
Waktu terus belanjut, hingga hari ini adalah awal Dira mulai masuk kuliah semester 3 setelah libur panjang. Dira mengambil jurusan Ekonomi di Universitas Negeri U yang merupakan salah satu universitas favorit anak Indonesia. Cukup sulit masuk universitas ini, dan ini merupakan keberuntungan bagi Dira bisa kuliah di sini. Jika bukan karena beasiswa, mungkin Dira tidak akan kuliah di sini.
Sebenarnya, hari ini Dira hanya ada kuliah di jam 10 pagi nanti, namun Dira harus berangkat pagi untuk berkumpul dulu dengan komunitas beasiswanya. Alhasil, Dira harus mengantri mandi dengan para MABA (Mahasiswa Baru) kampus sebelah yang baru akan memulai untuk Ospek, sedangkan kampus Dira sudah dilaksanakan minggu lalu.
Selesai bersiap, Dira mengambil motor matic-nya di parkiran setelah seminggu ditinggalkannya. Beruntung motornya tidak rewel, jadi Dira tidak khawatir telat hari ini. Memanasinya sebentar lalu mematikannya dan didoronglah motor tersebut hingga melewati Ndalem, baru dihidupkan.
Sesampainya di kampus, Dira meletakan motornya di parkiran khusus mahasiswa dan dia pun bergegas menuju rektorat lantai 3, tepatnya ruang Senat tempat pertemuan berlangsung. Dia langsung duduk di sebelah Anggreini teman satu tingkat dan satu jurusannya, walau beda kelas. Sebenarnya untuk jurusan Ekonomi yang satu tingat dengan Dira ada 5 orang, namun Dira hanya akrab dengan Anggreini atau yang akrab disapa Eni.
Pertemuan pun berlangsung cukup lama dengan pembahasan yang cukup banyak pula. Sebagai anak beasiswa, tentu IPK harus selalu bagus bahkan cumlaude untuk bisa mempertahankannya. Selain itu juga harus aktif organisasi baik intra maupun ekstra kampus.
Tepat jam setengah 10, pertemuan selesai dan Dira harus segera menuju gedung fakultasnya agar tidak telat masuk di hari pertama kuliah semester 3. Dira yang tergesa-gesa sambil mengecek tasnya, tanpa sengaja menabrak seseorang dari arah yang berlawanan.
Bugh
“Aduh..” keluh Dira yang terjatuh duduk di lantai. Badan Dira yang mungil membuat dirinya yang menabrak justru yang terjatuh. Beruntung koridor kampus itu sedang sepi, hanya ada Dira dan beberapa orang serta seseorang yang ditabraknya, sehingga Dira tidak terlalu merasa malu. Sakitnya tak seberapa, tapi malunya itu lho.
Mata Dira menangkap seorang pria yang masih berdiri dengan santai. Tidak ada adegan romantis seperti di novel-novel atau film, Dira bangun sendiri dan merapikan penampilannya yang sedikit kacau.
“Maaf, Kak,” ucap Dira pada pria itu.
“Hemm, lain kali lihat jalan.” jawab jutek pria tersebut.
“Baik, kalau begitu saya permisi.” Dira langsung pergi meninggalkan pria tersebut setelah mengucapkan kalimat itu.
" Idih sok di dingin-dinginkan, biasa aja keles" umpat Dira dalam hati.
Sang pria yang bernama Tufail merasa sedikit aneh. Karena biasanya, yang bertemu atau melihat Tufail akan cari perhatian atau sekedar basa basi tak penting. Tufail merupakan wakil presiden mahasiswa yang cukup populer, walaupun tidak sepopuler presidennya. Karena parasnya yang manis, tinggi, putih membuat dia banyak digemari mahasiswi di kampus ini maupun di kampus lain. Wajar saja, karena dia juga kerap menjadi model untuk beberapa brand fashion terkenal.
__ADS_1
Dari arah belakang, datang Fahmi sang presiden mahasiswa yang juga memiliki tampilan fisik tampan, karismatik juga cerdas.
“Kenapa berhenti?” tanya Fahmi pada Tufail yang masih berdiri di tempat yang sama.
“Engga ada, tadi ada cewek nabrak gue. Tapi udah pergi si.” jawabnya dan Fahmi hanya menganggukan kepala.
Mereka pergi ke aula untuk memantau demo UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) baik dari tingkat universitas maupun fakultas dalam kampus U ini.
Ada banyak pilihan yang dapat diambil. Demo UKM ini biasanya diadakan selama seminggu setiap tahunnya. Hal itu dilakukan untuk mengenalkan kepada MABA tetang organisasi yang ada di kampus, sekaligus open rekrutment anggota baru.
Fahmi dan Tufail adalah mahasiswa semester 7. Jika Tufail dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Manajemen, sementara Fahmi dari Fakultas Imu Sosial dan Ilmu Politik studi Hubungan Internasional. Prestasi keduannya sangat mumpuni, bahkan Fahmi seringkali mengikuti ajang internasional. Maka dari itu, Fahmi dan Tufail adalah kandidat terkuat pada saat pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas U.
