
Mama ben masih syok mendengar ucapan ben. Ia tau dirinya salah, tapi ia tak menyangka jika ben akan berkata seperti itu kedirinya.
----------------------------------
*story mama ben*
Ya....intan bertemu dengan jimmy sanjaya saat berada di singapore, pertemuan mereka awalnya hanya sekedar soal bisnis, intan yang diperkenalkan oleh temannya di singapore dengan jimmy sanjaya tidak menyangka jika Perkenalan mereka ternyata berlanjut. Dan keduanya sering bertemu dan merasa nyaman dan mereka sering bercerita tentang kehidupan pribadi mereka masing masing.
Intan bercerita jika ia ditinggalkan suaminya saat umur anaknya 5 tahun. Suaminya meninggal karena sebuah kecelakaan. Dan semenjak itu ia hanya fokus mengurus anak semata wayangnya dan bisnis yang ditinggalkan alm. suaminya.
Jimmy sanjaya juga bercerita, bagaimana sedihnya dirinya saat ditinggal pergi oleh istrinya saat mereka masih sangat muda, istri jimmy meninggal saat umur mereka masih berusia 26 tahun ,3 tahun setelah dirinya menikah bahkan ia belum sempat memiliki seorang anak, istrinya divonis mengidap kanker serviks, Dan sudah distadium akhir. Istrinya tak pernah menunjukkan kalau dirinya sakit, ia hanya melihatkan senyum dan tawa dari bibirnya.
Kepergian istrinya sangat membuatnya terguncang, dan selama ditinggal hampir 20 th jimmy memilih hidup sendiri dan menyibukkan dirinya dengan berbagai pekerjaan dan bisnis.
Semua berubah saat mereka berdua bertemu, mereka merasa ada rasa kecocokkan diantara mereka.
Story life, yang mereka miliki hampir serupa, mereka sama sama ditinggalkan pasangan mereka untuk selama lamanya.
Jimmy sudah lama ingin bertemu dengan ben. Tapi intan selalu melarangnya dengan alasan waktu nya belum tepat.
Intan ingin memperkenalkan jimmy dengan ben, tapi intan takut reaksi ben pasti akan sangat marah.
Intan juga bercerita hal itu kepada jimmy, dan jimmy selalu menguatkan intan, jimmy yakin ben adalah anak yang baik, dia tak akan membenci mamanya sendiri, seperti apa yang dipikirkan oleh intan.
Intan sangat merasa nyaman saat mencurahkan keluh kesahnya terhadap jimmy, begitupun sebaliknya.
Tapi mereka belum bisa meresmikan itu semua tanpa persetujuan dari ben. Dan intan sangat yakin jika ben pasti akan menentangnya.
----------------------------------
Diperjalanan menuju rumah mamanya lisa masih melihat mamanya menangis.
Ia tau perkataan ben telah melukai hati mamanya.
(Lisa)
Ma....mama jangan nangis lagi ya...
Lisa yakin ben gak sungguh sungguh mengatakan itu.
(Mama ben)
Ini memang salah mama, mama yang telah menyakiti hati ben.
(Lisa)
Enggak ma...
Ini bukan salah siapa siapa? Mama tenang dulu ya...
Lisa lalu memeluk tubuh mamanya itu. Lisa bisa merasakan bagaimana tubuh itu bergetar karena rasa takutnya.
30 menit kemudian, mereka sampai di rumah mama ben. Lisa merangkul tubuh mamanya itu memasuki rumah dan membawanya ke kamar.
Lisa membiarkan mama nya berbaring dan istirahat.
(Lisa)
Mama istirahat aja ya...
Mama tenangin pikiran mama dulu..lisa disini nemani mama...
(Mama ben)
Sayang..kamu lagi hamil, kamu yang harusnya istirahat.
(Lisa)
Gak papa ma, lisa baik baik aja kok sekarang mama istirahat ya...
Lisa membiarkan mama nya sendiri dan istirahat, kejadian tadi pasti membuat mamanya syok.
Lisa lalu duduk di ruang tamu sambil menyenderkan kepalanya disofa.
Ia melihat kearah telapak tangannya yang tadi dengan keras menampar wajah ben.
Lisa berfikir bagaimana kelanjutan ini semua. Apa yang akan terjadi antara ben dan mamanya.
Lisa tau jika ben adalah orang yang punya pendirian kuat, sekali ia berkata tidak maka tidak akan mudah untuk merubahnya.
Ia lalu mencoba menelpon kerumahnya.
Dan saat panggilan terhubung.sari lah yang mengkat telepon.
📲 sari : hallo...
📲 lisa : hallo mba sari...
📲 sari : bu lisa...ibu dimana?
📲 lisa : saya dirumah mama, mba gimana keadaan rumah?
