Malam yang panjang

Malam yang panjang
121. Thanks For Understanding Me


__ADS_3

Pertumbuhan thania semakin pesat,bayi mungil yang waktu lahir itu tak bisa berbuat apa apa selain tidur dan meminum susu.


Dan Sekarang thania telah berumur 6 bulan, baby mungil nan cantik itu sudah bisa duduk dan mulai makan, ia juga sudah mulai berceloteh, meski apa yang dikatakannya masih sangat tak jelas.


Setiap hari lisa selalu di buat terhibur atas tingkah lucu thania yang semakin menggemaskan.


Kesibukkan mengurus thania menjadi kegiatan yang menurut lisa sangat menyenangkan. Ia tak ingin melewatkan pertumbuhan sang anak, semua ia kerjakan sendiri tanpa bantuan siapa pun.


Ben juga sangat mendukung apa yang di lakukan oleh istrinya itu,meski ia sering dibuat khawatir ia takut jika lisa kecapek an.


Karena lisa tidak hanya megurus keperluan thania sendiri,ia juga mengurus keperluan ben. Lisa merasa jika itu sudah menjadi kodratnya sebagai istri dan seorang ibu. Ia menjalaninya dengan senang dan bahagia.


Tidak seperti lisa, ben merasa sedih dan ia merasa sangat tak layak menjadi seorang suami dan ayah untuk thania.


Karena Ben banyak menghabiskan waktunya dikantor, ia berangkat pagi dan harus pulang malam dimana disaat ia dirumah istri dan anaknya sudah terlelap tidur.


Tapi untungnya ia memiliki lisa sebagai istri yang sangat pengertian terhadap dirinya.


Lisa tak pernah mengeluh jika waktu ben berkurang untuk dirinya dan thania.


Lisa bisa berfikiran positif,semua itu pasti ada alasannya, dibalik kerja keras ben pasti ada hal baik untuk dirinya dan thania, Justru lisa sangat merasa bangga terhadap ben. Baginya ben adalah suami dan ayah yang bertanggung jawab pada keluarganya.


Dan ben bekerja keras juga untuk dirinya dan putri mereka. Karena lisa tau ben tak ingin melihat anak dan istrinya kekurangan apa pun.


----------------------------------


Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi.


Ben yang masih terlelap tidur dibangunkan oleh lisa.


(Lisa)


Sayang...


Bangun yukk (berbicara dengan nada pelan)


(Ben)


Jam berapa sayang...??


(Lisa)


Udah jam 06.00 (mengelus lembut rambut ben)


(Ben)


Sayang,15 menit lagi ya...aku udah bilang ke andri hari ini agak siangan ke kantor (masih dengan mata tertutup karena mengantuk)


(Lisa)


Yaudah...


Baju kamu udah aku siapin, aku kebawah dulu ya nyiapin sarapan...


(Ben)


Iya sayang...


Makasih ya honey...


Lisa mencium pipi ben dan pergi keluar kamar.


Ia menuju dapur dan mulai menyiapkan sarapan untuk ben dan bubur untuk thania.


Masih dengan piyama nya dan di tutupi apron, lisa sibuk di dapur ia menyiapkan sarapan untuk ben dan saat sarapan ben telah siap lisa beralih menyiapkan bubur untuk thania.


Di dalam kamar, ben yang tadi ingin memejamkan matanya sebentar lagi tiba tiba mengurungkan niatnya ketika ia mendengar suara celotehan thania dari dalam box nya...


Ben langsung bangkit dari ranjang dan mengahampiri box thania.


Ia melihat putri cantiknya itu tengah memainkan jari jarinya dan terus berceloteh.


(Ben)


Anak papa udah bangun rupanya...

__ADS_1


Lagi apa sayang...??


Thania terus mengoceh seakan itu adalah jawaban dari pertanyaan papanya.


(Ben)


Anak papa udah gede yah....tambah cantik aja sih...


Ben lalu mengeluarkan thania dari dalam box,ben menciumi pipi thania,thania tertawa geli di cium oleh papanya.


(Ben)


Maaf'in papa ya sayang....


Papa gak bisa sering temani thania main...


