
Hari sudah gelap,dan jam pun sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Setelah makan malam, ben memilih mengecek pekerjaannya di ruang tamu,sedangkan lisa ia tengah sibuk bertelponan dengan ibunya dikamar.
Jam terus berputar,ben yang masih mengamati laptop nya masih teringat kejadian tadi sore saat mereka berhubungan. Pikirannya terpecah saat mengingat kembali kejadian yang membuatnya terheran heran.
Setelah dikira pekerjaannya selesai,ben lantas mematikan laptop nya.
Ia melihat kearah jam,dan jam sudah menunjukkan pukul 21.30 ben berfikir pasti lisa belum meminum susu hamilnya. Ia lalu menuju dapur dan membuatkan segelas susu untuk istrinya itu. 5 menit kemudian ben selesai dan memegang segelas susu menuju kamar, saat pintu terbuka ben melihat lisa tengah asik menonton film kartun sambil tertawa.
Dalam hati ben " sejak kapan lisa suka kartun?huft...ibu hamil emang ada ada aja sih" ben langsung menghampiri lisa.
(Ben)
Sayang....kamu belum minum susu kan nih aku udah buatin...
(Lisa)
Iya makasih sayang,taruh aja entar aku minum ( masih fokus dengan tontonannya)
(Ben)
Nanti dingin gak enak loh...ayook minum dulu..
(Lisa)
Iya iya entar aku minum kok...
Ben berusaha untuk bersabar menghadapi tingkah lisa yang sekarang. Ben berfikir bagaimana caranya agar lisa meminum susunya sekarang. Sambil terus menatap lisa yang mengacuhkannya ia berfikir,dan ben memiliki ide agar lisa meminumnya sekarang juga.
Ben meminum susu tersebut dan langsung mencium lisa dan memindahkannya ke mulut lisa. Lisa yang terkejut atas perbuatan suaminya itu hanya bisa terdiam dan mau tidak mau ia meminumnya, ben terus mengulanginya sampai susu digelas habis.
Setelah tegukan terakhir,ben membersihkan bibir lisa dengan ciumannya.
(Ben)
Ok...lanjutin ya nontonnya (Sambil mengelus rambut lisa)
Lisa cuek dan kembali menonton film kartunnya.
Ben turun tangga sambil tersenyum .
(Ben)
Lisa...lisa ada aja deh jadi tambah gemess...
Ben menuju dapur dan meletakan gelas sisa tadi ke tempat cucian piring,ben tiba tiba ingin menyemil sesuatu. Ia lantas membuka kulkas dan mengambil melon yang sudah di potong potong, ben mengambil garpu dan berdiri bersender pada kitchen table sambil memakan melon tersebut.
Dan tak lama kemudian mata ben menangkap sosok lisa yang tengah menuruni tangga dan menuju kearahnya.
(Lisa)
Bennn.......
(Ben)
Kenapa sayang...
Ketika sudah mendekat lisa langsung memeluk tubuh ben.
(Ben)
Kenapa sayang? (Membalas pelukan istrinya)
(Lisa)
Gak papa aku pengen peluk kamu aja...
Ben memeluk erat lisa dan menciumi pucuk kepala lisa.istrinya yang dikenalnya sangat dewasa kini berubah menjadi wanita manja yang sangat lucu..
(Ben)
Udah malam,tidur yukk...
Lisa tak menjawab ia masih terus memeluk ben dengan erat,ben langsung menggendong lisa menuju kamar.
Sesampainya dikamar ben menurunkan lisa dengan pelan diatas ranjang. Ben lalu berbaring disebelah lisa dan membawa lisa dalam pelukannya.
Entah kenapa aroma tubuh ben membuat lisa ingin terus menciuminya,lisa membuka kancing piyama yang dipakai oleh ben hingga terbuka semua dan melihatkan dada bidang milik ben.
Lisa lalu membenamkan wajahnya dan menghirup dalam dalam aroma tubuh ben. Ben hanya diam melihat apa yang dilakukan oleh lisa, ia akan membiarkan semua kemauan lisa dan bisa membuatnya senang.
Sebelum mereka benar benar tertidur,ben mengingatkan lisa jika besok adalah jadwal mereka kontrol untuk melihat perkembangan baby mereka.
Tak ada suara ,Lisa hanya mengangguk menjawab ucapan ben.
Mereka berdua lalu terlelap bersama sambil berpelukan.
Suasana malam yang sunyi membuat ben tidur dengan nyenyaknya,suara dentingan detik jam mengisi ruangan kamar, dan tanpa terduga lisa terbangun ia mengerjapkan matanya berulang dan tak lama kemudian ia membangunkan ben.
(Lisa)
Sayang..... (sambil menepuk pelan bahu ben)
(Ben)
Emmm.....kenapa sayang?
(Lisa)
Bangun.....
Ben mencoba membuka matanya dan masih sangat berat untuk terbuka, ia melihat lisa duduk dihadapannya.
