Malam yang panjang

Malam yang panjang
120. " Our Time Alone"


__ADS_3

Setelah pernikahan reno dan indy, mereka semua kembali ke kesibukkan masing masing.


Sedangkan reno dan indy saat ini sedang berlibur ke jepang.


Ben sedang mengecek beberapa laporan soal proyek, ben sangat bersyukur memiliki andri yang selalu membantunya.


Jika tidak ada andri,entah apa yang akan terjadi pada ben dan perusahaan.


Saat ben tengah asyik membaca laporan dari proyeknya andri masuk menemuinya.


(Andri)


Siang pak..


(Ben)


Ada apa ndri ?


(Andri)


Ini pak ada undangan dari perusahaan "K" anniversari perusahaan mereka,apa pak ben bisa hadir? Maaf soalnya saya ada janji dengan keluarga saya pak.


(Sambil menyerahkannya ke ben)


(Ben)


Baiklah,saya akan hadir


Tolong kamu kirim bunga ucapan ke perusahaan "K"


(Andri)


Baik pak,kalau gitu saya permisi dulu...


Setelah andri keluar,ben mulai berfikir,ia tak ingin pergi sendiri ke acara itu tentu saja ia ingin ditemani sang istri.


Namun lisa pasti tak ingin meninggalkan thania dengan baby sitter.


Lisa memang menyewa baby sitter,tapi ia hanya menugaskan baby sitternya mengurus keperluan thania saja,menyangkut thania sendiri semua dikerjakan sendiri oleh lisa.


Ben mulai berfikir,apa ia memang harus pergi sendiri ke acara itu.


Ben menarik nafas panjang,ia bangkit dari duduknya dan mengambil jasnya yang tergantung.


Ben langsung ingin pulang kerumah dan membicarakannya pada lisa.


----------------------------------


Di rumah ternyata ada mama ben dan daddy jimmy,mereka baru datang dari singapore,mereka kangen pada cucu cantik mereka.


Jika seminggu lalu ayah dan ibu lisa yang datang,dengan berbagai mainan dan pakaian untuk thania,kini mama ben dan daddy jimmy yang memanjakan thania.


Thania sedang asyik bermain di pangkuan daddy jimmy, dan mama ben tak henti hentinya membuat thania tertawa.


Sedangkan lisa tengah sibuk menyiapkan cemilan dan minuman untuk mertuanya.


(Lisa)


Mba sari,itu mama ada bawa cake tolong di potongin taro dipiring ya..


(Sari)


Iya bu...


Dan tak lama terdengar suara klakson mobil milik ben.


Lisa lalu mengalihkan pandangannya ke arah jam,ia melihat jam baru menunjukkan pukul 14.00 siang. Lisa merasa heran dan menghentikan kerjaannya dan menghampiri ke arah luar.


Sesampainya di depan pintu lisa melihat memang benar ben yang datang.


(Lisa)


Sayang.....udah pulang?


Ben menghampiri lisa dan mencium keningnya.


(Ben)


Iya....thania mana?


(Lisa)


Thania didalam sama mama..


(Ben)


Mama datang?


Mereka lalu masuk bersama,lisa kembali kedapur untuk mengambil buah yang tadi dipotong potongnya,sedangkan ben langsung menghampiri mamanya yang ada di ruang keluarga.


(Mama ben)


Naah.....itu papa thania...

__ADS_1


(Menunjuk kearah ben)


(Daddy jimmy)


Ben....


(Ben)


Mama sama daddy kok gak bilang kalau mau keindo sih?


(Daddy jimmy)


Daddy sama mama kamu udah gak sabar pengen ketemu sama thania,makanya kami tanpa kasih kabar langsung terbang ke indo.


(Mama ben)


Iya mama udah kangen banget sama thania....


(Ben)


Masa cuma sama thania sih ma?sama ben gak?


(Bersandar di bahu mamanya)


(Mama ben)


Ya mama juga kangen lah sama kamu dan lisa.


Thania yang duduk di pangkuan daddy jimmy dan melihat papanya,bayi mungil itu lansung merentangkan tangannya seolah minta di gendong oleh papanya,tapi ben malah mengisengi anaknya itu,ia berpura pura tidak melihat thania.


Thania terlihat sedih wajah nya mulai berubah,dan tangisan thania pun akhirnya pecah....


Ben langsung mengambil thania dari gendongan daddy jimmy.


Jika lisa mendengar thania menangis karena dijahili ben pasti ben akan kena omelan dari istrinya itu.


(Ben)


Ah sayang...cup cup....papa bercanda kok...maafin papa ya... (sambil menenangkan thania)


Tak lama kemudian lisa datang,ia pikir thania menangis karena haus.


(Lisa)


Nangis ya....anak mama haus... (mengambil alih gendongan thania)


(Mama ben)


Kerjaannya papa nya tuh,iseng banget sama anaknya...


(Lisa)


Lisa lalu mengambil celemek menyusuinya dan mulai menyusui thania.


Ben dan daddy jimmy berbincang bincang.


(Mama ben)


Oh iya kamu kok udah pulang kantor sih ben?


(Ben)


Iya ma,semua pekerjaan sudah selesai


(Mama ben)


Owh baguslah...


(Ben)


Sayang,nanti malam ada undangan anniversari perusahaan rekan kerja ku,kamu bisa kan temani aku..


(Lisa)


Terus thania di ajak...?


(Ben)


Kasian kalau thania di ajak sayang...