Papa janji deh, papa bakal nyelesein pekerjaan papa dengan cepat biar papa bisa main sama thania dan mama...oke..


Ben memeluk hangat tubuh mungil putrinya itu, dan thania terlihat menyenderkan kepalanya di dada papanya.


Ben lalu membawa thania duduk di atas ranjang dan mereka berdua bercanda bersama.


Dan tak lama kemudian lisa masuk kekamar dan mendapati suami dan anaknya tengah bermain di tengah kasur.


(Lisa)


Hmm....pantes kok kaya dengar suara ketawa thania, ternyata udah bangun rupanya...


(Ben)


Kan papa dah bilang ketawanya jangan nyaring nyaring,kedengaran sama mama kan. (Mengarah ke thania)


(Lisa)


Sayang....mandi gih entar kamu telat ngantor loh...


(Ben)


Hmmmm......iya sayang...


Ben lalu bangkit dari atas ranjang,ia lalu mencium kening lisa dan langsung menuju ke kamar mandi.


15 menit kemudian ben keluar dari kamar dan sudah berpakaian rapi, lisa dan thania telah menunggunya di meja makan.


Thania yang duduk di kursi makannya menyambut ben dengan girang.


(Ben)


Anak papa makan apa itu....?


(Lisa)


Thania makan pure buah papa....


(Ben)


Hebat....anak papa pintar (sambil mengacungkan dua jempolnya)


Lisa lalu menghentikan menyuapi thania,ia lalu menuangkan nasi goreng ke piring ben.


(Lisa)


Sarapan dulu sayang...


(Ben)


Makasih sayang ku....


Mereka bertiga lalu sarapan bersama.


Dan sesekali ben bercengkerama bersama thania dan lisa.


(Ben)


Sayang....

__ADS_1


(Lisa)


Hmmm....


(Ben)


Maafin aku yah....


(Lisa)


Maaf buat apa sayang?


(Ben)


Maaf,aku belum punya banyak waktu buat kamu dan thania..


(Lisa)


Sayang....


Gak perlu minta maaf,apa yang kamu lakukan itu juga demi aku dan thania, aku justru bangga jadi istri kamu.


Kamu bekerja keras demi anak dan istri kamu,thania juga pasti bangga punya papa seperti kamu..


(Ben)


Makasih ya sayang, aku juga bangga punya istri seperti kamu...


Aku janji akan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat biar aku bisa nemani kamu dan thania.


(Lisa)


Iya sayang....


Si kecil thania yang belum mengerti apa yang dibicarakan kedua orang tuanya hanya bisa tersenyum sambil memandangi wajah papa dan mama nya.


Ben seakan memenuhi janjinya sendiri,ia tak ingin anak dan istrinya kekurangan dalam segi apapun.


Dan ia merasa dibuat menjadi pria yang paling beruntung di dunia ini, ia memiliki istri yang sangat memahaminya dan memiliki anak yang sangat lucu dan cantik, hal itu menjadi semangat untuk ben.


Rasa lelah nya terbayar ketika sampai di rumah,dan melihat kedua wanita yang sangat dicintainya.


Setelah selesai sarapan, ben lalu bersiap untuk pergi kekantor,dan sebelum pergi ben selalu berpamitan dengan istri dan anaknya.


Lisa yang menggendong thania mengatar ben sampai di depan rumah.


Ben mencium pipi thania


(Ben)


Anak papa yang cantik, papa ke kantor dulu ya,jangan nakal ya (mencium pipi thania)


Ben juga mencium kening lisa.


(Ben)


Aku ke kantor dulu ya sayang.. (sambil mencium kening lisa)


(Lisa)


Hati hati ya sayang, ingat jangan lupa makan siang...


(Ben)


Siapppp boss... (sambil berposisi hormat)


Dahhh....sayang ya papa...


Ben masuk kedalam mobil dan melaju menuju kantor.


readers,maaf ya belum bisa update banyak,dan minta doanya agar bisa cepat pulih dan bisa update lebih banyak lagi.😊


sekali lagi terimakasih readers setia


"Malam Yang Panjang"

__ADS_1


saranghae readersss....❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2