Malam yang panjang

Malam yang panjang
95 "Malam Kedua"


__ADS_3

Ben dan lisa sedang berbaring di atas ranjang, sambil menonton televisi.


Keduanya masih menunggu kedatangan andri untuk membawakan barang barang mereka.


Ben yang duduk sambil bersender pada headboard sedangkan lisa dengan posisi sedikit berbaring dengan bersandar pada dada ben.


Kedua nya terlihat asyik menonton acara di telivisi, sesekali ben mencium pucuk kepala lisa, sedangkan lisa terus menggenggam tangan ben.


15 menit kemudian terdengar suara ketukan pintu.


(Ben)


Itu pasti andri,bentar ya sayang...


(Lisa)


Ah...iyaa...


Ben lalu bangkit dari posisinya dan keluar dari kamar menuju pintu. Saat pintu di buka benar saja itu adalah andri, sambil berdiri dengan dua koper kecil didepannya.


(Andri)


Siang pak...


(Ben)


Siang ndri


(Andri)


Ini yang pak ben minta (sambil menyodorkan koper ke arah ben)


(Ben)


Makasih ya ndri...


Oh iya kamu mau masuk dulu atau langsung...


(Andri)


Tidak usah pak, saya harus kembali


Tadi bu intan berpesan hari ini bu intan sudah harus kembali ke jakarta.


(Ben)


Kok mama gak telpon sih..?


(Andri)


Bu intan sepertinya tidak ingin mengganggu pak ben...


Oh iya ini ada titipan dari ayah bu lisa (sambil menyodorkan sebuah amplop)


(Ben)


Ok deh...sekali lagi makasih ya ndri, hati hati dijalan (menepuk bahu andri)


(Andri)


Terimakasih pak,saya permisi dulu..


Ben mengangguk dan andri pun pergi.


Ben lalu membawa masuk dua koper itu kekamarnya.


(Lisa)


Akhirnya sampai juga tuh koper...


Andri langsung balik sayang...?


(Ben)


Iya....mama sudah harus balik ke jakarta katanya


(Lisa)


Haa.....kok cepat banget? Kita gak pamitan dulu sama mama?


(Ben)


Kita telpon aja ya...


(Lisa)


Emm....yaudah deh...


Ben lalu mengambil ponselnya dan menghubungi mamanya.


Setelah tersambung ben langsung menyalakan speaker.


πŸ“² ben : hallo ma...


πŸ“² mama ben : hallo sayang....gimana malam pertamanya lancar kan?


πŸ“² ben : mama apaan sih?


πŸ“² mama ben : menantu cantik mama mana ?


πŸ“² lisa : hallo ma...


πŸ“² mama ben : hallo sayang...


πŸ“² ben : ma tadi andri bilang mama mau balik kejakarta?


πŸ“² mama ben : iya..sore nanti mama pulang kejakarta


πŸ“² lisa : mama dimana sekarang? lisa sama ben kesana ya?


πŸ“² mama ben : eitssss....gak usah,kalian berdua nikamatin aja dulu waktu berdua,mama lagi dirumah kakek, ada ayah dan ibu kamu juga...kalian santai aja nikmatin hari kalian berdua oke...


πŸ“² lisa : mama hati hati ya


πŸ“² mama ben : pasti sayang...oh iya mama titip boleh gak?


πŸ“² lisa : titip apa ma?


πŸ“² ben : mama mau titip apaan?


πŸ“² mama ben : mama titip cucu ya secepatnya...


Ben dan lisa saling menatap mendengar ucapan dari mamanya.


πŸ“² mama ben : oh iya tadi andri nitipin amplop kan ke kamu ben?


πŸ“² ben : iya ma, kata andri dari ayah


πŸ“² mama ben : iya itu hadiah dari kami untuk kalian.


πŸ“² lisa : hadiah ?


πŸ“² mama ben : yaudah kalau gitu mama tutup ya telponnya, ingat sama titipan mama ya...bye.....


Lisa menatap ke arah ben.


(Lisa)


Amplop apa sih?


Ben lalu mengambil amplop yang tadi ditaruhnya diatas nakas.


(Ben)


Ini,tadi andri ngasih amplop ini katanya dari ayah...


