
Sebulan telah berlalu.
Kehidupan keduanya pun berjalan layaknya suami istri pada umumnya.
Ben telah kembali ke aktivitas awalnya yaitu bekerja di kantor.
Sedangkan lisa masih menunggu CV nya di terima di salah satu rumah sakit.
Pada awalnya ben tak ingin lisa bekerja,ia tak mau melihat istrinya itu kelelahan, setelah melalui perdebatan panjang ben akhirnya mengalah, ia pun menyetujui untuk lisa bekerja di rumah sakit.
Meski dalam hatinya ia ingin sekali lamaran lisa itu ditolak.
Mereka kini tak tinggal di appartemen lagi, ben membeli sebuah rumah sebagai hadiah pernikahannya untuk lisa.
Saking sayangnya dirinya kepada lisa ia tak ingin lisa mengerjakan pekerjaan rumah. Ben sengaja memperkerjakan 2 asisten rumah tangga untuk membersihkan rumah.
Walau terkadang tanpa sepengetahuan ben lisa masih sering membantu 2 ART nya itu. Untuk soal memasak lisa tak mau dilayani oleh ART nya ia ingin mengerjakannya sendiri.
Seperti hari ini ia sibuk mengerjakan sesuatu di dapur para ART nya pun hanya disuruhnya membantu seperlunya.
(Lisa)
Mba sari tolong ambilin seledri ya...
(Sari)
Baik bu....
Lisa terlihat sibuk dengan masakannya, hari ini ia sengaja memasak makanan kesukaan ben dan ingin membawakannya ke kantor sebagai makan siang.
15 menit kemudian semua masakannya pun telah jadi dan siap.
(Lisa)
Mba sari tolong ya masukin ke kotak makan, jangan lupa sendok dan garpunya...
Oh iya sama kupasin melon dan apelnya ya!! ben lagi suka makan buah soalnya...
(Sari)
Iya bu....
Lisa lalu melepas apronnya dan masuk kekamar untuk berganti pakaian.
30 menit kemudian lisa telah siap dan berdandan cantik untuk menemui suaminya.
Makanannya pun telah di siapkan didalam kotak dan siap untuk dibawa.
(Lisa)
Mba sari semua sudah kan? Gak ada yang ketinggalan?
(Sari)
Gak ada bu semua sudah siap?
Pak imam juga sudah menunggu di depan...
(Lisa)
Oh yaudah...saya jalan dulu ya..
(Sari)
Hati hati ya bu...
Lisa lalu melangkah keluar dan menghampiri pak imam yang telah menunggunya.
Lisa lalu menuju kantor ben.
Di kantor
Ben masih diruang rapat dengan beberapa staf, ia membahas bisnis yang tengah perusahaannya kerjakan.
Sesekali ia melihat ke arah ponselnya,sebelum rapat tadi ia mengirim pesan kepada lisa untuk menayakan ia sedang apa dirumah? Namun sampai sekarang lisa tak membalasnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 siang. Ben lalu menyudahi rapat dan membiarkannya stafnya untuk istirahat makan siang.
Ben meraih ponselnya dan mencoba menghubungi lisa. Namun tak juga dijawab oleh lisa.
(Ben)
Lisa lagi apa sih?
Andri yang melihat bos nya sedang gelisah lalu bertanya?
(Andri)
Ada apa pak? Apa perlu sesuatu?
(Ben)
Gak ada...
Oh iya peetemuan dan pak bram ditunda kan?
(Andri)
Iya pak?
(Ben)
Yaudah..hari ini saya pulang cepat tolong kamu bereskan berkas berkas yang hari ini kita bahas
(Andri)
Baik pak
(Ben)
Makasih ya ndri...
Ben lantas keluar dari ruang rapat dan kembali ke ruangannya.
30 menit yang lalu tanpa sepengetahuan ben lisa telah sampai di kantornya,setelah bertanya ke staf dan ben sedang rapat ia memilih menunggu di ruangan ben.
Sambil menunggu ben kembali lisa duduk dikursi kerja ben sambil mentap sesekali kearah luar jendela.
