
Ben ,lisa dan mama ben selesai makan malam,mereka banyak mengobrol dan mama ben pun pamit kepada lisa karna mungkin mereka akan lama tidak bertemu.
(Mama ben)
Mama malam ini udah harus ke singapore...
(Lisa)
Malam malam gini ma?
(Mama ben)
Iya cantik, besok pagi mama sudah harus ada disana dan mengurus beberapa investor yang akan membantu perusahaan...
(Lisa)
Mama lama banget ya disana?
(Mama ben)
Mama berharap semuanya cepat selesai dan mama bisa cepat kembali kesini..
Kamu jaga diri ya sayang, mama akan selalu menelpon... (sambil menggenggam tangan lisa)
(Lisa)
Mama juga ya,jangan lupa istirahat dan makan yang teratur( berdiri menghampiri mama ben dan memeluknya)
(Mama Ben)
Kalau ben nyakitin kamu kasih tau mama biar mama yang urus dia... (mengelus punggung lisa)
Ben langsung melirik tajam mendengar ucapan mama nya.
(Lisa)
Lisa bakal kangen banget sama mama...
(Mama ben)
Sama mama juga bakal kangen sama kamu cantik.
Setelah mereka saling berpamitan mama ben sudah di telpon oleh asistennya lia yang telah menunggunya di loby,karena sebentar lagi jam penerbangannya.
Ben dan lisa pun mengantar nya ke loby,sekali lagi sebelum pergi mama ben memberikan pelukan hangat kepada lisa dan ben. Mama ben juga berpesan kepada ben agar selalu menjaga lisa dan tidak menyakitinya.
Mama ben pun masuk kedalam mobil dan pergi menuju bandara.
Ben dan lisa kembali masuk kedalam appartemen setelah mobil mamanya pergi menjauh. Ben berjalan sambil merangkul pinggang lisa menuju kamar appartemennya.
*
*
*
*
*
Semenjak ben bekerja di perusahaan waktu mereka berdua pun semakin sedikit, mereka hanya bertemu saat malam hari, ketika ben harus pulang malam dan saat sampai di appartemen ia sudah mendapati lisa yang kadang tertidur di sofa karna menunggunya
Ben sangat merasa bersalah karna tidak bisa lagi bisa memiliki waktu banyak untuk wanita yang setiap hari nya selalu mengurusnya itu. Tapi lisa tidak pernah menjadikannya sebuah masalah,malah lisa selalu mendukung ben dan selalu mensuport ben ketika dirinya mulai merasa jenuh dengan pekerjaannya.
Tidak terasa 3 bulan telah berlalu.
Seperti biasa nya lisa selalu menyiapkan ben sebelum ia berangkat ke kantor.
(Lisa)
Sayang,jangan lupa buat makan siang ya ? Aku gak mau dengar lagi kalau kamu bilang lupa karna saking sibuknya.(sambil memakaikan dasi)
(Ben)
Iya sayang ku, makin hari makin bawel aja sih.. (sambil merangkul pinggang lisa)
(Lisa)
Kamu kalau gak di bawelin bakal lupa semuanya...
(Ben)
Iya iya...hari ini aku bakal makan siang kok...
Sayang...
(Lisa)
Hmmm.....
(Ben)
Maafin aku ya? Aku selalu sibuk sampe gak ada waktu buat kamu lagi...
(Lisa)
Gak papa sayang,lagian tiap hari aku bisa liat wajah kamu aja aku udah senang banget...gak usah kamu fikirkan soal yang enggak enggak,aku selalu ngedukung kamu kok....
(Ben)
Makasih sayang (mencium pucuk kepala lisa)
(Lisa)
Yaudah sekarang siap siap entar kamu telat ke kantornya lagi....
(Ben)
Yaudah kalau gitu aku berangkat dulu ya ( muach.....mencium pipi lisa)
Lisa tidak mau membuat ben jadi hilang semangat hanya karna waktu untuk mereka semakin sedikit.lisa selalu mempunyai cara agar dirinya tidak kesepian.
Seperti hari ini ia tidak pergi kekampus dan melilih menghabiskan waktu di appartemen dengan membereskan appartemen.
Setelah selesai lisa menonton drama korea kesukaannya.saat ia sedang asyik menonton tiba tiba ia kepikiran untuk mengantarkan makanan untuk ben di kantor.
Dengan semangat ia langsung mematikan televisi dan langsung menuju ke dapur,lisa langsung memeriksa bahan bahan apa saja yang akan dimasaknya.lisa tau banget kalau ben sangat suka dengan siomay &dimsum,lisa lalu membuatnya...
