Malam yang panjang

Malam yang panjang
PART 3


__ADS_3

Jam baru menunjukkan pukul 04.00 pagi. Lisa telah terbangun dan sedang menyiapkan keperluan ben untuk pergi ke singapore, ben juga sudah terbangun dan telah berpakaian rapi, ia harus berangkat lebih awal sebelum waktu yang telah ditentukan oleh klien nya.


Meski dalam hati lisa merasa berat harus berpisah selama 5 hari dengan ben, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa, dan hari ini juga lisa akan berangkat ke bandung untuk menengok sang kakek yang sedang kurang sehat.


Dengan ketelitiannya, lisa mengecek semua isi koper milik ben, lisa memastikan tidak ada yang tertinggal.


(Ben)


Sayang, nanti kebandung berangkat jam berapa?


(Sambil berdiri di depan cermin memasang dasi)


(Lisa)


Mungkin sekitar jam 10 an


(Sambil menyusun barang barang ben kedalam koper)


(Ben)


Sampein maaf aku ya ke kakek, pokoknya aku janji, selesai urusan di singapore, aku langsung susulin kamu kebandung.


(Lisa)


Iya, kakek juga pasti tau kok kamu sibuk banget...


(Dengan nada suara yang tidak bersemangat)


Ben menyadari jika lisa sama sekali tidak bersemangat, hal itu sangat kentara dari ekspresi dan nada suara lisa.


Ben langsung menghampiri lisa.


(Ben)


Sayang, maaf ya


Aku memang terlalu sibuk, sampe gak ada waktu buat kamu dan thania, kali ini aku janji, setelah proyek ini selesai aku bakal ngurangi semua kegiatan aku dikantor...hmmmm


(Sambil menangkup kedua pipi lisa)


(Lisa)


Iyaa.....


Jika biasanya lisa bisa merubah pikiran dan perasaannya saat mendengar penjelasan ben, tapi untuk kali ini hati dan otak lisa seakan berlawanan, di pikirannya menyutujui janji dari ben, tapi perasaannya mengatakan hal itu tidak akan pernah terjadi.


Lisa berusaha keras menutupi kesedihannya, agar ben tidak mengetahuinya.


Setelah dirasa semua sudah siap, ben bersiap untuk pergi, sebelum ia pergi ben menyempatkan untuk berpamitan pada sang anak.


Ben pergi kekamar thania, si kecil thania telihat pulas dalam tidurnya, ben be4jalan perlahan menghampiri box tidur thania.


(Ben)


Sayang nya papa, papa pergi dulu ya


Papa pasti kangen sama thania, nanti papa susulin ya ke rumah eyang uyut....


(Dengan nada berbisik)


Ben mencium kening thania.


Setelah berpamitan dengan thania, ben juga berpamitan dengan lisa.


(Ben)


Sayang, kamu hati hati ya nanti dijalan, kabarin aku kalau udah sampe di bandung.


(Lisa)


Iya, kamu juga hati hati disana, jangan lupa makan


(Ben)


Iya...


Yaudah aku berangkat dulu ya, andri udah nunggu di bandara..


Lisa mengangguk, sebelum pergi ben mencium kening lisa, kedua tangannya menangkup pipi lisa. Dan satu kecupan ben berikan dibibir lisa...


Mendapat kecupan itu membuat lisa tak ingin melepaskannya.


Tapi hal itu tidak mungkin di lakukan oleh lisa.


(Ben)


Yaudah habis ini kamu istirahat lagi ya...


(Lisa)


Iya....


Lisa lalu mengantar ben menuju pintu.

__ADS_1


Koper yang didorong ben lalu di ambil alih oleh sang supir dan dimasukan kedalam bagasi mobil.


Ben kembali mencium kening lisa.


(Ben)


Aku pergi dulu ya..


(Lisa)


Hati hati...


Lisa terus memandangi ben yang berjalan masuk kedalam mobil, pandangannya tak lepas dari mobil hitam yang dinaiki ben, sampai mobil itu keluar dari garasi dan pergi menjauh dari pandangan lisa.


Setelah ben pergi, lisa menutup pintu rumahnya, dan masuk kedalam.


Saat ia menaiki tangga, lisa mendengar suara tangisan dari dalam kamar thania, dengan cepat lisa menghampiri kamar putrinya itu.


Dan saat pintu kamar dibuka lisa melihat thania tengah berdiri sambil berpegangan di dalam box tidurnya.


Lisa langsung menggendong thania keluar dari dalam box nya.


