasana kamar begitu tenang.
Ben lalu mendaratkan tubuh lisa di atas ranjang, ia lalu berjongkok dan membuka kan heels yang dipakai oleh lisa.
Dengan lembut ben melepas tali heels dari pengaitnya dan melepaskannya dari kaki lisa.
Lisa menatap kearah ben dengan penuh rasa cintanya. Setelah kedua heels sudah terlepas ben membersihkan telapak kaki lisa.
Lisa merasa diatas awan dengan semua perlakuan yang diberikan ben untuknya,
(Lisa)
Makasih sayang....
(Ben)
Kamu gak perlu berterimakasih ke aku, justru aku senang bisa melakukan semua hal ini untuk kamu.
Mulai hari ini dan seterusnya perlakuan ku terhadap mu tak akan ada yang berubah.
Ben lalu meraih tangan lisa dan mencium punggung tangan milik lisa.
(Lisa)
Oh ya, ibu ada bawain baju gak sih buat ganti, gak mungkin kan malam ini tidur pake gaun?
(Ben)
Bentar ya aku liat dulu di lemari...
Ben berdiri dan melangkah menuju lemari,dan saat ben membuka lemari ia tersenyum melihat sesuatu
yang tergantung didalam lemari.
Lisa yang memperhatikan merasa bingung apa yang sedang ditertawakan oleh ben.
Lisa lalu mengambil sendal hotel dan menghampiri ben yang sedang berdiri dan tersenyum ke arah lemari.
(Lisa)
Kamu lagi ketawain apa sih?( sambil menengok kedalam lemari)
Saat mata lisa menangkap sebuah kain transparan berwarna hitam matanya terbelalak, sebuah lingerie hitam tergantung di dalamnya dan secarik kertas bertuliskan
"Ini hadiah dari kita kita πSelamat menunaikan malam pertama dan semoga langsung top cer ya ,kita kita udah gak sabar pengen gendong keponakan, gue jamin saat lo pake ini ,mulai dari lo pake sampai besok pagi kak ben gak bakal tidur fighthing"
"Ranti DKK"
Lisa menutup malu wajahnya,hadiah dari para sahabatnya sukses membuatnya seperti kepiting rebus saking malunya.
Ben lalu mendekat ke arah lisa dan berbisik.
(Ben)
Sayang, sahabat kamu pengertian banget deh...tapi aku lebih suka kalau kamu gak pake apa apa....
(Lisa)
Ahhh....... beeeennnn......
(Ben)
Hahahhahaha.....
Bercanda sayang... (sambil menarik lisa kedalam pelukannya)
(Lisa)
Aku gak suka deh tidur pakai gituan....
(Ben)
__ADS_1
Hmmm....tapi kayanya mulai sekarang kamu harus ngebiasaiin deh...soal nya aku suka...
(Lisa)
Ish.....
Tapi ini kan bukan malam pertama kita (dengan nada suara pelan)
(Ben)
Siapa bilang....??
Ini tetap malam pertama kita, malam pertama di mana kita melakukannya sebagai suami istri yang sah...
(Lisa)
Ya emang....tapi rasanya juga pasti sama
Ben lalu melonggarkan pelukannya dan menatap wajah lisa.
(Ben)
Aku jamin rasa nya bakal beda aku bisa ngebuktiinnya ke kamu sayang... (lalu mengecup kilas bibir lisa)
(Lisa)
Ih...jangan liatin aku kaya gitu ah... (terasa malu dan wajahnya memerah)
(Ben)
Aku senang deh liat kamu malu malu kaya gini sayang....lucuu tau gak... (sambil mencubit lembut pipi lisa)
Ben kembali menarik tubuh lisa kedalam pelukannya.
Lisa melepaskan pelukan dari ben dan membantu melepaskan jas yang masih dikenakan ben, satu persatu di lepaskan oleh lisa hingga tersisa kemeja dan celana ben.
(Ben)
Kok kemeja sama celananya gak sayang...
(Lisa)
Ya kalau itu kamu juga bisa buka sendiri kan?
Lisa lalu menjauh dan berdiri di depan cermin rias, ia melepas accsesoris yang di pakai nya, mulai dari anting kalung dan melepas jepitan yang menggelung rambutnya
Ben yang melihatnya langsung menghampiri lisa dan memeluknya dari belakang, ben menciumi tengkuk lisa dan tanganya menurunkan pelan resleting dari gaun lisa.
Punggung lisa yang terbuka tak luput dari kecupan bibir ben. Hal itu membuat lisa merasa kegelian.
Saat resleting sudah sampai batasnya ben melepaskan gaun yang dipakai lisa, seketika mereka yang sedang berdiri di depan cermin pun melihat bagaimana lekuk tubuh lisa dari pantulan cermin.