Ben membuka amplop tersebut dan saat amplop tersebut dibuka isi didalamnya adalah tiket perjalanan keliling eropa untuk honeymoon mereka.


Didalam amplop juga ada selembar kertas yang bertuliskan.


"Ini hadiah untuk kalian, kami berharap kalian bisa bersenang senang disana dan kembali ke mari dengan membawa hadiah untuk kami,seorang cucu yang akan menambah kebahagiaan dikeluarga kita, barang barang kalian akan disiapkan dan akan dikirim ke hotel selamat bersenang senang"


Salam sayang


Ayah, ibu, mama & kakek.


Ben dan lisa tersenyum seusai membaca pesan tersebut.


Ben mencium kilas pipi lisa.


(Ben)


Mereka udah ngebet banget pengen cucu...gimana kalau kita buat sekarang aja (sambil menggoda lisa)


Lisa tersenyum malu mendengar perkataan ben. Ben membawa lisa kedalam pelukannya dan mereka merasa menjadi pasangan yang sangat bahagia.


Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 siang, lisa menelpon ke resepsionist untuk membersihkan kamar mereka.


Sambil menunggu petugas datang lisa memeriksa koper yang di bawa andri tadi.


Sambil duduk lesehan di lantai ia membuka kopernya dan saat koper terbuka, semua pakaian yang ada di dalam koper hanya ada pakaian tidur dan perlengkapan mandi.


(Lisa)


Kok lingerie semua sih.... (sambil memegang ligerie ditangan)


Ben yang keluar dari kamar mandi melihat ke arah lisa.


(Ben)


Kamu gak mandi sayang?


(Lisa)


Ben......koper aku isinya lengeri semua πŸ™


Ben menghampiri dan melihat kedalam koper. Ben tertawa geli melihatnya.


(Lisa)


Ini pasti kerjaan ranti ama yang lain deh...


(Ben)

__ADS_1


Yaudah....lagian kita juga gak kemana mana kan? Kan kita mau bikin baby...


(Lisa)


Ckk.....kamu mah...


(Ben)


Emmm.....pakai yang ini cantik deh deh sayang (sambil memegang lingeri berwarna cream)


Lisa menghembuskan nafas berat dan meraih lingeri dari tangan ben dan masuk kedalam kamar mandi...


Ben tersenyum melihat tingkah lucu istrinya itu.


Ben membuka kopernya dan mengambil celana pendek dan kaos,setelah memakainya tak lama kemudian suara ketokan pintu terdengar ,Ben bertanya kelisa.


(Ben)


Sayang kamu ada pesan sesuatu?


Dari dalam kamar mandi terdengar sautan lisa.


(Lisa)


Aku tadi minta dibersihin kamar ke resepsionist...


(Ben)


Oh ok...


Sambil mengeringkan rambut dengan handuk ben melangkah menuju pintu.


Petugas yang bertugas membersihkan menyapa ben.


(Pegawai)


Selamat siang pak, kamarnya mau dibersihkan.


(Ben)


Oh iya silahkan mas....


(Pegawai)


Permisi ya pak...


Pegawai pun masuk dan mulai membersihkan kamar.


Ben menunggu sambil duduk dan memainkan ponselnya di coffetable.


Lisa sengaja berada lama didalam kamar mandi,ia tau kamarnya sedangkan dibersihkan dan gak mungkin untuk dirinya keluar dari kamar mandi menggunakan lingerie.


30 menit kemudian kamar telah rapi dan bersih,ben lalu memberikan tips dan berterimakasih kepada pegawai hotel.


Didalam kamar mandi lisa duduk di atas closet dengan handuk yang menggelung di kepalanya. Ia membuka ponselnya dan melihat beberapa pesan masuk dan pesan paling banyak dari chat grup antara dirinya dan ke empat sahabatnya.


πŸ“² rosa : happy first night my baby lisa😘


πŸ“²ranti : lingerie dari kita manjur kan??


πŸ“² indi : ingat ya ponakan buat kami 😍


πŸ“² nia : happy ya sayang....😘😘😘


Lisa tersenyum membaca pesan pesan dari sahabatnya.


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan ben masuk menemuinya.


(Ben)


Lagi apa sayang...


