Malam yang panjang

Malam yang panjang
PART 6


__ADS_3

Indahnya Langit sore di kota bandung membuat lisa cukup merasa nyaman, sore itu lisa mengajak thania berjalan jalan di taman dekat rumah kakeknya...


Sikecil thania juga terlihat gembira, mata bulatnya sampai tidak berkedip melihat aneka warna warni dari bunga yang ada di taman tersebut...


Meski lisa masih kepikiran karena ben masih belum juga mengabari dirinya tapi sebisa mungkin lisa menutupi kerisauan hatinya itu, ia tak ingin terlihat murung di hadapan sang putri dan orang orang...


Tak lama kemudian lisa disusul oleh sang ibu.


(Ibu lisa)


Lis.....udah sore pulang yukk...


(Lisa)


Eh...iya bu..


(Ibu lisa)


Kamu kenapa sih? Dari sampai tadi kok murung terus sih?


(Lisa)


Enggak kok bu, lisa gak murung


(Ibu lisa)


Lisa, kamu gak bisa bohong sama ibu !! Ibu tau kamu lagi ada yang difikirkan kan, cerita nak, kalau kamu memang lagi ada yang kamu fikirkan


(Lisa)


Maafin lisa bu, lisa gak bermaksud buat bohong sama ibu, cuma lisa fikir ini cuma karena lisa aja yang terlalu berlebihan berfikirnya


(Ibu lisa)


Soal ben ??


Lisa mengangguk.....


(Ibu lisa)


Sayang, dengarin ibu, ibu juga pernah loh ngalamin hal seperti kamu ini.


(Lisa)


Maksud ibu, ibu juga pernah kurang perhatian dari ayah??


Ibu lisa mengangguk....


(Ibu lisa)


Ibu ingat banget, waktu itu kamu masih berumur 7 bln, saat itu ayah baru saja merintis perusahaannya, dan ayah sering sekali ninggalin ibu dan kamu ke luar kota, pada awalnya ibu selalu punya pikiran negatif ke ayah kamu, tapi setelah ibu lihat sendiri, bagaimana sibuk nya ayah menyelesaikan semua pekerjaannya sampai sampai untuk makan saja ayah sering lupa, dan disitu ibu sadar dan berusaha untuk lebih pengertian soal kesibukan ayah, ibu berfikir apa yang ayah lakukan semua itu demi ibu dan kamu.... ( sambil menyentuh hidung lisa)


(Lisa)


Tapi masa sih bu, untuk menghubungi lisa aja ben gak ada waktu???


(Ibu lisa)


Sayang dengerin ibu, kamu harus positive thinking ke ben, mungkin saja memang ben belum sempat menghubungi kamu karena urusannya belum selesai,jadi kamu jangan berfikiran yang enggak enggak ya...


Ingat semua yang dikerjakan oleh ben saat ini, itu semua demi kamu dan thania. Demi keluarga kecil kalian....


(Lisa)


Iya bu...maafin lisa


(Ibu lisa)


Enggak sayang, kamu gak salah kok...yaudah kita pulang yukk udah mau gelap nih..


(Lisa)


Iya bu....


Lisa, thania serta ibu nya kembali kerumah.


-------------------------------------


Di tempat lain...


Ben sampai di bandara soekarno hatta dan langsung bersiap menuju bandung.


Ia sangat terlihat tak sabaran untuk bertemu dengan dua wanita yang sangat ia cintai.


Andri dan dua karyawan lainnya sampai terheran heran melihat bos mereka begitu bersemangat dan terburu buru..


(Karyawan 1)


Pak ben terburu buru banget sih??


(Karyawan 2)


Ya iyalah, kalau gue jadi pak ben juga pasti pengen cepat cepat pulang??


(Karyawan 1)


Emang kenapa?

__ADS_1


(Karyawan 2)


Asli ya lo lemot banget sih? Gimana pak ben gak buru buru, ninggalin istri secantik bu lisa lama lama itu bahaya tau??? Tau sendiri kan sekarang itu bukan cuma ada pelakor aja Tau tapi pembinor juga...


(Andri)


Pembinor ??? Apa itu


(Karyawan 2 )


Pak andri gak tau pembinor tuh apaan?


(Karyawan 1)


Yaiyalah pak andri gak tau, pak andri kan belum menikah jadi belum tau apa itu pembinor...


(Andri)


Kalian berdua ini muter muter aja bicaranya, bukan nya dijelasin malah ngeledekin saya...


(Karyawan 1)


Maaf pak....


Pembinor itu perebut bini orang pak maksudnya...


(Andri)


Astaga....jadi pembinor itu maksud kalian orang ketiga gitu...


(Karyawan 1&2)


Iya pak.... (sambil mengangguk)


(Andri)


Huft....kalian ini ada ada aja...sudah sana mending kalian pulang anak istri kalian pasti sudah menunggu...


(Karyawan 1&2)


Iya pak, permisi pak kami duluan...


Andri dan dua karyawan lainnya berpisah dan pulang masing masing menuju rumah mereka.


Perjalanan kerja yang tadi direncanakan berlangsung selama lebih dari dua hari, akhirnya selesai dalam waktu sehari sehingga membuat karyawan dan ben sendiri menjadi senang.


Diperjalanan menuju bandung ben juga menyempatkan membeli bunga kesukaan sang istri, ben ingin memberi kejutan kepada lisa, ben sangat yakin pasti saat ini lisa sedang memikirkan dirinya.


-------------------------------------


⏲ jam sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.


Tapi lisa masih enggan untuk menelpon ben, ia masih takut kalau ben sedang dalam kondisi yang sangat sibuk, dan ia bisa mengganggu ben.