(Lisa)


Cup...cup..kenapa sayang...


(Memeluk dan mengusap punggung thania?


Thania menangis, dan terus memanggil papa..papa....


(Lisa)


Papa kerja sayang, nanti kita telpon papa ya...


Anak mama pintar kan...


Lisa lalu membawa thania kedalam kamarnya, setelah cukup lama mendiamkan thania akhirnya thania berhenti menangis.


Lisa menduduk kan thania di atas kasur.


(Lisa)


Anak mama yang cantik bobo lagi yukk, bobonya sama mama yukk...


Thania megusap ngusap wajah nya dengan kedua tangannya...


(Lisa)


Mama buatin susu ya pintar....


(Thania)


Chu...chu..pappah...pappah


(Lisa)


Thania mau susu, bentar ya sayang...


Nanti kita telpon papa ya...


Setelah susu jadi, lisa kembali kekamarnya, lisa membaringkan thania di atas tempat tidurnya dan memberikannya susu...


Lisa menidurkan thania kembali, dan tanpa terasa keduanya tertidur bersamaan.


----------------------------


30 menit kemudian, ben yang sedang menuju bandara akhirnya sampai di tujuan.


Supirnya pun turun dan membuka kan pintu mobil untuk ben.


Setelah ben keluar dari mobil sang supir juga menurunkan koper dari bagasi.


(Ben)


Pak imam, biar saya saja


(Supir)


Baik tuan...


(Ben)


Oh iya pak imam, nanti waktu ngantar istri saya kebandung hati hati ya pak..


(Supir)


Baik tuan...


(Ben)


Yaudah, saya masuk dulu kalau gitu...


(Supir)

__ADS_1


Baik tuan, hati hati ya pak..


(Ben)


Iya pak imam...


Ben, lalu pergi masuk kedalam bandara.


Didalam bandara andri dan dua orang staf sudah menunggu kedatangan bos mereka. Dari jauh mereka bertiga melihat kedatangan bos mereka.


(Andri)


Selamat pagi pak...


(Ben)


Pagi ndri...


(Andri)


Oh iya pak, 5 menit lagi kita boarding


(Ben)


Semua sudah siapkan dan gak ada yang ketinggalan?


(Andri)


Sudah pak.


(Ben)


Oh iya kalian berdua jangan sampai melakukan kesalahan seperti kemaren lagi


(Staf 1 & 2)


Baik pak...


(Ben)


Yaudah....kita siap siap untuk boarding.


Ben dan ketiga staf nya melakukan boarding dan bersiap untuk terbang menuju singapore.


----------------------------


Sinar matahari pagi mulai masuk menyinari kamar tidur lisa.


Angka jam telah menunjukkan pukul 08.30 pagi.


Lisa lalu terbangun dari tidurnya, saat ia membuka mata dan melihat ke sebelah nya, anak cantiknya masih terlelap dalam tidurnya, dengan perlahan lisa bangkit dari tidurnya, sebelum beranjak dari posisinya lisa mengelilingi thania dengan bantal dan guling.


Setelah dikira aman lisa melangkah menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi lisa mencuci wajah nya dan sikat gigi.


Rambut panjang nya yang digelung lalu dibiarkan terurai, dan lisa membuka semua pakaian yang dipakainya dan ia menyalakan shower.


Lisa mengguyur tubuhnya dengan air hangatnya air yang membasahi tubuhnya membuat lisa menjadi lebih rileks.


10 menit kemudian lisa selesai dari mandinya dan ia keluar dengan bath robe dan gelungan handuk dikepalanya.


Saat lisa keluar dari kamar mandi ia di sambut dengan senyuman dari thania yang sudah bangun dan duduk.


(Lisa)


Ihh....anak mama udah bangun yaa...


(Thania)


Mamaaa.....mamaaa...


(Sambil merentangkan tangan seolah ingin minta di gendong)


Lisa lalu menggendong putrinya itu...


(Lisa)


Emm....bau ecut nih...mandi yukk...


(Sambil Mencium pipi thania)


(Thania)


Pappah...pappah...


(Lisa)


Habis mandi entar kita telpon papa ya...sekaraaaanggg mandi duluuu....


Lisa membawa thania menuju kamarnya. Dan mulai memandikan thania.


Selagi lisa memandikan thania, lisa meminta tolong ke sari untuk memabawa turun koper miliknya dan satu koper kecil milik thania.

__ADS_1


Ya....hari ini lisa dan thania akan pergi ke bandung.


__ADS_2