(Lisa)


Lagi baca pesan dari indi dan yang lain...


Udah selesai bersihinnya..


(Ben)


udah....


Lisa lalu berdiri dan keluar dari kamar mandi, ben yang melihat lisa memakai lingerie transparan yang melihatkan tubuhnya membuat ben langsung memeluk tubuh lisa.


(Ben)


Aku sekarang jadi orang yang paliiiiing bahagia...


(Lisa)


Aku juga...


Ben menggiring lisa ke coffetable dan ben duduk serta membawa lisa duduk di atas pangkuannya.


(Ben)


Bener kan kamu pake ini cantik tau gak?


(Lisa)


(Ben)


Kalau kamu bosan , gak pake apa apa juga boleh kok... (menggoda lisa)


Lisa menggeleng pelan mendengar ucapan dari suami nya tersebut.


Saat mereka sedang asyik bermesraan tiba tiba suara perut ben terdengar.


(Lisa)


Kamu laper sayang...?


(Ben)


Aku laper pengen makan kamu tau gak...


(Lisa)


Hmmmm.....dasar


Lisa lalu bangkit dari pangkuan ben dan meraih buku menu untuk memesan room service.


(Lisa)


Kamu mau makan apa?


(Ben)


Terserah kamu aja,apa yang kamu pesankan pasti aku makan...


(Lisa)


Yaudah bentar ya aku pesanin dulu..


πŸ“² pegawai : selamat siang,room service luxury hotel ada yang bisa kami bantu?


πŸ“² lisa : siang, saya pesan nasi timbel komplit, dan nasi tutug oncom nya,orange juice 1 dan air mineral 1, emmm...sama 1 porsi tahu susu lembang ya, diantar ke kamar 1208.


πŸ“² pegawai : baik terimakasih, pesanan akan diantar kekamar.


πŸ“² lisa : oke...


Ben kembali meraih tangan lisa dan menyuruhnya duduk kembali di pangkuannya.


Ben bertingkah manja di depan lisa.


Mereka berdua mengobrol dengan mesranya, sesekali lisa memainkan rambut ben dan mencium kilas bibir ben.


Tangan ben melingkar dipinggang lisa.keduanya begitu menikmati kebersamaan mereka saat ini.


20 menit kemudian makanan mereka pun datang, ben berdiri dan membuka kan pintu.


Ben lalu masuk kedalam sambil memegang nampan dan meletakkannya di coffe table.


Keduanya pun menikmati makan siang bersama, sesekali ben menyuapi lisa dan begitu pun sebaliknya. Saat makan pun kedua nya masih sempat untuk bermesraan. Ben sengaja menggeser kursi dan mendekat ke arah lisa hanya untuk di suapi oleh tangan cantik milik istrinya itu.


Walaupun hanya di dalam kamar mereka bisa menciptakan suasana yang nyaman agar mereka tidak dilanda rasa bosan.


Ben mengahbiskan makanannya ,suapan dari tangan lisa membuatnya begitu lahap.


Sepanjang hari mereka habiskan untuk bermesraan. Hari pun semakin sore, matahari pun telah kembali peraduannya, langit senja berwarna orange dan burung burung berterbangan menambah suasana yang begitu indah.


Jam sudah menunjukkan pukul 18.05. ben yang setelah makan tadi tertidur dan masih belum bangun. Lisa yang terbangun duluan bangkit dari tidurnya dan menutup horden serta menyalakan lampu.


Lisa menghampiri ben yang tertidur dan mencium kilas pipinya.


Lisa lantas menuju ke kamar mandi,ia mengambil essential chamomile dan mengisi bathup dengan air hangat dan meneteskan essential kedalamnya.


Lisa ingin merilekskan tubuhnya dengan berendam. Aroma chamomile membuatnya begitu tenang dan rileks saat berendam.


15 menit kemudian lisa keluar dari bathup dan membilas tubuhnya dengan air bersih.


Setelah mengeringkan tubuh dengan handuk dan memakai bathrobe lisa keluar dari kamar mandi. Ia masih mendapati ben yang masih tertidur.


Lisa menghampiri dan duduk di pinggir kasur.


Lisa membangunkan ben dengan lembut.


(Lisa)


Sayang....


Bangun udah mau malam loh ...