📲 sari : setelah bu lisa dan nyonyah pergi, pak ben masuk kedalam kamar dan belum keluar lagi sampai sekarang bu.
📲 lisa : huft.....mba sari tolong kabarin saya ya kalau ada apa apa dirumah?
📲 sari : ibu gak pulang?
📲 lisa : enggak mba , saya mau nemanin mama dulu
📲 sari : yasudah, bu lisa hati hati ya!!
📲 lisa : iya, ingat ya mba kalau ada apa apa cepat kabari saya
📲 sari : baik bu...
----------------------------------
Setelah lisa dan mamanya pergi ben sempat terduduk lemas, ia sedih ia telah membuat lisa marah terhadap dirinya, tapi ia juga masih belum bisa menerima hubungan yang sedang mama nya jalin dengan orang lain.
Ben lantas beranjak dari duduknya, ia menuju kamarnya, ben melepas jas dan dasinya. Ia juga melempar asal sepatunya, ben lalu menuju kamar mandi, ia duduk dibawah pancuran shower, masih dengan kemeja dan celananya.
Rasa panas bekas tamparan lisa masih terasa di pipinya, ini pertama kalinya lisa menampar wajah ben
Ben tau lisa pasti sangat marah sampai menampar wajahnya.
Ben sangat merasa frustasi, ia tak pernah berfikir akan mengalami masalah seperti ini.
Hubungan baik selama 27 thn bersama mamanya serasa rusak, hanya karna orang yang baru mereka kenal.
Ben berfikir kenapa masalah seperti ini harus datang disaat dirinya sedang merasa bahagia.
Ini adalah pertengkaran pertama ben dan lisa semenjak mereka menikah.
Ben terus duduk di bawah pancuran air dan sesekali menjabak keras rambutnya dan mengusap kasar wajahnya.
Jam terus berputar, dan sekarang sudah jam 17.00 sore.
Lisa yang tadi sempat tertidur dikamar ben kini sudah terbangun.ia melihat jam dan keluar dari kamar.
Lisa menuju kamar mamanya dan tanpa sengaja saat ingin membuka pintu kamar lisa mendengar mamanya tengah menelpon seseorang dan tengah menangis, lisa tidak begitu jelas apa yang dibicarakan oleh mamanya dengan orang tersebut, yang pasti lisa hanya mendengar mamanya menyebut
" kita harus mengakhiri ini semua"
Lisa mengurungkan niatnya untuk menemui mamanya, dengan langkah pelan lisa menjauh dari pintu kamar mamanya,dan turun kelantai bawah.
Lisa lalu mengambil segelas air putih dan duduk di meja makan.
Lisa berfikir pasti yang sedang di telpon mamanya itu adalah orang yang ben sebut Jimmy sanjaya. Dan lisa juga yakin mamanya memilih mengakhiri hubungan mereka demi ben.
Lisa merasa ini sangat tidak adil bagi mamanya.
__ADS_1
Tapi lisa juga tidak mungkin, membiarkan ben merasa sakit.tanpa sadar lisa meneteskan air matanya. Ia berada ditangah tengah orang yang sama sama berharga baginya.dan kebahagiaan mereka sangat penting.
Dan tak lama kemudian suara bel rumah berbunyi.
Dengan cepat ART mamanya membuka kan pintu, lisa berfikir jika yang datang adalah ben.
Tapi saat sosok laki laki paruh baya berdiri didepan pintu dan lisa tidak mengenali siapa sosok laki laki tersebut.
Bi narsih ART mama nya langsung menghampiri lisa.
(Bi narsih)
Non...ada tamu buat nyonyah.
Lisa berdiri dari duduknya dan menghampiri pria tersebut.
(Lisa)
Bi narsih masuk aja..
(Bi narsih)
Baik non..
Lisa lalu mempersilahkan pria itu untuk duduk di ruang tamu.
Mereka kini duduk berseberangan.
(Lisa)
Maaf, kalau boleh tau siapa dan ada keperluan apa dengan mama?
Pria itu terdiam sesaat, ia menatap kearah lisa, dia adalah jimmy sanjaya.
(Jimmy)
Perkenalkan saya jimmy (sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman)
Lisa membalas uluran tangan itu.
(Jimmy)
Kamu pasti lisa, istri dari ben?
Saya banyak mendengar cerita tentang kamu dari intan, ternyata intan memang benar kamu gadis yang cantik.
(Lisa)
Terimakasih, maaf saya belum mengenal anda.
(Jimmy)
Tidak apa apa... saya kesini ingin berbicara kepada intan, apa boleh?
Lisa menatap diam kearah jimmy, lisa melihat sosok pria didepannya ini seperti orang yang baik, tutur katanya pun sopan, dan sangat berkelas.