Sebisa mungkin lisa membuat thania tidak rewel dan bisa tertidur dengan lelap.


20 menit kemudian akhirnya thania tertidur juga dan lisa akhirnya bisa bernafas lega.


Setelah memastikan thania lelap dalam tidurnya, lisa meninggalkan thania dan lisa keluar kamar dan ikut duduk bergabung bersama ayah, ibu, bude, pakde dan kakeknya di ruang keluarga.


Sebenarnya mereka masih ingin bermain dengan thania, akan tetapi sikecil thania sudah mulai lelah dan mengantuk.


(Ibu lisa)


Udah tidur thania nya lis??


(Lisa)


Udah bu...


(Ayah lisa)


Ayah dengar tadi thania nyari papanya yah?


(Lisa)


Iya yah, biasanya thania itu sebelum tidur kalau ada ben pasti bobonya sama ben, dan kalau ben masih dikantor ben pasti video call ke thania...


(Ayah lisa)


Terus tadi ben video call ??


(Lisa)


Enggak yah...


(Ibu lisa)


Mungkin ben belum selesai dengan kerjaannya...


(Ayah lisa)


Iya sih bu, apa lagi ayah sempat dengar proyek ben yang kali ini cukup sulit karena ben harus bersaing dengan orang yang cukup terkenal akan kelicikkannya..


(Lisa)


Maksud ayah ?

__ADS_1


(Ayah lisa)


Iya, ben bersaing dengan seorang pembisnis yang sama bidangnya dengan ben, dan orang itu katanya cukup licik dalam segala usaha yang dia lakukan agar keinginanya bisa tercapai...


(Pakde lisa)


Apa gak masalah ben harus bersaing dengan orang yang seperti itu?


(Kakek lisa)


Papa tau, ben anak yang cerdas dan jujur dia pasti bisa melewatinya


(Ibu lisa)


Semoga saja tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan!!


(Bude lisa)


Amin....jangan sampai hanya karena sebuah proyek bisa menimbulkan masalah...


Mendengar hal itu membuat lisa semakin tambah kepikiran, ia takut jika orang yang dimaksud ayah nya itu bisa melakukan hal nekat ke ben hanya karena kalah memenangkan proyek dari ben.


Lisa terus berdoa, ia tak ingin semua hal hal yang tidak diinginkan itu terjadi dan menimpa ben.


Lisa lalu pamit le orang tua nya serta kakek bude dan pakde nya, untuk masuk kedalam kamar.


(Lisa)


Ayah, ibu lisa kekamar dulu ya...


Kek lisa kekamar duluan ya...


Pakde, bude lisa kekamar ya...


(Ibu lisa)


Yaudah kamu istirahat sana...


(Bude)


Iya lis, kamu pasti capek istirahat aja ya sayang...


(Lisa)


Iya bu, bude lisa permisi dulu...


Lisa masuk kedalam kamar, ia lalu mengambil ponselnya. Lisa yang sedari tadi takut untuk menghubungi ben kini telah berubah pikiran, ia langsungmeraih ponselnya dan mencoba menghubungi ben, akan tetapi ponsel ben dalam kondisi tidak aktif.


Lisa sangat berharap ben dalam keadaan baik baik saja. Dan lisa berusaha menenangkan hati dan pikirannya ia yakin ben dalam keadaan baik baik saja saat ini.


-------------------------------------


Jarum jam terus berputar, dan angka yang ditunjukkan jarum adalah angka 23.00 malam. Lisa masih tidak bisa tidur ia memaksa memejamkan matanya. Dan Sesekali lisa juga mengecek ponselnya ia sangat berharap ben menghubungi atau mengiriminya pesan.


Disaat yang bersamaan ben sampai dibandung, dan mobil yang ditumpanginya sudah berada di depan rumah kakek lisa. Satpam yang melihat mobil ben parkir langsung membukakan gerbang dan membiarkan mobil ben masuk.


Ben lalu masuk kedalam rumah, dan saat ia masuk ben melihat ayah mertuanya serta pakde lisa tengah asyik bermain catur.


Ayah dan pakde lisa kaget melihat kedatangan ben.


(Ayah lisa)


Ben....


(Pakde lisa)


Loh, ben bukannya kamu di singapore ya?


(Ben)


Ayah...pakde (sambil mencium tangan)


Iya pakde, tapi semuanya sudah selesai makanya ben bisa kembali dengan cepat...


(Ayah lisa)


Syukurlah....yaudah kamu istirahat saja, lisa sama thania kayanya udah tidur deh...


(Ben)


Iya yah....ben masuk dulu ya yah...pakde..


(Ayah lisa)


Iya ben...


(Pakde lisa)


Iya ben...


Ben masuk menuju kamar yang ditempati oleh lisa dan thania,sambil mendorong koper dan memegang sebucket bunga ben berjalan pelan menuju kamar.


Saat ben membuka perlahan pintu kamar ben melihat putrinya telah tertidur didalam box nya, dan lisa yang berbaring memunggungi pintu....


Ben berjalan perlahan mendekati sang istri, sosok wanita yang sudah membuatnya rindu setengah mati. Lisa yang belum tertidur pulas merasa ada seseorang yang sedang berjalan mendekat kearahnya dan dengan cepat lisa membuka mata dan berbalik melihat kearah belakang punggungnya.


Dan saat lisa melihat sosok laki laki yang satu hari ini sudah membuat hati dan pikirannya kacau balau,lisa menjadi lega dan langsung bangkit dan memeluk erat tubuh ben...

__ADS_1


Seketika air matanya tumpah, pelukannya begitu erat seakan tak ingin melepaskannya lagi.


Ben memabals pelukan lisa dan sesekali mencium rambut lisa.


__ADS_2