(Ben)
Kenapa sayang?(mengelus pipi lisa)
(Lisa)
Aku mau makan pecel ayam...
Ben terbelalak kaget mendengar permintaan lisa,ia langsung melihat kearah jam dan jam sudah menunjukkan pukul 02.30 pagi. Ben berfikir dimana jam segini orang yang masih berjualan pecel ayam.
Ben tak ingin menolak permintaan lisa tersebut.
(Ben)
Yaudah tunggu bentar ya aku keluar cariin...
(Lisa)
Gak mau....aku ikut...
(Ben)
Tapi ini jam setengah 3 pagi,harinya pasti dingin banget
(Lisa)
__ADS_1
Gak mau aku ikut
(Ben)
Yaudah...
Ben lalu bangkit dari posisinya dan mengancing bajunya, ia lalu menuju lemari dan mengambil 2 buah hodie tebal dan memakainya,ia juga memakaikan nya untuk lisa.
Ben mengambil dompetnya dan kunci mobil.
Mereka berdua lalu keluar untuk mencari apa yang diminta oleh lisa.
Jalanan cukup sepi tak banyak kendaraan yang lalu lalang. Ben melihat kekanan kiri dan mencari warung pecel ayam yang masih buka, disepanjang jalan sudah banyak warung pecel ayam yang sudah tutup, beberapa warung yang kelihatannya masih buka tapi saat ben bertanya yang dimau lisa telah habis.
Dan tersisa 1 warung yang masih buka,ben berharap diwarung ini masih ada.
(Ben)
Tunggu bentar ya,aku tanya dulu
Ben turun dari mobil dan bertanya,dan ben sangat beruntung masih tersisa 2 porsi pecel ayam, ben langsung menghampiri lisa di mobil dan memberitaunya kalau yang ia mau ada,
Lisa turun dari mobil dan ben menggandengnya saat memasuki warung tenda tersebut.
Ben memesan 2 porsi pecel ayam tersebut. Lisa terlihat senang saat kemauanya terpenuhi, ben mengusap lembut kepala lisa.
Lisa menopang dagunya dengan kedua tangan sambil memperhatikan si penjual menggorengkan ayam pesanannya.
Ibu penjual pecel ayam pun mengajak ben dan lisa mengobrol.
(Penjual)
Laper ya mba, mas jam segini cari makan?
(Ben)
Biasa bu, orang hamil ngidamnya kadang gak liat jam?
Lisa menatap kearah ben.
Ben tersenyum saat melihat ekspresi lisa menatap dirinya.
(Penjual)
Oalah....mbanya lagi ngidam toh...
Ya gitu lah mas itu istimewanya wanita hamil.
(Ben)
Iya bu....
Tak lama kemudian pesanan mereka datang, lisa yang memasukan tangan nya di dalam kantong hodie tak ingin mengeluarkannya karna hawa dingin.
Ben lalu menyuapi istrinya itu dengan senang hati. Ben merasa senang melihat lisa begitu lahapnya saat makan, tidak seperti saat mereka makan malam tadi, lisa seperti ogah ogahan untuk memakan makanannya.
Ben yang tidak sama sekali merasa lapar membiarkan lisa menghabiskan 2 potong ayam tersebut.
Penjual pun tersenyum melihat tingkah sepasang suami istri itu yang sangat romantis.
Ben seperti seorang ayah yang tengah menyuapi putrinya makan.
10 menit kemudian lisa memberitaukan ben kalau dirinya sudah kenyang.
Ben menyodorkan air mineral untuk lisa dan lisa meminumnya, setelah mencuci tangan ben kembali duduk dan mengambil tissu dan mengelap bibir lisa.
Ben tidak menyangka jika lisa bisa makan dalam porsi besar seperti ini. Ben lalu membayar dan berterimakasih kepada penjual.
Mereka berdua masuk kembali kemobil dan kembali kerumah.
Karna waktu tidurnya terganggu saat lisa meminta pecel ayam, kini keduanya masih terlelap tidur, dan jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi.
Sari ART mereka pun binggung tidak biasanya majikan mereka bangun sesiang ini.
Andri yang diminta ben untuk datang jam 09.00 dan mengantarkannya ke Rs untuk kontrol kehamilan lisa. Telah datang dan menunggu.
Saat sari mengantarkan kopi untuk andri,andri pun bertanya.
(Andri)
Mba sari,pak ben belum bangun ya..
(Sari)
Kayanya sih belum pak, subuh tadi sih saya dengar suara mobil pak ben, sepertinya habis keluar rumah.
(Andri)
Yaudah mba, makasih ya kopinya.
(Sari)
Sama sama pak.
15 menit kemudian,ben terbangun ia mendengar suara air dari kamar mandi tanda jika lisa sedang mandi, ia lalu melihat ke arah jam dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 10.15, ben lalu bangkit dari tidurnya dan masuk kedalam kamar mandi.
Ia langsung ikut mandi bersama lisa. Dan 10 menit kemudian mereka keluar dan berpakaian.