Di ruang kerja, ben sengaja memasang foto pernikahan mereka dengan ukuran yang cukup besar, entah tujuannya apa? Tidak cukup satu di meja kerja nya pun terdapat dua bingkai foto,satu foto mereka saat honeymoon dan satunya lagi foto lisa sendiri.
Dan tak lama kemudian ben masuk keruangannya dan melihat istri cantiknya yang dari tadi membuatnya resah sudah duduk manis menunggunya.
Lisa yang melihat saat ben masuk langsung tersenyum manis kearah ben.
Sedangkan ben berjalan cepat menghampiri lisa.
(Ben)
Kamu ya bikin aku gelisah tau gak... (sambil memencet hidung lisa)
(Lisa)
Maaf sayang...😁
Ben lalu memeluk lisa dan mencium pucuk kepalanya..
(Ben)
Kamu ngapain kesini? Kok gak ngasih tau sih?
(Lisa)
Emang aku gak boleh datang kekantor suami ku sendiri?
(Ben)
__ADS_1
Gak akan ada yang ngelarang kamu datang kemari sayang, kalau aku tau kamu mau kesini kan aku gak lama lama rapatnya...kasian kamu kan nungguin aku lama...
(Lisa)
Gak papa..
Oh iya aku bawain kamu makan siang...
Kamu belum makan kan?
(Ben)
Belum....
Kamu masak sayang?
(Lisa)
Iyaa...
(Ben)
Kan aku udah bilang sayang, kamu gak boleh capek
Lisa lalu mencium kilas bibir suaminya itu untuk menghentikan omelannya.
(Lisa)
Masak buat suami aku sendiri itu udah jadi tanggung jawab aku,dan masak gak bakal bikin aku capek sayang...
(Ben)
Cium lagi dong ...
(Lisa)
Udah ah...ayukk makan..
Lisa lalu menarik tangan ben menuju sofa dan membuka makanan yang tadi dibawanya.
Masakan istrinya itu sudah tak bisa dipertanyakan lagi soal rasanya.
Dengan lahap ben memakannya.
Ben lalu meraih tangan lisa dan menciumnya.
Lisa terlihat bingung atas tindakan ben.
(Lisa)
Kamu ngapain sih sayang...
(Ben)
Makasih.....tangan ini yang selalu membuat kan makanan enak untuk aku.. (sambil menggenggam tangan lisa)
(Lisa)
Mulai deh ....
(Ben)
Oh iya gimana sudah ada kabar dari Rs
(Lisa)
Belum.....
Masa gak diriview sih CV aku
Dalam hati ben
" aku sih berharapnya gitu sayang"
(Lisa)
(Ben)
Enggak...kenapa?
(Lisa)
Emm....pulang kantor ke supermarket yukk ada beberapa barang yang mau aku beli...
(Ben)
Siap boss....
Kemana pun bakal aku temani...
(Lisa)
Makasih suamiku....
(Ben)
Sama sama istri ku....
Setelah makan siang, ben kembali mengecek beberapa laporan yang masuk sedangkan lisa sedang duduk membaca novel yang sengaja dibawanya.
Ben menyelesaikan dengan cepat pekerjaannya agar bisa menemani istrinya itu berbelanja.
Sesekali mata ben melirik dan tersenyum melihat kearah istrinya itu yang tengah fokus membaca.
Dan jam pun sudah menunjukkan pukul 15.00 sore,semua pekerjaan ben akhirnya selesai.
Setelah merapikan berkas berkas di mejanya ben langsung menghampiri lisa yang masih fokus dengan novelnya.
(Ben)
Sayang...
(Lisa)
Hmmm...
Udah selesai...?
(Ben)
Udah...yukk
(Lisa)
Oke....
Lisa memasukan novelnya kembali kedalam tas dan beranjak dari duduknya, mereka berdua lalu keluar ruangan. Sebelum pulang ben menghampiri andri di mejanya.
(Ben)
Andri...
(Andri)
Iya pak..