(Lisa)
Emm....mama ada di kamar, sebentar saya panggilkan.
(Jimmy)
Terimakasih lisa...
(Lisa)
Iya...sama sama...
Lisa lalu bangkit dari duduknya dan pergi menuju lantai atas untuk memanggil mamanya.
Lisa mengetuk pintu dan masuk kedalam kamar mamanya, ia melihat mamanya tengah duduk menatap kearah luar jendela.
(Lisa)
(Mama ben)
Eh....iya sayang
(Lisa)
Ma, ada tamu buat mama
(Mama ben)
Siapa? Mama gak ada janji dengan siapa siapa sayang?
(Lisa)
Pak jimmy ma...
Mama ben terkejut, ia tak menyangka jimmy serius akan mendatangi rumahnya.
(Mama ben)
Sayang, mama minta tolong, kasih tau mama tidak bisa bertemu!!!
(Lisa)
Ma....maaf kalau lisa lancang, tapi alangkah baiknya mama menemui pak jimmy, dan membicarakannya dengan baik baik. Bukan malah menghindarinya ma.
(Mama ben)
Sudah tidak ada lagi yang harus mama bicarakan dengan nya sayang, mama memilih untuk menepati janji mama ke ben, dan gak akan menyakiti hati ben.
(Lisa)
Selalu ada cara ma, untuk menyelesaikan ini semua, mama gak boleh bertindak dalam kondisi seperti ini, jangan sampai mama menyesal kedepannya.
Lisa akan membantu bagaimanapun caranya, lisa tau mama sangat bahagia saat bersama pak jimmy, dan lisa juga lihat pak jimmy orang yang baik.
(Mama ben)
Mama hanya tak ingin menyakiti perasaan ben, mama gak mau...
(Lisa)
Mama yang sangat mengenal bagaimana ben, dan setau lisa, ben sangat menomor satukan kebahagiaan mama,mungkin untuk sekarang akan sulit bagi ben, menerimanya.
Tapi usaha dan kerja keras akan merubah itu semua ma..lisa cuma mau mama dan ben sama sama meraskan kebahgiaan.
Mama ben lalu memeluk lisa.
(Lisa)
Mama selesaikan semua dengan pak jimmy, biar ben jadi urusan lisa. Oke...
(Mama ben)
Mama gak mau kamu bertengkar dengan ben karna mama, kasian baby kamu..
(Lisa)
Lisa janji, lisa gak akan bertengkar dengan ben.
Sekarang mama temui pak jimmy, kasian nungguin dari tadi.
Mama ben mengangguk.
(Lisa)
Lisa gak mau lihat mama sedih apalagi nangis.
__ADS_1
Air mata, cinta dan keikhlasan hal itu akan selalu ada dikehidupan kita ma.
(Mama ben)
Makasih ya sayang,(mencium dahi lisa)
(Lisa)
Mama gak papakan lisa tinggal, lisa mau bicara dengan ben.
(Mama ben)
Iya mama gak papa, biar pak amin yang ngantar kamu ya...
(Lisa)
Iya ma...
Lisa keluar dari kamar dan masuk kedalam kamar ben untuk mengambil tas dan ponselnya.
Lisa turun kebawah dan melihat mamanya sudah bertemu dengan jimmy.
Sekali lagi lisa berpamitan kepada mamanya dan jimmy.
Lisa di antar supir menuju kerumahnya.
30 menit perjalanan akhirnya lisa sampai di rumah, setelah mengucapkan terimakasih kepada supir mamanya, lisa langsung masuk kedalam rumah.
Saat masuk suasana sangat sepi.
Sari yang melihat majikannya pulang langsung menghampirinya.
(Sari)
Allhamdulilah ibu pulang...
(Lisa)
Ben dimana?
(Sari)
Masih di dalam kamar bu...
(Lisa)
Yaudah....saya naik dulu...
Lisa lalu naik menuju kamarnya, saat pintu kamar terbuka, lisa melihat jas, dasi dan sepatu ben yang berserakan dilantai.lisa maenaruh tasnya di ranjang dan memunguti barang barang ben yang berserakan dilantai.
Lisa yang mendengar suara air dari kamar mandi langsung bergegas menuju kamar mandi, dan saat lisa masuk ia berdiri melihat ben yang tengah duduk di bawah pancuran shower sambil menangis.
Ada rasa tak tega dalam diri lisa melihat ben seperti itu.
Lisa bisa mendengar suara tangisan ben yang memanggil namanya.
(Ben)
Lisa, maafin aku...maafin aku... (sambil menjambak keras rambutnya dengan kedua tangan)
Dan tanpa sengaja ben melihat lisa berdiri didepan pintu dan tengah menatap ke arah dirinya.