(Ben)
Jadwal kontrol kita jam setengah 12 kan sayang?
(Lisa)
Iya...
Sayang sepulang dari Rs aku ikut kekantor ya...aku bosan di rumah!!
(Ben)
Yakin.....yang ada entar kamu malah bosan lagi nungguin aku kerja...
(Lisa)
Enggak....dari pada aku BT di rumah..
(Ben)
Yaudah...
Setelah keduanya siap mereka langsung keluar dari kamar dan turun kebawah.
Ben melihat andri duduk di ruang tamu menunggu mereka.
Sari yang melihat lisa turun langsung menyiapkan susu hamil untuk lisa.
Ben menghampiri andri, dan lisa berjalan menuju dapur.
__ADS_1
(Ben)
Ndri,maaf ya kamu nunggu lama
(Andri)
Tidak apa apa pak
(Ben)
Oh iya kita sarapan bareng yukk...
(Andri)
Tidak usah pak...
(Ben)
Udah gak papa,kamu juga pasti belum sarapan kan..
Ben lalu mengajak andri menuju meja makan dan sarapan bersama, sari telah menyiapkan nasi goreng untuk sarapan bos nya itu.
Lisa yang duduk sambil meminum susunya disapa oleh andri.
(Andri)
Pagi bu lisa...
(Lisa)
Pagi....
Mereka lalu sarapan bersama sama, lisa terlihat hanya menyuap 2 sendok nasi gorengnya, ia mulai merasakan tidak berselera makan. Ben yang melihatnya lalu menyuruh sari untuk mengupaskan apel untuk lisa.
Sari lalu membawakan apel yang telah di kupasnya.
(Ben)
Kamu makan buah aja ya, kalau makan nasi gak selera.
Lisa mengangguk dan memakan apelnya.
15 menit kemudian mereka selesai makan dan langsung bergegas menuju Rs. Sepanjang perjalanan lisa terlihat lemas,ia hanya menyenderkan kepalanya di bahu ben sambil memainkan ponselnya.
Sesampainya di Rs,ben dan lisa langsung menuju ruang prkatek Rosa. Ya mereka telah janjian untuk memeriksakan kehamilan lisa.
Dan setelah melakukan tensi dan penimbangan badan perawat lalu mengantar lisa dan ben bertemu Rosa.
Rosa menyapa mereka berdua.
(Rosa)
Hai...
Gimana? Lo ada keluhan gak?
(Lisa)
Gak ada, cuma aku mulai sering mual ros dan gak selera makan sama sekali
(Rosa)
Ya wajar lah namanya juga hamil muda, vitamin dan suplemen masih lo minum kan?
(Lisa)
Masih...
(Rosa)
Ok...kita ketemu babynya ya...
Lisa lalu diminta berbaring dan rosa mulai melakukan USG.
Kondisi kehamilan lisa sangat bagus,dan pergerakan baby nya sangat aktif.
(Rosa)
Hallo baby ku...nih baby lo aktif banget
Lisa senang melihat calon baby nya dari layar monitor, sama halnya dengan lisa ben sangat senang dan bahkan merekam gambar calon baby nya itu.
(Lisa)
Udah kelihatan belum ros jenis kelaminnya apa?
Rosa mulai memeriksa jenis kelamin dari calon baby lisa dan ben.
(Rosa)
Emm....selamat ya gue yakin dia bakal secantik lo...
(Ben)
Cewek ros...yakin?
(Rosa)
Yup...yakin banget kelihatan jelas banget nih... (sambil menunjukkannya kepada ben dan lisa)
Ben dan lisa sangat bahagia mendengarnya, sesuai dengan apa yang di mau oleh ben.
Seteleh selesai rosa mulai menasehati pasangan baru ini.
(Rosa)
Lo harus tetap banyak istirahat dan banyak konsumsi sayur dan buah, ini gue kasih resep obat buat lo biar gak terlalu mual dan bisa makan.
(Lisa)
Thanks ya ros...
(Rosa)
Oh iya, soal berhubungan, selama masih di trimester 1 dan 2 kalian masih boleh melakukannya tapi ingat jangan berlebihan.
Ben mendengar ucapan rosa dibuat malu dan tak mampu berkata kata..tidak sebaliknya dengan lisa ia dengan lantang menjawab rosa.
(Lisa)
Iya bawel....namanya juga pengen gimana dong...
Rosa dan ben dibuat speechless dengan perkataan lisa, mereka berdua bingung melihat perubahan sikap yang di alami lisa.
(Rosa)
Kak ben sabar ya...ini yang dimaksud hormon gak stabil pada ibu hamil, bisa merubah sifat dan kelakuan nya..
__ADS_1
Ben hanya tersenyum mendengar ucapan rosa. Ia menyetujui apa yang dikatakan rosa.
Selesai berkonsultasi ben dan lisa langsung pamit kepada rosa dan pergi meninggalkan Rs setelah mereka menebus resep obat dari rosa.