(Ben)
Berkas berkas yang sudah saya tandangi bisa langsung kamu proses,semuanya ada dimeja saya..
Saya pulang dulu...
(Andri)
Baik pak
__ADS_1
Sambil merangkul lisa,mereka berdua lalu keluar dari kantor dan menuju supermarket,seperti yang diminta oleh lisa tadi.
*
*
*
Dengan masih menggunakan kemeja serta dasi yang sedikit di longgarkan ben mendorong troley belanjaan dan mengikuti kemana lisa melangkah.
Selama berpacaran lisa terlihat biasa saja,tapi saat mereka telah menikah lisa lebih terlihat protektif dan sangat pemilih.
Setiap keperluan yang di pakai dirumah atau bahan makanan yang dibeli diteliti begitu detailnya oleh lisa.
Dengan sabar ben mengikuti lisa memilih bahan bahan makanan serta keperluan rumah.
(Lisa)
Sayang....malam ini mau makan apa?
(Sambil melihat kearah tumpukan daging dan ikan)
(Ben)
Apa pun yang kamu masak bakal aku habiskan sayang....
(Lisa)
Hmmm.....oke.... (sambil mengangguk anggukkan kepalanya)
Ben tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
Tanpa terasa belanjaan di troley pun penuh, dan saat ini mereka berdua sedang mengantri di kasir untuk membayar.
10 menit kemudian mereka keluar dari supermarket dan menuju mobil.
45 menit kemudian ben dan lisa sampai di rumah,Sari ART mereka langsung keluar saat mendengar suara mobil.
(Lisa)
Mba sari tolong keluarin belanjaanya dari mobil ya...
(Sari)
Baik bu...
Ben dan lisa langsung masuk kedalam rumah mereka. Lisa lalu bergegas menaruh tasnya dan mengikat rambutnya, ia langsung menuju kedapur untuk mulai memasak untuk makan malam.
Ben yang melihat,tidak bisa mencegah istrinya itu untuk beraktivitas di dapur.
(Ben)
Sayang.....aku kemar dulu ya..
(Lisa)
Iya sayang...
Mba sari tolong sayur sama ayamnya di cuci ya...
(Sari)
Iya bu...
Di bantu oleh ART nya lisa sibuk menyiapkan masakan untuk makan malam.
Setelah 45 menit akhirnya masakan pun jadi.
(Lisa)
Mba sari tolong siapin di meja ya saya mau mandi dulu...
(Sari)
Iya bu....
Lisa lantas melepas apronnya dan naik menuju kamarnya.
Saat pintu kamar terbuka lisa melihat ben sedang duduk bersandar pada headbord sambil membaca buku.
(Ben)
Kamu mau mandi sayang....
(Lisa)
Iya...
Habis aku mandi kita makan..
(Ben)
Siap boss...
Sambil menunggu lisa selesai mandi ben kembali membaca bukunya.
*
*
*
Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Ben dan lisa sedang menikmati makan malam mereka.
(Ben)
Ini semua kamu yang masak sayang?
(Lisa)
Emm...enggak kok, mba sari juga bantuin..
(Ben)
Sayang...aku gak mau liat kamu kecapean ya...
Mba sari istri saya hari ini gak ada ngerjain kerjaan rumah kan, selain memasak?
Lisa berusaha memberi kode untuk ART nya itu untuk tak memberitaunya.
(Sari)
Eh....emmm enggak pak...
Ibu cuma masak saja hari ini
(Lisa)
Sayang....
Aku gak papa,kan aku udah bilang masak itu tugas aku dan itu gak akan buat aku kecapean...percaya deh... (sambil memasang senyum kearah ben)
(Ben)
Huft....
Kamu tau banget ya bikin aku luluh (sambil mencubit pipi lisa)
(Lisa )
Yaudah makan ya....
Lisa lalu melayani suaminya itu mulai dari mengambilkan nasi hingga lauk dan sayur.
Lisa sangat menjalani perannya sebagai seorang istri. Dan ben pun sangat dibuat bangga atas apa yang telah dilakukan lisa untuk dirinya.
__ADS_1