
Selama masa kegamilan lisa, ben sangat bahagia, meski terkadang ia juga harus menghadapi kondisi yang cukup sulit saat mood lisa tidak baik. Tapi ia tetap merasa senang.
Ben berfikir tak ada sesuatu yang di dapatkan dengan mudah, seperti saat ia ingin hidup bersama lisa, banyak rintangan yang ia hadapi, ben juga berfikir sama sekarang. Saat ia menginginkan seorang anak ia tidak akan mudah untuk mendapatkanya begitu saja, ia harus melewati rintangan rintangan yang tuhan berikan untuknya.
Sudah hampir seminggu ben tak masuk kantor, ia menemani lisa yang tak ingin ditinggalkan. Dan untungnya mamanya ada untuk menggantikan dirinya.
Selama di rumah ben menemani lisa, melayani apa yang di inginkan istrinya itu dan mengeloni lisa saat tidur.
Saat ben menemani lisa tidur, ia melihat wajah polos istrinya itu, ben melihatnya dan berfikir, "kadang marah marah gak jelas, nangis tanpa sebab kadang juga manjanya keluar, kamu lucu banget sih sayang"
Semenjak lisa hamil, ben banyak melihat sifat dan kelakuan aneh istrinya itu.
Pernah suatu saat ben sedang asyik menonton televisi di ruang keluarga, tiba tiba lisa keluar dari kamar sambil nangis sesegukan.
Tentu saja ben panik melihat lisa seperti itu. Ben lalu bertanya apa yang terjadi? Dengan polosnya lisa menjawab "pemeran wanita nya meninggal"
Ben yang mendengar sampai bengong ia kaget mendengar jawaban dari lisa , ben bingung setengah mati bagaimana bisa hanya menonton sebuah drama lisa sampai nangis sesegukan.
Ben hanya bisa menghembuskan nafas panjang dan memeluk tubuh lisa agar ia berhenti menangis dalam hati ben " sayang your amazing"...
----------------------------------
Setelah hampir satu minggu tak masuk kantor akhirnya lisa membolehkan ben untuk pergi kekantor lagi.
Selama ia tak masuk banyak pekerjaan yang telah di handle oleh mamanya.
Ben sangat merasa bersalah telah merepotkan mama nya.
Siang ini Ben dan andri sedang menikmati makan siang mereka di restoran yang tak jauh dari kantor.
Ben dan andri sesekali membicarakan soal pekerjaan, dan kadang mereka berdua juga bercerita soal kehidupan pribadi.
Sejak ben bekerja dan para sahabatnya telah sibuk masing masing, apa lagi ketiga sahabatnya itu berprofesi sebagai dokter, yang notabene waktu mereka habis di Rs.
Bertemu dengan andri merupakan hal cukup baik untuk ben, meski andri lebih muda 2 tahun darinya tapi ben dan andri bisa sangat nyambung saat mereka mengobrol. Mereka bisa menjadi teman saat diluar jam kantor dan mereka profesional saat bekerja layaknya atasan dan bawahan.
Ben menikmati makan siang nya, semenjak lisa hamil dan mabuk berat ia tak pernah lagi membiarkan lisa masak. Ben berfikir bagaimana mau memasak mencium aroma makanan saja sudah membuat lisa muntah.
Ketika ben sedang asyik mengobrol sambil menikmati makanannya , tanpa sengaja ben melihat mama nya masuk dengan seorang pria yang kalau dilihat umurnya sama dengan mamanya.
(Andri)
Emm.....pak itu bukannya bu intan ya?
(Ben)
Iya...
Kamu kenal siapa yang sedang sama mama?
(Andri)
Sebentar, saya pernah liat orang itu...emmm tapi dimana ya?
(Ben)
Bukan rekan kerja mama kan?
(Andri)
Saya kurang tau pak?
Ben mengamati nya dari jauh, gerak gerik mamanya sangat berbeda, ben sangat yakin itu bukan rekan kerja mama nya, jika mereka membicarakan bisnis pasti ada Lia asisten pribadi mamanya, yang selalu menemani mamanyaa kemana saja.
Saat ben sedang mengamati mamanya, andri mengingat ngingat siapa sebenarnya sosok laki laki itu. Dan akhirnya andri mengetahui siapa orang itu.
(Andri)
Saya ingat pak!!!
Dia adalah Jimmy sanjaya, pengusaha tekenal di singapore, ia memiliki banyak cabang hotel di seluruh dunia, usahanya meliputi bidang pariwisata dan transportasi.
(Ben)
Jimmy sanjaya???