Ben membalik tubuh lisa untuk menghadap dirinya, tangan ben lalu mengiring tangan lisa untuk membuka kemeja dan celana nya.
Saat tangan lisa membuka satu persatu kancing baju ben, ben meraup lembut bibir lisa. Kedua nya hanyut dalam pagutan mereka masing masing.
Dan ketika kulit mereka bersentuhan, keduanya seperti tersengat listrik voltase tinggi. Ada sensasi berbeda saat kulit mereka bersentuhan.
Ben menggendong tubuh lisa menuju ranjang, saat tubuh lisa terbaring di atas kelopak kelopak mawar menjadi suatu pemandangan yang sangat eksotic bagi ben.
Ben menciumin setiap lekuk yang ada ditubuh lisa,
Setiap sentuhan dari bibir ben membuat lisa mendesah, ia hanya bisa menutup matanya dan menikmati setiap perlakuan yang diberikan oleh ben.
Saat bibir ben melumat lembut p****g lisa,tangan sebelahnya *** dengan lembut.
Tangan lisa hanya bisa *** pinggiran sprei, sesekali ia menggigit bibir bawahnya tanda ia begitu menikmatinya.
Tubuh lisa yang polos kini bercampur dengan kelopak mawar, ben terus membuat lisa lupa akan segalanya, desahan dari lisa serasa memenuhi ruangan. Dan itu semakin menambah gairah ben.
Mulai dari tangan hingga lidahnya pun ikut bermain di area sensitif lisa. Ben bener bener membuat lisa merasakan hal yang berbeda. Dan saat lidahnya beraksi tangan ben pun tak tinggal diam kedua tangannya *** dua gundukan sintal milik lisa, ketika kedua area sensitifnya disentuh bersamaan membuat lisa tak bisa berkutik.
Dan pertahanan lisa pun akhirnya gugur, ia melepaskan pencapaiannya,
Ben yang mengetahui tubuh lisa menegang langsung memasukan juniornya dan membuat lisa merasakan tubuhnya bergetar, disaat bersamaan lisa mengeluarkan cairanya ben memasukan juniornya dan hal itu menjadi sensasi nikmat yang di rasakan oleh lisa.
Setelah tubuh lisa kembali rileks, ben mulai menggoyangkan tubuhnya maju mundur...
Dan tubuh lisa Mulai mengikuti irama gerakan yang dilakukan tubuh ben...
Terakhir mereka berhubungan sekitar 3 thn yang lalu dan membuat keduanya haus akan rasa nikmat yang telah lama tidak mereka rasakan.
Ben terus memacu tubuhnya, cukup lama mereka dengan posisi misionaris, dan ben ingin mengganti posisinya.
Ben lalu duduk dan menaikan tubuh lisa diatasanya, dan setelah memasukan kembali juniornya dalam sangkarnya kini lisa lah yang aktif bergerak,
Lisa menggoyang tubuhnya naik turun hingga ben merasa melayang diatas awan karna gerakan yang dilakukan lisa.
Seperti tak ada rasa lelah dan kantuk mereka berdua masih terus bergairah dan memuaskan hasrat mereka.
Dan entah berapa banyak sudah jejak merah di tubuh keduanya.
2 jam berlalu dan mereka masih dalam aksi panasnya, dan kini mereka kembali keposisi awal, ben yang mulai merasa puncaknya sudah dekat terus memacu tubuhnya, keringat pun membasahi tubuh keduanya, dan tak lama kemudian ben mulai menyeting otaknya agar ia mengeluarkannya di dalam.
Ia terpacu ingin segera memiliki momongan dan tak ingin menundanya, dan akhirnya........ππ
Untuk pertama kalinya ben melepaskannya di dalam rahim milik lisa dan lisa pun merasakan sesuatu yang hangat mengalir didalam organnya.
Dalam kondisi junior nya masih didalam ben lalu menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh lisa. Keduanya terlihat lelah dan tak mampu bergerak lagi setelah aksinya, yang berjam jam.
10 menit kemudian ben melepaskannya dari tubuh lisa dan berbaring disebelah lisa. Ben menarik selimut dan menutupi tubuh polos mereka berdua dan tertidur sambil berpelukan.
Jam menunjukkan pukul 03.00 pagi dan mereka menuju alam mimpi bersama.
π
Ke esokkan harinya.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Ben dan lisa masih nyenyak di peraduan mereka, setelah menghabiskan Malam yang panjang, mereka masih terasa lelah untuk membuka matanya.
Ben dan lisa masih dalam posisi berpelukan,lisa terasa nyaman membenamkan wajahnya di dada bidang milik ben.
Hangatnya hembusan nafas lisa terasa menyentuh kulit ben, dan akhirnya ben pun membuka matanya.