(Ben)


Emmm.....eh.....iya sayang...


Ben mencium aroma wangi dari tubuh lisa.


(Ben)


Kamu wangi banget udah mandi?

__ADS_1


(Lisa)


Udah dong...


Kamu tuh yang belum mandi, bangun gih mandi sana....


(Ben)


Temani.... (merengek seperti anak kecil)


(Lisa)


Ah....dingin aku udah selesai mandi sayang...


(Ben)


Aku gak mau mandi kalau gak sama kamu...


(Lisa)


Ben.....


Ben menggeleng bertingkah seolah sedang merajuk.


Lisa menghembus kan nafas panjang melihat tingkah manja dari suaminya itu.


Lisa akhirnya mengalah dan menuruti kemauan ben.


(Lisa)


Yaudah....aku mau...


Ben yang mendengar itu tersenyum sumringah dan menarik tangan lisa menuju kamar mandi.


Cukup lama mereka berada di dalam kamar mandi, sesekali terdengar suara lenguhan dari lisa.


15 menit kemudian keduanya keluar dari kamar mandi.


Lisa lalu mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdryer.


Sedangkan ben setelah memakai celana pendek dan masih bertelanjang dada ia merebahkan dirinya kembali ke tempat tidur dan menyalakan televisi.


(Lisa)


Sayang....kamu beneran gak bosan dikamar terus..


(Ben)


Selagi sama kamu aku gak bakal bosan...


Lisa menatap heran ke arah ben yang sedang nyengir kuda kearahnya.


Saat lisa menuju kopernya dan melihat lingerie lagi batinnya " huft....masa aku harus pake ini lagi sih"


Setelah berfikir sejenak, lisa melirik kearah koper milik ben dan melihat kaos putih milik ben, dan untungnya ukuranya over size. Lisa lalu mengambilnya dan mengambil bra dan cd dari dalam kopernya.


Ia menuju kamar mandi dan memakainya disana.


(Ben)


Sayang....pake disini aja kenapa?


Lisa tak menghiraukannya dan tetap masuk kembali kekamar mandi.


Ben sudah berfikir bagaimana ligerie yang akan dipakai lisa lagi malam ini.


Dan tak lama kemudian saat pintu kamar mandi terbuka lisa keluar menggunakan kaos over size miliknya.


Ekspetasi ben yang tadi seketika buyar melihat lisa menggunakan kaos miliknya.


(Ben)


Sayang....kok pake kaos aku...


(Lisa)


Gak papa...pengen aja..


(Ben)


Emmm......padahal aku udah ngebayangin kamu pake lingeri lagi tau gak...


Lisa lalu mencubit lembut hidung ben dan merebahkan dirinya kesebelah ben.


(Lisa)


Pake lingerie atau gak sama aja sayang, ujungng ujungnya juga bakal kamu buka kan...


(Ben)


Heheheheh..... (sambil mencium kilas pipi lisa)


Malam ini adalah malam kedua bagi mereka untuk menghabiskan malam yang panjang lagi,


Jam menunjukkan pukul 22.30 setelah makan malam mereka melihat foto foto yang dikirim rosa saat pernikahan mereka kemaren.


Dari foto foto yang di ambil mereka tampak sangat bahagia, senyum terpancar indah dari wajah mereka berdua. Orang tua, sahabat dan keluarga pun terlihat bahagia di foto foto tersebut.


Sambil berbaring mereka melihat satu persatu foto.


(Ben)


Aku beruntung banget bisa menjadi suami mu sayang...


Aku janji, selamanya dan sampai maut yang memisahkan kita aku akan selalu mengukir senyum manis di wajah mu.


Aku gak akan membiarkan 1 tetes air mata mengalir di pipi mu...


(Lisa)


Aku pun merasakan sangat beruntung bisa jadi istri mu, aku akan belajar dan berusaha semampuku untuk menjadi istri yang baik buat kamu. Dan selalu mendampingi mu disaat kamu susah atau senang aku ada buat kamu...


Ben mencium kilas kening lisa.


(Ben)


I love you forever my soulmate 😘😘😘


(Lisa)


Love you to my paradise😘😘😘


Ben memandang wajah lisa dengan rasa cinta yang begitu besar, tangannya lalu mengambil ponsel yang dipegang lisa dan menaruhnya disela bantal.