Saya pernah mendengar nama itu.
Ndri tolong kamu cari tau apa hubungannya dengan mama.
(Andri)
Apa ini bukan soal bisnis pak?
(Ben)
Saya rasa bukan !!! Kamu cari tau saja apa yang saya suruh.
(Andri)
Baik pak.
Ben dan andri lantas meninggalkan restoran melalui pintu kiri agar tak terlihat oleh mamanya.
Sesampainya di kantor ben masih terus memikirkan mamanya dan sosok laki laki tersebut.
Ben memiliki firasat aneh soal hubungan mamanya dengan pria itu.
Ya....ben sama sekali tak ingin mamanya menikah lagi, ia tak ingin mamanya melupakan sosok papa nya.
Meski terdengar sangat egois tapi mama ben menuruti kemauan anaknya itu, dan berjanji tak akan pernah menggantikan sosok papanya dengan siapa pun.
Selama 22 thn mama ben hidup dalam kesendirian, ia tak ingin mencari sosok pendamping untuk dirinya. Ia terlalu sibuk mengurus pekerjaan dan sampai tak sempat memikirkan masalah pendamping.
Tak perlu cukup lama untuk mencari informasi tentang jimmy sanjaya, dengan cepat andri menemukan informasi tentang pria itu. Karna jimmy sanjaya cukup terkenal dikalangan pengusaha, ia adalah orang kedua terkaya di asia.
Andri salah, ia berfikir jika usaha dari jimmy hanya bisnis pariwisata dan transpot saja. Ternyata Jimmy sanjaya memiliki 100 saham yang tesebar di seluruh perusahaan yang ada di dunia.
Dan jimmy sanjaya adalah orang berkewarga negaraan jerman indo. Ayah nya berasal dari jerman dan ibunya indinesia. Tapi ia memilih menetap di singapore.
Andri lalu mencetak informasi tersebut dan memberikannya kepada ben.
Saat ben meneliti informasi tentang jimmy sanjaya, betapa kagetnya ia saat membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa Jimmy sanjaya sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita indonesia.
Ben membaca artikel itu sampai habis dan di situs berita itu menyebutkan nama wanita itu.
"Sesuai dengan berita yang telah banyak beredar, publik dibuat penasaran dengan sosok wanita yang tengah menjalin hubungan dengan pengusaha hebat Jimmy sanjaya. Beberapa informan yang memeberitaukan kalau wanita tersebut berasal dari indonesia,ia adalah " INTAN AMALIA HERMAWAN" seorang pengusaha yang memiliki bisnis di indonesia dan singapore, mereka telah menjalin hubungan cukup lama sekitar 2 thn , tapi belum ada informasi apa mereka telah menikah atau belum."
Kecurigaan ben akhirnya benar, mamanya sedang menjalin hubungan dengan pria lain.
Setelah membaca itu ben terlihat marah dan langsung meraih ponselnya dan menelpon mamanya.
📲 mama ben : hallo ben
📲 ben : mama dimana?
📲 mama ben : mama lagi otw kerumah kamu, tadi mama liat buah segar segar mama mau beliin buat lisa.
📲 ben : mama tunggu di rumah sampai ben datang, ada yang pengen ben omongin ke mama!!!
📲 mama ben : kenapa ben? Ada masalah? Suara kamu serius banget.
📲 ben : nanti ben jelasin kalau ketemu.
Ben langsung memutus panggilannya dan beranjak dari kursinya.
Tanpa berbicara sepatah kata pun ben pergi begitu saja meninggalkan andri yang berdiri dihadapannya.
Andri sudah tau hal ini akan terjadi.
Andri tak dapat mencegah bosnya itu pergi, ia berfikir ini adalah urusan pribadi yang tak boleh ia campuri.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah mendapat telpon dari ben, mama ben merasa ada yang aneh dengan putranya itu. Ia sempat berfikir apa ben telah mengetahui hubungannya dengan Jimmy sanjaya.
(Mama ben)
Enggak....enggak....
Ben tidak mengenal jimmy dia gak mungkin tau soal jimmy. Ini Indonesia bukan singapore. Lagipula ben tak akan menjalin bisnis dengan jimmy.
Ya...ya ini bukan soal jimmy.
Mama ben dengan cepat menampik dugaannya tersebut, ia mulai berfikir positif.
Dan tak lama kemudian, mama ben sampai di rumah lisa dan ben. Tuti yang sedang menyapu halaman dan melihat mobil nyonyah besarnya datang dengan cepat membuka kan pagar.