......................
Setelah jam kuliah selesai, Dira yang bingung harus ikut organisasi apa akhirnya menyetujui ajakan Eni untuk ikut datang ke demo UKM. Mereka berdua berjalan dari satu stand ke stand lain untuk mencari informasi tentang organisasi tersebut.
“Lo yang tadi nabrak gue kan? Ngapain kesini?” tanya Tufail sinis pada Dira. Dira yang mendengar itu mengalihkan fokusnya ke sumber suara, begitu juga dengan Eni.
“Menurut Kakak ngapai kalau kesini?” bukannya menjawab, Dira malah balik bertanya.
“Lo itu ya, udah tadi nabrak, sekarang ditanya malah balik tanya,” geram Tufail pada Dira. Entah kenapa, Tufail justru merasa sebal dengan Dira.
“Aku kan tadi udah minta maaf Kak, Kakak juga bilang hem ngga papa gitu,” jawab Dira santai
Tufail yang tidak biasa diperlakukan seperti itu, terlebih dengan seorang gadis membuatnya sedikit geram dan malu. Fahmi yang berada tidak jauh dari Tufail mendekatinya.
“Kenapa?” hanya itu yang keluar dari mulut Fahmi yang ditunjukan untuk Tufail.
__ADS_1
“Engga apa-apa.” jawab Tufail langsung pergi meninggalkan stand tersebut.
Fahmi hanya mengerutkan dahinya dan sekilas menatap ke arah gadis yang tadi sempat berselisih dengan Tufail. Dia hanya menghembuskan nafasnya dan berlalu ke stand lainnya. Kini dia paham, sahabat sekaligus rekannya itu memang memiliki emosi yang kurang stabil, jadi ya begitulah Tufail.
“Huuu, dasar cowok aneh, gitu aja ngambekan. Temannya juga, sok dingin lempeng gitu apa ya yang berteman tidak bosan, hadeuh,” ledek Dira setelah Tufail dan Fahmi pergi.
“Emang kamu ngga tau, Ra siapa mereka?” tanya Eni penasaran. Dira hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
“Kamu kemana aja dek?” sambung Kakak penjaga stand yang saat ini Dira dan Eni singgahi sambil terkekeh geli. Dira justru bingung dengan pertanyaan itu, belum sempat menjawab, Eni langsung menyambungnya.
“Nadira Arsyakayla, mereka itu presdir dan wakil presdir mahasiswa kampus kita. Kamu kemana aja waktu pemilihan? Jangan-jangan kamu golput ya? Alias ngga milih atau justru dipilih semua? Terus kamu ngga tau info mahasiswa populer dan berprestasi gitu? Wah kudet (kurang up date) akut ini bocah.” Omel Eni pada sahabat beasiswanya itu. Kakak penjaga stand lagi-lagi berusaha menahan tawanya melihat dua gadis itu.
“Aku ngga tau wajah mereka, kan cuma ada nama. Pas kampanye aku ngga terlalu merhatiin. Aku milih yang namanya bagus, karena biasanya tampan hehe bercanda. Lagian yang menjadi calon tentunya semua terbaik, karena aku tau masuk kandidat pasti tidak sembarangan. Aku juga ngga kudet ya, aku tahu mahasiswa berprestasi dari kampus kita, ada Muhamad Fahmi Aditama, Tufail Hilary Juna, Ayu Fatma dan masih banyak lainnya.” jawaban Dira jujur apa adanya, dia yang tidak aktif di kampus dan cuek dengan sekitar membuatnya kurang paham dengan lingkungan organisasi. Terlebih dia adalah mahasiswa kupu-kupu yang hanya pulang pergi kuliah tanpa aktivitas tambahan lainnya.
“Lah itu, Muhamad Fahmi Aditama Presdir kita, wakilnya Kak Tufail Hilary Juna itu,” frustasi Eni sekaligus gemas dengan sahabatnya itu.
“Ya udahlah, sekarang udah taukan. Dan yang aku tahu, kamu kalau bisa ngga usah berurusan dengan Kak Tufail, katanya si dia orangnya nekat. Tapi tadi kayanya kamu udah ditandai musuh deh sama dia, jadi hati-hati aja ya.” imbuh Eni sembari menasehati Dira.
“Hem iya, aku akan lebih hati-hati. Ngeri juga kedengarannya macam mafia yang ada di novel yang aku baca aja. Tapi ya udahlah, ada Allah dan do'a Ibu Bapak yang selalu menjaga Dira.” ucap Dira menyemangati dirinya.
Eni dan Dira sudah memutuskan untuk mengikuti Forum Studi Ekonomi Islam atau FOSEI agar tetap sejalur dengan jurusannya, ditambah dari sudut pandangan Islam yang juga memiliki peranan penting. Dira dan Eni bergegas ke masjid kampus setelah adzan dzuhur berkumandang. Setelah selesai, Dira kembali ke pondok, sedangkan Eni ke kosnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
catatan
Ndalem di sini adalah Rumah kyai.
__ADS_1