Dengan kondisi basah dan kedinginan ben berdiri dan menghampiri lisa.
Ia langsung memeluk erat lisa.
Lisa merasakan tubuh ben sangat dingin, bibirnya membiru.
Tanpa berbicara lisa melepas pelukan ben, ia tak mampu berbicara melihat kondisi ben sekarang.
Dalam diamnya, lisa membuka kemeja dan celana ben yang telah basah kuyub itu. Ben tak mengerti kenapa lisa hanya diam tanpa bicara sedikit pun.
Setelah melepas semua yang dikenakan ben, lisa mengambil bathrobe dan menutupi tubuh ben.
Lisa mengambil handuk kering dan menarik tubuh ben untuk keluar dari kamar mandi.
Lisa lalu mendudukan ben di bibir ranjang, ia berdiri dihadapan ben dan mengeringkan rambut ben dengan handuk. Ben terus melihat wajah lisa, ia masih diam tak berucap sedikit pun.
Ben di buat takut akan sikap diam lisa.
Tanpa sadar ben menesteskan air matanya.
Lisa yang melihat itu akhirnya runtuh, ia tak sanggup melihat ben seperti itu.
Lisa ikut meneteskan air matanya dan melihat ke arah wajah ben.
Lisa memeluk ben, suara tangisan ben seakan mencabik cabik hatinya,
Ben memeluk erat tubuh lisa, baby didalam rahim lisa seakan ikut merasakan kesedihan yang dirasakan orang tuanya. Ben bisa merasakan gerakan saat wajahnya menempel di perut lisa.
Dengan cepat ben memegang perut lisa dan berbisik ke arah perut lisa.
(Ben)
Sayang....maafin papa ya...
Maafin papa... (mencium perut lisa)
Melihat ben seperti ini membuat lisa sedih, lisa tau perasaan ben saat ini sakit. Lisa mencium kanan dan kiri pipi ben, ia melumat sebentar bibir ben yang membiru karena kedinginan.
Lisa menyeka air mata yang mengalir di pipi ben. Setelah dari tadi ia hanya diam memandangi ben, kini lisa tersenyum kearah ben.
(Ben)
Maafin aku sayang...
(Lisa)
Kamu gak ada salah apa apa ke aku. Aku yang minta maaf sudah menampar wajah mu tadi (menyentuh pipi ben)
Lisa lalu duduk di sebelah ben, dan kini mereka berhadapan. Lisa lalu menggenggam tangan ben.
(Lisa)
Aku tau saat ini kamu merasa sakit, tapi semua itu tidak menyelesaikannya dengan amarah, hidup kita sudah di atur tuhan sayang, dan itu yang kita sebut dengan takdir. Apa yang akan terjadi kedepannya kita gak akan tau. Semuanya sudah di atur oleh tuhan.
Kita bisa saja berencana apa pun itu, tapi semua keputusan ada ditangannya,jika ia tidak berkehendak semua rencana yang telah kita susun tidak akan pernah terjadi.
Sama halnya seperti saat ini, kita gak tau akan seperti ini.
Jodoh, maut,rejeki semua sudah diatur.
Aku yakin, alm papa sedih melihat kamu seperti ini. Dan aku juga yakin mama gak akan melupakan papa. Bagi mama jiwa papa ada di diri kamu, dan setiap saat papa ada bersama mama.
Banyak hal yang tak bisa kita tentukan sayang. Dan kita juga gak bisa menilai orang hanya dari luarnya tanpa kita tau bagaimana dalamnya.
Aku cuma mau kamu dan mama sama sama bahagia, kalian bisa merasakan kebahagiaan bersama.
Jadi aku mau kamu bicarakan ini baik baik ke mama, tanpa ada emosi aku yakin, semuanya pasti ada solusinya.
Di kehidupan kita ini, air mata pasti akan selalu mengalir kapan saja, cinta akan dirasakan oleh siapa saja dan rasa ikhlas akan menuntun kita menjadi orang yang lebih baik lagi.
Ben menatap wajah lisa, lisa benar benar orang yang mampu membuatnya tak bisa berbuat apa apa..setiap kata kata yang keluar dari mulutnya selalu membuatnya tenang.
Ben memeluk tubuh lisa perasaanya yang tadi kacau kini mulai tenang, rasa dingin ditubuhnya berubah hangat saat memeluk tubuh lisa.
Bagi ben lisa adalah air yang bisa memadamkan api yang berkobar, cahaya yang menerangi kegelapan,malaikat yang mengalahkan iblis.
Ben sangat sangat beruntung memiliki lisa disampingnya.
Ben: "Tuhan terimakasih telah mengirimkan malaikat cantik ini kepada ku, terimakasih."
__ADS_1