Saat mata nya terbuka ia melihat sosok wanita yang dicintainya itu masih terlelap dalam tidurnya, ben sedikit menurunkan tubuhnya agar bisa berhadapan dengan wajah lisa. Beberapa saat ben memandanginya, dan sesekali menyibakkan rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya itu.
Setelah dirasa cukup memandangi wajah istrinya ben lalu turun perlahan dari ranjang tanpa menggunakan apa pun untuk menutupi tubuhnya menuju kamar mandi, dan ketika ben berdiri didepan cermin ia melihat ke bagian dadanya, dari pantulan cermin terlihat jelas beberapa jejak merah yang ditinggalkan oleh istrinya.
Ben menyentuhnya dan tersenyum.
Setelah mencuci wajah dan berkumur ben mengambil bathrobe yang tergantung dan memakainya, sambil mengikat tali bathrobe ben keluar dari kamar mandi. Ia lantas mengambil ponselnya dan keluar dari kamar menuju ruang tamu.
Ben membuka ponselnya dan melihat banyaknya panggilan tak terjawab dan pesan yang masuk, sebagian ucapan selamat dari rekan kerja yang tidak bisa hadir dan sisanya dari ketiga sahabatnya yang rusuh itu.
Ben lalu mengirim pesan kepada andri untuk menyiapkan barang barang miliknya dan mengambil barang barang lisa dari rumahnya, karna 3 hari kedepan ben masih ingin menghabiskan waktu bersama lisa di hotel.
Setelah selesai mengirim pesan, ben menghubungi room service dan memesan menu sarapan untuk istrinya tercinta dan untuk dirinya sendiri.
Sambil menunggu pesanannya datang sesekali ben melihat ke arah kamar dan lisa masih segan untuk bangun dari tidurnya.
25 menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dan ben langsung membukakan pintunya.
Pegawai room service membawakan menu yang dipesan oleh ben, Dan menerimanya.
Dengan langkah pelan ben membawa masuk sarapan itu kedalam kamar. Dan meletakkannya di atas meja rias.
Horden yang masih tertutup lalu dibuka pelan oleh ben, seketika cahaya matahari masuk menyinari kamar.
Ben menghampiri lisa dan membangunkanya perlahan, cara ben membangunkannya pun begitu unik, ben menciumi wajah lisa, dimulai pipi kanan kiri, hidung, kedua mata, kening dan yang terakhir kecupan di bibir lisa.
Perlakuan dari ben itu akhirnya mampu membangunkan lisa dari tidurnya. Saat mata nya terbuka wajah ben lah yang ia lihat, dan sapaan yang begitu manis dari sosok lelaki yang sangat dicintainya itu.
(Ben)
Pagi sayang ku.... (sambil mengecup kening lisa)
(Lisa)
Pagi sayang....
Kamu udah bangun dari tadi? Kok gak ngebangunin aku sih ...
(Ben)
Aku gak tega ngebangunkan kamu sayang...
Tidur kamu nyenyak banget..
Oh iya aku udah nyiapin sarapan, bangun yukk sarapan dulu...kalau habis sarapan masih mau tidur lagi gak papa....
Lisa lalu bangkit dari tidurnya dan duduk.
Ia melihat kedalam selimut dan dirinya masih tidak memakai apa apa...dengan memasang senyum manisnnya ia meminta untuk ben mengambilkan bathrobe dari kamar mandi..
(Ben)
Kenapa sayang ??
(Lisa)
π bisa ambilin aku bathrobe gak dikamar mandi...
Ben tersenyum dan mengusap lembut rambut lisa, dan ia pun berdiri menuju kamar mandi untuk mengambilkan bathrobe untuk lisa.
Setelah memakai bathrobe lisa menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Ben membawa nampan berisi sarapan ,yang dipesannya ke coffe table di dekat jendela. Sambil menunggu lisa selesai dari kamar mandi ben menuangkan susu hangat ke dalam cangkir, dan membuka plastik wrap yang menutupi makananya.
Lisa keluar dari kamar mandi sambil menggelung rambutnya dan menuju ke coffe table dimana ben telah duduk menunggunya.
(Ben)
Sayang....
(Lisa)
Hmmm....
(Ben)
Tadi aku udah ngasih tau andri untuk ngebawain beberapa barang barang kita kesini...
(Lisa)
He..eh...trus kenapa? (Sambil menyeruput susunya)
(Ben)
Kita nginap 2 malam lagi ya disini...
(Lisa)
Aku sih terserah kamu aja sayang...
(Ben)
Bener nih terserah aku, gimana kalau sebulan? ππ
(Lisa)
Yaudah sekalian aja kita pindah kesini selamanya...
(Ben)
Hahaha....bercanda sayang....(sambil mengelus lembut pipi lisa)
__ADS_1
Keduanya lalu menikmati sarapan mereka, sambil melihat kearah luar jendela hotel dan menikmati suasana sejuk kota bandung.