(Lisa)


Aku gak tenang sayang,ninggalin thania sama baby sitter


(Mama ben)


Udah....biar thania sama mama,kalian pergi aja,lagi pula perusahaan "K" rekan kerja perusahaan kita,gak enak kalau gak datang.


(Lisa)


Mama yakin,gak papa lisa titipin thania?


(Mama ben)

__ADS_1


Gak papa sayang, mama juga kangen banget sama thania,mama mau ngabisin waktu sama cucu mama


Thania nginap di rumah mama ya.


(Lisa)


Makasih ya ma...nanti biar baby sitter nya ikut sama mama.


Setelah selesai menyusui thania tertidur. Dan dipangku oleh mama ben.


(Lisa)


Bentar ya ma,lisa siapin keperluan nya thania dulu..


(Mama ben)


Iya sayang...


Lisa masuk kedalam kamar thania,dan menyiapkan semua keperluan yang akan di bawa thania,baby sitternya juga disuruh lisa menyiapkan stok asi yang harus dibawa untuk thania.


Jam menunjukkan pukul 16.00 sore,thania siap menginap dirumah neneknya.


Untungnya thania gampang ikut sama siapa aja,ia hanya rewel jika dalam keadaan haus dan mengantuk.


Dan mama ben serta daddy jimmy pamit pulang dan membawa thania bersama mereka.


----------------------------------


Ben dan lisa menghadiri undangan itu bersama,mereka terlihat menyapa dan di sapa beberapa rekan bisnis perusahaan.


Pasangan ini selalu sukses membuat orang sekitarnya menjadi iri terutama kaum wanita,bagaimana tidak selama acara berlangsung tangan kekar ben tak lepas dari pinggang ramping lisa.


Ia tak ingin istrinya jauh dari nya,acara berlangsung cukup lama,setelah acara puncak selesai, dan berakhir pada pukul 22.00 malam.


Para tamu undangan mulai saling berpamitan pulang. Ben dan lisa juga terlihat berpamitan kepada sang empunya acara dan kebeberapa kolega mereka.


Mereka langsung keluar dari hotel,dan mobil sudah menunggu mereka didepan lobby.


Sepanjang perjalanan lisa menayakan kepada mamanya apa thania cerewet atau tidak. Mama ben bilang jika thania anak yang pintar,ia sama sekali tidak cerewet,malah sebaliknya,thania merasa nyaman dan saat ini thania sudah tertidur.


Lisa merasa lega,ia hanya mempercayakan thania ke orang tuanya dan mertuanya.


30 menit kemudian ben dan lisa sampai di rumah.


Lisa cukup lelah,sudah lama sekali lisa tak memakai heells dan saking lelahnya saat masuk kedalam rumah lisa melepas heellnya dan menentengnya.


Ben yang melihat langsung menggendong tubuh lisa dan masuk kedalam kamar.


Sesampainya di kamar lisa langsung melepas aksesoris yang di pakainya.


Lisa yang berdiri di depan cermin rias tiba tiba di hampiri oleh ben yang sudah melepas jas serta dasinya.


Ben memeluk tubuh lisa dari belakang,ia mencium dalam dalam aroma tengkuk lisa,lisa membiarkan saja apa yang dilakukan oleh ben,ia memilih membersihkan wajahnya dari make up.


Ben merasa ini kesempatan buat mereka berdua.


Tangan ben mulai menurunkan resleting baju lisa.


Dalam sekejap punggung lisa terpampang,ben mengelusnya dan menciumin punggung lisa, hembusan nafas ben yang mengenai kulitnya membuat lisa kegelian.


Ben begitu menikmatinya,seolah dihadapannya ini adalah makanan paling terlezat yang ingin dia cicipi.


Ben lalu membalik tubuh lisa dan menempelkan nya ketembok, ben sudah tak sabar lagi,dilumatnya habis bibir lisa,suara lenguhan yang tertahan dan suara hisapan dari bibir mereka memenuhi kamar.


Ben lalu menggiring tubuh lisa menuju ranjang.


Tangan lisa mulai membuka satu persatu kancing kemeja milik ben,dan melepasnya begitu saja,dress lisa yang sudah terbuka juga dilepaskan oleh ben.


Semua pakaian mereka berserakan dilantai kamar,satu persatu kain yang menutupi tubuh mereka terbuka hingga tak ada sisa sehelai benang pun.


Lampu kamar yang sengaja di matikan dan mereka hanya di sinari cahaya bulan yang masuk dari jendela...menambah panas aktivitas ranjang mereka.


Setiap inci tubuh lisa di jelajahi oleh ben,desahan demi desahan semakin menambah nafsu mereka berdua.


Meskipun lisa telah melahirkan 1 orang anak tapi tak ada yang berubah dari bentuk tubuhnya,ia masih sama seperti lisa sebelum memiliki anak.


Bahkan ben merasa sedikit berbeda,liang kenikmatan milik lisa semakin terasa sempit baginya,tapi itulah nikmat yang dicari oleh ben.


Hentakan dari tubuh ben membuat lisa bergoyang,ben seperti orang haus akan bercinta, ia sangat liar bercak merah memenuhi tubuh lisa.


Lisa juga begitu menikmati permainan ben pada dirinya,bibir tipisnya juga ikut membuat bercak bercak merah di dada bidang ben.


Mereka larut dalam kenikmatan,entah sudah berapa kali mereka mencapai klimaks.


Bahkan semua gaya mereka coba demi memuaskan hasrat mereka.


Setelah lama menunggu akhirnya semua kenikmatan terbayarkan.




__ADS_1


Ben : Our time alone honey....😘😘😘


__ADS_2