Hampir satu jam lisa berkutat di dapur dan sekarang masakannya telah selesai,lisa memasukannya kedalam kotak makan. Dan setelah itu lisa pun bersiap ganti baju dan merapikan diri...
Ia sengaja tidak memberi taukan kepada ben kalau dirinya akan datang ke kantornya.
Dalam perjalanan menuju kantor. lisa sangat ceria,selama ben 3 bulan bekerja disana ini kali pertamanya lisa mengunjungi ben dikantor. Siang ini lisa sangat tampil menawan menggunakan blous tanpa lengan berwarna coklat susu,serta celana jeans dan heels membuatnya semakin cantik dan anggun.
Setelah 45 menit kemudian lisa sampai di kantor ben. Turun dari mobil dan melepas kacamata hitamnya ia berjalan masuk kedalam kantor.
Sesampainya di loby lisa langsung menanyakan ke pada resepsionis.
(Lisa)
Siang mba,maaf apa pak ben nya ada?
(Resepsionis)
Ada mba,apa mba sudah buat janji dengan pak ben?
(Lisa)
Ah....belum sih mba
(Resepsionis)
__ADS_1
Sebentar ya mba ,saya tanyakan ke sekertaris pak ben dulu
(Lisa)
Iya ....
Resepsionis lalu menelpon andri sekertaris ben. Dan andri menyuruh untuk menunggu sebentar karna ia akan turun kebawah dan melihatnya.
Lisa dipersilahkan duduk sambil menunggu sekertaris ben datang. 5 menit kemudian sekertaris ben datang dan menghampiri lisa yang duduk di sofa.
(Andri)
Maaf,mba ingin menemui pak ben..
(Lisa)
Iya...
(Andri)
Maaf kalau boleh saya tau dengan mba siapa?
(Lisa)
Saya Lisa , tunangan nya ben...
Andri terkejut, ia pernah mendengar kalau bos nya itu memang sudah bertunangan,tapi ia sama sekali tidak mengetahui bagaimana penampilan dari tunangan bos nya itu, andri yang dari awal melihat lisa sudah di buat terpanah tapi dalam hati nya berkata " sayang banget ternyata dia tunangannya bos"
(Andri)
Oh mba lisa...
Mari saya antarkan ke ruangan ya pak ben.
(Lisa)
[Tersenyum]
Makasih...
Lisa lalu mengikuti andri masuk kedalam perusahaan dan menaiki lift. Sesampainya di lantai 12 andri lalu menunjukkan ruangan ben.
(Andri)
Ini mba ruangan pak ben...
(Lisa)
Makasih ya 😊
Saat lisa mengucapkan terimaksih dan diiringin senyum membuat andri jadi salah tingkah.
Lisa lalu mengetuk pintu,dan setelah ben mempersilahkan masuk lisa langsung membuka pintu dan masuk kedalam, ben yang mengira itu andri tidak melihat ke arah pintu,ia sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk dimeja.
(Ben)
Andri,tolong kamu pesanin saya makan siang ya (masih fokus dengan berkasnya)
Saat tak ada jawaban ben langsung mengarahkan pandangannya ke arah pintu. Saat ia melihat sudah berdiri gadis cantik yang tersenyum padanya sambil menenteng paper bag.
Ben langsung berdiri dari kursinya dan berjalan menghampiri lisa.
(Ben)
Sayang......kamu kok gak bilang sih mau kesini... (memeluk lisa dengan erat)
(Lisa)
Pengen ngasih kejutan aja sama kamu... oh ya aku bawain makanan kesukaan kamu....
(Ben)
Pas banget sih,tau aja aku lagi laper... (mencium pipi lisa)
(Lisa)
Ben lalu menggandeng tangan lisa menuju sofa. Ben lalu menggulung lengan bajunya sampai ke siku...
Lisa..membuka kan 2 kotak makan yang sudah di isinya dengan siomay dan dimsum..
(Ben)
Ini pasti buatan kamu sendiri kan..
(Lisa)
Tapi aku takut rasanya gak pas sama selera kamu...
(Ben)
Semua Makanan yang kamu buat itu enak sayang....gak mungkin enggak...
(Lisa)
Yaudah cobain dulu deh (sambil menyuapinya ke mulut ben)
Ben memakannya dengan nikmat , ia sudah menduga makanan yang di buat oleh lisa selalu saja enak.
(Lisa)
Gimana? Enak gak..
Ben lalu mengacungkan 2 jempol nya...
(Lisa)
Serius nih...