Ben memegang dagu istrinya itu dan mengarahkan ciuman ke bibir lisa.


Tangan lisa pun meraih tengkuk ben.


Lumatan demi lumatan diberikan oleh ben.


Tangannya pun kini telah masuk kedalam kaos untuk meraih kaitan bra milik lisa.


Sekali tarikan pun kaitan tersebut lepas dan melepas sanggahan dua gundukan sintal milik lisa.


Sambil terus berciuman, ben *** gundukan sintal milik lisa.


Suara Kecupan kecupan terdengar ketika ben menjelajah kebagian leher lisa.tanganya lalu menaikan kaos yang dipakai oleh lisa hingga terlepas, dan kini lisa hanya memakai celana dalamnya.


Ben terus menjelajahi tubuh seksi milik lisa. Tangannya mulai memainkan area sensitif milik istrinya itu.


Lenguhan terus keluar dari mulut lisa.


Tanganya meraba lembut perut hingga dada milik ben.


Seolah tak ingin hanya menikmati perlakuan yang diberi ben untuknya, lisa mulai berani mengambil alih, dengan posisi yang telah tertukar lisa menduduki tubuh ben, lisa melumat bibir ben, tangan ben yang memegang b****g lisa mulai menurunkan satu satunya kain yang menempel ditubuh lisa.


Kecupan demi kecupan lisa berikan ke tubuh suaminya itu, jejak merah yang mulai memudar kini cerah kembali.


Sentuhan dari bibir tipis lisa mampu membuat desahan keluar dari bibir ben.perlakuan istrinya itu sukses membuat dirinya terbang kelangit yang paling tinggi.


Lisa lantas dengan cueknya menurukan celana pendek yang digunakan ben dengan kakinya.


Setelah keduanya tak memakai apa apa lagi,lisa mulai menggoyang tubuhnya diatas ben, seketika goyangan itu membuat junior ben berdiri tegak, seolah ingin memberitau jika siap untuk memasuki sarangnya.


Lisa dengan pelan mulai memasukan junior milik ben kedalam area sensitifnya...dan seketika suara lenguhan lisa terdengar saat junior ben mengisi penuh kedalam rongganya.


"Ugh...."


Ben yang merasakannya pun mulai menggoyang tubuhnya untuk memacunya.


(Ben)


Akh.....shh....emm...uh..uh...


(Lisa)


Ah...ah....emm....


Suara keduanya seakan saling bersaut sautan, selain suara desahan mereka suara benturan kulit mereka pun memenuhi kamar.


Ben yang merasa juniornya seperti di pijit membuatnya tak mampu berkata kata, selain rasa nikmat tak ada lagi yang ia pikirkan.


Melihat tubuh lisa mengguncang dan dua gundukan sintalnya pun ikut bergoyang membuat tangan ben meraihnya dan meremasnya....


10 menit kemudian lisa telah mencapai puncaknya, tubuhnya menegang dan bergetar, seketika tubuhnya melemas dan jatuh di atas tubuh ben...


Ben pun merasakan sesutu yang hangat menyelimuti juniornya,


Ben membalik posisi mereka, dan kini ben lah yang mengambil alih,sambil mengelus lembut perut serta paha lisa, ben memacu miliknya dengan cepat.lisa yang tadi sempat lemas kini kembali bersuara setelah tubuhnya kembali di goyang oleh ben.


Sambil terus menggoyang ben melumat lembut p****g lisa. Dan mencium bibir lisa...


15 menit kemudian ben merasa sudah batasnya untuk dirinya mencapai puncaknyanya, ben semakin menambah ritme gerakannya, lisa pun terlihat mulai menegang tanda ia mendapat klimaks untuk kedua kalinya, dan tak lama kemudian keduanya melepaskannya bersamaan.


(Ben)


Argh........


Ben melihat wajah lisa yang kelelahan dan ia lalu mencium lembut perut lisa dan berkata.


(Ben)


Aku berharap penerus ku segera hadir disini... (sambil menciumi perut lisa)

__ADS_1


Lisa tersenyum mendengarnya dan mengelus lembut rambut ben.


__ADS_2