(Tuti)
Selamat siang nyah..
(Mama ben)
Siang bi...
Lisa dirumah kan?
(Tuti)
Iya nyah, bu lisa lagi baca buku ditaman belakang.
(Mama ben)
Oh yaudah, turunin belanjaan dari mobil ya bi...trus siapin buahnya sama cakenya untuk lisa.
(Tuti)
Iya nyah...
Mama ben masuk dan mengahampiri menantunya itu.
Mama ben melihat lisa sedang asyik membaca buku di ayunan gantung miliknya .
(Mama ben)
Sayang....
(Lisa)
Mama....
(Berdiri dan memeluk mamanya)
Mama gak bilang sih kalau mau datang?
(Mama ben)
Mama tadi dari supermarket terus liat buah segar segar banget, terus mama keingat sama kamu, yaudah mama beli terus kesini deh..
Oh iya mama juga beliin cake matcha kesukaan kamu loh...
(Lisa)
Oh...ya, makasih ya ma...
(Mama ben)
Sama sama sayang...
Yaudah kita cicipin yukk...
(Lisa)
Ayukkk..
(Lisa)
Hmmmm....udah lama banget lisa gak makan cake matcha... (melihat cake dimeja)
(Mama ben)
Yaudah...sekarang kamu makan yang banyak ...
(Lisa)
Makasih ya ma....
Mama ben lalu memotongkan cake untuk lisa dan memberikannya ke lisa.
Sebelum makan lisa berdoa agar ia tidak muntah, karna akan sayang jika cake favoritnya akan terbuang begitu saja.
Lisa lalu menyuap satu sendok cake kemulutnya, sari dan tuti sudah siaga dengan kantong kresek kalau kalau lisa akan muntah.
Dan syukurnya lisa tak merasakan mual sama sekali, mama ben serta 2 ART nya itu ikut lega,lisa saat menikmati cake kesukaannya itu hingga ia berhasil menghabiskan 2 potong cake.
Mama ben lalu mengupaskan jeruk dan apel untuk lisa.
Lisa sangat senang memiliki mama mertua yang sangat perhatian terhadapnya.
----------------------------------
Ben mengemudikan mobilnya dengan laju, ia sedang dalam suasana hati yang tak baik, ia merasa mama nya telah ingkar janji terhadapnya.
Saking ngebutnya, waktu tempuh yang biasanya memakan waktu sampai 45 menit di tempuh ben hanya dalam waktu 25 menit.
Saat mobilnya sampai di rumah dan melihat mobil mamanya terparkir, dengan cepat ben turun dari mobil, sapaan dari supir mamanya serta tuti ART nya pun di abaikan oleh ben.
Tuti dan amin, salin menatap heran melihat ekspresi wajah ben seakan ingin memakan orang.
Ben masuk kedalam rumah, dan mendapati mamanya sedang asyik mengobrol dan mengupaskan buah untuk lisa.
Lisa yang melihat ben pulang kaget, dan langsung melirik kearah jam.
(Lisa)
Sayang....kamu kok udah pulang? Ini baru jam 1 lewat loh..??
(Ben)
Iya sayang...
(Mama ben)
Ben, kamu udah makan siang?
(Ben)
Sudah ma !!!
Lisa dan mama ben melihat ekspresi marah dari wajah ben. Lisa berfikir ini pasti ada sesuatu.
(Lisa)
Sayang....kamu kenapa?(memegang tangan ben)
(Mama ben)
Ben....kamu ada masalah sayang?
Ben lalu berbicara kelisa.
(Ben)
__ADS_1
Sayang...aku mau bicara penting sama mama,kamu tunggu di kamar dulu ya..
Lisa mengangguk heran dengan sikap yang tidak biasa ben perlihatkan.
Ia menuruti kemauan ben dan pergi menuju kamarnya.
Ben memperhatikan terus sampai lisa masuk kedalam kamar.
Lisa yang telah masuk kedalam kamar dibuat penasaran, apa sebenarnya yang sedang terjadi hingga membuat ben seperti itu. Dengan pelan lisa membuka kembali pintu kamarnya dan mencoba mendengar pembicaraan ben dengan mamanya dari atas, tanpa sepengetahuan ben.
(Mama ben)
Ben, kamu kenapa?
(Ben)
Mama yang kenapa?
(Mama ben)
Maksud kamu apa? Mama gak ngerti?
(Ben)
Siapa Jimmy sanjaya?