(Ben)
Iya sayang,sumpah enak banget
Nih coba kamu makan... (sambil menyuapinya untuk lisa)
Gimana aku gak bohong kan....
(Lisa)
Aku udah takut banget kalau rasanya gak sesuai,tapi syukur deh rasanya enak...
Ben lalu memakannya dengan lahap,lisa membukakan botol air mineral untuk ben minum. Tanpa berbicara sedikit pun ben melahap habis semua makanan yang di bawa oleh lisa tanpa tersisa.
(Ben)
Makasih ya sayang,kamu udah mau bawain aku makan siang..
(Lisa)
sama sama sayang....
(Ben)
Oh ya,kamu gak langsung pulang kan sayang?
(Lisa)
Emang kenapa?
(Ben)
Kamu keberatan gak hari ini nemanin aku di kantor sampai jam pulang nanti?
__ADS_1
(Lisa)
Emang aku gak ngeganggu kamu kerja
(Ben)
Engga lah sayang,malah aku senang kamu ada disini,jadi entar kita pulangnya barengan...
(Lisa)
Tapi aku bawa mobil loh sayang...
(Ben)
Gampang...biar itu aku yang urus..
(Lisa)
Yaudah...aku tungguin kamu deh...
(Ben)
Makasih sayang ku...
Bentar ya aku selesain beberapa laporan dulu..
Lisa mengangguk...
Ben lalu bangkit dari duduknya dan kembali duduk di kursi kerja nya dan menyelesaikan laporan yang tadi ia kerjakan...
Lisa duduk di sofa sambil menyenderkan kepalanya di bahu kursi dan memainkan ponselnya...beberapa menit kemudian lisa berdiri dari duduknya dan menghampiri ben.
(Lisa)
Sayang....
(Ben)
Iya sayang...
Kenapa?
(Lisa)
Di sebelah kantor kamu ini ada coffe shop kan ya..
(Ben)
Iya ada...kamu mau coffe
(Lisa)
Iya...
(Ben)
Yaudah bentar aku suruh OB buat beliin ya...
(Lisa)
Gak....gak usah aku beli sendiri aja
(Ben)
Yakin kamu mau beli sendiri...
(Lisa)
Iya...mereka pasti punya cake aku sekalian pengen liat siapa tau ada yang aku pengen...
(Ben)
Yaudah...kamu hati hati ya
(Lisa)
Siap boss...
Oh iya pak beantley mau coffe apa ni?
(Ben)
[Tersenyum ☺]
Emmm...espresso aja nyonya hermawan..
(Lisa)
Ok...
Lisa lalu menuju sofa mengambil dompetnya dan keluar dari ruangan ben,ben senang melihat ekspresi ceria dari wajah lisa.
Lisa lalu turun ke bawah dan saat ia keluar dari lift beberapa karyawan kaget melihat lisa yang keluar dari lift dan tersenyum kearah mereka,mereka bertanya tanya??
Saat lisa berjalan menjauh dan keluar dari gedung kantor para karyawan mulai membicarakannya.
( karyawan A)
Siapa tuh? Cantik banget
(Karyawan B)
Biasa aja ah cantikan gue lagi...
(Karyawan C)
Kayanya bukan karyawan disini deh
Dan tidak lama pintu lift terbuka di lantai 3,dan masuklah andri para karyawan menyapa andri dengan sopan.
Ketiga karyawan itu kembali membicarakannya...
(Karyawan A)
Gue pengen turun lagi deh buat kenalan sama tuh cewek
(Karyawan B)
Norak lo kaya gak pernah liat cewek aja...
Tiba tiba obrolan mereka terhenti saat andri yang bertanya siapa orang yang sedang mereka bicarakan.
(Andri)
Maaf,kalau saya boleh tau kalian lagi bicarakan siapa ya?
(Karyawan A)
Itu loh pak andri,tadi pas kami dari makan siang terus lagi nunggu lift,tiba tiba ada cewek cantik banget keluar dari lift tapi kayanya bukan karyawan disini...
(Andri)
Apa gadis itu memakai blous coklat ?
(Karyawan A)
Iya pak andri betul,kok pak andri tau karyawan baru ya pak..
(Andri)
Oh dia...kalian mau tau? Dia itu tunangannya pak ben..
__ADS_1
Ketiga karyawan itu terkejut,dan mereka meminta maaf karna telah membicarakannya.dan saat pintu lift terbuka di lantai 7 ketiga karyawan itu langsung keluar dari lift.
Andri sampai di lantai 12 dan langsung menuju ke ruangan ben.