Mama ben terkejut mendengar nama yang keluar dari mulut putranya itu. Tubuhnya serasa terpaku,bibirnnya tak mampu terbuka, lidah nya terasa keluh saat ben bertanya siapa jimmy sanjaya.
(Ben)
JAWAB MA.....SIAPA Jimmy sajaya..??
Dari lantai atas lisa kaget mendengar suara bentakan ben ke mamanya.
(Ben)
KENAPA MA....KENAPA MAMA GAK BISA JAWAB PERTANYAAN BEN...
(Mama ben)
Ben....ben mama bisa jelasin ke kamu
(Ben)
Apa ma....??
Mama mau jelasin kalau mama punya hubungan dengan jimmy sanjaya !! IYAA
(Mama ben)
Ben maafin mama ben...
(Ben)
Mama mau ngelupain papa,iya...
(Mama ben)
Buka seperti itu ben...
(Ben)
Mama sudah janji ke ben, mama gak akan menggantikan posisi papa dengan siapa pun !!! Tapi apa ma....mama ingkarin itu semua, mama mau ngegantiin posisi papa dengan laki laki itu?
Apa dia lebih baik dari papa, sampai mama mau menggantikan posisi papa?
Apa karna dia lebih kaya dari apa yang telah papa tinggalkan untuk mama.
Apa belum cukup ma? Semua yang ditinggalkan papa untuk mama,sampai mama tega mau ngelupain papa. Apa karna kekayaanya sampai mama terpikat sama dia , JAWAB MA....
Mama ben hanya bisa tertunduk lemas dan menangis mendengar ucapan dari putra semata wayang nya itu. Ia tau ia salah karna telah ingkar janji kepada ben.
(Ben)
Ben kecewa sama mama....
Mama lebih mementingkan harta ketimbang pengorbanan papa ke mama.
Lisa yang mendengar semuanya dari atas ikut menangis, semua perkataan ben ke mamanya terasa sangat kejam.
Bagaimana bisa ben berkata seperti itu ke mamanya.
Lisa lalu turun kebawah dengan mata yang telah menggenang air.
Ben yang kaget melihat lisa menghampirinya dengan raut wajah sedih dan marah. Ben berfikir pasti lisa telah mendengar semua pembicaraan tadi.
Lisa melihat mama mertuanya itu tertunduk lemas sambil menangis.
Saat di hadapan ben, dengan air mata yang membasahi pipinya. Dengan keras lisa menampar wajah ben.
Mama ben yang mendengar suara tamparan kaget melihat lisa begitu marah kepada ben.
Ben hanya terdiam mendapat tamparan dari tangan lembut istrinya itu.
(Lisa)
Pantas kamu ngomong seperti itu, dia mama mu orang yang telah melahirkan dan merawat mu ,bukan orang lain.
Aku akan membiarkan mu melakukan itu keorang lain, tapi tidak orang tua mu.
Kamu kecewa sama mama,aku lebih kecewa lagi sama kamu.
Aku gak nyangka kamu bisa berbicara sekejam itu sama mama.
Aku tau kamu sedih menerimanya, tapi harusnya kamu bisa lebih bersikap dewasa ben.
Apa kamu tau apa yang mama rasakan selama ini?
Apa kamu selalu ada waktu mendengar keluh kesah dari mama?
Gak mudah ben, hidup seorang diri berpuluh puluh tahun dan membesarkan seorang anak hingga sukses seperti sekarang.
Ben tak bisa menjawab semua ucapan lisa. Ia hanya bisa tertunduk mendengar semuanya.
Lisa lalu mengahampiri mama nya dan menenangkan mamanya yang masih menangis itu.
(Lisa)
Mama jangan nangis lagi ya.. (sambil menyeka air mata mamanya)
Mama tunggu bentar...
Lisa pergi kekamarnya dan membiarkan ben yang masih terpaku di tempatnya berdiri.
Lisa mengambil tasnya dan kembali keluar menghampiri mamanya di bawah.
(Lisa)
Mama ikut lisa ya...
Lisa menggandeng tangan mamanya yang lemas itu menuju mobil. Ben ingin menghentikan lisa pergi tapi tubuhnya terasa kaku.
Lisa dan mamanya masuk kedalam mobil.
(Lisa)
Pak amin..kerumah mama yah...
(Supir)
Baik non...
__ADS_1
Lisa dan mamanya lalu pergi meninggalkan ben seorang diri dan masih terpaku di posisinya.ia tak menyangka jika lisa bisa sangat semarah ini terhadapnya. Dan ia juga masih tak bisa menerima kalau mamanya harus menjalin hubungan dengan pria lain dan melupakan papanya.